Share

Bab 2

Author: Bagel
Aku melirik layar ponsel, ternyata profesor sudah menutup teleponnya duluan. Aku pun menyelipkan ponsel satelit itu ke saku jubahku dengan tenang. Saat aku masih memikirkan harus bagaimana menjelaskan setengah kalimat yang sempat didengar Lukas, ponsel pribadi di sakunya bergetar.

Ternyata pesan dari Bella. Bella mengirim fotonya yang sedang memberi makanan pada anjing-anjing liar di Jalan Starling dan memperlihatkan jelas belahan dada dari kerah gaunnya yang rendah.

Lukas pun membalas pesan itu.

[ Lucu sekali. ]

Bella langsung membalas kembali pesan itu.

[ Anak-anak anjing ini yang lucu atau aku? ]

Saat menatap layar ponsel itu, bibir Lukas terlihat melunak dan tersenyum lembut.

[ Dua-duanya lucu. ]

Seolah-olah teringat aku masih ada di tempat itu, Lukas segera menghapus senyuman itu dari wajahnya dan memasukkan kembali ponselnya ke saku. Dia berjalan mendekat dan menarikku ke dalam pelukannya seperti biasanya, lalu menundukkan kepala dan mengecup keningku.

"Sayang, kenapa belum tidur? Aku sudah bilang jangan bergadang, nggak bagus untuk kulitmu," kata Lukas dengan suara rendah dan lembut. Dia bahkan tidak menanyakan lagi soal perjanjian yang aku bilang di telepon tadi.

Aku bersandar pada tubuhnya dengan patuh, lalu senyuman kecil penuh sindiran tersungging di bibirku. "Masih ada beberapa data yang belum beres."

"Ini sudah malam. Pembukuan apa yang begitu mendesak? Elara, aku bukannya mau mengkritikmu, tapi belakangan ini kamu sangat lambat. Yang patuh ya, selesaikan saja besok," kata Lukas sambil menghela napas dan mengusap rambutku. Dia mengernyitkan alis dan mengomel lagi sebentar.

Aku tidak berniat menjelaskan bahwa pekerjaanku tidak efisien karena perubahan Lukas yang mendadak dan malas membuang tenaga untuk membela diri juga.

Melihatku diam, Lukas tidak lagi melanjutkan ucapannya. Dia melepaskanku, lalu berjalan ke bar di kamar kami untuk menuang minuman. Beberapa saat kemudian, terdengar suara tawanya yang rendah dan santai dari ruangan lain. Aku sudah jarang melihatnya tertawa seperti itu, dia terlihat benar-benar terhibur hanya saat bersama Bella.

Aku mengalihkan pandanganku, lalu duduk di depan meja kerja dan membuka buku profesional yang tebal. Untuk kembali ke Zelova dan mengambil alih proyek keuangan profesor, aku harus kembali membiasakan diri dengan pengetahuan profesional yang sudah lama kutinggalkan.

"Kamu baca apaan?"

Entah sejak kapan, Lukas sudah keluar dari ruangan itu sambil memegang segelas wiski. Dia membungkuk dengan tubuh yang samar-samar berbau tembakau, lalu memelukku dari belakang dengan gerakan yang familier. Setelah itu, dia mengulurkan tangan dan mengambil bukuku. Dia membalik beberapa halaman, lalu melemparnya kembali ke meja sambil tertawa kecil.

Lukas mencubit pipiku. "Kenapa kamu baca ini? Sayang, jangan buang waktumu untuk hal seperti ini. Selama ada aku, kamu nggak perlu tahu semua itu."

Aku meletakkan dokumen-dokumen itu, lalu berkata dengan tenang, "Cuma lihat-lihat. Ada perlu apa?"

Jika ini terjadi di masa lalu, aku akan merasa tersanjung setiap kali Lukas memulai percakapan.

Mungkin terkejut saat melihat sikapku yang dingin, Lukas tertegun sejenak dan ekspresinya terlihat sedikit tidak wajar. "Sebenarnya ada sesuatu. Pekerjaan Bella sangat bagus selama kami liburan di pulau. Aku berencana membiarkannya mengelola kasino legal yang baru kita dapat di Mesa."

Saat berkata demikian, Lukas menatapku.

Meskipun Lukas mengatakan itu seolah-olah sedang berdiskusi denganku, aku tahu itu sebenarnya hanya pemberitahuan. Aku pun mengangguk. "Terserah kamu."

Lukas membelai wajahku dengan lembut sambil berkata, "Mesa itu kacau, aku nggak tenang kalau ngirim kamu ke sana. Jadi, aku rasa kamu bisa ambil alih penagihan di beberapa jalan sekitar Jalan Roman. Yang diurus memang hanya jalanan, tapi aman. Jangan khawatir, ini cuma sementara."

"Setelah aku ambil alih Velmani sepenuhnya, kamu akan jadi nyonya paling terhormat dari Keluarga Hartono, istri ketua. Aku melakukan ini untuk melindungimu. Kamu akan mendukungku, 'kan?"

Aku tertawa getir, maksud Lukas tentu saja sudah sangat jelas. Dia bisa membaca suasana hati Bella dari petunjuk sekecil apa pun dan tahu apa yang disukai Bella dari detail yang paling sepele.

Sementara itu, Lukas sudah menandatangani perjanjian pembubaran dengan aku yang merupakan tunangannya, tetapi dia sama sekali tidak menyadarinya. Dia masih menggunakan alasan demi melindungiku untuk menyerahkan usaha keluarga yang paling menguntungkan pada wanita favoritnya yang baru. Dia malah mengirimku ke daerah kumuh untuk menagih uang kotor.

Saat aku mengiakan dengan pelan, ekspresi Lukas yang tadinya mulai muram karena mengantisipasi pertengkaran langsung terlihat tenang. Dengan suasana hati yang membaik, dia membungkuk untuk menciumku. "Kalau begitu, sudah diputuskan ya. Pos di Jalan Roman milikmu."

Aku memalingkan kepalaku sedikit untuk menghindari Lukas. Namun, dia tidak marah. Mungkin karena sudah yakin aku tidak akan mempermasalahkan hal sekecil itu.

Ini sudah sangat sering terjadi. Hanya dalam satu tahun, posisiku di keluarga terus turun berkali-kali berkat provokasi Bella. Jika dulu aku bisa memaklumi tindakannya, Lukas yakin sekarang aku juga tidak akan berani meninggalkannya.

Lukas tadinya hendak pergi, tetapi dia kembali berbalik dan tiba-tiba menatap leherku seolah-olah menyadari sesuatu. "Mana kalung platinum yang kukasih ke kamu? Yang ada inisial kita."

Aku refleks menyentuh leherku yang kosong. Aku sudah diam-diam menghancurkan semua foto, kenang-kenangan, dan memori tentang kami di vila ini.

Dulu, Lukas sering mengeluh kepalaku hanya penuh dengan hal-hal yang kekanak-kanakan seperti itu, tetapi dia tidak tahu semua itu untuk mengingatkanku bahwa dia pernah mencintaiku. Belakangan ini, aku baru sadar betapa konyolnya diriku. Setiap benda itu hanya ejekan untuk kebodohanku.

Aku menanggapinya dengan asal-asalan, "Pengaitnya rusak. Aku nggak tahu jatuh di mana."

"Kenapa kamu selalu ceroboh begitu, sih?"

Usai bicara, Lukas menghela napas dan tatapannya terlihat memanjakan sekaligus menegur. Setelah itu, dia melirik karpet di bawah kaki kami dan mengacak rambutku. "Besok bersihkan karpet ini. Besok sore ada orang yang datang untuk dokumen serah terima Mesa. Pengait kalung itu tajam, kamu nggak mau ada yang terluka, 'kan?"

Setelah itu, Lukas membawa minumannya dan kembali ke kamar tidur. Terlihat jelas, suasana hatinya sedang baik.

Melihat punggung Lukas, aku tidak bisa menahan diri dan tertawa pada diriku sendiri. Dia tentu saja tidak mengkhawatirkanku, yang dimaksudnya adalah Bella.

Ini adalah rumahku dan Lukas. Aku yang mengelola seluruh sistem keamanannya sampai beberapa bulan yang lalu, saat aku menemukan sidik jari asing di brankas pribadinya dan aroma parfum di tubuhnya yang bukan milikku. Saat itu, aku baru tahu bahwa dia sudah berkali-kali membawa Bella ke sini. Aku tidak bisa menahan diri dan langsung menanyai Lukas.

Seolah-olah sudah tahu apa yang akan kukatakan, Lukas langsung menunjukkan bukti mereka hanya datang untuk menangani pembukuan cuci uang. Setelah itu, dia memanfaatkan kesempatan itu untuk menegurku karena terlalu curiga dan berpikiran sempit. Untuk menghukumku atas tuduhan itu dan merasa kesal, dia mulai membawa Bella masuk ke urusan keuangan keluarga yang paling rahasia.

Setiap kali berhadapan denganku, aku bisa merasakan provokasi terselubung dan rasa dendam dari Bella. Namun dari luar, interaksi Lukas dengan Bella terlihat normal dan tidak ada tanda-tanda melewati batasan. Seiring waktu, aku pun mulai meragukan diriku dan setiap harinya bertanya-tanya apakah aku yang salah.

Jika sekarang dipikirkan lagi, aku pasti bisa berhasil dalam hal apa pun jika menghabiskan waktu itu pada diriku sendiri.

Keesokan paginya, Lukas mengumumkan pada seluruh keluarga bahwa Bella ditunjuk untuk mengelola kasino sekaligus penurunan jabatanku untuk mengurus Jalan Roman. Saat mengumumkannya, dia sempat terlihat waspada. Dia baru benar-benar merasa santai saat melihat aku bersikap seolah tidak terjadi apa-apa dan akhirnya percaya aku sudah menerima semuanya.

Setelah itu, suasana hati Lukas menjadi baik. Begitu juga dengan diriku. Dia memesan klub eksklusif di Jalan Starling untuk merayakan promosi Bella dan aku menghubungi bank-ku di Serami. Dia membawa Bella naik yacht yang dipenuhi sampanye dan angin laut, sedangkan aku memindahkan aset kriptoku dan menghapus jejak digitalku.

Dua hari kemudian, aku menghancurkan kumpulan kertas buku besar yang terakhir di rumah aman karena ini adalah hari terakhirku bersama Keluarga Hartono. Setelah itu, aku bersiap pergi untuk selamanya hanya dengan satu koper kecil.

Sebelum pergi, aku masih harus mengunjungi markas keluarga untuk terakhir kalinya dan mengembalikan kunci terakhir dari brankas.

"Pergi ke kantor Bos sebelum kamu pergi. Lukas mau ketemu kamu," kata penanggung jawab tanpa mengangkat kepala.

Aku sempat berpikir untuk menolak, tetapi aku teringat malam ini aku akan pergi. Jika nanti Lukas keluar bersama Bella seperti biasanya, mungkin ini akan menjadi terakhir kalinya kami bertemu.

Setelah bersama selama lima tahun, aku merasa perpisahan yang layak ini diperlukan. Memikirkan hal itu, aku pun naik lift pribadi dan langsung menuju ke kantor eksekutif.

Tepat saat hendak membuka pintu, aku melihat Lukas dan Bella berdiri berdampingan melalui kaca satu arah. Kepala mereka berdekatan saat mereka memeriksa sebuah dokumen.

Bella mengulurkan tangan dan merapikan kerah Lukas dengan gerakan yang begitu terbiasa serta alami, seolah-olah dia sudah melakukannya ribuan kali.

Sementara itu, Lukas membiarkan Bella sibuk mengurusnya. Dia bahkan menundukkan kepalanya sedikit agar Bella lebih mudah menjangkaunya. Mereka membisikkan sesuatu pada satu sama lain, lalu Bella menutup mulutnya sambil terkekeh.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan   Bab 10

    Keesokan paginya, seorang informan dari web gelap mengirimiku sebuah pesan enkripsi. Pesan itu berkata Lukas disergap di sebuah jalan di luar kota dan dihujani tembakan bertubi-tubi. Dia terkena beberapa tembakan dan berada di ambang kematian saat dibawa ke klinik ilegal.Di luar dugaanku, Lukas termangu dalam waktu yang cukup lama saat tersadar kembali. Setelah sadar sepenuhnya, hal pertama yang dilakukannya adalah mengeluarkan perintah tertinggi dari keluarga untuk balas dendam.Setelah intelijenku menceritakan gambaran lengkapnya, aku baru mengerti. Panggilan panik yang diterima Lukas di malam badai itu ternyata adalah peringatan bahaya dari anak buah kepercayaannya.Saat tiba di tujuan, Lukas baru menyadari itu adalah jebakan yang disusun Bella bersama keluarga saingannya. Mereka berusaha membunuhnya untuk merebut sisa aset dan wilayahnya. Untungnya, anak buahnya melindungi Lukas dengan tubuh sendiri, lalu menariknya keluar dari mobil lapis baja yang hancur karena penuh lubang pelu

  • Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan   Bab 9

    "Apa itu?" tanya Lukas dengan secercah harapan di matanya yang redup, seolah-olah dia sedang meraih kesempatan terakhirnya.Aku mengeluarkan sebuah flashdisk dan menyerahkannya pada Lukas. "Di dalam ini ada semua bukti memberatkan yang Bella bersekongkol dengan keluarga saingan dan mengkhianati rahasia Keluarga Hartono. Hubungi para penegak hukum keluarga sekarang juga, buat dia menerima ganjarannya sesuai hukum keluarga."Lukas langsung mematung."Begitu kita kembali bersama, keluarga akan jadi tanggung jawab kita bersama. Nggak ada alasan untuk ragu kalau menyangkut menjaga kehormatannya," kataku sambil menekan flashdisk itu ke tangan Lukas.Lukas tidak meraih ponselnya. "Elara, Bella ... hanya serakah dan ditipu. Dia nggak pantas mati."Aku menatap Lukas sambil tersenyum sinis. "Jadi, bagaimana denganku? Waktu aku banting tulang untukmu sampai hampir mati kelelahan, semua penghinaan yang aku tanggung karena dia ... apa aku pantas menerima itu?""Lagian, dia masih berkeliaran bebas d

  • Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan   Bab 8

    Lukas berkata, "Aku tahu kamu masih menyalahkanku. Tapi aku sudah tahu aku salah, sungguh. Aku akan mencari cara untuk membereskan urusan di Velmani, lalu kita bisa melupakan semuanya dan memulai kembali dari awal."Sandiwara Lukas yang penuh perasaan itu membuatku merasa lucu. "Kamu memang mau cari cara untuk membereskannya? Atau kamu sedang berada di ambang kehancuran karena wilayahmu sudah dilahap keluarga lain?"Meskipun aku sudah meninggalkan Keluarga Hartono, jaringan informanku di web gelap masih aktif. Tidak lama setelah aku pergi dari Velmani, aku mendapat kabar kasino di Mesa yang diambil alih Bella jatuh ke dalam kekacauan.Aliran uang yang sudah stabil, malah menarik perhatian pihak kepolisian karena keputusan bodohnya dan membuat keluarga kehilangan banyak uang ilegal.Untuk melindungi Bella, Lukas harus merendahkan diri di hadapan para pemimpin tertinggi lama dan bos-bos lainnya. Karena lelah oleh kegigihannya, mereka pun memberinya satu kesempatan terakhir dengan enggan.

  • Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan   Bab 7

    Saat aku mengakhiri panggilan video itu, Lukas masih menatap layar ponselnya dan terlihat seolah-olah belum memproses apa yang baru saja aku katakan. Dia berdiri terpaku di tempatnya dan kotak cincin antik di tangannya terjatuh ke lantai dengan keras.Namun, aku sangat memahami Lukas. Dia akan segera sadar dan langsung mencari cara untuk menyelamatkan harga dirinya. Sejak dia menginjak-injak harga diriku hanya untuk menyenangkan Bella, dia seharusnya sudah menebak ini akan terjadi.Kali ini, drama Lukas tidak berhasil memengaruhiku. Aku menyingkirkan panggilan itu dari pikiranku, lalu menenggelamkan diri sepenuhnya dalam penelitianku.Mungkin karena sadar aku sudah benar-benar memantapkan diri untuk pergi, Lukas tidak mencoba untuk memenangkanku kembali.Dia mulai membawa Bella ke semua kasino besar di Mesa tanpa ragu-ragu dan memamerkan kekayaannya di pesta-pesta dunia mafia. Dia bahkan membiarkan tabloid di dunia mafia untuk menangkap momen intim mereka di atas yacht miliknya.Kehidu

  • Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan   Bab 6

    Saat layar menyala, sikap angkuh dan berkuasa atas nyawa seseorang yang biasanya dimiliki Lukas, kini sudah lenyap. Matanya memerah dan caranya yang menarik dasi dengan kasar menunjukkan kelelahan yang belum pernah aku lihat sebelumnya."Elara, bisa nggak kita hentikan ini? Ini sudah cukup lama. Kita damai saja ya?"Bagiku, nada bicara Lukas yang rendah hati terasa mengusik sekaligus konyol. Bahkan sampai hari ini pun, Lukas masih mengira aku hanya sedang mengambek karena cemburu?Lukas melanjutkan, "Waktu aku melepaskanmu pergi, itu bukan karena aku nggak peduli. Aku tahu kamu butuh ruang untuk menyendiri, jadi aku biarkan kamu berkeliling Ovesia.""Elara, kita sudah punya kenangan selama lima tahun, kita sudah melewati hujan peluru bersama-sama. Kamu benar-benar mau membuang semua itu?"Sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Lukas memberi isyarat secara santai dengan tangan yang memegang cerutu dan melanjutkan dengan suara lembut, "Jangan bicara soal bagian buruknya. Besok kembali ya

  • Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan   Bab 5

    Aku tidak berniat terlibat dalam pertengkaran dengan Lukas. Jika dia bersikeras menggunakan kekuatan keluarga untuk menahanku, aku sudah siap untuk saling menghancurkan.Saat melihat aku benar-benar hendak menghubungi Komisi, wajah Lukas langsung pucat. Dia menerjang dan merampas ponsel itu dari tanganku, lalu membantingnya hingga sambungan telepon terputus. "Elara, kamu sudah gila ya?"Aku menatap matanya dengan tenang dan berkata, "Aku nggak gila. Aku cuma mau pastikan, apa ucapan seorang ketua masih punya bobot di mata Komisi."Melihatku melawan untuk pertama kalinya, Lukas merasa terkejut. Dia mengatupkan rahangnya, lalu menarik napas dalam-dalam dan akhirnya berkata dengan lembut, "Baiklah. Elara, hentikan ini.""Aku tahu kamu kesal karena Bella. Mulai besok, aku akan mengeluarkannya dari internal. Aku nggak akan menemuinya lagi. Sudah cukup? Soal pernikahan kita, aku akan mulai mengaturnya sekarang."Lukas mengeluarkan ponselnya dan membuka layar. "Aku sudah suruh orang mulai mem

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status