共有

Bab 73

作者: Stary Dream
last update 公開日: 2026-06-08 20:20:17

Arkan terkesiap saat melihat foto yang terpampang di layar ponsel istrinya. Yaitu, fotonya bersama Nindi yang tengah makan bersama di restoran hotel.

Matanya pun menggelepar menatap Aluna supaya tak terjadi kesalah pahaman.

"Sayang... kamu salah paham."

"Jadi pertemuan di hotel itu hanya alasan? Ternyata kamu menghabiskan waktu tiga hari dua malam dengan mantan kekasihmu di ranjang yang sama?"

Mata Arkan melotot. "Aluna jangan sembarangan menuduh! Dengar du
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (10)
goodnovel comment avatar
Alan Nasution
mnurutku ,bab ini trllu dipksakan.krna bab2 sblumnya,bsa kita liat pnysalan arkan,dan upaya pnbusannya,tpi bab ini udh kyak gak pduli dia.tpi ya bgus dah, clear smuanya.balik2 apartemen sdah kosong.
goodnovel comment avatar
lathifah nurul asi
dah pergi aja Aluna ,lanjut kak
goodnovel comment avatar
Adfazha
Kalo Aluna pergi apa Arkan mencari mlh mgkn mlh jd kesempatan dy tuk bs bebas bersma Nindi & cindy, Arkan emang baik pya empati tinggi sygnya bkn tuk anak istri tp mlh buat Nindi sang mantan cinta sejati, nyesek Aluna baby blues urus twin eh mlh mw dimskin RSJ bnr2 Arkan Gila
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 104

    "Bagaimana keadaan Arkan, mbak?"Pada siang hari Farah datang seorang diri mengunjungi keponakannya. Di atas ranjang Arkan terlihat masih tertidur dengan nyenyak."Begitulah. Tadi masih ada muntah dua kali. Makannya juga masih sedikit.""Kasihan sekali.." gumam Farah memandang lekat Arkan. "Dari hasil usg juga ditemukan tukak di lambungnya.." sambung Fiona."Oh, apa itu?""Semacam sakit yang lumayan parah di lambung. Arkan memang ada sakit maag. Biasanya dia rutin minum obat. Tapi.. beberapa bulan ke belakang Arkan nggak memperhatikan dirinya sendiri. Dia makan atau tidak aku juga kadang tidak tahu."Fiona jadi merasa bersalah karena kurang perhatian pada putra tunggalnya. Ah, bukan karena tidak perhatian. Lebih tepatnya Arkan yang tak mau menerima kasih sayang dari ibunya sendiri."Apa mbak Fiona sudah memberitahu Arkan kalau kita sudah menemukan anak-anaknya?"Fiona mendelik ke arah adiknya. Wanita i

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 103

    Arkan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami muntah hebat. Hasil pemeriksaan dokter, Arkan mengalami dehidrasi tingkat sedang disertai dengan gastritis. Pria ini pun membutuhkan perawatan lebih lanjut. "Arkan.." lirih Fiona memanggil sambil menangis. Mendengar suara itu membuat mata Arkan yang terpejam jadi terbuka. Ia pun menatap ibunya dengan mata yang memerah. Pedih sekali hati Fiona melihat keadaan putranya saat ini. Ada selang infus yang terikat di tangannya. Begitu juga dengan wajah Arkan yang pucat pasih. Fiona meminta ampunan kepada Yang Kuasa karena selama ini tak memperhatikan kondisi putranya. "Nak.. apa yang terjadi?" "Aku nggak apa-apa." Jawab Arkan dengan helaan nafas berat. Fiona menggeleng sambil menangis. Dia sungguh bersedih dengan keadaan putranya. Kabar sakitnya Arkan juga sampai ke telinga keluarga besar, termasuk Brastya. Saat Aamir pulang ke rumah, ayahnya ini langsung mengajukan pertanyaan. "Arkan dirawat di rumah sakit." Ucap Brastya mema

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 102

    "Aluna.." Farah menatap tak percaya ke arah wanita cantik yang berada di sisi Aamir. Aluna yang melihat wanita parah baya itu bergegas menyembunyikan anak kembarnya ke belakang. "Tante. Adel!" Aamir terkejut bukan main. "Sedang apa kalian disini?" "Kami ingin membeli makan siang. Jadi mampir kemari." Jawab Adelina masih terperangah. "Apa itu benar kamu, mbak Aluna?" Tanyanya. "Iya." Sahut Aluna dengan mulut bergetar. Dia lalu memandang Langit. "Langit." Langit mengerti. "Ayo kita pergi!" "Aluna!" Cegah Aamir. "Aluna." Kini Farah ikut memanggil. Matanya beralih pada dua anak kecil yang bersembunyi di balik tubuh ibunya. "Itu anakmu?" "Iya, anakku." Kedua tangan Aluna menggenggam kedua anaknya. Ia lalu berjalan melewati Farah dan Adel sambil dikawal oleh Langit. "Aluna!" Panggil Aamir mengejar. Pria ini tak memperdulikan kehadiran Farah

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 101

    "Sepertinya kita tidak perlu menyewa jasa influencer lagi. Percuma!" Langit menyahuti perkataan Aluna saat morning meeting hari itu. "Kenapa, Langit? Apa kamu sudah putus asa?" Bagaimana tidak? Hampir satu bulan, ayam bakar langit itu beroperasi dan selama itu juga warung ayam geprek ini kehilangan pelanggan. Benar. Komentar ataupun ulasan negatif sudah tak ada lagi. Tapi capaian pelanggan yang datang merosot sampai 50%. Lama-lama kalau begini Langit bisa bangkrut juga. Apalagi ia tengah mengembangkan cabang di tempat lain. "Aku punya ide lain. Pasang banner saja diluar sana. Untuk pembelian dua porsi nasi ayam kita berikan gratis satu porsi. Tulis dengan huruf yang besar untuk menarik pelanggan! Ah, satu lagi, Endang. Menyamar lah menjadi pembeli di restoran ayam bakar depan. Aku ingin lihat apa yang menjadi daya tarik mereka!" Langit memberikan perintah. "S

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 100

    "Mas Aamirr.." Astaga! Aluna sampai menatap wajah Langit yang semakin masam tak sedap dipandang. Di depan sana ada Aamir yang baru turun dari mobilnya. Pria itu seperti biasa memberikan senyum cerahnya. Kepribadiannya yang hangat membuat semua orang merasa nyaman akan kehadirannya. Tapi bagi Langit, Aamir bak guntur yang menyuramkan suasana hatinya. Ketika melihat pria itu berjalan mendekat ke arah Aluna, Langit sampai mendengkus kesal. "Hai, Aluna. Mawar bilang udah dua minggu kamu nggak ke salon. Jadi aku kemari!" Ujarnya terkekeh. "Hai, mas." Balas Aluna tersendat. "Aku lagi sibuk di warung makan." "Begitu, ya?" Aamir lalu memperhatikan warung makan yang tak memiliki pengunjung serta sang pemilik yang menatap dengan mata gagaknya dari jauh. "Hai, Langit. Apa kabar?" "Baik." Jawab Langit ketus. "Mau makan disini atau bawa pulang??" Lang

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 99

    "Aku nggak suka kamu terlalu dekat dengan pria itu. Kamu tahu kalau Aamir itu bagian dari keluarga mantan suamimu, tapi kenapa kamu masih mau berdekatan dengannya?" Aluna sampai terperangah mendengar ucapan Langit. Pria itu nampak menggerutu selama perjalanan pulang ke rumah sewa. "Sudah kukatakan kalau mas Aamir itu berbeda, Langit. Dia baik padaku." "Aahhh!" Langit menggeleng. "Aku tahu betul watak pria itu, Aluna. Bisa jadi kebaikannya sekarang karena diam-diam ingin mengambil hak asuh anak-anakmu untuk Arkan!" Aluna tersentak akan ucapan langit. "Pikir saja, Aluna! Kamu sekarang berjuang sendirian menafkahi dua anakmu. Dan Aamir pasti mencari cela agar bisa membantu sepupunya mengambil mereka." "Tidak mungkin mas Aamir melakukan itu." Sela Aluna. "Pegang saja ucapanku, Aluna." Sahut Langit serius. Aluna jadi gelis

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 78

    "Apa kabar Aluna?" Suara itu terdengar tegas. Mata itu menatapnya dengan kuat seperti biasa. Tapi tidak hangat. Sorot mata itu berubah dingin. Entah mengapa bisa membuat Aluna menggigil seketika. Pria itu dulu pernah menjadi teman masa kecilnya. Tetangganya yang dulu

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 77

    Aluna menaruh ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Ia lalu membiarkan dirinya tenggelam dalam tangisan sesaat. Biarkanlah emosi ini diluapkannya terlebih dahulu, setelah itu mungkin ia bisa tenang. Empat tahun berumah tangga, manisnya hubungan suami istri hanya bisa dihitu

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 75

    "Aluna!!" Arkan berkeliling apartement mencari istrinya. Nama Aluna terus diteriakkan. Dia hampir frustasi namun bisa berpikiran positif. Istrinya tak mungkin pergi jauh. Ya, itu benar. Dia tak akan kemana-mana. Di dunia ini Aluna hanya memiliki dirinya. Pasti Aluna

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 74

    "Mas Arkan! Tolong!"Suara itu nyaring terdengar hingga membuat Arkan berpacu dengan mobilnya. Rasanya Arkan takut sekali jika terjadi sesuatu pada dua perempuan tersebut. Entah kenapa perasaan ingjn melindungi ini terbit lagi.Arkan tiba di yayasan dan menerjang pintu masuk. Di

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status