Share

BAB 141 - MENINGGAL

Penulis: Memey Yin
last update Tanggal publikasi: 2026-03-15 21:40:24

“Kamu kenapa menatap kami seperti itu, Dewi?”

Ayesha bertanya kala melihat Dewi menatap mereka tanpa berkedip. Ia tersenyum. Berhasil menggoyahkan pertahanan gadis itu. Dengan sengaja ia mempertontonkan kemesraan bersama sang suami saat gadis itu mengantar minuman.

Sengaja.

Biar terbakar sekalian.

“Tidak apa-apa, Nyonya. Hanya kagum dengan keluarga Anda yang harmonis. Memiliki anak dan suami yang manis. Saya berharap suatu nanti bisa mendapatkan suami seperti Tuan Alfan.”

Ayesha terkekeh pelan.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pernikahan Rahasia Suamiku   BAB 144 - AKHIR PERJALANAN & MENJEMPUT BAHAGIA

    Sebelum Dewi tertangkap, Alfan sudah bergerak lebih dulu. Ia bukan tipe pria yang menunggu sampai musuh menyerang dua kali. Di ruang kerjanya malam itu, Alfan berdiri di depan jendela besar sambil menatap taman belakang rumahnya. Di belakangnya, Putu Hendra membuka beberapa berkas tebal di atas meja. “Semua sudah kita kumpulkan,” ujarnya. Alfan menoleh. “Seberapa besar?” “Lebih besar dari yang kita kira.” Putu mendorong satu map ke depan. “Perusahaan keluarga Dewi ternyata hanya kedok.” Alfan membuka berkas itu perlahan. Isinya membuat rahangnya mengeras. Pencucian uang. Perdagangan ilegal. Pemalsuan dokumen impor. Nama keluarga itu muncul di hampir semua laporan. “Sudah berapa lama?” tanya Alfan. “Bertahun-tahun.” Putu menunjuk beberapa halaman lain. “Yang paling menarik mereka menggunakan jaringan agen penyalur tenaga kerja sebagai jalur transaksi.” Alfan langsung teringat sesuatu. Agen tempat Dewi mendaftar. “Jadi itu sebabnya mereka bisa menyusupkan Dewi ke rumahku,

  • Pernikahan Rahasia Suamiku   BAB 143 - AKHIR KEJAHATAN

    Dewi masih menatap foto di tangannya dengan wajah pucat. Tangannya gemetar, tetapi ia berusaha menahan diri agar tidak terlihat panik.“Saya hanya keluar sebentar malam itu,” katanya akhirnya.Alfan tertawa pendek. “Keluar sebentar?” ulangnya pelan. Ia berjalan mendekat, lalu meletakkan kedua tangannya di meja di depan Dewi. “Keluar sebentar sampai bertemu seseorang di luar pagar rumah? Di tengah malam. Diam-diam pula.”Tubuh Dewi menegang. “Saya tidak tahu maksud Tuan.”Putu Hendra menyilangkan tangan. “Jangan berpura-pura bodoh. Foto itu jelas menunjukkan kamu berbicara dengan seseorang.”Dewi menelan ludah. “Itu hanya orang yang salah alamat.”Alfan menatapnya tanpa berkedip. “Lalu kenapa Nena yang melihat kalian justru mati satu jam kemudian?”Kalimat itu membuat Dewi kehilangan kata-kata. Namun ia masih mencoba mempertahankan jawabannya.“Bagaimana Tuan bisa menuduh saya seperti itu? Saya juga sedih atas kematian Nena.”Alfan berdiri tegak. Tatapannya berubah tajam.“Kalau begitu

  • Pernikahan Rahasia Suamiku   BAB 142 - RAHASIA NENA

    “Kami menemukan ini. Seratus meter dari lokasi kejadian.”Seorang polisi menyerahkan plastik klip bening berisi ponsel dan dompet milik Nena.Alfan menerima benda itu dengan wajah kaku. “Tidak ada penyelidikan?” tanyanya tajam.“Kami akan tetap memburu pelaku, Tuan,” jawab polisi itu hati-hati. “Kesimpulan sementara tabrak lari. Namun kasus bisa naik kapan saja jika pelaku tertangkap dan motifnya terungkap.”“Plat mobil yang digunakan tidak terdaftar. Jadi cukup sulit untuk mengidentifikasi.”Rahang Alfan mengeras.“Terima kasih. Tolong lakukan apa saja untuk menangkap pelaku. Ini menyangkut nyawa seseorang.”“Lakukan yang terbaik.”Polisi itu mengangguk hormat sebelum akhirnya pergi meninggalkan rumah besar itu.Usai para petugas pergi, Alfan berdiri lama di ruang tamu. Plastik berisi ponsel Nena masih berada di tangannya.Tatapannya kosong.Tabrak lari.Kalimat itu terus berputar di kepalanya.Namun, entah kenapa … Hatinya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres.Dengan langkah bera

  • Pernikahan Rahasia Suamiku   BAB 141 - MENINGGAL

    “Kamu kenapa menatap kami seperti itu, Dewi?”Ayesha bertanya kala melihat Dewi menatap mereka tanpa berkedip. Ia tersenyum. Berhasil menggoyahkan pertahanan gadis itu. Dengan sengaja ia mempertontonkan kemesraan bersama sang suami saat gadis itu mengantar minuman.Sengaja.Biar terbakar sekalian.“Tidak apa-apa, Nyonya. Hanya kagum dengan keluarga Anda yang harmonis. Memiliki anak dan suami yang manis. Saya berharap suatu nanti bisa mendapatkan suami seperti Tuan Alfan.”Ayesha terkekeh pelan. “Kamu tidak tahu saja sebrengsek apa suamiku dulu.”“Maksudnya, Nyonya?”“Aku tidak ingin mengumbar aib suamiku, tapi apa yang kamu lihat manis hari ini adalah buah dari apa yang telah kami lewati. Jika hari ini kami masih bersama, itu karena takdir Tuhan yang masih memberi kami kesempatan kedua.”Alfan mengeratkan pelukan, lalu mengecup kening sang istri singkat. “Terima kasih karena masih mau menerimaku.”“Mom, Dad, yang benar saja. Jangan mengumbar kemesraan di depan anak kecil.” Arzen prote

  • Pernikahan Rahasia Suamiku   BAB 140 - SENGGATA DEWI AMBARANI

    Dewi menggenggam erat pintu kamar mandi, tubuhnya benar-benar tak terkendali. Wajahnya memerah, keringat bercucuran, napasnya terengah. Bayangan Alfan seolah mengepung dari segala sisi. Membuat tubuhnya semakin bergetar hebat menahan ledakan gairah yang membuncah. “Kenapa bisa begini?!” desisnya panik. Ia tak menyangka obat itu justru berbalik melawan dirinya. Ketukan keras di pintu membuat jantungnya hampir meloncat. “Dewi, kamu kenapa?” suara Nena terdengar keras. “Tidak apa-apa, Mbak. Perutku melilit sekali,” sahut Dewi dengan suara gemetar, berusaha menormalkan nada suaranya. Panik menyeruak. Buru-buru membasuh wajahnya dengan air dingin, lalu membuka pintu sedikit. “Maaf, Mbak. Aku tadi masih di kamar mandi. Panas sekali rasanya.” Nena mengamati wajah Dewi yang basah, pipinya merah padam, tubuhnya bergetar pelan. “Kamu sakit?” tanyanya curiga. “Cuma kecapekan, Mbak.” Dewi tersenyum kaku, berusaha menutup pintu lagi. Namun, tatapan tajam Nena menelisik hingga ke hatinya. “K

  • Pernikahan Rahasia Suamiku   BAB 139 - SENJATA MAKAN TUAN

    “Mas, kamu baik-baik saja, kan?” Ayesha yang sejak pagi gelisah, menghubungi suaminya.“Ada apa?” tanya Alfan dengan nada heran.“Tidak apa-apa, hanya saja perasaanku tidak enak.”“Cepatlah pulang. Sepertinya kamu sangat merindukanku,” godanya sambil terkekeh.“Aku serius, Mas!” desis Ayesha.“Semuanya baik-baik saja, Sayang. Cepatlah pulang. Aku merindukanmu.”Ayesha singkirkan perasaan itu dari dalam dirinya. Namun, ketukan pintu di kamarnya membuat wanita itu berpaling.Di depan pintu, kliennya berdiri dengan senyum lebar. Seolah bisa menebak apa yang terjadi, Ayesha langsung menggeleng tegas.“Kali ini tidak ada tawar menawar lagi, Nona. Sudah cukup saya memaklumi permintaanmu.”“Hanya kali ini saja, Nyonya. Saya mohon.”“Saya tidak bisa.”“Saya akan membayar waktu Anda selama di sini.”Ayesha lemparkan senyum lebar, garis halus di sekitar matanya terlihat samar. “Ini bukan tentang nominal, Nona. Ini soal rasa profesional. Kesepakatan Anda sudah terlalu melenceng jauh. Demi bertah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status