Share

Bab 002

Penulis: BOSSSESamaaaaa
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 08:07:04

"Lain kali, minta izin sebelum masuk, sialan!" bentak David keras. "Kau jadi melihat apa yang seharusnya tidak kau lihat!"

Amanda tersentak. Pipinya langsung memerah padam.

Sejak kapan David berani membentaknya?!

Bukankah biasanya dia selalu menunduk? Takut padanya? Menuruti semua perintahnya tanpa protes?

Apa yang sebenarnya terjadi pada bajingan ini?

Tapi tunggu...

Mata Amanda tanpa sadar menelusuri tubuh David lagi. Mengapa tubuhnya sangat berotot? Bahu yang lebar. Dada yang bidang. Lengan yang keras. Perut yang terukir sempurna.

Apakah dia selama ini memang punya badan sebagus ini?

Dia punya tubuh yang bagus dan batang yang besar.

Mengapa Amanda tidak pernah menyadarinya selama ini?

Terlebih, ukurannya... tidak masuk akal!

Amanda telah tidur dengan banyak pria. Pria-pria kaya, tampan, yang percaya diri dengan penampilan mereka. Tapi tidak pernah ada yang sebesar itu.

Tidak pernah.

Tanpa sadar, bibir bawahnya terjepit di antara giginya.

Bagaimana jika... sesuatu sebesar itu masuk ke dalamnya?

Pikiran itu muncul tiba-tiba. Liar. Memalukan. Imajinasinya berlari tanpa kendali.

David mendorongnya ke dinding. Tangan besarnya mencengkeram pinggulnya. Napas hangatnya di lehernya. Sesuatu yang besar dan keras itu menekan masuk...

Apakah itu akan muat?

Dengan ukuran sebesar itu, dia pasti akan menjerit.

Amanda merasakan sesuatu yang aneh menggeliat di perutnya. Sesuatu yang hangat. Sesuatu yang membuatnya ingin merapatkan pahanya.

Tidak. Tidak. Tidak!

Ini David. Bajingan pemalas yang bodoh. Adik tirinya yang tidak berguna.

Tapi tubuhnya tidak peduli dengan logika. Tubuhnya bereaksi. Putingnya mengeras di bawah gaun tipis. Celana dalamnya terasa basah.

Sial!

David jelas melihat semua itu. Dia tersenyum puas.

Dia dapat melihat bahwa Amanda sangat menginginkannya. Tatapan yang lapar. Pipi yang memerah. Cara dia menggigit bibir. Cara dadanya naik turun lebih cepat.

Tapi apakah David akan begitu saja membiarkan Amanda merasakan tubuhnya?

Tentu saja tidak!

Dia akan membuat jalang ini memohon dan menangis dulu. Baru setelahnya dia akan menghancurkannya!

David menekan perasaan senangnya, memasang wajah dingin.

"Hei, mengapa kau melamun?"

Amanda tersentak. Sadar dari lamunannya yang memalukan.

"I-itu karena kau tidak mengunci pintu!" balasnya cepat, berusaha terdengar marah tapi suaranya sedikit gemetar.

David mengerutkan keningnya. Mengambil satu langkah maju.

Jarak mereka berkurang. Amanda bisa merasakan panas yang memancar dari tubuh David. Bisa mencium aroma maskulin yang aneh tapi menarik.

Dia menyadari betapa besarnya tubuh David sekarang. Betapa tegapnya. Betapa... menakutkan tapi juga menggairahkan.

David bertanya dengan ekspresi yang seolah mengatakan betapa bodohnya Amanda.

"Sungguh tidak masuk akal! Ketika rumah seseorang dimaling, apakah kau akan menyalahkan pemilik rumah karena tidak mengunci pintu?"

Amanda terdiam. Mulutnya terbuka tapi tidak ada kata-kata yang keluar.

David benar-benar berani bicara kasar padanya?!

Dia kemudian menatap wajah David. Wajah yang... lebih tampan dari yang dia ingat. Rahang yang lebih tegas. Mata yang tidak lagi menghindari tatapannya. Mata yang justru menatapnya dengan... sesuatu yang membuat jantungnya berdetak lebih cepat.

Ini bukan David yang dia kenal.

Tidak menemukan jawaban yang masuk akal, Amanda menggelengkan kepalanya. Dia harus keluar. Harus keluar dari kamar ini sebelum dia melakukan sesuatu yang bodoh.

"Terserah padamu," Amanda akhirnya berkata, berusaha keras untuk terdengar normal. Untuk terdengar seperti Amanda yang biasa. Dingin, tidak peduli.

Tapi suaranya terdengar sedikit serak.

"Intinya sarapan sudah siap. Cepat turun. Ayah dan Ibu menunggumu."

Dia berbalik untuk pergi.

Tapi sebelum melangkah keluar, matanya sekali lagi melirik. Refleks. Tidak bisa ditahan.

Melirik ke arah tubuh kekar David. Ke arah... itu.

Dan David tahu. Tentu saja dia tahu. Senyum di wajahnya melebar.

Amanda cepat-cepat keluar, menutup pintu dengan sedikit terlalu keras.

Pipinya masih memerah. Jantungnya masih berdetak kencang. Dan di antara pahanya, masih ada rasa hangat yang membuatnya kesal pada dirinya sendiri.

Sial. Sial. Sial.

Di dalam kamar, David masih berdiri di sana. Masih tersenyum.

Ini jelas kesempatan yang sempurna untuk membalas dendam.

Reaksi Amanda tadi... itu lebih baik dari yang dia bayangkan. Wanita sombong itu yang selalu merendahkannya, yang selalu memanggilnya bajingan bodoh, yang selalu memperlakukannya seperti sampah... baru saja menatap batangnya dengan mata penuh hasrat.

Dia menginginkannya. David bisa melihatnya.

Dan ini baru permulaan.

David akan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya. Semua. Perusahaan. Uang. Kekuasaan.

Dan dalam prosesnya, dia akan menghancurkan Miranda dan Amanda.

Tidak hanya secara finansial. Tidak hanya merebut warisan yang mereka curi.

Dia akan menghancurkan mereka dengan cara yang lebih personal. Lebih intim.

Dia akan membuat mereka jatuh cinta. Terobsesi. Bergantung. Mengemis untuk sentuhannya.

Dan ketika mereka sudah tidak bisa hidup tanpa tubuhnya... ketika mereka sudah menjadi budaknya...

Dia akan membuang mereka seperti sampah.

David berjalan ke lemari, membukanya. Mengambil kemeja putih dan celana kasual yang bagus. Pakaian yang dulu dia pakai dengan postur yang berbeda. Sekarang dengan tubuh barunya yang berotot, pakaian-pakaian ini akan terlihat lebih ketat. Lebih menampilkan bentuk tubuhnya.

Sempurna.

Dia harus turun untuk sarapan. Bertemu dengan Richard. Bertemu dengan Miranda. Memulai permainan yang sesungguhnya.

David memasang kemeja, mengancingnya satu per satu. Melihat pantulannya di cermin. Tubuh sempurna yang mengisi kemeja dengan pas. Wajah tampan yang penuh kepercayaan diri.

Senyumnya tidak hilang.

"Tunggu saja, kalian semua."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 016

    Orgasme menghantam Rylie seperti petir. Tubuhnya gemetar hebat. Kakinya hampir tidak bisa menopang. Punggung melengkung. Jari-jarinya masih bergerak di dalam tubuhnya, memperpanjang orgasme.Cairan menyembur keluar. Membasahi jari-jarinya. Membasahi celana dalamnya yang sudah basah. Bahkan menetes ke paha dalamnya."Ahh... ahh... ahh..."Desahan terus keluar. Tubuhnya masih gemetar.Tapi matanya tidak berpaling dari David.Pria itu luar biasa.Stamina yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. Kekuatan yang membuat Vanessa berteriak. Batang yang... sempurna.Rylie menginginkan David, lebih dari yang pernah dia inginkan pria manapun dalam hidupnya.---Di dalam kamar, David terus bergerak. Lebih keras, lebih cepat, lebih brutal.Tubuh Vanessa sudah tidak bisa lagi melakukan apa-apa selain menerima. Tangan mencengkeram seprai dengan putus asa. Mata terbalik ke belakang kepala. Mulut terbuka dalam jeritan yang tidak ada habisnya."AHHH! DAVID! AHHH! A-AKU... AKU AKAN—"Lalu tubuh Vanessa me

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 015

    David tersenyum, lalu dia menarik batangnya keluar. Perlahan, sampai hanya kepala yang tersisa.Dan menghujam kembali. Keras, cepat."AHHH!"Vanessa menjerit. Tangannya langsung kembali menutup mulutnya.David memulai ritme. Keluar, masuk. Keluar, masuk.Lambat di awal, lalu semakin cepat. Semakin keras.Kasur mulai berderit. Headboard menabrak dinding dengan bunyi yang berirama.THUMP. THUMP. THUMP."Mmph... ahh... mmph... ahh..."Desahan Vanessa tertahan oleh tangannya. Tapi tetap terdengar, tertekan, putus asa.David mencengkeram pinggul Vanessa. Keras, pasti akan meninggalkan bekas, lalu dia bergerak lebih cepat.Lebih keras, lebih dalam, menghujam dengan kekuatan penuh.Tubuh Vanessa terhentak di kasur setiap kali David menghujam. Payudaranya memantul liar. Kepalanya terlempar ke belakang."MMMMPH! AHHH! MMMMPH!"Tangannya tidak cukup lagi untuk meredam jeritan. Terlalu nikmat, terlalu besar, terlalu keras.Dan di tengah semua itu, David menyadari sesuatu.Matanya melirik ke arah

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 014

    Pintu kamar tertutup dengan bunyi klik yang pelan.Vanessa tidak membuang waktu. Tangannya langsung bergerak ke kancing blusnya. Satu per satu dibuka dengan gerakan cepat yang hampir putus asa.Blus terbuka. Dilepas. Dibuang ke lantai.Dan tubuh Vanessa terekspos.Payudara besar berukuran 36D yang dibungkus bra hitam tipis. Bentuknya bulat dan penuh, kencang. Pinggangnya yang ramping menciptakan lekukan sempurna. Bokong besar yang bulat dan kencang, dibungkus celana dalam hitam yang matching dengan bra, menonjol jelas bahkan dari depan.David merasakan sesuatu yang panas meledak di dadanya. Ia hampir kehilangan kendali. Ingin segera melahap jalang ini. Menyobek pakaian dalam yang tersisa. Mendorongnya ke kasur. Dan menghujamkan batangnya yang sudah keras maksimal.Tapi dia menahan diri. Masih ada permainan yang harus dimainkan.Vanessa melangkah maju. Mata penuh nafsu, napas cepat yang membuat payudaranya naik turun dengan ritme yang menggoda.Dia berlutut di depan David.Tangannya be

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 013

    Vanessa mengambil tisu dari dashboard. Tangannya bergerak cepat, membersihkan wajahnya. Mengusap dahi, pipi, dagu. Memastikan tidak ada cairan yang tersisa.Dia tidak mungkin tampil seperti ini di depan ibunya.Walaupun dia tahu, ibunya tahu apa saja yang dia lakukan di luar. Tapi tetap saja, ada batas-batas yang harus dijaga.Vanessa keluar lebih dulu. Langkahnya sedikit tidak stabil. Napasnya masih sedikit cepat.David keluar setelahnya. Tenang, santai, seolah tidak ada yang terjadi.Dan pada titik ini, David melihat ibu Vanessa dengan lebih jelas.Rylie Clarke. 38 tahun, tapi terlihat seperti awal tiga puluhan.Tubuhnya... sempurna. MILF dalam definisi yang paling murni. Payudara besar yang masih kencang, terlihat jelas di balik blus rumahan yang sedikit ketat. Pinggang ramping yang menciptakan lekukan berbentuk jam pasir. Pinggul lebar yang feminin. Kaki jenjang yang mulus, terekspos di bawah rok selutut yang pas di tubuhnya.Wajahnya cantik dengan cara yang matang. Rambut cokelat

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 012

    Sepuluh menit kemudian, tubuh David menegang. Napasnya yang tadinya tenang mulai berubah. Sedikit lebih cepat, sedikit lebih dalam.Vanessa merasakan perubahan itu. Batang di mulutnya berdenyut lebih keras, lebih cepat.Dia tahu apa yang akan terjadi.Dan entah kenapa, dia sangat menginginkannya.Vanessa bergerak lebih cepat. Lebih dalam. Mengisap lebih keras. Lidahnya menekan. Tangannya meremas bagian batang yang tidak muat di mulutnya."Mmph... mmph... mmph..."Lalu tangan David bergerak. Menyentuh kepala Vanessa. Tidak lembut kali ini. Keras. Mencengkeram rambutnya.Dan mendorong.Mendorong kepala Vanessa ke bawah. Memaksa batangnya masuk lebih dalam. Sampai ke tenggorokan."Ggghhkkk!"Vanessa tersedak keras. Air mata mengalir lebih deras. Tapi dia tidak melawan. Membiarkan David mengendalikan.David mendorong lebih dalam. Lebih keras. Pinggulnya bergerak sedikit, menyodok ke dalam mulut Vanessa.Lalu tubuhnya menegang sepenuhnya, dan dia meledak.David menarik batangnya keluar dar

  • Permainan Gila Kakak dan Ibu Tiriku   Bab 011

    David melihat semuanya. Setiap ekspresi di wajah Vanessa. Setiap perubahan warna di pipinya. Cara matanya tidak bisa berpaling dari batangnya.Senyum puas melebar di wajahnya.Tangannya bergerak. Menyentuh wajah Vanessa, lembut, jari-jarinya menelusuri garis rahangnya. Lalu naik ke pipi, mengusap dengan gerakan yang hampir... penuh kasih sayang.Kontras yang aneh dengan situasi yang sangat tidak romantis ini.Lalu suaranya keluar. Lembut tapi tegas."Lakukan sekarang dan buat aku puas."Jeda sebentar. Jari-jarinya masih mengusap pipi Vanessa."Hanya setelahnya kau layak untuk terus berada di sisiku."Vanessa menatap mata David. Mata hitam yang tenang. Percaya diri. Dominan.Dia mengangguk perlahan. Tidak bisa berbicara. Tidak percaya dia akan melakukan ini.Tangannya bergerak, gemetar, menyentuh batang besar itu untuk pertama kali.Hangat, seperti batang besi yang baru dipanaskan.Keras, sangat keras. Tidak ada bagian yang lembut. Semuanya padat, berotot, kuat, dan besar. Astaga, bah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status