Share

160. Menceramahi Musuh

Penulis: CacaCici
last update Tanggal publikasi: 2026-07-08 23:29:22
Tapi aku? Jangankan bisa menggambar semi realis, gambar sawah legend ala anak SD saja aku nggak lolos."

"Padahal Mommyku pelukis terkenal, Kakakku CEO dari Des'Art, galeri seni ada di mana-mana. Kakak juga jago ngelukis sampe-sampe dikenal dengan sebutan CEO keindahan. Daddyku yang jarang megang kuas saja lebih mahir menggambar dariku. Setidaknya Daddy pandai semi realis dan menguasai beberapa seni kriya. Aku?! Aku udah dapat darah seni dari Daddy dan Mommy, seharusnya aku bisa salah satunya k
CacaCici

Selamat membaca dan semoga suka dengan 4 bab kita, MyRe. Sehat selalu buat kalian semua. Menjaga kesehatan diri adalah salah satu cara mencintai diri sendiri. Jadi terus jaga kesehatan yah, MyRe. IG;@deasta18

| 41
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi .... akhirnya yah, Kak.
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi ... Aluna bijak loh, Kak. Cuma tertutup sama kelakuannya yang di luar nurul.
goodnovel comment avatar
CacaCici
Huhuhu ... Untung beneran MKG yang datang yah, Kak. Bukan Salu atau AMW sama AMK yah, Kak.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   257. (G) Tak Menangis

    Ngapain kamu sewot?" ucap Sera malas, melirik kesal pada Kaina lalu bersedekap di dada. "Alasannya nomor aku di blokir apa?" Kaina menyolot, masih tak terima pada Sera. Sera tak mengatakan apa-apa, hanya diam sambil menatap televisi dengan ekspresi wajah yang datar. "Is, benci banget aku sama orang kek kamu! Sok bad mood!" ketus Kaina, lagi-lagi Sera tak mengatakan apa-apa. "Sudah-sudah. Kalian jangan bertengkar dong," relai Aluna. "Iya nih. Padalah kalian itu paling kompak loh." Nakilla ikut menegur. "Aku nggak bertengkar. Sera yang ngeblokir nomorku. Aku cuma nanya kenapa dia ngeblokir nomorku," ucap Kaina, nadanya menahan kesal dan ekspresi ditekuk. Pada pria yang masih mengamati dari tempatnya, seketika saling bersitatap. "Adik dan istrimu ada masalah apa, Xavier?" tanya Kaizen pada putranya. Xavier menggelengkan kepala. "Tidak tahu, Dad," jawab Xavier pelan. Dia terus mengamati istri dan adiknya. Apa Sera marah pada Kaina karena masalah tadi siang? Karena Sera merasa

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   256. (G) Perselisihan

    Sera menghela napas panjang, mencoba menenangkan dirinya. Setelah itu dia mencek notifikasi aplikasi taksi online, di mana sopir telah membatalkan pesanan Sera. Sungguh nasib sial!Setelah itu, dia berdiri lalu berjalan ke arah tong sampah tang tak jauh dari halte. Sera memilih membuang bekal tersebut. "Sebenarnya dosa kalau buang-buang makanan," gumam Sera, rela tak rela membuang makanan tersebut. Namun, untuk memakan isi dari bekal ini, Sera pun tak sanggup. Sera membuka kotak bekal lalu menatap sejenak isinya. Dia memasak udang, makanan kesukaan suaminya. Namun, semuanya sia-sia karena pria itu lupa padanya dan sudah makan siang dengan perempuan lain. "Hah." Sera menghela napas pelan, berniat membuang isi bekalnya ke dalam tong sampah. Namun, sebelum dia melakukan itu, seseorang mencekal pergelangan tangannya. Sera cukup kaget dan reflek menoleh ke arah sosok yang mencekal pergelangan tangannya tersebut. "Kenapa kau ingin membuang makanan ini, Ghazalah?" Suara bariton yang ter

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   255. (G) Habis Manis, Sera diabaikan

    "Akh, pinggangku pegal," gumam Sera, refleks memegang pinggang saat dia bangkit dan merasa pegal di pinggangnya. "Apa aku kena ginjal yah, makanya mendadak sakit pinggang gini. Atau … ini tanda-tanda penuaan dini?" gumannya, mencoba berdiri tegak supaya mengurangi rasa sakit di pinggangnya. Sera menatap ranjang yang sudah kosong, Xavier sudah tak ada di sana. Pria itu … meninggalkannya.Sera berjalan menuju kamar mandi akan tetapi langkahnya tertahan saat melihat sebuah note di atas nakas. Sera menghampiri nakas untuk memeriksa note tersebut. --aku pergi bekerja. Jangan lupa sarapan. Antar makan siangku ke kantor. Aku ingin makan siang denganmu--Sera menghela napas data membaca note tersebut. Dia meletakkan kembali note itu ke atas nakas lalu segera menoleh ke arah HP. Dia mengetuk dua kali layar HP untuk menghidupkan ponselnya. Ketika melihat jam yang tertera di sana, mata Sera melebar."Oh My God! Ternyata sudah jam 10, pa-pantas saja Mas Xavier ninggalin aku," panik Sera, seketi

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   254. (G) Meluluhkan Sera

    'Tuan Putri dan Kakak sayang?' batin Sera, masih menatap layar HP Xavier dengan raut muka cukup tegang. 'Ah, bodo amat. Nggak usah dipikirin,' batin Sera, memilih mengedikkan pundak. Hal tersebut bersamaan dengan Xavier yang keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang. Xavier menoleh ke arah Sera, sempat mendapati kalau istrinya menatap pada layar HP-nya. Sera mendongak ke arah Xavier, akan tetapi buru-buru mamalingkan wajah ketika melihat Xavier tanya mengenakan handuk di pinggang. Aih, padahal AC di kamar ini sangat dingin. Akan tetapi mendadak Sera kepanasan setelah melihat tubuh Xavier. 'Gerah banget.' batin Sera, pura-pura sibuk dengan handphone-nya sambil menunduk dalam. Xavier berjalan ke arah nakas. Dia meraih HP-nya untuk mengecek sesuatu. Sebelah alisnya terangkat, dia mendapat pesan dari salah satu sepupunya. Setelah membalas pesan tersebut, Xavier tak langsung meletakkan HP ke atas nakas. Dia juga tak langsung pergi. Dia menatap istri

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   253. (G) Pesan Dari Wanita Lain

    Sera meletakkan tangan di dada lalu mengelus-elusnya secara berulang kali. Astaga! Vanessa yang menerima kata-kata pedas itu, tapi Sera yang sesak napas. Mama mertuanya terlalu berdamage! Namun, Sera punya pertanyaan. Mama mertuanya dan Vanessa dulunya saling mengenal? "A-Aluna, kasar sekali cara bicaramu!" Vanessa berkata pelan dan lemah, tertohok dan sakit hati mendengar perkataan Aluna. "Heh, Murahan. Lancang sekali kamu menyebut namaku. Panggil aku Nyonya Besar!" ketus Aluna, menampilkan ekspresi wajah yang sangat arogan. Kaizen melirik istrinya dengan geli. Dia geleng-geleng kepala secara pelan lalu menepuk-nepuk pelan pucuk kepala Aluna. Dari dulu sampai sekarang, rambut Aluna adalah favoritnya! "Wanita murahan, kau tidak dengar titah istriku?!" Kaizen tiba-tiba bersuara, memperingati dan menatap tajam pada Vanessa, "meminta maaf dan panggil istriku dengan sebutan 'Nyonya besar!" Aluna langsung senyum manis campur malu-malu karena Kaizen berpihak dan mendukungnya.

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   252. (G) Wanita Beracun

    "Itu bukan nomor istriku," ucap Xavier datar, "foto yang dipasang memang foto Ghazalah, tapi jelas ini bukan milik isriku." Sera mengerjap beberapa kali sambil mendongak pada Xavier, matanya berseri-seri dan tanpa sadar dia senyum tipis. 'Ma-Mas Xavier membelaku? Waahhh ….' batin Sera, masih terus menatap Xavier dengan ekspresi wajah berseri-seri. "I-ini Sera." Tristan bersikeras kalau nomor itu milik Sera, "Tuan Xavier hanya tak terima aku dan Sera punya hubungan kan?" Xavier tiba-tiba saja berdiri lalu berjalan ke arah Tristan. Bug' Tiba-tiba dengan keji dan kasar, Xavier menendang wajah Tristan. Hal tersebut membuat Tristan terdorong kasar pada sandaran sofa. Seandainya tak ada sandaran, mungkin Tristan sudah terpental dan berakhir tersungkur kasar di lantai. "Tu-Tuan Muda, ampuni anak kami!" pekik orang tua Tristan. "Xavier!" peringat Kaizen dari tempatnya, mengamati putranya yang memang jauh lebih mudah tersulut emosinya daripada dia sendiri. "Andai orang tua

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   3. Nikahi Dia, Kaizen!

    Di sisi lain, Aluna yang panik langsung bersembunyi dalam selimut. Sedangkan wanita yang masuk ke kamar ini, tiba-tiba saja berlari keluar. Di dalam selimut, Aluna mencoba menangkan diri. Namun melihat pria di sebelahnya hanya mengenakan celana pendek, Aluna semakin panik. Rasa paniknya lebih tak

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   2. Malam Panjang

    Kaizen segera memeriksa mobilnya, mencari keberadaan sumber suara tersebut. Saat Kaizen menoleh ke belakang mobil, dia tidak menemukan apapun. "Sssst … mmm …." Akan tetapi suara itu jelas dari arah jok belakang. Kaizen memutuskan lebih teliti memeriksa, membuka pintu jok belakang untuk melihat

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   1. Jebakan dan Pertolongan

    "Aku sudah memasukkan obat perangsang ke dalam minumanmu, Aluna Sayang." Aluna Rasya Adam (24 tahun), melebarkan mata saat mendengar ucapan pria tersebut. Ia menatap takut campur panik pada seorang pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria itu menjulang tinggi, memperlihatkan senyuman miring

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status