Home / Romansa / Perjanjian Terlarang / Kelakuan Barbara

Share

Kelakuan Barbara

Author: Susi_miu
last update Petsa ng paglalathala: 2024-11-25 12:31:41

“Sepertinya kau belanja besar – besaran, Moreau ....”

Tidak ada informasi mengesankan ketika akhirnya Barbara tiba – tiba muncul setelah membuka pintu kamar dengan sedikit kasar, lalu berdiri angkuh diliputi kedua lengan terlipat di depan dada.

Moreau tidak akan memungkiri saat dia menatap lurus di wajah ibunya. Tidak ada senyum. Justru kecenderungan bersikap sinis, seolah sudah berada dalam pengaturan sebelum Barbara menginjakkan kaki di sini.

Moreau diam – diam mendengkus
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Perjanjian Terlarang   Ruang Merah—2

    Warna merah menyerupai darah masih meninggalkan sensasi merinding. Semua peralatan seks liar—nyaris mengisi seluruh sudut tempat, terlihat sangat terawat seperti terakhir kali saat dia secara tak terduga menemukan Abihirt ada di sini, meski tidak terlalu memperhatikan situasi pada momen tersebut. Namun, nyatanya Moreau tidak bisa menolak satu gambaran di mana pria itu sangat menghargai suatu ironis. Ntahlah, dia merasa getir ketika harus mengingat bahwa ada sesuatu yang berbeda dari Abihirt, karena seseorang telah melakukan hal buruk kepadanya masa lalu ... bahkan masih terasa seperti bencana besar.“Aku tidak akan melakukan apa pun. Jadi, apa rencanamu, Mommy?”Moreau sedikit tersentak. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk melamun. Dia langsung berbalik badan; persis membuat mata mereka menggapai kontak serius.“Kulihat ada kursi di sana. Kau mungkin bisa duduk.”Lupakan beberapa hal yang pernah begitu menyakitkan. Moreau punya rencana sendiri ketika meminta A

  • Perjanjian Terlarang   Mencoba Berani

    “Emma, apa kau melihat, Abi?”Sudah mencari hampir di seluruh ruangan. Moreau akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mendatangi wanita paruh baya yang terlihat sibuk dengan kegiatan di dapur. Hanya di sini satu – satunya tempat—membuat dia yakin bahwa akan ada sedikit petunjuk.Emma tersenyum tipis saat melihat kedatangannya, sambil berkata, “Saya tadi melihat Tuan membawa Chicao pergi, Ms.”Sebelah alis Moreau terangkat. Abihirt membawa Chicao pergi? “Ke mana?” dia bertanya skeptis.Barangkali Emma menganggap ekspresinya sebagai bentuk reaksi tak terduga, sehingga wanita paruh baya itu kembali tersenyum.“Biasanya Tuan memang membawa Chicao berjalan – jalan supaya peliharaannya tidak stress terus di rumah, Ms.”Moreau hampir lupa mengenai hal ini. Kebiasaan Abihirt setidaknya membuat dia sedikit lega. Mungkin hanya perlu menunggu pria itu kembali.“Sudah berapa lama dia pergi?”“Sudah cukup lama, Ms. Saya rasa, Tuan akan segera kembali.”Han

  • Perjanjian Terlarang   Mama Beruang

    Mendapati anak – anak sedang duduk dengan tumpukkan boneka yang disusun begitu penuh di atas ranjang, merupakan kelegaan tak terduga yang membuat Moreau secara naluriah tersenyum lebar.Anehnya, langkah Abihirt tiba – tiba tertahan setelah membuka pintu kamar, seolah masih tak percaya akan mendapati si kembar di sini. Moreau segera melirik pria itu dan ....Ya, ekspresi Abihirt sudah menjelaskan bagaimana pria itu tak ingin anak – anak ada di sini. Ini menjadi kesempatan besar bagi Moreau; posisi mereka benar – benar tidak layak untuk terus dipertontonkan kepada si kembar.“Kau bisa turunkan aku sekarang, Abi.”Mungkin dia bicara terlalu mendadak, sehingga hal pertama yang Abihirt lakukan adalah menunduk; menatap ke arahnya lamat seakan – akan pria itu menimang suatu keputusan. Moreau mengernyit, berusaha mendapati petunjuk dari sesuatu yang dapat disebut sebagai pemikiran rahasia.Dia sama sekali belum siap ketika Abihirt tiba – tiba berbalik badan. Bahkan hampi

  • Perjanjian Terlarang   Bercerita

    Sayangnya kenyataan selalu berbalik arah ketika Moreau harus melihat langsung betapa situasi di sekitar begitu kacau. Ada banyak pecahan kaca berserak di lantai hingga lembaran kertas berserakan nyaris bertebaran di seluruh ruangan.Kapan Abihirt melakukan semua ini?Sungguh, Moreau tidak mendengar apa pun terhadap bentuk pelampiasan yang pria itu lakukan di ruang kerja.Apakah karena tempat ini kedap suara? Atau barangkali dia terlalu menargetkan Soares sebagai fokus utama, sehingga mengabaikan beberapa hal di antara mereka.Sekarang apa yang bisa dia katakan? Sesuatu dalam dirinya menunjukkan sikap ragu sekadar melangkah masuk. Padahal dia tahu Abihirt sedang duduk termenung dengan pandangan lurus—mengabaikan suasana di sekitar. Mungkin pria itu tidak menyadari keberadaannya?“Abi?” panggil Moreau ragu – ragu. Dugaannya benar karena pria itu mengerjap; antara terkejut, kemudian tiba – tiba menjulang tinggi hanya untuk melangkah mendekatinya.“Hei,

  • Perjanjian Terlarang   Soares

    “Apa yang kau lakukan di sini? Kau tak punya hak untuk membuntutiku sampai di kediamanku sendiri!”Sayup – sayup, suara percakapan di ruang tamu seperti menarik perhatian Moreau untuk berjalan lebih dekat. Tadi, sebelum benar – benar memarkirkan mobil di halaman depan, dia disambut dengan baik oleh pegawai Abihirt. Hanya tidak menyangka akan mendengar suara serak dan dalam pria itu—yang disergap begitu banyak amarah, sementara seseorang seperti berusaha menjelaskan sesuatu. Meski Moreau tidak bisa menebak dengan pasti, selain ledakan Abihirt karena sisanya nyaris terlalu hening. Itu masalah utama yang perlu digaris bawahi. Dia tidak mendapat sedikitpun petunjuk tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi. Mungkin mencari tahu langsung akan menjadi prospek bagus. Hampir sampai di sana. Namun, di waktu bersamaan langkah Moreau sempat tertahan mendengar Abihirt kembali mengatakan sesuatu dengan ... barangkali kepulan api sedang meluap – luap di dalam diri pria itu.“Tu

  • Perjanjian Terlarang   Ayah Baptis

    “Ya, Tuhan! Jadi, kalian akhirnya bertunangan? Dan kau sedang mengandung tiga bayi kembar Mr. Lincoln? Shit me! Aku hampir mendapat serangan jantung menerima kabar baik ini.”Sudah Moreau duga reaksi Juan akan seberlebihan ini. Dia meringis sesaat ketika menyadari sebagian orang sadar untuk melirik singkat ke arah mereka. Berharap Juan akan lebih berhati – hati, meski tampaknya tidak. Pria itu hanya berhenti bicara ketika butuh menyesap jus di atas meja.“Kapan kalian akan menikah kalau begitu?” dan mengajukan pertanyaan, yang Moreau sendiri tak bisa memastikan secara langsung. Abihirt tentu tak akan melibatkannya terlalu banyak. Bersikap jauh lebih posesif setelah tahu kehamilan ini. Bahkan sempat enggan setuju ketika dia mengatakan akan menitipkan si kembar kepada Emma.Paling tidak, Moreau bersyukur bahwa dia tahu di mana letak kelemahan Abihirt saat dihadapkan kebutuhan mendesak. Berhasil dan di sinilah pertemuan bersama Juan terasa mencengangkan. Lagi pula, ini buka

  • Perjanjian Terlarang   Barbara Sanksi

    “Kau tak bilang Abi memberimu ponsel yang seharusnya masih dalam tahap peluncuran, itu seingatku sebagai istrinya.” Lurus ... perhatian Barbara terpaku pada satu titik di mana Moreau masih menempatkan sentuhan tangan pada benda pipih yang tampak mencolok. Dia segera menelan ludah kasa

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Kedatangan Barbara

    “Ngomong – ngomong, sejak tadi kuperhatikan, ponselmu sepertinya baru. Brand perusahaan Mr. Lincoln.” Tidak ada yang salah dari ungkapan Juan. Ntahlah. Moreau menafirkan suara pria itu nyaris terdengar seperti bergumam. Mungkin sesuatu sedang Juan pikirkan; barangkali suatu hal yang luar bi

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Mencari Tahu

    “Kau sudah tidur, Darling?” Barbara memiringkan separuh tubuh dengan salah satu lengan menekuk di permukaan ranjang. Lampu tidur yang redup hanya sedikit memberinya prospek bagus mengenai apa yang sedang Abihirt lakukan. Namun, mungkin perlu Barbara katakan bahwa wajah pria itu benar – ben

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
  • Perjanjian Terlarang   Risiko Riskan

    “Amiga, kau baik – baik saja?!” Juan. Tampaknya pria itu berlari sarat kewaspadaan tingkat tinggi, karena desakan situasi yang sungguh sangat kacau. Sialan. Moreau ingin tertawa, tetapi merasa benar – benar sangat buruk. Tubuhnya seperti mengalami trauma tak terduga, sementara dia ber

    last updateHuling Na-update : 2026-03-27
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status