Share

Bab 91

Author: Stary Dream
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-17 20:47:12

"Sedang apa anda disini? Ingin menyakiti Aluna lagi??! Enyahlah!" Langit berang dan mendekati meja dimana Aluna dan Aamir sedang duduk berhadapan.

"Langit.." tegur Aluna terkejut.

"Pergi dari sini! Setelah menelantarkan istri dan anak-anak jangan harap kalau ada kesempatan kedua untukmu! Pergi!" Bentak Langit emosi.

Sedangkan, Aamir terperangah. Sepertinya pria berkumis tipis itu sudah salah paham padanya.

"Maaf, saya tidak mengerti
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adfazha
Titik terendah Arkan stlh berpisah menyesal pun tiada guna kna Luka dihati Aluna membuatnya trauma
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 104

    "Bagaimana keadaan Arkan, mbak?"Pada siang hari Farah datang seorang diri mengunjungi keponakannya. Di atas ranjang Arkan terlihat masih tertidur dengan nyenyak."Begitulah. Tadi masih ada muntah dua kali. Makannya juga masih sedikit.""Kasihan sekali.." gumam Farah memandang lekat Arkan. "Dari hasil usg juga ditemukan tukak di lambungnya.." sambung Fiona."Oh, apa itu?""Semacam sakit yang lumayan parah di lambung. Arkan memang ada sakit maag. Biasanya dia rutin minum obat. Tapi.. beberapa bulan ke belakang Arkan nggak memperhatikan dirinya sendiri. Dia makan atau tidak aku juga kadang tidak tahu."Fiona jadi merasa bersalah karena kurang perhatian pada putra tunggalnya. Ah, bukan karena tidak perhatian. Lebih tepatnya Arkan yang tak mau menerima kasih sayang dari ibunya sendiri."Apa mbak Fiona sudah memberitahu Arkan kalau kita sudah menemukan anak-anaknya?"Fiona mendelik ke arah adiknya. Wanita i

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 103

    Arkan dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami muntah hebat. Hasil pemeriksaan dokter, Arkan mengalami dehidrasi tingkat sedang disertai dengan gastritis. Pria ini pun membutuhkan perawatan lebih lanjut. "Arkan.." lirih Fiona memanggil sambil menangis. Mendengar suara itu membuat mata Arkan yang terpejam jadi terbuka. Ia pun menatap ibunya dengan mata yang memerah. Pedih sekali hati Fiona melihat keadaan putranya saat ini. Ada selang infus yang terikat di tangannya. Begitu juga dengan wajah Arkan yang pucat pasih. Fiona meminta ampunan kepada Yang Kuasa karena selama ini tak memperhatikan kondisi putranya. "Nak.. apa yang terjadi?" "Aku nggak apa-apa." Jawab Arkan dengan helaan nafas berat. Fiona menggeleng sambil menangis. Dia sungguh bersedih dengan keadaan putranya. Kabar sakitnya Arkan juga sampai ke telinga keluarga besar, termasuk Brastya. Saat Aamir pulang ke rumah, ayahnya ini langsung mengajukan pertanyaan. "Arkan dirawat di rumah sakit." Ucap Brastya mema

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 102

    "Aluna.." Farah menatap tak percaya ke arah wanita cantik yang berada di sisi Aamir. Aluna yang melihat wanita parah baya itu bergegas menyembunyikan anak kembarnya ke belakang. "Tante. Adel!" Aamir terkejut bukan main. "Sedang apa kalian disini?" "Kami ingin membeli makan siang. Jadi mampir kemari." Jawab Adelina masih terperangah. "Apa itu benar kamu, mbak Aluna?" Tanyanya. "Iya." Sahut Aluna dengan mulut bergetar. Dia lalu memandang Langit. "Langit." Langit mengerti. "Ayo kita pergi!" "Aluna!" Cegah Aamir. "Aluna." Kini Farah ikut memanggil. Matanya beralih pada dua anak kecil yang bersembunyi di balik tubuh ibunya. "Itu anakmu?" "Iya, anakku." Kedua tangan Aluna menggenggam kedua anaknya. Ia lalu berjalan melewati Farah dan Adel sambil dikawal oleh Langit. "Aluna!" Panggil Aamir mengejar. Pria ini tak memperdulikan kehadiran Farah

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 101

    "Sepertinya kita tidak perlu menyewa jasa influencer lagi. Percuma!" Langit menyahuti perkataan Aluna saat morning meeting hari itu. "Kenapa, Langit? Apa kamu sudah putus asa?" Bagaimana tidak? Hampir satu bulan, ayam bakar langit itu beroperasi dan selama itu juga warung ayam geprek ini kehilangan pelanggan. Benar. Komentar ataupun ulasan negatif sudah tak ada lagi. Tapi capaian pelanggan yang datang merosot sampai 50%. Lama-lama kalau begini Langit bisa bangkrut juga. Apalagi ia tengah mengembangkan cabang di tempat lain. "Aku punya ide lain. Pasang banner saja diluar sana. Untuk pembelian dua porsi nasi ayam kita berikan gratis satu porsi. Tulis dengan huruf yang besar untuk menarik pelanggan! Ah, satu lagi, Endang. Menyamar lah menjadi pembeli di restoran ayam bakar depan. Aku ingin lihat apa yang menjadi daya tarik mereka!" Langit memberikan perintah. "S

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 100

    "Mas Aamirr.." Astaga! Aluna sampai menatap wajah Langit yang semakin masam tak sedap dipandang. Di depan sana ada Aamir yang baru turun dari mobilnya. Pria itu seperti biasa memberikan senyum cerahnya. Kepribadiannya yang hangat membuat semua orang merasa nyaman akan kehadirannya. Tapi bagi Langit, Aamir bak guntur yang menyuramkan suasana hatinya. Ketika melihat pria itu berjalan mendekat ke arah Aluna, Langit sampai mendengkus kesal. "Hai, Aluna. Mawar bilang udah dua minggu kamu nggak ke salon. Jadi aku kemari!" Ujarnya terkekeh. "Hai, mas." Balas Aluna tersendat. "Aku lagi sibuk di warung makan." "Begitu, ya?" Aamir lalu memperhatikan warung makan yang tak memiliki pengunjung serta sang pemilik yang menatap dengan mata gagaknya dari jauh. "Hai, Langit. Apa kabar?" "Baik." Jawab Langit ketus. "Mau makan disini atau bawa pulang??" Lang

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 99

    "Aku nggak suka kamu terlalu dekat dengan pria itu. Kamu tahu kalau Aamir itu bagian dari keluarga mantan suamimu, tapi kenapa kamu masih mau berdekatan dengannya?" Aluna sampai terperangah mendengar ucapan Langit. Pria itu nampak menggerutu selama perjalanan pulang ke rumah sewa. "Sudah kukatakan kalau mas Aamir itu berbeda, Langit. Dia baik padaku." "Aahhh!" Langit menggeleng. "Aku tahu betul watak pria itu, Aluna. Bisa jadi kebaikannya sekarang karena diam-diam ingin mengambil hak asuh anak-anakmu untuk Arkan!" Aluna tersentak akan ucapan langit. "Pikir saja, Aluna! Kamu sekarang berjuang sendirian menafkahi dua anakmu. Dan Aamir pasti mencari cela agar bisa membantu sepupunya mengambil mereka." "Tidak mungkin mas Aamir melakukan itu." Sela Aluna. "Pegang saja ucapanku, Aluna." Sahut Langit serius. Aluna jadi gelis

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 60

    Tiga bulan kemudian.. "Aluna!" Aluna menoleh. Wanita ini baru saja menghapus make upnya di depan cermin. Saat Aluna mendekat, Mawar memberikan satu set parsel. "Eh apa ini, mbak?" "Lotion, sabun dan lulur. Untukmu dari produk r

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 59

    Arkan mematikan panggilan yang berasal dari Nindi. Sesungguhnya hatinya lemah jika berurusan dengan wanita itu. Tapi dia tak boleh terlena.Aluna sudah diambilnya. Ia sudah berjanji setia di depan Tuhan. Istrinya seorang yatim piatu. Kisahnya bahkan lebih pilu dari Nindi. Tak mungkin Ark

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 58

    "Kita pisah saja, mas. Silahkan kamu kembali pada mantan kekasihmu."Arkan melesatkan pendengarannya. Matanya menatap tak percaya. Mulut itu separuh terbuka. Tidak. Ini tidak mungkin istrinya yang berani mengatakan itu.Tapi setelah melihat betapa seriusnya Aluna memandang, Arka

  • Pesan Mesra Untuk Suamiku   Bab 57

    Aluna menatap wanita itu dengan datar seolah pemandangan tersebut sudah biasa dilihatnya. Ia lalu memusatkan perhatiannya lagi pada penjual yang sedang membuat pesanannya. Sedangkan Nindi yang berbicara begitu enteng main memutar tubuhnya dan menuju ke arah mobil Arkan yang terparkir.Da

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status