Share

Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku
Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku
Author: Iamyourhappy

Chapter 1

Author: Iamyourhappy
last update Huling Na-update: 2025-05-09 10:15:18

Yerin Anindya adalah guru BK pindahan beberapa bulan lalu. Ia telah menyaksikan pelanggaran demi pelanggaran yang dilakukan oleh muridnya. Dari yang bolos kelas, diam-diam merokok di gudang belakang, bolos pergi dari sekolah sampai berkelahi.

Dari laporan siswi terjadi perkelahian di sebuah kelas. Yerin bergegas pergi ke kelas tersebut.

“Sudah kayak adu ayam,” lirih Yerin. Ia melihat dua murid sedang berkelahi dengan sekelilingnya murid lain yang menyaksikan mereka.

Sekolah ini bertaraf internasional. Namun, ia masih banyak menemui murid yang melanggar peraturan.

Mungkin karena keluarga mereka kaya? Jadi mereka berbuat sesuai keinginan mereka sendiri.

TOK TOK

“BERHENTI!” Yerin mengeluarkan teriakannya. “Kalian berhenti!” Ia menghela nafas kemudian mendekati kedua remaja yang sudah babak belur itu.

“Kalian ke ruang saya sekarang juga.”

Di dalam ruangan BK dua murid itu tidak ada yang ingin meminta maaf lebih dulu.

“Kenapa kalian berkelahi?” tanya Yerin.

“Bosan,” jawab seorang laki-laki. Namanya Bastian Ravindra Jarvis. Seorang laki-laki yang mendapat predikat murid terbandel di sekolah.

Semenjak datang ke sekolah ini—Yerin memang sudah mengawasi Bastian. Murid yang paling banyak melanggar aturan namun anehnya tidak dikeluarkan dari sekolah. Meskipun seperti itu—guru BK berhak memberikan hukuman agar jera.

“Yasudah kalau tidak mau bicara.” Yerin mencatat pelanggaran mereka. “Besok bawa orang tua kalian ke sini.”

“Jangan, Bu,” ucap Vando.

“Kalian berkelahi. Itu pelanggaran berat. Kalian harus bawa orang tua kalian.”

Bastian berdiri. Ia hendak berjalan keluar.

“Kamu mau ke mana Bastian?” tanya Yerin.

“Tidak ada gunanya masih di sini.”

“Tunggu sebentar.” Yerin berdiri. “Vando sekarang kamu pergi ke UKS. Ibu sudah nyuruh pacar kamu untuk obatin kamu.”

“Apa, bu? Kok ibu tahu pacar saya?” Vando sungguh heran.

“Apasih yang ibu tidak tahu?” Yerin bangga. “Cepat obati luka kamu.” Yerin melakukan hal itu karena mereka berdua tidak bisa melakukan apapun di UKS. Karena setiap ruangan aktif di sekolah terpasang CCTV.

“Bastian kamu ke sini.” Yerin menarik lengan Bastian untuk duduk di salah satu sofa. “Biar Ibu yang obatin kamu.” Ia mengambil P3K.

Bastian sungguh heran dengan guru BK baru sekolahnya. Terlihat lebih santai dan tenang. Tidak ada teriakan marah ataupun menghina yang biasa ia dapatkan.

“Bilang kalau sakit.” Yerin mulai mengobati luka di sudut bibir Bastian. “Ibu sudah memperhatikan kamu. Kamu melakukan banyak pelanggaran dengan sengaja.”

Yerin menatap Bastian. Ia tersenyum. “Ibu yakin kamu melakukannya sebagai bentuk pelarian kamu. Beritahu ibu apa yang terjadi di rumah? Kamu punya masalah?”

Bastian berdecih pelan. “Memberitahu anda sama saja membuang waktu. Anda juga tidak akan pernah bisa memberi solusi saya.”

Yerin mengangguk setuju. “Benar. Yang kamu katakan memang benar. Ibu emang tidak bisa menjamin bisa memberikan kamu solusi. Tapi ibu akan mendengarkan cerita kamu. Baik ataupun buruk—ibu akan dengarkan sampai kamu selesai, sampai kamu merasa benar-benar lega.”

Bastian mengernyit. Lagi-lagi ia merasa kebingungan. Ia tidak mungkin bercerita. Untuk apa? Lega? Omong kosong.

“Saya tidak butuh.”

“Bastian,” panggil Yerin. “Ibu ini orang tua kamu di sekolah. Jangan takut berbagi hal dengan ibu.”

“Orang tua saya sudah meninggal sejak saya lahir. Keluarga saya begitu membenci saya karena saya dianggap sebagai pembawa sial.” Bastian mengepalkan tangannya erat. “Saya tidak punya siapapun yang mempedulikan saya.” Memejamkan mata menahan emosi yang begitu bergejolak.

Yerin mendekat. Memeluk Bastian yang begitu bergetar menahan emosi. “Bukan salah kamu.”

“Tapi mereka semua mengganggapku aib. Mereka tidak suka aku berada di sana. Mereka tidak menginginkanku di dunia ini.” Akhirnya tangis Bastian pecah. Bastian hanyalah anak berusia 17 tahun yang butuh seseorang di sampingnya.

“Ibu yang akan menghubungi salah satu keluarga kamu.” Yerin mengusap pelan bahu Bastian lalu melepaskan pelukannya.

Bastian berdecih pelan. “Mereka semua sibuk.” Menatap ke arah lain. “Pak Rudi sudah berkali-kali menghubungi keluarga saya. Tapi mereka memang tidak pernah peduli.”

Yerin menggeleng. “Serahkan semua pada ibu. Kamu jangan kawatir.” Ia tersenyum. “Kamu sekarang kembali ke kelas.”

Keluarnya Bastian. Yerin segera meraih ponselnya. Keluarga terdekat Bastian adalah kakaknya. Kakaknya yang merupakan Presiden Direktur Skyline Corporation. Antara yakin tidak yakin, Yerin tetap menelepon.

“Halo , permisi.” Yerin menunggu cemas dengan tangan yang mengetuk pelan meja.

“Dari Gallaxy highschool bukan? Tuan tidak punya waktu.” Suara seorang perempuan.

“Tunggu.” Yerin menghela nafas. “Sampaikan pada kakak Bastian. Sekali ini saja tolong ulurkan tangannya untuk adiknya. Datang ke sekolah dan berbicara dengan saya.”

Tidak menunggu waktu lama—setelah Yerin selesai berbicara panggilan langsung ditutup begitu saja.

Di tempat yang berbeda. Seorang pria baru saja keluar dari ruangannya. Ia berhenti di depan ruang Sekretarisnya.

“Siapa?”

“Dari Gallaxy high school, Sir.”

“Apa anak itu berbuat ulah lagi?”

“Guru itu bilang tolong sekali ini saja ulurkan tangan untuk adik anda. Datang ke Sekolah dan bicara dengan saya.”

Arseno Jonathan Jarvis—atau dipanggil Arsen itu terdiam dengan tangan di dalam saku. “Sepertinya aku harus datang.” Senyum tipis menghiasi wajahnya. “Siapa dia beraninya menantangku.”

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Yessy Susanti
hadirrr.. salken Thor
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku   Chapter 302

    Pertama adalah kakek mereka sendiri. Bastian duduk dan menghadap kakek tua yang sudah menggunakan baju orange itu. Sedangkan Arsen berada di belakang Bastian. Arsen bersindekap menatap mereka berdua. “Yang ingin aku katakan padamu hanyalah kau pantas mendapatkan semua ini.” Kakek menatap Bastian. “Benar, kamu hanyalah bocah yang tidak tahu apapun.” “Iya! kau tidak salah! aku memang bocah. Dan aku anak dari cucumu sendiri. cucu yang mengalir darahmu juga. Bertahun-tahun aku hanya diam. menerima semua cacian keluarga busukmu itu.” “Ternyata kau tahu kalau orang tuaku meninggal karena anakmu!” teriak Bastian. “Kau biadab, brengsek!” Jika mereka tidak dipisahkan oleh kaca. sudah pasti Bastian akan memukul pria tua itu. Tubuhnya yang berisi berubah menjadi lebih kurus. Kerutan di wajahnya semakin terlihat. Arsen mendekat—ia sedikit menunduk. “Jaga dirimu sendiri. kau tidak akan keluar lagi. nikmati masa tuamu di sini dan merenungkan kesalahanmu.” Kakek tertawa pelan.

  • Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku   Chapter 301

    Persidangan kasus kecelakan yang melibatkan pemimpin Skyline generasi ke empat dibuka kembali. Satu orang kini sudah menjadi tersangka utama. Arsen datang ke persidangan pertama. Orang yang saat ini berada di barisan terdepan dengan menggunakan baju orange itu tidak bisa berkutik. Arsen tersenyum pelan. “Dasar sampah,” lirihnya. Arsen duduk di barisan pertama. Bukti yang ia serahkan ke kejaksaan cukup untuk membuat pria itu mendekam di penjara. Rekaman cctv yang membuktikan bahwa Gabriel menyuruh orang untuk membunuh orang tuanya. Rekaman suara yang terekam jelas di telepon masih disimpan oleh orang itu. Lalu, ada yang membuat Arsen benar-benar marah. Sebelum kejadian di mana orang tuanya kecelakaan. Ayahnya sempat bertemu dengan Gabriel. Mereka sempat bertengkar dan Gabriel memukul ayahnya. Lagi-lagi rekaman cctv itu pernah sengaja dihilangkan. Arsen telat untuk menyadari bahwa semua yang terjadi pada orang tuanya merupakan perencanaan. “Jadi dia yang me

  • Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku   Chaptter 300

    Arsen berkacak pinggang. Sudah lama rasanya tidak pergi ke perusahaan ini. Perusahaan cabang Skyline yang terletak lumayan jauh dari kota. Arsen berjalan langsung menuju ruangan pimpinan. Membuka pintu—benar saja pria itu duduk dengan santai sembari merokok. Padahal hukuman sudah menanti. “Untuk apa kamu kemari?” tanya pamannya. Pria itu langsung berdecih dan meludah ke samping. “Cih!” menatap sinis Arsen yang sudah berada di hadapannya. “PERGI DARI SINI SEBELUM AKU MEMANGGIL PETUGAS KEAMANAN.” Teriaknya. Arsen tidak gentar. Justru ia tertawa. “Panggil saja. bagaimana bisa mereka mengusir presdir Skyline dari perusahaannya sendiri.” “Kau bukan penguasa skyline.” Pria itu menatap Arsen tajam. “Tuan Gabriel Theo Jarvis…” panggil Arsen santai. memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. “Atau aku harus memanggilmu paman Gabriel?” tanya Arsen. “Kau seharusnya sudah masuk ke penjara seperti kakek.” “Apa-apaan?!” Gabriel setengah berteriak. “Aku tidak tahu apapun yang

  • Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku   Chapter 299

    Bagi Yerin, tentang uang adalah hal yang penting. Tapi bisa menjadi tidak sepenting itu jika membuat mereka harus berpisah. Jika keadaan mereka memang harus tidak memiliki banyak uang ataupun uang. Maka tidak masalah. Selagi mereka masih bisa berjuang bersama. Selagi Arsen bisa menjadi suami yang terbaik untuknya. Dan selagi Arsen bisa mengusahakan apapun untuknya. Yerin pasti tidak masalah. Tentang uang, mereka bisa mencarinya bersama. Yerin mengusap rambut Arsen pelan. Pria itu masih tidur. Tubuh mereka berbaring di atas selimut. Pasti banyak hal yang dipikirkan oleh suaminya. Arsen pasti hanya memberitahunya 10 persen dari apa yang sesungguhnya terjadi. “Sayang,” panggil Arsen yang membuka mata. “Kenapa tidak tidur?” tanyanya. “Aku terbangun.” Yerin memandang suaminya. “Kamu kembalilah tidur.” “Hei, seharusnya aku yang mengatakan hal itu.” Arsen menarik tubuh istrinya. “Kamu pasti memikirkan hal tadi. Itulah kenapa aku tidak ingin memberitahu kamu.” “A

  • Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku   Chapter 298

    21++ Arsen memeluk Yerin. Menutup telinga Yerin agar tidak mendengar ucapan neneknya. Mobil polisi pun sudah menghilang. Arsen memeluk istrinya. Mendekap tubuh istrinya yang mungil itu. Ia juga mengusap rambut Yerin yang panjang. Kusut rambut Yerin akibat jambakan dari neneknya. Arsen memejamkan mata. “Maaf. Aku kurang cepat. Aku tidak akan membiarkannya mendekati kamu lagi.” Yerin melepaskan pelukannya. “Aku baik-baik saja.” sembari tersenyum. “Eve lebih parah.” Yerin tertawa namun merasa bersalah juga. “Rambutnya sampai rontok.” “Jika Bastian tahu, dia pasti sangat marah,” balas Arsen. Ia mengusap puncak kepala Yerin. Yerin mengangguk. “Dia pasti tidak berhenti mengomel.” Arsen menunduk—mengecup bibir istrinya. “Aku harus apa untuk meminta maaf pada Eve?” “Kita belikan dia shampoo dan perawatan rambut lainnya.” Yang terlintas di kepala Yerin memang hanya itu. “Ide bagus.” “Atau nanti aku akan mengajaknya ke dokter.” Yerin menggandeng lengan Arsen. Menarikny

  • Perjanjian Panas dengan Kakak Muridku   Chapter 297

    Beberapa jam yang lalu. Arsen duduk berhadapan dengan pembunuh orang tuanya. Pertama kalinya… Karena selama ini ia tidak mau melihat siapa orang yang menabrak orang tuanya. “Aku tidak akan bertele-tele. Apa kau sungguh menabrak orang tuaku karena tidak sengaja?” tanya Arsen. Pria itu mengangguk. “Maafkan segala kesalahanku. Aku sungguh minta maaf. Aku juga tidak ingin hal itu terjadi, tapi saat itu aku sangat lalai sehingga aku menabrak orang tuamu, nak.” Arsen tertawa pelan. “Ah..” mengangguk pelan. “Orang sepertimu memang tidak akan mengaku ditanya baik-baik.” “Jawab dengan jujur sebelum aku marah.” Arsen memejamkan mata sebentar. Mereka dipisahkan oleh kaca. Meski mereka bisa saling menatap tapi mereka tidak bisa saling menyentuh. Orang yang menggunakan baju berwarna orange itu sudah tua. Usainya sekitar 50 tahunan. Raut wajahnya sudah mengeriput. Hampir seluruh rambutnya sudah memutih. Arsen melipat kakinya ke atas. menunggu—ia masih menunggu jawaban pri

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status