공유

Chapter 5

작가: Iamyourhappy
last update 게시일: 2024-05-29 16:31:32

Di sebuah klub.

Ethan Winston tampak tengah duduk di sebuah sofa.

Tangannya mengapit sebuah rokok sembari menatap ke lantai bawah, tempat orang-orang berjoget ria dengan iringan musik dari seorang DJ.

Namun, Ethan tak benar-benar melihat mereka.

Pikirannya tengah melayang dengan penolakan Aluna tadi.

Sebagai seorang wakil Direktur dari Winston Corp, Ethan Wasinton terbiasa dengan kemudahan.

Tak ada yang menentang dirinya.

Bahkan, orang-orang berlomba “melayani” Ethan.

Kecuali malam itu….

Ethan harusnya tidur dengan wanita yang sudah ia bayar. Namun, wanita itu mendadak meronta minta dilepaskan.

Ethan jelas tidak terima. Dia memastikan wanita itu tunduk padanya.

Sialnya, Ethan ditinggalkan begitu saja setelahnya.

Oleh karena itu, Ethan segera menyuruh bawahannya untuk mencari wanita malam itu.

Tapi, siapa sangka takdir begitu lucu?

Wanita itu adalah Aluna Freya.

Wanita yang pernah menjadi bahan buliannya dulu dan selalu memiliki banyak alasan untuk mendebatnya. Bahkan, meragukan kemampuannya!

Tanpa sadar, Ethan mencengkram gelasnya.

“Galau nih..”

Ucapan Bobby, salah satu temannya, membuat Ethan tersadar.

Segera diembuskan asap rokok dari mulutnya ke atas.

Hanya saja, hal ini malah membuat Bobby semakin semangat menggodanya. “Orang tuamu menyuruhmu cepat-cepat menikah?” tanyanya.

Ethan menggeleng. “Ada wanita yang meremehkan kemampuanku.”

“Kemampuan?” Bobby mengernyit. “Wait… Maksudnya, kemampuanmu di ranjang?”

Sahabat Ethan itu mendadak tergelak tawa dengan keras. “Wanita mana yang berani-beraninya mengejekmu, bro?!”

“Kau–” Ethan hampir melempar gelasnya jika saja temannya yang lain tidak datang.

“Woissh santai broo!”

Wiliam mengambil gelas itu kemudian mengambil duduk di samping Ethan. “Sepertinya aku ketinggalan banyak.”

“Ada wanita yang berani meremehkannya,” ucap Bobby.

“Oh, iya. Dia seperti apa? Secantik apa?”

Ethan bersandar. Matanya terpejam—namun bayangan wajah Aluna terlintas di kepalanya.

Wajah wanita itu ketika marah.

Sialnya ia malah tergoda dan ingin menerkam wanita itu.

“Aluna,” balas Ethan seperti lirihan.

“Aluna?” Wiliam mengulang. “Sepertinya aku tidak asing. Aluna…” gumamnya.

Namun, Bobby lebih dulu sadar.

Ia bahkan hampir menyemburkan minumannya ketika mengingat siapa Aluna. “Jangan bilang perempuan miskin yang pernah kita buli dulu?”

“JANGAN BILANG ALUNA MISKIN YANG HAMPIR MATI DI KOLAM?!”

“Shut up!” Ethan membuka mata. “Dia tidak mati karena aku menyelamatkannya.”

“Kau bertemu lagi dengannya?”

“Bukan hanya bertemu, pasti sudah tidur bersama.”

Tidak mendapatkan jawaban dari Ethan, Wiliam tersenyum licik. “Dia pasti semakin cantik. Aku ingin bertemu dengannya, mencicipi tubuhnya juga.”

“Tutup mulutmu sialan!” maki Ethan tiba-tiba.

Hal ini mengundang tawa kencang dari Bobby. “Kau tertarik dengannya, bro. Mungkin kau juga menyukainya,” ucapnya, puas.

Mendengar itu, Ethan segera melayangkan tatapan tajam.

Menyukai Aluna? Tidak mungkin!

Mengapa dia harus tertarik pada wanita biasa seperti dia saat banyak wanita berlomba menawarkan diri di ranjangnya?

Di tempat yang berbeda, ‘wanita biasa’ yang dipikirkan Ethan itu tengah berada di minimarket.

Mengambil satu kaleng minuman dan membawanya ke depan, Aluna lalu duduk di bangku kemudian mulai menyesap minumannya.

Pikirannya juga melayang pada tindakannya yang terlalu berani tadi siang.

“Bagaimana aku menghadapi Ethan?” Aluna mengutuk dirinya sendiri.

Meskipun sebenarnya ia sendiri puas melihat Ethan terhina, tapi kesadaran menghantamnya.

Bagaimana jika dia di-blacklist dari seluruh perusahaan karena menghina pewaris keluarga Witson? Padahal, ia saja masih belum menemukan cara membayar biaya rumah sakit Gio.

Mengambil pinjaman online-pun tidak bisa dengan jumlah yang terlalu banyak.

Memikirkan itu, Aluna semakin pusing!

Dengan cepat, dia menghabiskan minuman kaleng itu dan melempar sisa kemasan ke sembarang.

Namun….

“Akh!”

Seseorang mendadak berteriak kesakitan.

Aluna lantas menoleh ke sumber suara dan menemukan Ethan sedang berdiri di sana.

Menatap Aluna dengan mata yang sayu dan dalam keadaan yang sedikit berantakan?

Seketika, alarm bahaya terasa dalam diri Aluna.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 623 Ending

    GUYS INI CHAPTER TERAKHIR. SEMOGA SUKA YA... Aiden memutuskan untuk pergi langsung tanpa sarapan. ia pergi ke parkiran yang terletak di samping. Di sanalah motornya tersimpan… Namun ia berhenti ketika melihat ayahnya yang berada di samping motornya. “Kenapa dad di sana?” tanya Aiden mengernyit. “Dad ingin membuang motorku?” tanya Aiden lagi. Gio menghela napas. Kemudian tangannya terulur mengusap motor Aiden pelan. “Warnanya bagus… helmnya juga cocok.” Gio tersenyum. “Kamu membelinya dengan uang kamu sendiri ya?” kemudian mengangguk. “Motornya bagus.” Aiden mengernyit. Kemudian mendekat. “Apa yang terjadi dengan Dad?” Gio mengusap pelan bahu anaknya. “Dad minta maaf, Dad tidak tahu kalau Dad bersalah pada kamu. Dad sering mengabaikan kamu. Dad menganggap enteng acara penting kamu. Dad terlalu sibuk bekerja sampai tidak memperhatikan kamu…” “Dad juga lupa kalau semua anak pasti melakukan kesalahan…” Gio tersenyum. “Dad seharusnya memuji kamu daripada

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 623 Ending

    GUYS INI CHAPTER TERAKHIR. SEMOGA SUKA YA... Aiden memutuskan untuk pergi langsung tanpa sarapan. ia pergi ke parkiran yang terletak di samping. Di sanalah motornya tersimpan… Namun ia berhenti ketika melihat ayahnya yang berada di samping motornya. “Kenapa dad di sana?” tanya Aiden mengernyit. “Dad ingin membuang motorku?” tanya Aiden lagi. Gio menghela napas. Kemudian tangannya terulur mengusap motor Aiden pelan. “Warnanya bagus… helmnya juga cocok.” Gio tersenyum. “Kamu membelinya dengan uang kamu sendiri ya?” kemudian mengangguk. “Motornya bagus.” Aiden mengernyit. Kemudian mendekat. “Apa yang terjadi dengan Dad?” Gio mengusap pelan bahu anaknya. “Dad minta maaf, Dad tidak tahu kalau Dad bersalah pada kamu. Dad sering mengabaikan kamu. Dad menganggap enteng acara penting kamu. Dad terlalu sibuk bekerja sampai tidak memperhatikan kamu…” “Dad juga lupa kalau semua anak pasti melakukan kesalahan…” Gio tersenyum. “Dad seharusnya memuji kamu daripada

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 623 Ending

    GUYS INI CHAPTER TERAKHIR. SEMOGA SUKA YA... Aiden memutuskan untuk pergi langsung tanpa sarapan. ia pergi ke parkiran yang terletak di samping. Di sanalah motornya tersimpan… Namun ia berhenti ketika melihat ayahnya yang berada di samping motornya. “Kenapa dad di sana?” tanya Aiden mengernyit. “Dad ingin membuang motorku?” tanya Aiden lagi. Gio menghela napas. Kemudian tangannya terulur mengusap motor Aiden pelan. “Warnanya bagus… helmnya juga cocok.” Gio tersenyum. “Kamu membelinya dengan uang kamu sendiri ya?” kemudian mengangguk. “Motornya bagus.” Aiden mengernyit. Kemudian mendekat. “Apa yang terjadi dengan Dad?” Gio mengusap pelan bahu anaknya. “Dad minta maaf, Dad tidak tahu kalau Dad bersalah pada kamu. Dad sering mengabaikan kamu. Dad menganggap enteng acara penting kamu. Dad terlalu sibuk bekerja sampai tidak memperhatikan kamu…” “Dad juga lupa kalau semua anak pasti melakukan kesalahan…” Gio tersenyum. “Dad seharusnya memuji kamu daripada

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 622

    “Puas membuat kawatir orang tua? Puas bermain-main dengan acara penting?” tanya Gio pada Aiden. Aiden berhenti. pada langkah yang ketiga di tangga. Laki-laki itu berhenti dan menghadap ayahnya. “Bagaimana rasanya?” tanya Aiden sembari tersenyum. “Kalian tidak pernah datang ke acara pentingku. Jadi aku ingin melakukannya juga…” “Bagaimana rasanya?” tanyanya. “Aiden!” Gio memijit keningnya yang terasa pusing. “Kami melakukannya karena ada alasannya.” “Aku juga punya alasan untuk tidak datang ke acara itu.” Aiden memutar tubuhnya. berjalan—sampai Gio memanggilnya lagi. “Acara balapan yang kamu maksud?” tanyanya. “Balapan tidak jelas seperti itu? jika ingin balapan di sirkuit bukan di jalan raya. Kamu membahayakan orang lain. kamu juga membahayakan diri kamu sendiri.” “Aiden kamu jangan melakukan hal seperti ini lagi ya..” Agatha menatap putranya. “Mom dan Dad tidak akan melakukan hal seperti dulu lagi.” “Kalau kamu mau balapan, kamu bisa mengajak kamu ke sir

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 621

    Di sinilah… Raini pergi ke atap gedung. Sendirian di tengah gelap yang hanya diterangi oleh cahaya rembulan yang bersinar dengan terang. Raini membiarkan rambutnya tertiup angin ke sana ke mari. Kedua tangannya bersandar pada dinding pembatas. Tempatnya memang di sini. Jelas dirinya dan Aiden sangat berbeda. Aiden memang lebih cocok dengan perempuan bernama Talia itu. Tadi, Raini melihat mereka dari kejauhan. Talia pasti dari keluarga yang memiliki perusahaan besar juga. Mereka memang cocok. Lantas… Kenapa hatinya sedikit tidak rela ya? Apa mungkin ia tidak rela jika Aiden bersama perempuan lain? Tidak! Sampai kapanpun Raini tidak boleh mendambakan apa yang tidak boleh didambakan. Tempatnya di sini… Menyingkir lalu tidak terlihat oleh siapapun. “Jadi seperti ini ya pemandangan kota dari atas gedung tinggi..” Raini tersenyum pelan. “Maklum orang kampung…” Raini menggeleng pelan. “Ternyata sangat bagus. pantas saja banyak orang kampung yang berbondong-b

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 620

    Seorang pemuda dengan setelan kemeja dan jas rapi baru saja turun dari mobil. Langkahnya mantap—kemudian disusul oleh perempuan yang berada di belakangnya. Perempuan cantik yang menggunakan dress berwarna putih. Nampak sangat cantik dengan rambut panjang yang digerai… Aiden menyodorkan lengannya. Raini tersenyum manis dan menggandeng tangan Aiden. Tahukah permintaan Aiden? Ya, membawa Raini untuk pergi ke pesta bersamanya. Lantas, Raini harus menuruti permintaan lelaki itu jika ingin lelaki itu hadir di pesta. Raini tidak pernah berhadapan dengan orang segila Aiden. Tapi mari imbangi kegilaan Raini. Bersikap seperti apa kemuan Aiden saja. Raini berjalan dengan hati-hati. di luar ternyata banyak sekali kamera wartawan yang menyorot dirinya. Pasti mereka akan membuat berita dan bertanya-tanya tentang identitasnya. Raini bersumpah… Pasti setelah ini, kehidupan sekolahnya kian rumit. Pasti akan muncul rumor aneh tentan dirinya dan Aiden. Aiden dan Raini b

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 615

    Bagi Raini menyandang status siswa winston itu membanggakan. Apalagi ia masuk dengan kemampuannya sendiri. Raini sangat senang bisa bersekolah yang bagus dengan beasiswa tanpa membebani ibunya. Tentang keluarganya… Ia tidak akan memikirkannya. ayahnya bekerja keras untuk menyekolahkannya. K

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 614

    “Kau menyukainya?” tanya Julian membuat Aiden yang sedang minum hampir tersedak. “Apa wajahku terlihat menyukainya?” tanya Aiden kembali. Julian maupun Jacob menggeleng. “Tidak bisa diukur dari wajahmu. Tapi kepedulianmu. Kau sangat peduli pada…” Jacob mengernyit. “Siapa namanya tadi…” Jaco

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 613

    Jacob mengernyit… “Tapi…” menatap Raini dari atas hingga bawah. “Dari wajahnya memang pantas dibuli.” Raini mengerjap. “Apa maksudmu kak?” tanya Raini. Raini mendekati Aiden. “Mereka temanmu kan? Berarti umur mereka diatas kita ya kan?” tanyanya memastikan. Aiden menjauh. Malah duduk mening

  • Perjanjian Panas dengan Bos Arogan   Chapter 612

    PESAN MOM. [JAGA RAINI SEPERTI ADIK KAMU SENDIRI!] Aiden berdiri… Di atas tribun. Di lapangan basket ini, anak baru dikumpulkan. Tapi melihat 5 anak dibariskan sendiri. Mereka diberi wejangan oleh anak osis. Aiden menatap perempuan yang mencatat dengan sungguh-sungguh. Mendengarkan anggo

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status