Share

Bab 461

Auteur: Vannisa
Maggie menahan kesal sambil memeluk Calico, lalu duduk di kursi belakang. Easton menahan pintu kursi penumpang depan, wajahnya muram bukan main. Sorot matanya menggelap.

Tidak perlu terburu-buru, waktu masih panjang. Dia punya banyak cara untuk membuat Maggie melangkah sedikit demi sedikit ke dalam jebakan yang sudah dia siapkan. Selama Maggie masih mau mengambil langkah pertama, 99 langkah sisanya akan ditempuh oleh Easton.

Rumah sakit hewan tempat Calico berobat berada di pusat kota yang ramai
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 565

    Easton turun beberapa anak tangga dan berdiri di depannya, sudut bibirnya sedikit terangkat.Maggie menatapnya dengan bingung, "Kamu tersenyum apa?""Aku berharap kali ini kita bisa punya akhir yang bahagia." Easton tidak merasa menaiki puluhan anak tangga itu melelahkan. Dulu mereka sudah pernah pergi ke kantor catatan sipil. Mobil berhenti tepat di depan, lalu mereka langsung masuk.Menurutnya, seperti ini justru bagus. Tempat yang berbeda untuk mengurus prosedur, menyambut masa depan baru mereka. Easton tidak berkata apa-apa lagi, dia melangkah turun satu anak tangga."Jangan ...." Maggie langsung mengerti. Dia tahu Easton ingin menggendongnya, lalu memohon dengan suara pelan, "Banyak orang, jangan digendong."Easton membalikkan badan dan berjongkok di sampingnya, "Nggak gendong depan, aku gendong di punggung.""Hah?" Maggie berkedip. Ujung hidungnya sudah dipenuhi keringat halus. Di bawah terik matahari, dia berdiri di tempat dan saling tarik-ulur dengan Easton."Kamu sengaja? Menu

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 564

    Mobil melaju dengan stabil di jalan. Tiba-tiba, Maggie menggenggam balik tangan Easton. Sentuhan dingin itu membuat kelopak mata Easton berkedut, "Dingin?"Belum sempat Maggie menjawab, Easton sudah menyuruh sopir menaikkan suhu AC.Kaeso sangat sigap. Dia segera mengambil selendang dari rak penyimpanan di kursi depan, membuka bungkusnya lalu menyerahkannya kepada Easton.Maggie tertawa getir, "Kenapa di mobil selalu ada selendang dan selimut? Kaeso seperti Doraemon saja, apa pun bisa dia keluarkan."Kaeso menyeringai. Baru saja dia menoleh, pandangannya langsung bertemu dengan sorot mata dingin dan tajam milik atasannya.Dia seketika menahan senyum, lalu kembali menjadi robot pekerja tanpa perasaan. Bibirnya bergerak teratur, mengucapkan kalimat sopan yang terdengar seperti template, "Nyonya terlalu memuji. Semua ini perhatian dari Pak Easton. Saya hanya sekadar menyampaikan."Maggie merasa ada yang aneh. Anak buah Easton kenapa semuanya seperti robot, bahkan bercanda pun tidak bisa.

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 563

    Easton memeluknya dari belakang, menunduk dan membenamkan wajahnya di lehernya. "Kita sudah seperti suami istri lama, jangan tiap hari bertengkar lagi ya."Maggie memutar bola mata. "Siapa yang bertengkar? Justru kamu sekarang sensitif sekali. Nggak boleh sebut umur, nggak boleh sebut mantan."Easton menghela napas tak berdaya dan mencubit pipinya. "Kenapa dulu aku nggak sadar kamu hobi sekali bahas masa lali? Hal-hal basi begitu nggak usah diungkit lagi.""Iya." Maggie menjawab patuh, tapi tetap menambahkan dengan nada kurang rela, "Kalau begitu kamu juga jangan sebut Kak Owen lagi."Easton menunduk menciumnya. "Iya. Aku patuh sama istriku. Kalau dia suka kamu, ya biar saja. Itu cuma berarti seleraku bagus. Istriku memang memikat.""Jangan banyak omong.""Masih ngantuk? Mau tidur lagi?""Aku nggak ... mm ...."Kaeso sudah menunggu di bawah sampai lehernya pegal. Dia menatap tangga spiral dengan penuh harap. 'Bukankah Pak Easton bilang cuma naik sebentar membangunkan Nyonya? Perlu sel

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 562

    Di tangannya, Easton membawa setumpuk kemeja putih. Dia bersandar di kusen pintu, ekspresinya sedikit malas. "Pilih satu untuk dipakai keluar.""Memangnya ada bedanya? Bukannya semua modelnya sama? Hari ini aku mau pakai dress. Kita mau ke mana? Kenapa harus ganti kemeja putih? Ada aturan pakaian khusus?"Maggie hanya menepuk sedikit pelembap, lalu memakai tabir surya.Tabir surya itu produk yang diiklankan Jilly. Komposisinya sederhana dan mereknya besar.Waktu terakhir dia berkunjung ke lokasi syuting, asistennya memberinya satu kantong besar sebagai hadiah dari brand. Maggie sudah memakainya dua kali, cukup cocok untuk kulitnya."Ya. Aku sudah setuju nggak mengadakan pernikahan. Kamu juga harus memenuhi permintaanku untuk daftar nikah lagi." Sikap Easton tegas. Dia menata satu per satu kemeja putih di atas tempat tidur. "Pilih," ucapnya.Maggie menunjuk salah satu di sudut. "Yang ini saja."Easton agak terkejut. Dia tidak menolak untuk menikah lagi? Sepatuh ini?Dia tidak tahu bahwa

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 561

    Maggie mengerang pelan. Di dalam pelukannya, dia mencari posisi yang nyaman. Saat hendak membalik badan untuk lanjut tidur, tiba tiba matanya membelalak."Turunkan aku, dasar mesum. Baru bangun pagi sudah mau ...." Wajahnya langsung memerah, tangannya memukul dada Easton dengan kesal.Easton memeluknya dengan satu tangan, tangan yang lain memencet pasta gigi ke sikat gigi berwarna merah mudanya. "Sikat gigi. Ganti baju.""Easton, aku ngantuk. Aku mau tidur. Kamu nggak pernah dengar kalau kurang tidur bisa memengaruhi ...."Perkembangan janin.Otak Maggie mendadak jernih. Kata kata itu tersangkut di tenggorokan dan dia langsung terdiam.Easton mengerutkan kening, menatapnya dengan tertarik. "Kenapa berhenti? Memengaruhi apa?""Memengaruhi perkembangan otakku. Kurang tidur bikin jadi bodoh." Maggie jelas kurang yakin. Setiap kali berbohong, dia bahkan tidak berani menatap mata Easton.Easton mengangkat kelopak mata dan menatapnya sekilas. "Kurangi main ponsel dan nonton drama cinta nggak

  • Pernikahan Dadakan: Gadis Bisu Pemenang Hati Presdir   Bab 560

    Maggie merasa angin dingin dari kulkas menerpa tubuhnya dan terasa nyaman. Akan tetapi, jelas tidak ada orang normal yang mendinginkan diri dengan membuka kulkas. Dia mengobrak-abrik isi kulkas, berniat mengambil es krim cone, tetapi tangannya tiba-tiba dicegat."Hei hei hei.""Lambungmu lagi nggak enak, masih saja mau makan yang dingin. Kamu ini punya dendam sama tubuh sendiri ya."Maggie mengerucutkan bibir, lalu kembali duduk. Dia melihat Easton mengaduk cairan telur di mangkuk kaca dengan sumpit. Penampilannya sama sekali tidak seperti tuan muda yang tidak bisa memasak.Maggie semakin yakin, waktu itu Easton sengaja membuat bubur gosong hanya untuk memotong pembicaraannya dengan Owen.Tak lama kemudian, semangkuk telur kukus yang bening dan lembut diletakkan di depannya. Maggie memegang sendok, lalu mengambil sedikit dan memasukkannya ke mulut."Enak," puji Maggie. Dia bahkan mengacungkan jempol.Wajah Easton tetap tenang, tetapi sudut matanya terangkat tipis, bibirnya membentuk le

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status