แชร์

Bab 467

ผู้เขียน: Anggur
Setelah Stefan memarkir mobilnya, dia teringat dengan bukti transfer aset Roni. Dia pun memanggil Olivia yang hendak turun dari mobil.

“Aku minta teman aku bantu selidiki transfer aset yang Roni lakukan. Temanku sangat hebat, dia langsung antarkan bukti ke aku. Aku taruh di kursi belakang, yang map kuning itu.”

“Temanmu benar-benar hebat, ya. Dia bisa kumpulkan bukti secepat ini.”

Selain berterima kasih, Olivia juga merasa penasaran terhadap teman Stefan itu. Dia sangat ingin bertemu dengan orang itu.

Padahal Olivia mengira akan butuh lama untuk mengumpulkan bukti. Bagaimanapun, Roni bukan sekarang baru melakukan transfer aset, tapi dia sudah mulai melakukannya sejak lama. Namun, teman Stefan sudah mengumpulkan bukti hanya dalam satu hari.

“Stefan, sayang banget temanmu nggak buka kantor detektif saja.”

Setelah turun dari mobil, Olivia membuka pintu kursi belakang dan mengambil map kuning di sana.

“Keluarganya ada yang khusus mencari informasi. Mereka punya banyak koneksi, sehingga ker
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
baru 2 hari bekerja da ja cobaan
goodnovel comment avatar
Tika Ginting
masih lama engga ya lanjutan nya
goodnovel comment avatar
Sofia Santoso
Apakah masih lama ya lanjutan ceritanya?
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4193

    “Iya, dalam waktu dekat ini aku mau ke Mambera untuk lihat-lihat, sekalian menemui kakak sepupuku. Tapi aku nggak tahu kalau aku ke sana, apa aku bakal diusir nanti? Aku juga mau ketemu Pak Deddy. Oh ya, Odelina, gimana kabarnya Pak Deddy?” Deddy adalah orang paling berumur panjang yang pernah Felicia temui. Dulu ketika masih tinggal bersama orang tua angkatnya, sesepuh di desa paling tua hanya berusia 80-an tahun. Hampir tidak ada yang bisa hidup sampai di usia 90-an. Usia Deddy saat ini sudah hampir 100 tahun. Yang lebih hebatnya lagi, Deddy masih bisa berjalan sendiri tanpa dibantu orang lain, dan masih bisa berjalan cukup jauh bersama dengan saudara-saudara seperguruannya. “Dia sehat-sehat saja, kok. Tante Yuna masih menemani dia jalan-jalan setiap hari. Kalau lagi nggak keluar, biasa dia suka duduk di depan ayunan lihatin anaknya kakakku seharian,” kata Odelina. Ya begitulah kasih sayang antar generasi. Deddy melihat anaknya Aksa seperti cicitnya sendiri. Cicitnya Sofia juga ad

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4192

    Odelina sudah memberi tahu Yuna dan Olivia apa saja yang terjadi melalui telepon. Olivia merasa lega akhirnya Ivan dan dua adiknya berhasil ditangkap. Dengan begitu, dia tidak perlu lagi mengkhawatirkan kakaknya di Cianter. Olivia berkata kepada Stefan, Felicia tidak pernah mengecewakan. Stefan hanya diam saja tidak menanggapinya. Demam Felicia sudah turun, sekarang tinggal batuknya saja yang bertambah parah. Namun untuk sementara gejalanya tidak terlalu parah karena dokter baru saja mengganti obatnya. Ketika Odelina masuk, Vandi sedang membantu Felicia turun dari kasur. “Felicia, kok kamu sudah turun? Cepat balik ke kasur. Satu badan penuh luka begitu bukannya istirahat yang benar, malah ke sana kemari. Awas saja nanti lukanya terbuka lagi.” Odelina tidak menegur Vandi. Dia tahu Vandi hanya menuruti permintaan Felicia. Dia tidak bisa mengubah apa pun jika Felicia sudah menginginkan sesuatu. “Aku sudah rebahan seharian penuh sampai punggungku lecet. Lagian yang luka kan lengan, buk

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4191

    “Baik, Pak,” jawabnya. Sejak awal beban pekerjaan para pelayan di rumah Cakra memang tidak banyak. Mereka tidak ada alasan untuk bermalas-malasan. Begitu pekerjaan selesai, mereka punya banyak waktu kosong untuk melakukan kegiatan mereka masing-masing. Cakra pun mengambil kunci mobil dan segera berangkat. Di usianya yang sudah menginjak kepala tujuh, fisiknya masih terbilang cukup fit. Dia bisa mengemudi sendiri ke Cianter tanpa bantuan sopir. Setibanya di Cianter, Cakra tidak langsung mencari keberadaan Felicia. Dia bahkan tidak tahu kalau Felicia terluka dan dirawat di rumah sakit. Pertama-tama Cakra pergi mencari teman-teman bermainnya dulu, meminta mereka mencari tahu apakah terjadi sesuatu di keluarga Gatara kemarin malam. “Kami justru malah mau tanya kamu apa yang terjadi. Mereka bertiga yang duluan menyerang anak perempuan kamu. Dengar-dengar, mereka bertiga menculik Felicia dan mau buang mayatnya ke laut,” ujar teman lamanya Cakra. “Untung saja Vandi yang biasa selalu menema

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4190

    Keluarga Arahan cukup damai dan tidak terlalu ramai. Cathy hanya pernah mendengar dari orang lain saja tentang perebutan kekuasaan dalam satu keluarga. Namun pengalaman Felicia kali ini benar-benar membuatnya tercengang. Mungkin karena keluarga Arahan memiliki hubungan yang cukup baik dengan keluarga Gatara, Cathy juga cukup menyukai Felicia. “Mereka sungguh … padahal kamu adik kandung mereka!” Felicia hanya bisa menanggapi komentar Cathy dengan senyum pahit. “Felicia, kamu demam, ya? Mukamu merah banget,” ujar Cathy. Dia pun meraba kening Felicia. “Wah, benar. Demam. Vandi, kamu sudah kasih tahu dokter?” “Demamnya sudah dari tadi pagi. Kemarin Felicia kedinginan, jadi masuk angin. Sudah makan obat pereda demam, tapi sekarang demamnya naik lagi. Kebetulan sekarang sudah waktunya makan obat.” Cathy menyadari ada dua kotak makan di atas meja naas. Dia pun berkata, “Vandi, kamu makan dulu saja. Biar aku yang jagain Felicia.” “Nggak apa-apa, Tante. Aku bisa makan sendiri,” ucap Felic

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4189

    Felicia menatap Vandi cukup lama, dan berkata padanya, “Waktu kecil aku pernah kedinginan parah banget. Aku pasti batuk-batuk dan baru sembuh begitu pergantian musim. Pas sudah dewasa, baru badanku mulai bisa beradaptasi sendiri. Daya tahan tubuhku sudah meningkat jauh. Badanku sudah lebih sehat dan jarang banget batuk-batuk. Nggak usah takut. Asal ada kamu, nggak ada yang perlu aku khawatirkan.” “Aku sebenarnya masih kesal. Aku nggak mau kamu membahayakan diri sendiri, tapi di satu sisi aku juga nggak bisa menghentikan kamu. Kamu harus cepat sembuh biar aku bisa lebih lega,” Vandi berkata seraya mencubit pelan wajah Felicia. Vandi adalah asisten pribadi Felicia dan wajib menuruti apa pun permintaannya, sekalipun hubungan mereka sekarang adalah sepasang kekasih. “Sudah, jangan marah terus. Lain kali nggak akan terulang lagi. Kalau marah terus nanti cepat tua. Kamu sudah lebih tua dari au berapa tahun. Kalau cepat tua, nanti kamu sudah keburu ubanan. Kan kamu sudah janji kita mau tua

  • Pernikahan Dadakan dengan CEO   Bab 4188

    Vand menjadi seorang yatim piatu di usia yang masih sangat muda. Setelah kehilangan semua yang dia miliki, dia dipungut oleh pusat pelatihan dan dididik menjadi seorang asisten. Vandi masih terlalu kecil saat dia kehilangan kedua orang tuanya. Dia sudah tidak ingat apa-apa lagi tentang hari itu, termasuk rasa sakitnya. Namun dia pernah melihat orang lain bersama dengan orang tua mereka. Di situ dia melihat sepasang orang tua yang begitu menyayangi anak mereka. Jarang sekali ada orang tua yang tidak menyayangi anak mereka, dan Felicia adalah salah satunya. “Aku nggak peduli. Sedikit pun nggak peduli. Papaku minta kamu kirim uang ke dia? Dia nggak kekurangan uang. Dia cuma mau tahu gimana nasib tiga anaknya. Sudah tua begitu seharusnya dia bisa berpikir dengan kepala dingin. Dia pasti sudah menasihati tiga anaknya, tapi mereka nggak mau dengar. Dia cuma bisa menunggu berharap dapat kabar baik.” Cakra pasti tahu tentang rencana pembunuhan yang dibuat oleh ketiga putranya. Dia juga pasti

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status