Share

51. Suami Alergi ….

Author: CacaCici
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-02 23:10:10
"Karena Mas Zen sudah baik padaku, membantuku untuk mengantar bukti rekaman CCTV, hari ini aku mau masakin serba udang buat dia. Umm … sepertinya udang garlic butter enak," monolog Aluna, berjalan antusias ke dalam rumah. Dia baru pulang dari tempat kerja. Sekalipun wajahnya sudah terlihat lelah akan tetapi semangatnya masih menggebu-gebu.

Bahkan, sepulang dari tempat kerja Aluna masih sempat berbelanja udang yang banyak, hanya karena sangat bersemangat untuk memasak udang untuk suaminya.

Ma
CacaCici

Semoga suka dengan dua bab kita hari ini, MyRe. Sehat selalu buat kalian semua. Semangat! IG:@deasta18

| 36
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (10)
goodnovel comment avatar
Nina Tantina
Sehat2 jg buat Kak Caci...
goodnovel comment avatar
Nurwulan Mayasari
terus knp kak...apa bisa dijelaskan...krna sy baru baca 2 novel kk ini...sm yg alaric aeza
goodnovel comment avatar
CacaCici
Hihihi … sepertinya yah, Kak. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)(⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   319. (G) Curhat

    "Kalau begitu cium aku, Darling."Cup' Sera dengan cepat mendaratkan bibirnya di atas bibir Xavier, membuat pria itu terkejut dan mendadak diam. "Sudah, Mas," ucap Sera setelah mencium Xavier.Xavier menaikkan kedua alis. Dia menyunggingkan smirk tipis. Cup' Xavier mencium bibir istrinya. Awalnya cukup lama dan bertenaga karena gemas pada Sera. Lalu setelah itu dia mencium kembali pipi perempuan itu secara tertubi-tubi. Lagi-lagi karena gemas. "Sekarang perasaan Mas sudah jauh lebih baik?" tanya Sera naif, setelah suaminya berhenti mencium pipinya. "Sedikit," jawab Xavier, mengelus pipi Sera dengan lembut dan halus. "Sedikit?" beo Sera, "a-apalagi yang harus kulakukan supaya perasaan Mas jauh lebih baik?""Bercinta denganku," ucap Xavier enteng."Nanti malam saja kalau itu. Setelah kita kembali ke Villa," jawab Sera cepat. Cukup gugup tetapi nadanya masih tegas dan lugas. Xavier menaikkan sebelah alis. Ekspresi wajahnya berseri tetapi tatapan matanya geli pada istrinya. Xavier

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   318. (G) Cium Aku Darling

    "Kalian lihat tadi, bukan? Anak itu begitu lancang menyebut Gabby perempuan gatal. Sebelumnya, dia melukai tangan Gabby.""Licik itu nama tengah Xavier. Tidak mungkin ada yang bisa berbuat licik padanya. Sekalipun ada, pasti mudah tercium olehnya. Dan sikap Sera, menurutku itu fine-fine saja." Darian berkata datar, menatap malas pada Gavin. Di antara mereka semua yang ada di sini, Darian lebih dekat pada Xavier. Jelas! Selain bersahabat, Xavier juga sepupunya, "untuk pernikahan Xavier dan Sera, sebaiknya jangan kita bahas. Itu bukan ranah kita. Yang harus kita bahas di sini adalah sikap Gabby. Gatal? Yah, dia memang terlihat seperti itu. Dia mengajak kita untuk jalan-jalan untuk menghiburnya di saat ada teman-teman perempuan di sini, itu sudah sangat salah.""Sudah kukatakan Gabby sedang bersedih dan para perempuan tidak mau berteman dengannya." Gavin berkata setengah menggeram. "Sudahlah, Kak Gavin. Aku tidak apa-apa. Jangan ribut lagi," ucap Gabby yang masih duduk di atas pasir. Ka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   317. (G) Ketika Pria Bijak Berbicara

    "A-aku yang terlalu lebay ka-karena masih berharap jadi istrimu," lanjut Gabby, berkata lemah sambil menatap penuh luka dan menyedihkan pada Xavier. Yah, benar! Sampai saat ini dia masih berharap menjadi istri Xavier. Dia juga tak terima ketika Xavier menolak perjodohan mereka waktu itu dengan alasan telah menikah. "Aku tidak peduli!" dingin Xavier, menatap tajam pada Gabby. "Jika besok kau dan Gavin tak angkat kaki dari pulau ini. Kupastikan kalian berdua jadi pupuk untuk salah satu pohon di sini," ancamnya. Xavier meraih pergelangan tangan Sera lalu menarik Sera supaya ikut dengannya. Namun, di dengan jalan, Xavier tiba-tiba memilih menggendong istrinya. "Karena acaranya sudah terlanjut hancur, aku cabut," ucap Sera, segera bangkit lalu beranjak dari sana dengan langkah cepat. "Ngerusuh terus kerjaannya," gumam Nakilla, bangkit dari tempatnya lalu pergi dari sana. Elzeren dan Aiden sama-sama ikut bangkit, menyusul Nakilla. Gavin menatap ke arah Nakilla, dia berniat mengh

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   316. (G) Diusir dari Pulau

    "Wow, Dude! Aku tidak menyangka kalian akan seperti ini," ucap Gavin, menatap teman-temannya dengan ekspresi wajah tak percaya campur kecewa mendalam, "bisa-bisanya kalian diam-diam membuat acara tanpa kami. Ini namannya diskriminasi, tindakan jahat!""Kau dan Gabby sepertinya salah paham," ucap Darian, meraih gelas lalu minum secara santai. Setelah itu, dia kembali menatap ke arah Gavin, "ini acara pada perempuan. Kami juga tidak tahu dengan acara ini.""Ya, kami di sini saja karena mencari-cari pasangan kami yang mendadak menghilang. Ternyata mereka sedang membuat acara barbeque-an di sini," tambah Rezvan, "kemari dan bergabunglah."Gavin menghela napas dan berbuat bergabung. Akan tetapi tiba-tiba Gabby menggenggam tangannya secara erat, seolah tak membiarkannya bergabung ke sana. Wajah Gabby terlihat kecewa dan marah, matanya berkaca-kaca—terlihat ingin menangis. "Acara yang dibuat oleh para perempuan?""Ya." Rezvan, Arlond, Darian, dan Aiden menganggukkan kepala secara bersamaan.

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   315. (G) Acara Tanpa Aku

    "Ma-Mas Xavier," gumam Sera lagi. Nadanya terbata-bata karena gugup dan was-was. Ekspresi wajah suaminya terlihat tak bersahabat, tatapan Xavier padanya juga terasa menusuk dan membunuh. Sera berdiri lalu senyum kaku pada suaminya. "Hai, Mas," sapa Sera sambil mengangkat tangan, melambikan tangan secara pelan—dengan gerakan kecil pada suaminya. "Apa yang kau lakukan di sini?" dingin Xavier, berjalan maju ke arah istrinya. Sera meneguk saliva secara kasar, bergerak mundur karena panik saat Xavier mendekatinya. Namun, tangannya tiba-tiba dicekal cukup kuat oleh Xavier. Pria itu menyentak pergelangan tangannya sehingga Sera berakhir menabrak dada bidang suaminya. "Jawab!" dingin Xavier. "Main," jawab Sera sambil menunjukkan cengiran pada Xavier. "Ra, kamu …- Huaa … Kak Xavier!" teriak Kaina tiba-tiba, shock dan kaget saat mendongak ke arah Sera ternyata kakaknya sudah ada di sana. "Kemari!" dingin Xavier pada Kaina. Kaina segera berdiri lalu menghampiri kakaknya. "Kau yang menga

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   314. (G) Ditemukan

    "Ke-kenapa semua orang malah menjauhiku? A-aku … tidak ada yang mau menemaniku?" gumam Gabby pelan, menunjukan ekspresi murung dan sedih. "Akhir-akhir ini mereka semua sangat sibuk, pekerjaan mereka padat. Mungkin karena itu, mereka semua memutuskan untuk tidur karena sebelum liburan ini mereka semua kurang tidur. Kau tahu kan, mereka penggila kerja. Bahkan Elzeren yang masih muda," ujar Gavin, mengedikkan pundak—sama sekali tak mempermasalahkan teman-temannya yang pergi dan memilih tidur dibandingkan menemani Gabby jalan-jalan. "Lagipula masih ada aku. Ayo," lanjutnya. "Tapi … cuma kita berdua?" Gabby mengerutkan kening, menatap tak yakin pada Gavin."Kenapa tidak?" Gavin berujar santai. "Kamu nggak takut Nakilla cemburu?" Gabby menunjukkan ekspresi khawatir, seolah dia adalah orang yang paling peduli pada hubungan antara Gavin dan Nakilla."Tidak." Gavin menggelengkan kepala secara santai, "Nakilla perempuan pengertian. Dia tak akan cemburu dengan mudah. Toh, dia tahu kalau kau i

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   90. Terdengar Luka

    "Elleh." Sza menatap Aluna dengan mata berang, "katanya mau cerai?" ucapnya. Saat ini Aluna dan Sza berada di kursi tunggu rumah sakit. Kaizen sedang menemui dokter yang memeriksa Aluna untuk menanyakan kondisi Aluna agar lebih pasti dan meyakinkan. "Syuut! Pelan-pelan! Ada Pak Alan," bisik Aluna

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   6. Menikah

    Aluna dan Kaizen jatuhnya memang dijodohkan, karena selain insiden itu keduanya tidak pernah terikat apapun. Kaizen bukan pilihan Aluna dan Aluna juga bukan pilihan Kaizen. Keluarga mereka lah yang menentukan. Insiden itu bukan alasan mereka menikah, tetapi faktor yang menjadi alasan kuat mereka

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   5. Paksaan Menikah

    "Kak, i-ini wanita yang tidur dengan Kaizen," bisiknya dengan nada gemetar, efek deg degkan bertemu dengan calon menantunya, sosok yang membuktikan pada dunia kalau Kaizen normal! "Hah?" Nindi menunjukan ekspresi kaget, menatap Aluna dengan raut muka kaku lalu kembali menatap adik iparnya dengan e

  • Perjodohan: Suami Dinginku Sangat Hot!   4. Pertemuan

    Kaizen menatap mamanya dengan ekspresi flat, tetapi dengan sorot mata yang intens. Dia diam cukup lama untuk mempertimbangkan sesuatu hingga pada akhirnya mengangukkan kepala sebagai tanda setuju. Naia tiba-tiba membalik tubuh, wajah galaknya langsung hilang, bersama dengan senyuman senang yang m

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status