Compartilhar

Mulai Over Protective

Autor: LV Edelweiss
last update Data de publicação: 2025-11-08 07:52:50
"Nonton," jawab Langit.

"Nggak, Om. Mendadak ngantuk. Capek juga."

"Oh, ya sudah. Kamu tidur saja ya."

Langit bangkit dan segera berlalu keluar kamar. Entah apa yang akan dia lakukan. Namun sikapnya itu berhasil memancing kembali rasa penasaran Arumi.

Dari balik selimut, dua bola mata indah itu tampak bergerak ke kiri dan ke kanan secara bergantian. Tak lama, bedcover pun tersingkap. Arumi bangkit dan langsung turun dari atas ranjang.

'Om Langit mau ke mana sih?' tanya Arumi dalam
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Sebuah Pengakuan

    Bukannya merespon ucapan Ray, Grace justru terdiam dan terpaku cukup lama. Dua netranya terus menatap pria itu dengan raut wajah yang sulit diartikan. “Grace …,” panggil Ray pelan. “Heuh?” sahut Grace bingung. “Kok malah melamun?”“Eh, maaf, Pak.” Grace buru-buru mengalihkan pandangannya. Melihat gelagat gugup wanita yang pernah menghabiskan malam panas bersamanya dua tahun lalu, Ray pun tersenyum geli. Ia bahkan terkekeh pelan, tawa renyah yang terdengar teramat langka namun begitu merdu di telinga Grace.“Ke–kenapa Bapak tertawa?” tanya Grace polos dan kembali menundukkan wajah. Bukannya menjawab, Ray justru mengulurkan satu tangannya, mengusap lembut puncak kepala Grace sebelum jemari hangatnya bergerak turun menyapu rahang gadis itu, memandu wajah Grace agar kembali menatapnya.“Kenapa? Kamu terkejut mendengarnya?” bisik Raymond dengan nada suara yang begitu lembut, matanya berbinar jenaka sekaligus menyiratkan afeksi yang amat pekat. “Atau ... kamu justru bahagia dengan peng

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Saya Cinta Kamu

    Pintu apartemen Ray terbuka, pria itu mempersilahkan Grace masuk lebih dulu. Tatapan matanya yang berbeda dari biasanya seketika membuat Grace runtuh dalam sekejap. Ray tahu jika pernikahannya tak wajar, tapi kenapa justru ia yang begitu peduli pada Grace? Bukankah harusnya ia yang dihibur?Grace melangkah masuk dengan langkah pelan, nyaris diseret. Di belakangnya Raymond menyusul dan langsung menutup pintu. “Silahkan duduk dulu. Saya buatkan kamu minuman,” ucap Ray. Grace tidak menjawab, masih mematung di tempatnya. Tatapannya terus melekat pada punggung Raymond yang melangkah ke arah mini kitchen apartemennya. Setelah pria itu hilang di balik pantry, barulah ia duduk. Tak lama, Raymond sudah kembali dari dapur dengan membawa secangkir teh hangat yang asap tipisnya masih membumbung pelan. Ia meletakkan cangkir itu di atas meja kaca di hadapan Grace, lalu duduk di samping gadis itu tanpa mengikis seluruh jarak yang ada.“Minum dulu. Kamu pasti butuh sesuatu untuk menenangkan pikir

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Selanjutnya Bagaimana?

    “Nanti saya beritahu,” jawab Ray menggantung. “Sekarang lebih baik kita pulang. Bahaya, kalau sampai Selena tahu kamu sudah tahu tentangnya. Saya tidak mau kamu kenapa-kenapa.”Mendengar itu, hati Grace seperti ditampar. Ia tertegun sejenak, seraya terus menatap Raymond yang terus melihat ke arah Selena untuk kemudian melangkah tanpa perempuan itu lihat. “Pak …,” lirih Grace tiba-tiba. “Iya, kenapa?” tanya Ray tanpa memutar tubuh sepenuhnya, ia hanya menoleh sedikit ke arah Grace, memperlihatkan profil rahangnya yang tegas berlatar remang cahaya lorong kafe. Sepasang iris matanya yang tajam menatap Grace lurus-lurus, menunggu lanjutan kalimat dari bibir gadis itu yang masih gemetar.​Grace mengepalkan jemarinya kuat-kuat di samping tubuh. Hatinya berkecamuk hebat—berperang antara rasa tidak percaya dan ketakutan yang merayapi seluruh tubuhnya. “Bapak ... Bapak lagi nggak bohongin aku kan?” lirih Grace lagi, suaranya hampir tenggelam oleh desir angin yang membentur dinding kafe. ​R

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Maafkan Saya

    Raymond melumat bibir Grace dengan kehangatan yang dalam dan mendominasi. Ia menahan bagian belakang kepala gadis itu agar tidak bisa berpaling. Ciumannya tidak lagi terasa mengintimidasi kasar seperti biasanya. Justru terasa begitu mengikat dan penuh intonasi keharusan yang memutus seluruh napas keponakan istrinya itu. ​Grace mencoba meronta, jemarinya memukul dada tegap Raymond dengan sisa tenaganya yang kian terkikis. Namun, bukannya melepaskan, Raymond justru menarik pinggang Grace semakin rapat, membiarkan tubuh molek gadis itu menempel sempurna pada lekuk tubuhnya di balik pilar yang remang.“Mmhhpp ... Pak ... le–lepas …!” bisik Grace terputus-putus saat Raymond perlahan mengurai ciuman panasnya, menyisakan jarak tipis tempat napas mereka yang berpacu saling bersahutan.“Bapak kenapa, sih? Kenapa terus ngelakuin ini ke aku?” tanya Grace putus asa. “Dengar saya baik-baik, Gracia,” bisik Raymond serak dengan iris mata tajam yang menancap kuat ke dalam iris mata Grace. Tangannya

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Permainan Gila

    PRANG! ​Bunyi nyaring dari kaleng tempat sampah yang terguling memecah keheningan sudut kafe tersebut. Selena dan Saveya seketika menoleh serentak ke arah sumber suara dengan raut wajah terperanjat. “Apa itu?” tanya Selena terkejut. “Tidak tahu, Sayang,” jawab Saveya. Mereka lalu sama-sama bangkit dan melangkah ke arah asal suara yang muncul. ​Grace mematung, seluruh tubuhnya langsung gemetar hebat. Jantungnya serasa mau melompat keluar dari dada sewaktu mendengar derak langkah kaki Selena yang mulai mengikis jarak menuju area tanaman gantung. Ketakutan yang membakar membuat kakinya seolah tertanam di tanah, tak sanggup digerakkan untuk melarikan diri. “​Mati aku ... mati aku …,” bisik Grace panik dalam hatinya. ​Namun, sebelum Selena sempat menyibak dedaunan dan menyingkap keberadaannya, tiba-tiba saja sebuah lengan kekar berbalut kemeja hitam tiba-tiba saja muncul dan langsung menyergap tubuhnya dari belakang. Sebuah telapak tangan hangat dan besar menutup rapat

  • Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa    Siapa Saveya?

    Hari berlalu, tapi Grace masih dengan rasa penasarannya. Benarkah Selena mengkhianati Ray, sang mantan dosen yang sudah merenggut kesuciannya itu? Grace tak tahu. Namun, ia tetap akan berusaha untuk mencari tahu. Hingga di suatu pagi, tanpa sengaja Grace mendengar percakapan Selena dengan seseorang di telepon. Wanita dewasa itu hendak bertemu dengan seseorang yang ia panggil dengan sebutan ‘Sayang’. Mungkinkah itu selingkuhannya? Saat Selena menutup panggilan dan melangkah keluar rumah, Grace pun mengikutinya. Ia menggunakan taksi untuk membuntuti mobil sang tante guna mencari tahu apa yang sebenarnya perempuan itu sembunyikan. Jantung Grace berdegup kencang menghantam dadanya. Tangannya yang dingin meremas kain celananya kuat-kuat, berusaha menahan gelombang kecemasan yang makin memuncak seiring roda taksi bergulir membelah jalanan Ibu Kota yang cukup padat. “Tolong ikuti mobil hitam di depan itu terus ya, Pak. Jangan sampai kita kehilangan jejak,” bisik Grace lirih pada

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status