Short
Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan

Pernikahan Megah yang Sudah Tak Kuinginkan

By:  BagelCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapters
2views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setelah tiga hari perang dingin, tunanganku yang merupakan kepala Keluarga Hartono, membawa asistennya, Bella, pergi berlibur ke sebuah pulau. Lukas mengira aku akan menggila karena merasa cemburu, seperti yang selalu terjadi sebelumnya. Namun, saat dia kembali ke Velmani sebulan kemudian, yang ditemukannya adalah wanita yang berbeda. Lukas memaksaku merelakan kantorku yang berada di pojok. Aku juga tidak melawannya, hanya membereskan barang-barangku dan menyerahkan kantor itu. Untuk mengangkat posisi Bella, Lukas menjelekkan reputasiku di depan rekan penting saat rapat tahunan keluarga. Semua itu dilakukannya hanya agar Bella bisa bersinar. Aku bahkan tidak berusaha membuktikan aku tidak bersalah, hanya menerima teguran dari keluarga dan menjalani hukumanku. Saat Lukas ingin menempatkan Bella sebagai penanggung jawab dari bisnis keluarga yang paling menguntungkan, aku juga tidak marah. Aku menyerahkan semua dokumen yang diperlukan tanpa perlawanan, membiarkannya membagi ulang kekuasaan sesuka hatinya. Bella tersenyum dengan sombong. "Lihat? Apa kataku? Wanita seperti dia cuma butuh tindakan yang tegas. Cuma sekali perjalanan ke pulau saja, dia sudah ketakutan bakal kehilangan kamu. Lihat betapa patuhnya dia sekarang." Lukas memercayai kata-kata itu, bahkan memuji pemikiran Bella. Untuk pertama kalinya, Lukas menjanjikanku sebuah pernikahan yang begitu megah hingga akan menjadi legenda di dunia mafia Velmani. Namun, dia sepertinya lupa pada perjanjian pembubaran yang telah ditandatanganinya. Perjanjian itu aku berikan tepat sebelum dia masuk ke mobil untuk pergi ke liburan mereka. Aku sudah memutuskan semua hubungan dengan Lukas. Aku akan pergi, tetapi dia sama sekali tidak mengetahuinya.

View More

Chapter 1

Bab 1

Setelah tiga hari perang dingin, tunanganku yang merupakan kepala Keluarga Hartono, membawa asistennya, Bella, pergi berlibur ke sebuah pulau. Lukas mengira aku akan menggila karena merasa cemburu, seperti yang selalu terjadi sebelumnya. Namun, saat dia kembali ke Velmani sebulan kemudian, yang ditemukannya adalah wanita yang berbeda.

Lukas memaksaku merelakan kantorku yang berada di pojok. Aku juga tidak melawannya, hanya membereskan barang-barangku dan menyerahkan kantor itu.

Untuk mengangkat posisi Bella, Lukas menjelekkan reputasiku di depan rekan penting saat rapat tahunan keluarga. Semua itu dilakukannya hanya agar Bella bisa bersinar. Aku bahkan tidak berusaha membuktikan aku tidak bersalah, hanya menerima teguran dari keluarga dan menjalani hukumanku.

Saat Lukas ingin menempatkan Bella sebagai penanggung jawab dari bisnis keluarga yang paling menguntungkan, aku juga tidak marah. Aku menyerahkan semua dokumen yang diperlukan tanpa perlawanan, membiarkannya membagi ulang kekuasaan sesuka hatinya.

Bella tersenyum dengan sombong. "Lihat? Apa kataku? Wanita seperti dia cuma butuh tindakan yang tegas. Cuma sekali perjalanan ke pulau saja, dia sudah ketakutan bakal kehilangan kamu. Lihat betapa patuhnya dia sekarang."

Lukas memercayai kata-kata itu, bahkan memuji pemikiran Bella.

Untuk pertama kalinya, Lukas menjanjikanku sebuah pernikahan yang begitu megah hingga akan menjadi legenda di dunia mafia Velmani. Namun, dia sepertinya lupa pada perjanjian pembubaran yang telah ditandatanganinya. Perjanjian itu aku berikan tepat sebelum dia masuk ke mobil untuk pergi ke liburan mereka.

Aku sudah memutuskan semua hubungan dengan Lukas. Aku akan pergi, tetapi dia sama sekali tidak mengetahuinya.

....

"Elara, kenapa kamu lama sekali? Aku sudah nunggu dari tadi. Aku dengar semua orang memujimu karena kerjamu sangat cepat dan bagus. Karena kamu begitu efisien, bantu aku sedikit ya. Ambil sebagian pekerjaanku ya. Lagi pula, kamu memang mengerjakan hal-hal seperti ini, pasti sangat mudah bagimu."

Saat mengatakan itu, Bella membanting setumpuk berkas yang berantakan ke atas mejaku. Aku bahkan tidak mengangkat kepala dan menatap Bella, hanya menerimanya dengan tenang. "Baik."

Namun, Bella belum selesai. Dengan suara manis yang dibuat-buat itu, dia menambahkan, "Oh ya, nanti Lukas dan aku akan pergi ke acara permainan kartu pribadi dengan Keluarga Sutoyo. Setelah selesai, taruh saja berkas-berkas ini di kantor bos. Dan ingat, bersihkan gelas-gelas anggur di ruang kerjanya sebelum kamu pulang."

Setelah berkata demikian, Bella berbalik dan pergi dengan suara hak sepatu tinggi yang terdengar penuh percaya diri bergema di lorong.

Para pengawal keluarga yang berdiri di luar menatapku dengan iba, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang berani menghiburku. Semua orang di dunia mafia Velmani tahu Lukas Hartono, kepala keluarga yang berhati dingin, adalah tunanganku. Namun, dia terang-terangan lebih memihak asistennya, Bella.

Lukas bukan hanya melanggar aturan keluarga dengan membiarkan Bella ikut dalam rapat rahasia, bahkan menyerahkan wilayah yang paling menguntungkan bagi kami pada Bella. Itu adalah wilayah yang dulu kurebut dengan menerjang hujan peluru.

Saat aku menantangnya, Lukas secara munafik mengadakan pemungutan suara dengan para tetua keluarga. Dia mengira kekuasaannya akan mengintimidasi mereka sampai terdiam. Namun pada akhirnya, mereka semua memilihku dan Bella hanya mendapatkan satu suara darinya.

Namun, Lukas mengeluarkan foto-foto dari pertemuan sebelumnya yang menunjukkan aku sedang bersulang dengan para tetua itu. Dia menggunakan semua itu untuk menuduh kami diam-diam bersekongkol. Dia membatalkan semua suara mereka, sehingga hanya satu suara Bella yang dianggap sah.

Malam itu, Lukas menyiapkan makan malam romantis dengan lilin dan memberiku hadiah mahal sebagai permintaan maaf. Dia memelukku dengan lembut, lalu mengklaim dia hanya melindungi Bella agar tidak dikucilkan oleh para tetua lama dan dia harus menegakkan otoritasnya juga. Jika ini terjadi dulu, aku pasti akan memercayainya seperti orang bodoh.

Jika dipikirkan lagi sekarang, aku merasa semua itu menggelikan. Bella bahkan tidak bisa berhitung. Orang buta saja bisa melihat itu bukan perlindungan, melainkan pilih kasih yang tak tahu malu. Hanya Lukas seorang diri yang tidak mau mengakuinya.

Terdengar sebuah suara dari lantai atas yang membuatku mendongak, lalu sosok Lukas yang tinggi dan ramping muncul di puncak tangga. Dia melirik sekilas ke arahku, lalu berbalik dan pergi tanpa menoleh lagi. Dia sudah berganti pakaian dengan setelan jas rapi dan aku bahkan bisa mencium samar-samar aroma parfumnya dari sini.

Lukas tidak pernah memakai parfum, tetapi parfum itu adalah hadiah dari Bella. Aku tahu dia melakukannya dengan sengaja karena ini adalah permainan favoritnya selama lima tahun ini.

Semua ini bermula saat aku menemukan pesan enkripsi antara Lukas dan Bella. Ucapan selamat malam yang sederhana itu terasa seperti pengkhianatan. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyainya.

Namun, Lukas menganggap tindakanku itu tidak masuk akal. "Kalau kamu curigaan begitu, aku akan menempatkannya di sisiku supaya kamu bisa melihatnya sepuasnya."

Dengan alasan itu, Lukas menjadikan Bella sebagai asisten pribadinya. Saat aku semakin menderita, dia juga semakin pilih kasih pada Bella. Dia membawa Bella ke jamuan makan keluarga yang penting dan bahkan memotongkan steik untuk Bella di acara kami sendiri, serta mengusap mulut Bella tepat di depanku.

Jika aku kembali menurut, Lukas akan membawaku ke tempat tidur. Setelah itu, dia akan mencium bekas-bekas di kulitku dan berbisik bahwa hanya aku yang dia cintai. Untuk sesaat, aku sempat bertanya-tanya apakah aku yang menjadi masalahnya. Apakah aku yang sudah melanggar aturan atau pikiranku tidak cukup terbuka.

Namun, semuanya berubah pada hari ketiga Lukas mendiamkanku, saat aku terbaring demam karena kelelahan mengurus beban kerjanya yang berat. Dia mengabaikan pekerjaannya dan malah membawa Bella berlibur ke pulau. Pada saat itu, ada sesuatu di dalam diriku yang mati.

Aku akhirnya melihat kebenarannya. Lukas hanya menggunakan kecemburuanku sebagai kedok untuk terang-terangan menggoda dan mempertahankan hubungan yang ambigu dengan Bella. Meskipun aku tidak pernah melihat pesan enkripsi itu, dia juga pasti akan mencari alasan lain untuk bersama Bella.

Saat kembali dari pulau, Lukas dan Bella bersikap seolah-olah mereka hanya atasan dan bawahan. Namun, aku bisa mencium parfum Bella di pakaian Lukas.

Semua itu sudah tidak penting lagi. Setelah menghabiskan waktu lima tahun dalam bahaya, semuanya akhirnya berakhir. Aku sudah lelah dengan permainan ini.

Setelah mengetik angka terakhir dan menyimpan laporan yang telah diproses, aku membuka ponselku dan melihat beberapa pembaruan yang diunggah Bella. Foto-foto itu diambil dari kasino bawah tanah yang sangat privasi dan Lukas sedang mendominasi meja poker dengan tumpukan cip bernilai jutaan dolar di depannya.

Bella mengenakan gaun berkerah V yang rendah dan dadanya menempel pada lengan Lukas dan memiliki keterangan pada fotonya.

[ Malam ini bos pemberaniku memanjakanku lagi. Semua orang bercanda dan bilang aku adalah orang yang paling penting baginya. ]

Di kolom komentar, ada banyak rekan kerja yang memuji keduanya sebagai pasangan yang sempurna. Orang-orang yang tidak tahu hubunganku dengan Lukas malah bertanya kapan bisa menghadiri pernikahan mereka. Lukas membalas dengan tanda elipsis, sedangkan Bella mengirim emoji nakal. Sama seperti biasanya, tidak ada klarifikasi dari mereka.

Aku yang dahulu pasti sudah gemetar karena cemburu. Aku akan segera melakukan panggilan enkripsi untuk menanyai Lukas, lalu kembali disebut wanita gila yang tidak rasional. Namun hari ini, aku hanya mengirim pesan bahwa pembukuan sudah selesai dan meletakkan berkas-berkas itu di kantornya. Aku bahkan membersihkan gelas-gelas sesuai permintaannya, lalu menyetir pulang.

Begitu aku masuk ke dalam mobil, ponselku berdering.

"Elara, pembukuannya sudah selesai? Maaf ya, lain kali aku akan traktir kamu makan malam."

Begitu aku mengangkat telepon itu, langsung terdengar tawa manis Bella yang dibuat-buat dari seberang telepon.

Sebelum aku sempat berbicara, suara berat Lukas sudah memotong, "Jangan buang-buang napas untuk dia. Dia sendiri yang menyerahkan bisnis inti itu, sekarang tugasnya jadi asistenmu dan menghitung semua kuitansi."

"Bos, jangan bilang begitu. Bagaimanapun juga, Elara itu tunanganmu, jangan terlalu keras padanya," kata Bella dengan manja. Cara mereka saling menggoda terdengar begitu santai, seolah-olah mereka adalah pasangan yang sudah menikah.

Sudut bibirku berkedut, lalu tersenyum tipis. Ponsel aman itu menyimpan jalur kehidupan dari seluruh mafia di Velmani. Dulu, jika aku meliriknya sedikit saja, Lukas akan langsung menuduhku melewati batasan. Kini, dia malah melemparkan ponsel itu pada Bella untuk dipamerkan seperti mainan. Ternyata dia sudah lama memutuskan siapa yang lebih penting.

Namun, hatiku malah merasa sangat tenang. Pengkhianatan yang dulu aku pikir akan terasa begitu menyakitkan pun, kini terasa seperti tidak apa-apa lagi.

Setelah mengobrol dan tertawa bersama Bella untuk beberapa saat, mungkin Lukas baru ingat aku masih tersambung di telepon. Dia pun berkata dengan asal-asalan, "Sebentar lagi aku pulang. Jangan tunggu aku, istirahat saja."

Setelah itu, Lukas menutup teleponnya.

Kata "sebentar lagi" yang dimaksud Lukas selalu berarti setidaknya empat atau lima jam. Dulu, aku selalu menunggunya pulang dengan gelisah dan cemas. Namun, malam ini aku hanya menyalakan mobil dan kembali ke apartemenku.

Saat membuka pintu, pandanganku langsung tertuju pada kalender di dinding. Tepat sebelum Lukas meninggalkanku yang sedang demam tinggi karena kelelahan dan pergi berlibur ke pulau bersama Bella, aku memanfaatkan kelengahannya. Aku memberikan perjanjian pembubaran yang sudah disamarkan sebagai surat pelepasan tanggung jawab medis.

Karena pandangan Lukas hanya tertuju pada Bella, dia langsung menandatangani perjanjian itu tanpa melihat isinya. Tiga hari lagi, perjanjian itu akan berlaku dan aku bisa meninggalkan kekacauan ini setelah serah terimanya selesai.

Aku terdiam sejenak, lalu menelepon mantan profesorku di lembaga riset di Serami. Karena Lukas, aku telah melepaskan bakat alamiku dalam bidang ekonomi dan meninggalkan riset akademik mendalamku untuk mengurus pembukuan keluarganya. Profesorku sempat berusaha keras menghentikanku, tetapi aku tetap bersikeras melakukannya tanpa pikir panjang.

Setelah dipikirkan lagi sekarang, aku benar-benar merasa sangat bodoh. Pria bisa berubah-ubah, tetapi kapitalisme akan selalu tetap sama.

Saat profesor mengangkat telepon, aku memberitahunya aku berencana untuk kembali ke tim penelitian. Aku sudah bersiap untuk dimarahi, tetapi dia hanya menghela napas panjang. Dia bilang dia sudah mengetahui situasiku di Velmani dan selalu menyiapkan posisi untukku.

"Tapi, kali ini kamu benar-benar sudah siap memutuskan semua hubungan?" tanya profesor.

Aku menundukkan kepala, lalu berkata dengan tegas. "Ya, Pak. Perjanjian pembubarannya sudah beres."

"Perjanjian pembubaran? Perjanjian apa?"

Tiba-tiba, terdengar sebuah suara yang dingin dari belakangku yang memecah suasana.

Seluruh tubuhku langsung menjadi tegang, lalu berbalik. Lukas yang seharusnya berada di kasino, kini ternyata sedang berdiri di ambang pintu rumah aman, tempat yang seharusnya tidak bisa dimasukinya.
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
10 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status