Masuk(Percakapan berbahasa Inggris langsung diterjemahkan ke Indonesia)"Daddy, kenapa Bu Gisel ikut pulang bersama kita?" tanya Nathan yang cerdas. Dia penasaran karena biasanya hanya ada Randy berdua bersamanya.Randy duduk di bangku belakang sedan bertiga dengan Nathan dan Gisella. Sementara sopir pribadinya mengemudi di depan. Dia membelai rambut tebal warna hitam legam di kepala Nathan seraya menjawab, "Mulai hari ini kita akan selalu bertiga, Dad sayang Bu Gisel dan juga Nathan. Kamu juga sebaiknya mulai panggil Mommy ke Bu Gisel karena dia yang melahirkan Nathan!""Nathan tidak mengerti, Dad. Siapa dia? Kenapa aku harus panggil dia mommy? Sejak kecil Nathan hanya bersama Dad dan kakek nenek di Singapura," protes Nathan tak mau memanggil Gisella dengan sebutan ibu."Sudah, Randy. Mungkin butuh waktu agar Nathan bisa menerimaku kembali. Kami terpisah ketika dia masih berusia enam bulan, wajar kalau tidak ingat sama sekali pada saya!" ujar Gisella membela putranya meskipun ada sisi hat
"Don, maaf ya. Aku masih ragu-ragu untuk menerima kamu lagi. Banyak yang bilang kalau pria selingkuh itu penyakit bawaan yang sulit disembuhkan. Mungkin hari ini kamu bilang sudah insaf. Namun, aku akan lebih hancur kalau setelah kita balikan ternyata kamu menjalin hubungan lagi dengan perempuan-perempuan di luar sana!" tolak Kelly. Dia memotong dua slice kue tiramisu lalu menaruh di piring kertas sekali pakai. Sepotong kue dia serahkan ke Donny.Mendengar jawaban istrinya, Donny agak kecewa. Namun, itu wajar terkadang godaan untuk tidak setia dengan mudahnya muncul dalam dirinya. Setidaknya Kelly mengisyaratkan ada kesempatan kecil bagi dia membuktikan ucapannya bukan sekadar janji kosong."Aku akan berusaha meyakinkan kamu lagi, Kel. Mungkin kamu masih nggak mau kita serumah untuk saat ini, nggakpapa sih. Tenangkan dirimu dulu!" ujar Donny mencoba menjadi suami pengertian. PR yang harus dia kerjakan karena hilangnya kepercayaan Kelly terhadapnya masih banyak."Syukur kalau kamu paha
"Lepasin aku, Don! Sorry ya, udah nggak napsu sama barang bekas ... obralan pula. Nanti malahan aku kena penyakit kelamin menular dari kamu pula!" hardik Kelly jutek. Dia meronta-ronta sekuat tenaga sampai Donny terguling dari sofa ke lantai yang keras dengan bunyi bergedebuk.Raut wajah Donny merah padam antara kesakitan bercampur amarah. Dia tak menyangka Kelly akan menolaknya seperti itu. "KELLY VIVIAN WIJAYA?!" bentak Donny memanggil nama lengkap istrinya."Jangan salahkan aku, Don. Kamu yang mulai duluan. Sebaiknya tinggalkan kantorku atau kupanggil petugas sekuriti buat usir kamu!" ancam Kelly serius. Donny pun bangkit dari lantai lalu dia melangkah keluar meninggalkan ruangan istrinya. Terpaksa Donny membereskan barang pribadinya ke kotak lalu meminta OB untuk membawakan ke lantai basement tempat mobilnya diparkir. Setelah itu dia menemui Pak Prasetyo karena ada beberapa fee jasa lawyer yang belum diberikan bulan ini, memang belum tanggal gajian biasanya.Tanpa banyak drama Do
"Selamat siang, Pak Donny. Anda ditunggu oleh Pak Hans di ruangan beliau!" ucap Winda, sekretaris kantor Donny sesaat pria itu melangkah keluar dari lift.Alis Donny berkerut, dia penasaran ada perlu apa papa mertuanya sekaligus big boss di firma hukum itu memanggilnya menghadap. "Oke, saya naik ke sana sekarang. Kalau ada klien menghubungi bilang aja tunggu sebentar, Winda!" jawabnya lalu membalik badan masuk lagi ke dalam lift karena ruang pimpinan firma hukum ada di lantai paling atas."TING." Donny bergegas keluar dari lift lalu meminta sekretaris papa mertuanya melapor bahwa dia ingin menghadap beliau."Langsung masuk saja kata Pak Hans, Mas!" ucap wanita muda berpenampilan menarik itu kepada Donny.Maka tanpa menunggu lagi Donny segera mengetok pintu lalu masuk ke kantor Pak Hans. "Selamat pagi, Pa. Apa Anda memanggil saya untuk menghadap?" sapa Donny sopan masih memanggil Pak Hans sebagai ayah mertua juga."Hmm ... pagi juga, Don. Ayo duduk di sofa, kita ngobrol sebentar!" ba
"Ohh ... jadi kamu dalang dari semua kehebohan ini ya, Kel? Aku nggak pernah menduga kalau sifatmu sebusuk itu!" seru Donny ketika dia melihat sosok istrinya duduk santai di sofa lobi hotel tempat dirinya terciduk bersama selingkuhannya.Wanita berpakaian setelan rok sepan dan blazer biru langit itu tersenyum tipis lalu bangkit dari tempat diduknya. "Terkejut? Ini baru permulaan, Don. Selanjutnya mungkin akan terasa ... menyakitkan!" balas Kelly seraya tertawa kering."Hmm ... jangan pikir aku mudah dijebak dengan trik murahan seperti ini, Kelly!" geram Donny disertai tatapan tajam.Petugas polisi menggelandang Donny dan Rani naik ke mobil patroli. Mereka tertunduk malu diawasi oleh berpasang-pasang mata karyawan hotel dan para pengunjung yang ada di lobi.Pak Susno menghampiri Kelly lalu berjabat tangan. "Jadi rencana Anda selanjutnya bagaimana, Nyonya Kelly? Apa jasa saya masih dibutuhkan?" tanya pria paruh baya yang berprofesi sebagai detektif swasta itu."Untuk sementara cukup dul
"Okay, kalau memang kamu sudah yakin untuk bercerai dari Donny. Proses gugatan perceraian akan aku daftarkan hari ini juga, Kel!" ujar Ryan, pengacara yang ditunjuk oleh Kelly mewakili kubunya."Makasih, Ryan. Aku sudah mantap berpisah. Bukti-bukti perselingkuhan sudah cukup. Aku juga akan pisah atap mulai hari ini dari Donny kalau hakim menilai alasan gugatanku kurang kuat," balas Kelly. Ryan Syarief yang telah menyimpan foto-foto bukti Donny bersama dengan beberapa wanita terlihat mesra pun berkata, "Sebenarnya cukup sih, Kelly. Hanya saja kalau kepergok memang lagi selingkuh misalkan di hotel atau rumah wanita selingkuhannya jauh lebih kuat buktinya, Jangan lupa direkam videonya!" "Ohh ... boleh boleh. Gampang itu, Donny setiap hari gonta ganti perempuan. Orang yang kusewa jasanya buat mata-matain dia bisa lapor ke aku real time kejadiannya. Biar kugrebek aja di hotel sekalian bawa wartawan dan polisi, biar mampus dia nelan rasa malu!" jawab Kelly dingin. Dia sudah tak mencintai







