Share

129 Trik Pertama Pebinor

Penulis: Eliyen Author
last update Tanggal publikasi: 2026-09-07 04:47:08

“Proyek pribadi bareng kamu?” Lala mengangkat alis tinggi-tinggi.

“Ya. Proyek kecil, sederhana, dan intim. Mendekorasi hunian pasangan suami istri baru,” jelas Julian. “Ini cocok denganmu. Bukankah kamu juga baru menikah? Kamu bisa merasakan nuansa percintaan yang masih panas menggelora.”

Lala mengerjapkan mata. “Harus aku banget, ya?” tanyanya lirih.

“Kenapa, Lala? Ini adalah kesempatan yang bagus untuk menambah portofolio-mu. Karena apartemen yang akan kamu rancang ini ada di Manhattan, milik
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda   190 Live Streaming

    “Nggak boleh, Lala! Kamu nggak boleh bertemu Timothy!” Arvin berseru keras. “Kamu bujuk aku pun, keputusannya tetap sama. Kamu dilarang pergi!”Ini pertama kalinya dalam kehidupan pernikahan mereka, Arvin bicara dengan nada tinggi. Bahkan pria itu nyaris membentak. Di depannya Lala duduk dengan tenang. Wanita itu sama sekali tak terpancing emosi. Sementara di balik pintu, semua anggota tim duduk tegang mendengar suara Arvin.“Udah marah-marahnya?” tanya Lala dengan nada lembut.Arvin melonggarkan dasi. Napasnya memburu. Dia menghantam kosen jendela dengan tinjunya. Pria itu menolak menatap Lala.“Aku belum jelaskan–”“Nggak ada yang harus dijelaskan!” bentak Arvin memotong perkataan Lala. “Arvin, ini nggak adil kalau cuma kamu yang boleh ngomong.” Lala berdiri perlahan.Langkahnya berhati-hati mendekati Arvin. Dia melingkarkan lengan memeluk badan Arvin dari belakang.“Aku tahu, kamu cemas sama aku,” bisik Lala lembut. “Aku juga tahu, kamu masih capek karena semalaman lembur di kant

  • Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda   189 Perlindungan Tim

    “Brown Security tahu detail yang lo selipin?”Lala mengangguk. Malam itu mereka semua berkumpul di halaman belakang rumah kerja. Kecuali Arvin dan Dilan yang sedang mengurus hal penting entah apa di kantor, anggota tim yang tersisa bisa menikmati waktu istirahat setelah berjam-jam terkurung bersama pekerjaan.“Di vlog hari ketiga, aku selipin draf desain kita yang dicolong sama Dewangga Architecture. Detailnya kecil banget, nyaris nggak kelihatan. Semuanya ide Bagas sama Niko.” Lala mengedipkan sebelah mata kepada dua rekannya.“Soalnya gue benci banget sama tindakan curang mereka.” Niko mengisi gelasnya dengan soft drink. “Itu jenius, sih. Kita nggak bocorin desain BSC, tapi BSC tahu soal desain curian itu.” Vina mencondongkan badan ke depan. “Itu artinya, BSC juga klien yang sangat teliti.”“Lo ngarep perusahaan keamanan bakal ceroboh?” Seno menjitak dahi Vina.Wanita itu protes. Seno masih terus menggodanya. Di depannya, Lala melihat pertengkaran kecil sepasang kekasih itu dengan

  • Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda   188 Rencana Balas Dendam

    “Nalani, ini serius? Lo yakin mau ngelakuin hal ini? Taruhannya gede. Bisa-bisa nama baik Dirgantara bakal jatuh.” Lala menatap Niko. “Kenapa? Nggak berani?”Niko mengerang. “Bu Bos, ini rawan banget ngebocorin kontrak klien.”“Karena itu, aku butuh kamu. Kamu kan, visualizer yang andal. Edit-edit video kita pasti bisa, dong.”Niko masih cemberut. Lala segera mengeluarkan kartu terakhirnya.“Aku bayar secara pribadi. Nominalnya kamu yang isi sendiri.” Lala menyerahkan lembaran cek kepada Niko.Lelaki itu ternganga. “Eh, aduh. Jangan kayak gini. Kesannya gue matre banget.”Meski begitu, Niko mengambil juga kerta cek dari tangan Lala dan menyimpannya di dompet. Lala mencibir geli.“Diembat juga,” ledek Lala.“Nggak boleh nolak duit.” Niko cengengesan. Dia mengangkat kameranya. “Oke, gue mulai syutingnya. Lo ada konsep, kan?”Lala mengangguk. Dia menyodorkan catatannya kepada Niko. Lelaki muda itu mengangguk-angguk puas.Seharian penuh dua orang itu sibuk melakukan pengambilan gambar. S

  • Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda   187 Di Kantor Polisi

    “Heh! Bisa-bisanya kamu ada di kantor polisi!”Arvin hanya membisu. Dia pasrah menerima pukulan bertubi-tubi dari tangan kecil Lala.“Kenapa pakai vandalisme segala sih, Vin?” Lala frustrasi. Napasnya tersengal-sengal. Dia baru saja berlari dari parkir kantor polisi menuju ke ruangan tempat suaminya dimintai keterangan.“Ibu Nalani, saya sudah mengurus persoalan Pak Arvin. Anda berdua sudah bisa meninggalkan tempat ini.”Lala menoleh, menatap penuh hormat kepada pengacara pribadi Arvin yang juga sudah dikenalnya.“Beneran nggak apa-apa nih, Pak?” Lala memastikan.Lawyer mengangguk. “Pak Arvin sudah bebas. Tidak ada catatan kriminal apapun.”Spontan Lala menghembuskan napas lega. Dia merangkul Arvin. Wanita itu sepenuhnya lupa kepada Dilan yang membuntuti di belakang.“Aku kaget banget pas lawyer kamu telepon tadi. Dia bilang, kamu dilaporin karena menghajar orang. Astaga, jam empat subuh, Vin.”Arvin tiba-tiba meraih pinggang Lala. Dia membenamkan wajah di lekukan leher dan bahu wani

  • Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda   186 Keraguan

    “Gimana rasanya nikah?”Lala menoleh. Vina bertopang dagu menatapnya. Tanpa ragu, Lala langsung menjawab.“Nyenengin banget!”“Kalian berdua saling mencintai?” Vina lagi-lagi bertanya, seolah masih belum puas.Kali ini Lala tak langsung menjawab. Pikirannya bergumul pelan dengan perilaku Arvin.Cinta tak harus diucapkan, bukan?Mendadak Lala merasa gelisah. Sudah hampir setahun mereka menikah, tetapi kalimat “aku cinta kamu” tak pernah terucap dari mulut suaminya.“Nalani?” panggil Vina.Lala tersentak, tersadar dari lamunan. “Eh, ya. Kami saling cinta.” Wanita itu memaksakan seulas senyum. Vina menghembuskan napas keras-keras. “Aku ingin kayak kalian. Saling cinta, nikah, hidup harmonis.”“Emang Seno nggak cinta kamu?” selidik Lala.Vina memainkan tetikus nirkabel di tangannya. “Cinta. Bolak-balik dia ngomong. Tapi cinta doang tanpa dilamar rasanya ….”Wanita itu tak meneruskan ucapan. Kepalanya justru berpaling ke arah lain, menghindari tatapan Lala.“Kalian udah lama pacaran?” tan

  • Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda   185 Pertaruhan Subuh Hari

    Suara ketukan halus di jam lima subuh membangunkan Arvin dan Lala. Arvin turun tempat tidur dan segera mengenakan celana panjang longgar dan kemeja longgar yang tak dikancing semua. Sementara Lala menyambar jubah satinnya untuk menutupi tubuhnya yang telanjang.“Bagas?” sapa Arvin dingin.BIM consultant itu mengangguk dengan wajah muram. “Anda harus melihat ini, Pak. Kita dalam masalah.”Bagas dengan sikapnya yang tanpa basa-basi seketika membangkitkan kewaspadaan Arvin. Pria itu menoleh ke arah istrinya.“Lala.”“Iya. Siap.” Lala segera masuk kamar mandi untuk berganti baju yang pantas.Setengah jam kemudian, semua orang sudah berkumpul di ruang tengah.Bagas berdiri di depan layar proyektor dengan wajah serius. Dia menarik napas sebelum menggerakkan pointer.“Lihat ini.”Ada keheningan panjang saat layar besar mulai menampilkan logo Dewangga Architecture. Bagas kembali bicara.“Bang Raka bilang, ada orang di Bayu Atelier yang mencari tahu soal komposisi tim kita. Jadi, aku juga meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status