Compartilhar

Bab 3120

Autor: Anggur
“Aku tahu kalau Kakak makan hanya sedikit tadi siang, makanya aku bawakan sekotak makanan yang baru saja dimasak oleh koki yang melamar hari ini. Kami sudah sempat mencicipinya dan setuju kalau koki itu cukup bagus.”

Yohanna berbalik lalu berjalan menghampiri Dira seraya berkata, “Aku bosan dengan makanan yang mereka masak akhir-akhir ini. Aku nggak nafsu makan siang ini, tapi aku lapar karena belum cukup makan.”

Yohanna kembali ke mejanya lalu duduk di kursi dan mengambil paper bag yang Dira bawa. Kemudian dia mengeluarkan kotak makanan di dalamnya. Makanan di dalamnya adalah makanan ringan kecil yang berbentuk bunga dan buah-buahan.

“Cukup rapi dan mungil. Apa ini enak? Jadi, ini dibuat oleh koki yang melamar hari ini?”

“Ya, orang itu yang memasaknya. Dia adalah koki yang datang dari luar kota. Tapi, dia tampak masih sangat muda, usianya mungkin belum sampai 30 tahun. Kak, aku akan mempekerjakan orang itu kalau memang kamu nggak mau mempekerjakannya. Dia tuh tampan dan tinggi banget
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4103

    Dengan sedikit nada cemas Vandi berkata, “Felicia, ini terlalu berbahaya. Kamu nggak menguasai ilmu bela diri, seandainya ….” Vandi tidak akan bisa bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Felicia. Sekalipun saat ini Felicia sudah bukan lagi kepala keluarga Gatara, Vandi telah ditugaskan untuk menjaga keselamatan Felicia. Bagi pusat pelatihan di mana Vandi berasal, ini sudah menjadi tugasnya secara resmi. Vandi diwajibkan untuk melayani dan menjaga nyawa Felicia apa pun yang terjadi. Jika terjadi sesuatu pada Felicia, maka it adalah tanggung jawab yang harus Vandi emban. Dia yang akan membayarnya kepada pusat pelatihan di mana dia bernaung, karena ini juga akan memengaruhi reputasi institusi tersebut. “Jangan khawatir, aku pasti baik-baik saja. Lagi pula kamu tetap melindungi aku dari kegelapan. Vandi, aku percaya sama kamu! Kamu juga harus percaya sama diri sendiri. Aku nggak bisa bela diri, tapi dari kecil aku sudah terbiasa berkelahi sama orang lain. Aku pun

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4102

    Dengan rona wajah memerah Felicia berkata kepada Odelia, “Aku benar-benar nggak suka acara minum-minum begini.” “Aku juga nggak suka, tapi apa boleh buat.” Andaipun Odelina tidak mengambil alih Gatara Group, dia masih memiliki perusahaannya sendiri dan tetap harus menghadiri acara semacam itu. Seraya tersenyum, Felicia menepuk bahu Odelina dan berkata, “Nanti aku nggak bisa lagi menemani kamu untuk acara seperti ini lagi. Semua orang memakai topeng mereka masing-masing, nggak ada yang benar-benar tulus. Aku paling benci menghadiri kegiatan yang penuh kebohongan begini.” “Aku nggak akan mengecewakan harapan kalian semua.” Vandi datang membawakan dua gelas air madu untuk mereka. Dia memberikan gelas itu dan berkata, “Silakan diminum dulu air madunya supaya lebih enakan.” “Aku nggak mabuk,” ujar Felicia bergumam, tetapi tangannya tetap bergerak mengambil gelas itu dari Vandi. “Kamu sudah minum banyak sampai mukamu merah begitu, tapi masih bilang nggak mabuk. Mabuk bukan berarti har

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4101

    Walau berkata yang buruk tentang Felicia, Cakra sadar bahwa hanya Felicia yang memiliki kekejaman yang hanya dimiliki oleh pemimpin keluarga Gatara. Pada akhirnya, Patricia tetap lebih menyayangi putri kandungnya sendiri karena menyadari Felicia mewarisi sifat cerdik, kompeten, dan kebengisan yang diturunkan melalui darahnya. Namun sayang, putri yang begitu Patricia cintai, yang begitu dia lindungi dengan sepenuh hati, malah memilih jalan yang berbeda dengannya. Terkadang Cakra jadi berpikir. Andaikan pada saat itu pelayan rumahnya tidak menukar Felicia dengan Fani sehingga Felicia sejak lahir diasuh oleh kedua orang tua kandungnya, dengan kepintaran yang dia miliki, apakah dia bisa menjadi lawan yang berat bagi beberapa keluarga besar di Mambera? Satu hal yang pasti, sekalipun Felicia tidak bisa, setidaknya dia tidak akan menentang orang tua dan kakak-kakaknya seperti yang dia lakukan sekarang. “Si Vandi itu susah ditebak orangnya. Kita nggak tahu seberapa kuat dia,” kata Julio. E

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4100

    Kalau saja dari awal Ivan tahu Felicia akan berpihak ke mereka dan membuat hidupnya berantakan, dia akan mencegah ibunya untuk bertemu kembali dengan Felicia. Fani jauh lebih baik dari Felicia. Fani masih memiliki banyak keterbatasan meski sudah dididik langsung oleh ibunya, tetapi itu membuat Fani tidak jauh berbeda dengan Ivan dan yang lain. Jika Fani tidak mati dan mengambil alih Gatara Group, Patricia juga tidak akan mati. Cakra tidak harus mengalami kecacatan dengan menjalani hidup seperti kasim. Apa yang mereka miliki di keluarga Gatara juga tidak akan diberikan kepada orang lain. Ivan dan dua adiknya akan terus mendapatkan kenaikan pangkat dan bisa hidup santai. Mereka tidak akan hidup bak anjing gelandangan seperti sekarang. Ada rumah, tetapi tidak bisa pulang. Sang ibu dipaksa untuk mengakhiri nyawa sendiri. Sang ayah hidup dengan kecacatannya dan membuat kesehatannya terus menurun. Ivan dan adik-adiknya sudah banyak sekali kehilangan. Aset yang ibu mereka tinggalkan juga 90

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4099

    Nyawa dibalas nyawa. Terlebih lagi yang mereka bunuh adalah Felicia dan Odelina. Jika dua orang itu mati, Ivan dan kedua adiknya paling hanya bisa melarikan diri paling lama dua hari. Dalam waktu yang singkat itu mereka akan langsung tertangkap, kemudian diberi hukuman mati. Jika begitu, apalah artinya membunuh Felicia dan Odelina? Yang mereka inginkan adalah mendapatkan kembali keluarga Gatara. Jika mereka bertiga dihukum mati, mereka juga yang rugi. “Kak Ivan, membunuh itu kejahatan serius. Kita nggak mungkin bisa kabur kalau sampai membunuh mereka berdua. Kalau begitu apa gunanya? Andaikan rencana pembunuhan kita gagal, malah kita yang mati. Mereka punya banyak koneksi. Nggak akan segampang itu kita membunuh mereka,” tutur Julio. “Mama saja bisa. Kita kan anaknya, kita dari kecil sudah dididik sama Mama. Masa kita kalah dari Mama?” balas Ivan. Erwin berkata, “Kita nggak sesadis Mama. Jangankan Mama, bahkan dari Felicia juga kita kalah.” Ivan memelototi adiknya. Dia merasa Erwin

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4098

    Namun jauh di lubuk hatinya yang dalam, Cakra paham betul kalau mereka semua hanya ingin mendekati Felicia karena Felicia adalah anak kandungnya. Mereka berpikir Felicia akan mengambil alih keluarga Gatara, dan Cakra otomatis akan diangkat derajatnya, dan jadi lebih tersohor lagi dibandingkan sekarang. Cakra tidak pernah bercerita tentang konflik internal yang terjadi dalam keluarga Gatara. Untuk apa juga? Diberi tahu pun tidak ada gunanya, mereka tidak akan bisa membantu apa-apa. Cakra lebih takut jika dia bercerita, teman-teman dan saudara yang mengelilinginya akan menjauh. Jujur, Cakra sangat menikmati perasaan disukai dan dikelilingi seperti ini. “Pak Cakra, tiga anak Bapak sudah pulang,” kata si asisten rumah tangga. Cakra meminta pembantunya dengan sebutan “Pak”. Tanpa ada tekanan lagi dari Patricia, akhirnya Cakra bisa merasakan seperti apa rasanya menjadi tuan rumah yang dihormati. “Ngapain mereka pulang?” tanya Cakra dengan dahi mengerut. “Bialng ke mereka jangan pulang. M

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status