FAZER LOGIN“Tadi. Aku tahu kau menganggapku konyol, karena rasa takut akhirnya membuatku lompat dari ketinggian,” sergah Moreau untuk memancing beberapa bagian yang dia tahu akan cukup relevan di antara mereka saat ini.
“Rasa takut membuatmu mengambil tindakan berani. Kau selalu berani.” Paling tidak, Moreau tak menyumbat pengetahuan di puncak kepalanya dengan ungkapan Abihirt barusan. Aneh mendengar pria itu memberi pujian. Rasanya dia tak bisa menahan diri. Tergelitik. Lucu. Seakan – akan“Emma, apa kau melihat, Abi?”Sudah mencari hampir di seluruh ruangan. Moreau akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mendatangi wanita paruh baya yang terlihat sibuk dengan kegiatan di dapur. Hanya di sini satu – satunya tempat—membuat dia yakin bahwa akan ada sedikit petunjuk.Emma tersenyum tipis saat melihat kedatangannya, sambil berkata, “Saya tadi melihat Tuan membawa Chicao pergi, Ms.”Sebelah alis Moreau terangkat. Abihirt membawa Chicao pergi? “Ke mana?” dia bertanya skeptis.Barangkali Emma menganggap ekspresinya sebagai bentuk reaksi tak terduga, sehingga wanita paruh baya itu kembali tersenyum.“Biasanya Tuan memang membawa Chicao berjalan – jalan supaya peliharaannya tidak stress terus di rumah, Ms.”Moreau hampir lupa mengenai hal ini. Kebiasaan Abihirt setidaknya membuat dia sedikit lega. Mungkin hanya perlu menunggu pria itu kembali.“Sudah berapa lama dia pergi?”“Sudah cukup lama, Ms. Saya rasa, Tuan akan segera kembali.”Han
Mendapati anak – anak sedang duduk dengan tumpukkan boneka yang disusun begitu penuh di atas ranjang, merupakan kelegaan tak terduga yang membuat Moreau secara naluriah tersenyum lebar.Anehnya, langkah Abihirt tiba – tiba tertahan setelah membuka pintu kamar, seolah masih tak percaya akan mendapati si kembar di sini. Moreau segera melirik pria itu dan ....Ya, ekspresi Abihirt sudah menjelaskan bagaimana pria itu tak ingin anak – anak ada di sini. Ini menjadi kesempatan besar bagi Moreau; posisi mereka benar – benar tidak layak untuk terus dipertontonkan kepada si kembar.“Kau bisa turunkan aku sekarang, Abi.”Mungkin dia bicara terlalu mendadak, sehingga hal pertama yang Abihirt lakukan adalah menunduk; menatap ke arahnya lamat seakan – akan pria itu menimang suatu keputusan. Moreau mengernyit, berusaha mendapati petunjuk dari sesuatu yang dapat disebut sebagai pemikiran rahasia.Dia sama sekali belum siap ketika Abihirt tiba – tiba berbalik badan. Bahkan hampi
Sayangnya kenyataan selalu berbalik arah ketika Moreau harus melihat langsung betapa situasi di sekitar begitu kacau. Ada banyak pecahan kaca berserak di lantai hingga lembaran kertas berserakan nyaris bertebaran di seluruh ruangan.Kapan Abihirt melakukan semua ini?Sungguh, Moreau tidak mendengar apa pun terhadap bentuk pelampiasan yang pria itu lakukan di ruang kerja.Apakah karena tempat ini kedap suara? Atau barangkali dia terlalu menargetkan Soares sebagai fokus utama, sehingga mengabaikan beberapa hal di antara mereka.Sekarang apa yang bisa dia katakan? Sesuatu dalam dirinya menunjukkan sikap ragu sekadar melangkah masuk. Padahal dia tahu Abihirt sedang duduk termenung dengan pandangan lurus—mengabaikan suasana di sekitar. Mungkin pria itu tidak menyadari keberadaannya?“Abi?” panggil Moreau ragu – ragu. Dugaannya benar karena pria itu mengerjap; antara terkejut, kemudian tiba – tiba menjulang tinggi hanya untuk melangkah mendekatinya.“Hei,
“Apa yang kau lakukan di sini? Kau tak punya hak untuk membuntutiku sampai di kediamanku sendiri!”Sayup – sayup, suara percakapan di ruang tamu seperti menarik perhatian Moreau untuk berjalan lebih dekat. Tadi, sebelum benar – benar memarkirkan mobil di halaman depan, dia disambut dengan baik oleh pegawai Abihirt. Hanya tidak menyangka akan mendengar suara serak dan dalam pria itu—yang disergap begitu banyak amarah, sementara seseorang seperti berusaha menjelaskan sesuatu. Meski Moreau tidak bisa menebak dengan pasti, selain ledakan Abihirt karena sisanya nyaris terlalu hening. Itu masalah utama yang perlu digaris bawahi. Dia tidak mendapat sedikitpun petunjuk tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin mencari tahu langsung akan menjadi prospek bagus. Hampir sampai di sana. Namun, di waktu bersamaan langkah Moreau sempat tertahan mendengar Abihirt kembali mengatakan sesuatu dengan ... barangkali kepulan api sedang meluap – luap di dalam diri pria itu.“Tu
“Ya, Tuhan! Jadi, kalian akhirnya bertunangan? Dan kau sedang mengandung tiga bayi kembar Mr. Lincoln? Shit me! Aku hampir mendapat serangan jantung menerima kabar baik ini.”Sudah Moreau duga reaksi Juan akan seberlebihan ini. Dia meringis sesaat ketika menyadari sebagian orang sadar untuk melirik singkat ke arah mereka. Berharap Juan akan lebih berhati – hati, meski tampaknya tidak. Pria itu hanya berhenti bicara ketika butuh menyesap jus di atas meja.“Kapan kalian akan menikah kalau begitu?” dan mengajukan pertanyaan, yang Moreau sendiri tak bisa memastikan secara langsung. Abihirt tentu tak akan melibatkannya terlalu banyak. Bersikap jauh lebih posesif setelah tahu kehamilan ini. Bahkan sempat enggan setuju ketika dia mengatakan akan menitipkan si kembar kepada Emma.Paling tidak, Moreau bersyukur bahwa dia tahu di mana letak kelemahan Abihirt saat dihadapkan kebutuhan mendesak. Berhasil dan di sinilah pertemuan bersama Juan terasa mencengangkan. Lagi pula, ini buka
Serangan demi serangan dari mulut Abihirt benar – benar membuat Moreau nyaris kewalahan. Jika dia tahu maksud pria itu menitipkan anak – anak kepada Emma kali ketika sampai di rumah akan berakhir seperti ini ... Moreau mungkin tidak akan membiarkan hal tersebut terjadi.Sekarang, dia masih tidak tahu bagaimana akan menghentikan makhluk kelaparan ini. Dress merah cukup seksi—masih membalut di tubuhnya, setidaknya turut menjadi masalah besar.Moreau bisa mendeteksi saat – saat Abihirt memiliki kebebasan menyentuh beberapa bagian tubuhnya dan dengan cepat menyalurkan hasrat untuk sama – sama terbakar.“Kau ingat apa yang dokter katakan, Abi?” dia mengajukan pertanyaan. Ntahlah, agak sulit memastikan bahwa sesuatu dalam dirinya sangat menginginkan pria seksi ini, tetapi juga begitu ragu karena kondisi tertentu.Abihirt tiba – tiba berhenti, juga sedikit menggeram saat meletakkan wajah di ceruk lehernya.Moreau sendiri tidak ingat kapan mereka sudah berada di atas ran
“Jadi Abi sudah mencabut laporannya dan sekarang Froy sudah dibebaskan?” Moreau mengangkat sebelah alis tinggi secara alamiah saat mendengar percakapan ibunya bersama seseorang di balik telepon. Sudah dapat dipastikan Gloriya adalah pelaku utama, yang menjabarkan bagaimana perasaan lega meng
“Tidakkah kau sadar sudah mengganggu tidurku, Abi?” Tidak ada pilihan. Moreau sudah berjuang keras supaya dia tetap mengatakan sesuatu dengan tenang. Sedikit berhasil ... mungkin. Berharap selalu seperti itu dengan prospek yang berakhir lebih baik. Abihirt perlu mengatakan beberapa hal,
“Ada ibuku di sini, Juan. Jangan sampai kau memancingnya datang menghampirimu, lalu mengucapkan kata – kata ajaib yang tidak pernah kau inginkan seumur hidup. Dan jangan pernah bicarakan hubunganku dan Abi di tempat seperti ini.” Terlalu berbahaya. Juan harus mengerti. Mereka bisa membicara
Tidak ada petunjuk yang begitu dekat, selain sebelah alis Abihirt terangkat tinggi—seperti sedang memikirkan sebuah jawaban singkat, tetapi belum juga tersirat sesuatu yang ingin pria itu katakan. Hanya sentuhan – sentuhan ringan—hampir memberi Moreau efek tertentu saat dia menjatuhkan perhatian pad







