Share

Bab 8

Author: Dandelion
last update Last Updated: 2025-10-20 19:16:48
Bayu mencium sebentar bibir Katerina, lalu melepaskan tanktop yang istrinya pakai. Seketika ia terpesona dengan pemandangan dua bagian tubuh sang istri yang akhir-akhir ini menghantui pkirannya, dilihat buah dada itu tanpa henti membuat Katerina langsung menutupinya dengan kedua tangan.

Bayu menatap mata Katerina, tangannya mencoba menarik tangan sang istri ke atas kepala, wajahnya menunduk sambl berbisik di sampin telinga istrinya, “Jangan ditutupi, biarkan saya lihat kedua benda indah itu, Katerina.”

Suara itu membuat tubuh Katerina merinding, napasnya semakin tidak beraturan, tubuhnya semakin panas. Ia bahkan belum menjawab ketika bibir Bayu mencium lehernya, melumat, menghisapnya hingga meninggalkan bekas kemerahan.

Satu tangan pria itu meremas buah dada Katerina bergantian, lalu ciumannya turun ke bahu lalu ke dadanya

“Ahh..”

Katerina akhirnya mendesah, saat Bayu mulai memainkan lidahnya di pucuk salah satu dadanya. Tubuh Katerina mulai bergerak-gerak menahan geli dan rasa y
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 151

    Bayu bisa melihat keterkejutan di wajah Katerina. Ia tahu kedatangannya ini tiba-tiba, pasti mantan istrinya tak pernah menduga ia akan menemuinya. Matanya lalu melihat anak kecil yang berdiri di sebelah perempuan itu, lalu tubuhnya yang mungil berangsur mundur bersembunyi di balik tubuh Katerina saat matanya tak sengaja menatap mata kecilnya. Apakah anak itu takut padanya? Tapi sepertinya tidak, ia bisa melihat anak itu curi-curi pandang ke arahnya. Lucu sekali, siapa kira-kira namanya? “Kamu mau bicara apa?” Suara Katerina mengalihkan perhatiannya, membuatnya kembali mendongak menatap mata sang mantan istri. Untuk sesaat ia terpaku, tatapan mata perempuan itu tak lagi sama. Tidak lagi memancarkan luka seperti saat terakhir kali mereka bertemu di pengadilan tiga tahun lalu, kini tatapan itu datar. Mungkin sudah tak ada perasaan apa pun lagi untuknya di hati Katerina dan itu membuat hatinya terluka. Bukankah seharusnya Bayu tak merasakan itu? Ia yang dulu menghianati perempuan itu

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 150

    Katerina masih diam di tempatnya. Saat ia mulai sadar dan berniat menghampiri Daniel, anak perempuan yang bernama Riri itu justru menghampirinya."Tante, ini cilok buat Tante." Ucapnya sambil menyodorkan satu bungkus cilok tanpa sambal dan kecap."Eh, terima kasih." Balas Katerina, menerima pemberian Riri."Pasti Tante temannya Ibu, ya? Jadi aku beliin cilok juga." Lanjut Riri dengan ceria, berbanding terbalik dengan keadaan orang tuanya yang tak akur.Katerina tersenyum ramah, lalu tak lama setelahnya anak itu berbicara dengan ayahnya. Laki-laki itu lalu berpamitan pada perempuan yang duduk di sampingnya dan hanya dibalas dengan anggukan dan senyum singkat. Katerina yakin itu juga terpaksa, karena ada anak di sekitar mereka."Maaf ya, Mbak tadi jadi dengerin masalah saya. Maaf kalau buat Mbak nggak nyaman." Ucap perempuan itu pada Katerina."Saya juga minta maaf, Mbak karena jadi tahu masalahnya. Saya nggak bermaksud menguping." Katerina juga sebenarnya merasa tak enak mendengarkan p

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 149

    "Terima kasih, Matt. Mari mampir dulu ke rumah kakak saya."Katerina yang akan keluar dari mobil Matthias tak lupa menawari laki-laki itu untuk singgah sebentar di rumah Andrea. Namun sayangnya tawaran itu langsung dijawab gelengan oleh Matthias."Terima kasih, Kate. Tapi mungkin lain kali saja, ya. Saya ada urusan dengan rekan-rekan pengajar."Ia pun tak memaksa dan hanya mengangguk membiarkan mobil Matthias berlalu dari depan rumah Andrea. Setelahnya ia masuk ke dalam sambil mengendong Daniel yang tidur terlelap.Membaringkan tubuh anaknya ke ranjang, Katerina tak buru-buru keluar dari kamar. Ia memandangi wajah sang anak yang sangat mirip dengan ayahnya. Tak heran jika tadi anaknya itu bertanya saat melihat Bayu, mungkin Daniel sadar dengan kemiripan mereka. Mungkinkah Bayu juga sadar akan hal itu?Jujur saja ia cemas, gelisah, dan takut jika Bayu mengetahui semuanya dan tak terima karena ia menyembunyikan anaknya selama ini. Mungkinkah laki-laki itu akan mengambil Daniel darinya?

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 148 - Bayu Dan Daniel

    Bayu terpaku di tempatnya. Tidak hanya pertemuannya dengan Katerina yang membuatnya terkejut, tapi juga karena anak kecil yang memanggil Katerina dengan sebutan 'Mama' sangat mirip dengannya. Apa sekarang ia sedang bermimpi?Mulutnya sudah terbuka, tapi lidahnya kelu, semua katanya seperti tertahan di tenggorokan. Jantungnya berdebar kencang, debarannya sama seperti saat ia terbangun dari mimpinya waktu itu."Mama... Mama..."Suara itu kembali terdengar, membuat Bayu terus menatap anak itu. Ia ingat di depannya ini adalah anak yang sama seperti kemarin yang hampir tertabrak mobilnya.Saat ia kembali menatap Katerina, ia melihat mantan istrinya itu masih terdiam bahkan seolah tidak mendengar suara anak yang sedang memanggilnya sampai_"Katerina."Panggil seorang laki-laki yang sedari tadi berdiri di belakang perempuan itu. Laki-laki itu juga menepuk pundak Katerina pelan hingga membuatnya menoleh.Bayu menyipitkan kedua matanya, bertanya-tanya siapa gerangan laki-laki itu? Terlihat beg

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 147

    Katerina kembali ke meja di mana Daniel, Matthias, Salsa dan Ben berada di sana. Tangannya membawa dua piring berisi makanan untuknya dan Daniel. Dari kejauhan ia bisa melihat anaknya sudah kembali ceria dan kini sedang bercanda dengan Salsa. Rasa lega menyelimuti hatinya.Tidak ada hal paling membahagiakan bagi seorang ibu selain melihat anaknya tersenyum bahagia."Niel, sini makan dulu. Mama ambilin ayam kecap."Daniel memang suka sekali dengan ayam kecap. Anak itu akan makan sangat lahap jika dengan lauk itu.Kini anaknya kembali berpindah ke pangkuan Katerina, makannya minta disuapi sang ibu meski Salsa sudah menawarkan diri untuk melakukannya."Kalian ambil makan saja dulu, biar kita makan sama-sama." Ucap Katerina pada Salsa, Ben, dan juga Matthias."Untuk Ben dan Matthias, semoga makanannya cocok di lidah kalian, ya." LanjutnyaMereka tertawa mendengar apa yang dikatakan Katerina. Memang benar lidah orang Indonesia dengan orang Eropa pasti berbeda. Terlebih di hampir semua maka

  • Pernikahan Yang Tak Kupilih   Bab 146

    "Niel digendong sama Uncle aja, mau?" Andrea mengulurkan tangannya kepada Daniel yang masih berada di gendongan Katerina. Namun anak itu menggeleng, tidak mau lepas dari gendongan sang ibu. "Biar Papa saja yang berdiri di sebelah Elsa. Kamu ke sini, Nak." Ucapnya pada Katerina yang masih melirik tajam pada Elsa. Akhirnya tanpa berkata apa-apa, Katerina berpindah tempat dengan masih menggendong Daniel. Nanti setelah acara ini selesai, ia akan membuat perhitungan dengan Elsa. Apa sebenarnya masalah perempuan itu dengannya? Sesaat setelah mereka selesai berfoto bersama, Katerina langsung turun dari panggung pelaminan dan saat akan duduk untuk memangku Daniel, suara Salsa tiba-tiba terdengar. "Hallo, ponakan Onty." Daniel yang biasanya langsung menyambut sapaan itu dengan ceria, kali ini tidak. Wajahnya masih tertekuk di pundak Katerina. Hal itu tentu saja membuat Salsa, Ben, dan juga Matthias bingung. Mereka bertiga memang datang bersama ke pernikahan Andrea. "Kenapa?" Salsa berbisi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status