Chapter: 24 Nekat“Cut! Cut! Erlang, tunjukkan emosimu! Kau mencintai kekasihmu. Kenapa matamu justru seperti ingin membunuh Yinfei?”Yinfei adalah karakter yang diperankan oleh Bai Churan. Dan sang aktris menatap lekat-lekat ke arah Erlang yang terlihat sangat frustrasi.“Ulangi sekali lagi! Ingat, jangan sampai salah! Kita sudah 20 kali take.”Erlang memejamkan mata. Dia mencoba memunculkan seluruh rasa sukanya kepada Bai Churan. Perlahan dia membuka mata dan mulai masuk ke perannya sebagai seorang jenderal muda.Tangannya meraih tengkuk Bai Churan. Tatapan Erlang terpaku ke mata wanita itu. Perlahan dia memiringkan kepala, kemudian menurunkan wajah, dan ….“CUT!”Teriakan sutradara kali ini benar-benar membahana. Semua orang mengeluh. Erlang mengertakkan rahang.“Demi Tuhan! Apa yang salah denganmu? Kau sempurna saat adegan duel kemarin. Kenapa sekarang jadi melempem seperti ini?” omel sutradara. “Apa susahnya mencium Yinfei? Kau mencintai Yinfei dan lama tak bertemu. Yinfei ini kekasihmu, bukan ban
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: 23 KecewaValerina pusing tujuh keliling. Mondar-mandir terus dia di kamar hotelnya. Pikirannya dipenuhi dengan berbagai cara menolak si berondong. Sebagai janda berharga diri tinggi, dia harus menolak pendekatan apapunyang dilakukan oleh lelaki yang lebih muda dengannya.“Yang bener aja! Nggak mungkin Erlang suka sama aku, kan?”Jari-jarinya memijat pelipis. Dia sudah sampai di hotel sejak satu jam lalu. Kemudian, dengan usaha ekstra keras, dia berhasil mengusir Erlang agar tidak naik ke kamarnya.“Apa pula itu tadi? Dia mau deketin aku?”Valeria mengerang keras-keras. Dia melempar badan ke tempat tidur, berbaur dengan baju-baju yang harus dimasukkannya ke koper.Pandangan Valeria terpaku ke langit-langit kamar. “Apa maksudnya itu? Dia serius apa bercanda sama aku, sih?”Tring. Tring. Tring.Jantung Valeria hampir putus saat ponselnya menjerit kencang. Disambarnya gawai dari nakas dan mematung. Nama Erlang berkedip-kedip di layar ponsel.“Kenapa dia telepon jam segini?” Valeria berdeham-deham
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: 22 Bercinta dengan Siapa?“Bukan urusan kamu, aku bercinta sama siapa,” desis Valeria membalas Erlang.Mata Erlang menyipit. Detik berikutnya, dia menatap sangat tajam. Valeria tak ambil peduli. “Terima kasih udah bantuin aku. Permisi, aku mau siapin makanan kamu dulu.”Valeria mendorong Erlang perlahan. Kemudian, dia merampas syalnya dari genggaman Bai Churan dan melilitkannya di lehernya sendiri.“Val.”Valeria hanya menoleh untuk mengangguk singkat. Dia tidak bicara sepatah kata pun. Seluruh waktunya di sisa hari itu dihabiskannya di dapur pribadi Erlang. Sengaja dia menghindar semua orang, sampai tidak menyadari apa yang terjadi di lokasi syuting.“Aku beneran pengen cepet balik ke Indonesia.” Una datang di sore hari dengan wajah berlipat-lipat kesal. “Kerja sama tim Bai Churan bener-bener menguras energi.”Valeria tersenyum penuh simpati. Dia menyodorkan secangkir kopi decaf untuk temannya itu.“Bayangin, Valeria. Di lokasi tadi dia bikin rusuh. Syuting hampir tertunda gara-gara dia ngamuk nggak jelas se
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: 21 After CiumanMabuk itu bikin menyesal.Amat-sangat-menyesal!Garis bawahi itu. Mana yang dibuat menyesal bukan hanya pelakunya, tetapi juga korban. Dan itu terjadi kepada Valeria.“Seharusnya umurku yang sudah kepala tiga ini bikin aku bijaksana. Kenapa malah jadi sembrono kayak gini, sih?”Valeria mengomeli dirinya sendiri. Pantulan dirinya di cermin wastafel seolah menertawakannya. Dia mencondongkan badan ke depan. Disingkapnya kerah piyama dan mengamati lebih jelas tanda lebam merah keunguan yang bertebaran di lehernya.“Ya ampun, gimana bisa kayak gini?” Valeria menggigit bibir. “Harusnya semalam aku bisa menahan diri. Aku yang lebih tua di sini, tapi kenapa malah aku yang kayak … kayak … manfaatin Erlang?”Ingatan Valeria melayang ke peristiwa berjam-jam lalu. Erlang masuk ke kamarnya dalam kondisi mabuk. Mereka berciuman. Ciuman yang teramat panas dan membuat Valeria seketika lupa pada statusnya sekarang.Seharusnya dia berhenti setelah ciuman itu. Sayangnya, Erlang yang mengabaikan fakta bi
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: 20 Ciuman Pertama“Aku nggak kedistraksi sama Erlang. Astaga, dia itu brondong banget. Mana mungkin dia beneran suka sama aku?”Valeria mondar-mandir di kamar hotel. Ini sudah dua hari tidak bertemu dengan Erlang, pasca insiden kue osmantus di lokasi syuting. Yuxi masih melarangnya mendekat dan Valeria memilih patuh.Sialnya hal itu justru membuat Valeria overthinking. Pertanyaan Erlang tentang pacar, juga sikapnya yang mendadak manis kepadanya, pada akhirnya membuat Valeria bertanya-tanya.“Dia kayak gitu juga ke cewek lain gak, sih?”Valeria menghitung jam. Seharusnya Queen sudah pulang kerja. Panggilan internasionalnya langsung dijawab di dering ketiga.“Akhirnya ingat bestie juga. Keenakan ketemu gege ganteng di sana, kirain lupa sama aku,” cerocos Queen.Valeria nyengir lebar. “Aku dalam fase anti romantic. Nggak lupa, kan?”“Kamu udah cerai lama, Ria. Kenapa nggak nyoba buka hati? Mumpung ada di China. Cowok di sana kan, gantengnya nggak ada obat.”Terdengar suara kelontang lirih. Valeria yakin be
Last Updated: 2026-10-30
Chapter: 19 Lelaki yang Berlutut“Siapa yang suruh kau berikan aku kue osmantus sekarang? Apa kau tak tahu, makan kue di jam seperti ini bisa bikin aku gendut? Apa otakmu tak bisa digunakan, sampai memikirkan hal itu saja tak bisa?”Valeria bengong. “Tapi tadi Anda minta saya yang belikan kue ini,” ujarnya dalam bahasa Inggris yang langsung diterjemahkan ke bahasa Mandarin lewat aplikasi di ponsel.Bai Churan mengernyitkan dahi. “Kau ini siapa? Berani-beraninya fitnah aku. Kapan aku menyuruhmu membelikan kue osmantus? Apa kau ada bukti?”Valeria mengatupkan bibir. Bahkan ini bukan di rumah sakit, tetapi dia masih harus berhadapan dengan individu yang arogan. Benar-benar menyebalkan.“Jadi, Anda tidak ingin kue ini?” tanya Valeria menegaskan.Bai Churan mengedik jijik. “Buang saja ke tempat sampah.”Valeria menggeleng. Dia melirik ke kanan, tempat sutradara berdiri kaku bersama produser sambil menatap Valeria dan Bai Churan dengan sorot mata tidak terbaca.Wanita itu tersenyum tipis. “Kuenya masih baru, segelnya belum
Last Updated: 2026-10-30
Chapter: 205 | FinaleKalau Leo dan Adel tak pernah kongkalikong dengan Akash untuk pura-pura lamaran, mungkin sekarang Akash masih kebingungan bagaimana cara mengikat hati Gista secara permanen.Kalau dulu Gista tak nekat mendekati Akash sebagai target riset, mungkin sekarang Gista masih betah melajang dan harus menelan revisi demi revisi naskah yang menggunung.Namun, kini semua penantian itu terbayarkan sudah. Gista resmi mengatakan “iya” untuk permintaan Akash.“Aduh, Kak Gista. Jangan sesantai ini, dong. Kenapa ekor gaunnya pakai dilepas dadakan, sih?”“Susah jalan, Del,” jawab Gista datar.“Ya, tapi gaunnya jadi nggak cantik lagi.” Adel mengeluh. Dia mondar-mandir di antara tim desainer yang merubungi Gista. “Ampun, deh. Yang nikah siapa, yang panik siapa.”“Santai aja kali. Tempat nikahnya nggak akan kabur, kok. Pengantin prianya juga nggak bakalan kabur.”“Amit-amit! Jangan ngomong sembarangan sebelum nikah! Pamali!” Adel membeliak ngeri.Gista tertawa. Dia memandangi pantulan dirinya di cermin. G
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 204 | Microcosmos“Aku nggak peduli mau Papa datang lagi apa nggak. Dia nggak mau tunggu aku. Ya udah, biar aja Papa pergi.”“Kamu harus peduli, Kak, kalau masih mau restu Papa biar Akash jadi suami kamu.”Gista mengerang keras-keras. Hidup santainya mulai hilang setelah Guntur muncul dan mengakui mereka sebagai saudara kandung di depan publik.“Papa kemarin nungguin Kakak sampai malam tahu.” Guntur menyendok es krimnya. Posisi duduknya super santai di ruang tamu duduk Gista. Sama sekali tak mencerminkan gaya seorang superstar.Sementara Gista dibuat tertegun. Dia menyodok ujung kaki adiknya.“Yang benar?”“Benar. Baru pulang setelah Mama nelepon.”“Mama juga ikut datang?” Gista tak percaya.Sekali lagi Guntur mengangguk. “Tapi di hotel. Mama nggak mau datang ….”Lelaki itu sepertinya sadar telah melakukan kesalahan. Dia buru-buru mengoreksi ucapannya.“Bukannya gitu maksud aku, Kak. Mama mau datang, tapi nunggu di hotel. Entar kalau udah ketemu Papa, baru Mama bakal ketemu sama Kakak.”Gista mendesah.
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 203 | Road to RestuEKSKLUSIF! GUNTUR MAHESWARA SANG DEWA PRIVASI AKHIRNYA TERTANGKAP BERSAMA KAKAK RAHASIA. SIAPA DIA?Gista mengeklik judul artikel itu. Satu detik berikutnya, halaman panjang yang dilengkapi foto-foto di gala dinner Salim Publishing terpampang di depan mata.Foto Guntur memeluk dirinya menjadi ikon utama artikel. Gista meringis saat berita sosok rahasia kakak Guntur justru lebih heboh dibanding gala dinner itu sendiri.Bahkan penunjukan Guntur jadi brand ambassador Salim juga tenggelam.Gista membatin sambil terus membaca artikel. Sekali lagi namanya menjadi topik utama di berbagai linimasa. Tidak ada yang pernah mengira, Guntur punya seorang kakak penulis kontroversial.“Gis, lo mau ngasih kejutan apalagi ke kita?”Gista mendongak. Saking asyiknya menjelajah internet, dia sampai tidak menyadari hampir semua orang kantor berkumpul di mejanya.Wanita itu meringis. “Kejutan apa, Bang?”“Kamu udah jadi pacar jomblo idaman hampir semua cewek Indo. Terus sekarang kamu juga jadi kakaknya akt
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: 202 | Membongkar“Ini bener adek Kak Gista? Bening banget astaga! Kenapa nggak dari dulu kenalannya? Rugi gue jadian sama kunyuk satu ini.”Leo buru-buru merangkul Adel. Tatapannya tajam memperingatkan sosok lelaki muda yang berdiri tepat di hadapannya.Guntur hanya tersenyum. “Terima kasih. Tapi seganteng-gantengnya lelaki orang, tetap lebih ganteng laki sendiri, Kak.”Adel terpana. Guntur masih tersenyum. Leo sontak cemberut.“Udahan kalian ngomong gajenya. Kita udah hampir telat, nih.”Tiga orang itu menatap ke arah pintu kamar Gista. Mereka menunggu dua menit sampai akhirnya pintu yang tertutup rapat itu terkuak.“Vibes kalian udah kayak pasangan pengantin,” komentar Leo.Akash yang berdiri di samping Gista tersenyum tipis. “Sayangnya itu hanya vibes doang. The bride masih susah merealisasikan.”Gista menyodok rusuk Akash. “Apaan, sih?”Pandangan Gista menyapu ruang duduk. Rumahnya belum pernah seramai ini sebelumnya. “Kak Gista, aku pergi dulu.” Guntur meraih tangan Gista. “Kamu yakin mau ngelak
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: 201 | AncamanBagaimana rasanya menjadi perantara pertemuan dua keluarga?Gista ada di posisi itu sekarang, tetapi untungnya belum keluarga penuh. Dia hanya menemani Akash bertemu Guntur.“Jadi, ini orang yang bisa bikin kakakku jadi kayak orang normal?”Gista mengangkat alis. “Apa aku selama ini nggak normal?”“Nggak. Kakak tuh, emotionless.” Guntur memutar gelas wine di tangannya. “Tapi sekarang ….”Dia maju dan dengan satu tangan menusuk pipi Gista. “..., jadi banyak senyum.”Pipi Gista merona.“Dan jadi blushing terus,” imbuh Guntur lagi.“Apaan, sih.” Gista menepis tangan adiknya. Dia berpindah tempat duduk ke sofa tunggal.Saat ini mereka bertiga ada di apartemen Guntur. Sang artis sendiri yang mengundang dan menjemput Gista serta Akash untuk datang.“To the point aja. Aku nggak mau basa-basi.” Guntur kembali bicara. “Aku belum kasih restu ke kalian.”“Nggak wajib,” sela Gista.Guntur melirik kakaknya. “Tapi restuku bisa lebih cepat bantu Kakak dapat restu Papa.”Gista mendengkus. Di sisi yan
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: 200 | Sarapan bersama Musuh“Ke sini sekarang. Kita makan bersama. Jangan menolak. Kamu masih putraku.”Akash menatap ke arah tempat tidur. Seprai yang kusut. Selimut yang teronggok di lantai. Dan sesosok Gista yang tengkurap setengah telanjang.“Aku sibuk,” ucap Akash datar.“Publisher barumu tak menyita banyak waktumu.”Akash mengusap punggung polos Gista. Perempuan itu mengulet manja dan kembali tertidur. Akash menundukkan badan, mencium bahu wanitanya.“Aku tak janji.” Akash akhirnya bicara.“Kamu–”“Sudah dulu, Pa. Aku sibuk.”Akash mematikan telepon. Dia melempar ponsel ke nakas. Terdengar getar keras. Papanya kembali menelepon, tetapi Akash tak peduli.Tangannya melepas ikatan jubah tidurnya. Tanpa membangunkan Gista, dia memasuki wanitanya. Gista tersentak, terbangun dengan cepat, dan mengerang sambil mencengkeram seprai. Sementara Akash yang berada di atasnya melihat pemandangan menakjubkan itu dan semakin mempercepat gerakan.Pagi itu, Gista dan Akash kembali merajut kemesraan. Tidak peduli apapun. Ti
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: 213 Goes to Beijing“Arlo, apa Lala menghubungimu?”Suara di seberang panggilan telepon terdengar berisik. “Nggak, Mas. Bukannya Lala sama kamu?”Arvin mencelos. “Nomornya nggak bisa dihubungi. Tadi dia bilang mau pergi sebentar ke butik parfum. Tapi ini sudah hampir satu jam.”“Mas Arvin sekarang di mana?”Arvin yang hendak menjawab pertanyaan adiknya seketika berhenti bicara. Ekor matanya menangkap sosok Lala yang berjalan santai ke arahnya. Tangannya tampak memutar-mutar tas kertas berlogo butik parfum ternama.“Oh, sudah ketemu. Bye, Arlo.”“Mas Arvin! Tunggu dulu! Aku mau ngomong–”Klik!Telepon dimatikan sepihak oleh Arvin. Dia sudah bisa menebak adiknya pasti akan memprotes keputusannya yang tak segera kembali ke kantor, dan malah pergi jalan-jalan ke luar negeri.“Dari mana saja?” Arvin langsung memeluk istrinya dan mendaratkan kecupan di puncak kepala Lala.“Beli parfum,” jawab istrinya. “Kan, tadi udah bilang.”“Kenapa lama? Ponselmu nggak bisa dihubungi.”Lala tersenyum di pelukan suaminya. “Lo
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: 212 No Sex Today“Maaf. No sex today.” Lala, dengan perutnya yang mulai buncit, sangat lincah melompat turun dari tempat tidur. Dia meniupkan ciuman ke arah suaminya. “Tahan diri, Sayang. Kemarin sudah empat ronde. Sekarang aku perlu menangani klien VVIP kita dengan baik.” “Lala–” “Performa kerjaku tergantung dari kepuasan konsumen.” Lala tertawa pelan lalu segera menghilang ke kamar mandi. Saat akhirnya turun ke lobi, Lala hampir menghabiskan waktu dua puluh menit. Dia berhasil menemui Mew yang sedang duduk menikmati secangkir kopi di bistro hotel. “Jadi, kamu berhasil meyakinkan suamimu buat pakai jasa kami?” tanya Lala tanpa basa-basi. Mew menggeleng. “Itu keputusan dia sendiri. Temannya juga orang Dirgantara Group sepertinya mengancam Rio. Menjaga hubungan baik dengan perusahaan kalian jauh lebih menguntungkan ketimbang membuat masalah dengan Dirgantara Group.” Lala tersenyum manis. “Keputusan yang bagus. Jadi, sudah siap dengan konsep baru?” Mew menatap dengan pandangan setengah melamun.
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: 211 Provokator vs Pemantik“Lala. Sayang. Berhenti dulu …. Aku … capek. Kita … kita sudah main tiga kali.”Lala menarik bahu telanjang Arvin. “Satu kali lagi, please?”Arvin menggigit bibir. Dia menunduk melihat dirinya sendiri. Belum sempat berucap, Lala tiba-tiba beringsut turun dari tempat tidur dan berlutut di depannya.Arvin yang duduk di tepi tempat tidur langsung mengerang. Kepalanya mendongak ke belakang. Di bawah sana, dirinya kembali mengeras setiap Lala menunduk mengulumnya.“Lala,” panggilnya dalam desahan panjang.Dia menarik wanitanya berdiri. Dengan lembut, Arvin membaringkan istrinya lalu memasu
Last Updated: 2026-10-24
Chapter: 210 Ikut CampurLala pusing tujuh keliling. Kepalanya pening. Dia berdiri di lobi dengan hentakan rasa mual yang semakin kuat dan pandangan yang mulai berkunang-kunang.Dan Lala sempoyongan. Badannya terhuyung ke samping. Hampir saja dia jatuh menghantam pilar lobi. Untungnya sepasang lengan kokoh menariknya masuk pelukan.“Akhirnya aku menemukanmu.”Lala mendongak. Bahkan sebelum melihat siapa yang menolongnya, dia sudah tahu orang itu. Aroma musk yang sangat dirindukannya sudah memenuhi ruang penciumannya.“Arvin,” bisik Lala.Pria itu tersenyum tipis. “Ayo, pulang.”Lala sempat menengok ke belakang beberapa detik. Pada akhirnya dia mengangguk. Namun, wanita itu mendapat kejutan yang manis. Arvin tidak membiarkannya berjalan kaki. Pria itu membungkuk, meletakkan satu tangan di belakang lutut Lala dan satu tangan lain di bahu wanita itu, kemudian dengan sangat mudah membopong istrinya keluar dari lobi.“Astaga, Vin. Malu dilihat banyak orang.” Lala menyembunyikan wajahnya yang membara di dada Arvi
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: 209 Menikah karena Utang“Gimana? Kamu minta aku bantu kamu buat cerai? Yang bener aja! Emang aku pengacara perceraian?”Lala langsung merapat ke pintu mobil. Kepalanya menggeleng-geleng. “Jangan gila gitu, Mew. Kalau kamu ada masalah sama pernikahanmu, cari orang yang emang bisa bantu.”“Kamu bisa.”“Nggak.” Lala menggeleng kuat-kuat. “Sejak kapan aku bisa bantu orang cerai? Kemahiranku itu desain interior rumah orang, bukan ngurusin perceraian orang.”Mew menghembuskan napas panjang. Percakapan mereka terhenti sejenak karena mobil sudah memasuki halaman hotel. Mew keluar diikuti Lala.Wanita itu sempat melirik ke belakang. Motor milik bodyguard kiriman Arvin berhenti di tepi jalan. Arah pandangan si pengemudi tertuju lurus ke arahnya.Hembusan napas Lala berat. Kekesalannya makin memuncak setelah melihat bodyguard itu. Dia berjalan cepat mengikuti Mew yang juga langsung menuju ke arah lift.“Kita makan siang di kamarku saja. Tak nyaman bicara di restoran hotel.”“Setuju.” Lala mengangguk cepat. “Banyak mata
Last Updated: 2026-10-23
Chapter: 208 Bertemu dengan Calon Pembunuh“Aku tak membunuh janinmu, kan?”Pertanyaan sederhana itu menohok batin Lala dengan kuat. Senyumannya canggung. Kata ‘membunuh’ terdengar terlalu mengerikan untuk menggambarkan situasi kemarin.“Baik-baik saja.” Lala mengelus perutnya. Di depannya Mew mengangguk. Wanita itu tidak menyembunyikan kecantikannya dengan penyamaran khas artis besar.Dia tidak menutupi wajahnya dengan masker. Dia juga tidak memakai topi separuh muka. Bahkan, Mew terang-terangan tampil luar biasa cantik di hadapan Lala yang … buluk.“Bagus kalau begitu.” Mew mengangguk. “Maafkan aku. Kemarin aku terlalu emosional.”Lala hanya mengangguk perlahan. “Ngomong-ngomong, kenapa kamu mau ketemuan sama aku?”Pesan dari Mew datang pagi itu setelah Lala selesai sarapan. Karena Arvin mengatakan akan bekerja di kantornya selama beberapa jam, Lala memutuskan untuk pergi seorang diri menemui Mew.“Ingin melihat keadaanmu,” jawab Mew tegas. “Kemarin sepertinya aku terlalu keras mendorongmu.”Lala meringis canggung. Sikapnya
Last Updated: 2026-10-22
Chapter: Bab 194 Extra Chapter“Dam, penerbangannya tiga jam lagi! Stop it, please ….”Suara Agatha berubah menjadi desah pasrah saat punggungnya menempel pada pintu kayu apartemen mereka. Gaun kasual yang tadinya rapi kini sudah tersingkap sampai ke pinggang. Di depannya, Damian sama sekali tidak berniat melambat. Sentuhan pria itu selalu punya cara untuk melumpuhkan akal sehat Agatha dalam hitungan detik.“Tiga jam itu lama, Sayang. Sementara kamu mau meninggalkanku satu tahun,” bisik Damian parau. Napasnya memburu di ceruk leher Agatha, menyuntikkan sensasi panas yang membuat seluruh tubuh wanita itu meremang.Tanpa aba-aba, Damian mengangkat tubuh Agatha, membuat kedua tungkai wanita itu melingkar erat di pinggang kokohnya. Gerakan Damian berikutnya begitu menuntut, dalam, dan menghentak, seolah pria itu ingin membuat Agatha mengingat sebanyak mungkin kenangan tentang dirinya. Itu cara yang efektif agar Agatha tidak sempat melirik bule Amerika mana pun selama fellowship di Mayo Clinic nanti.“Damian … ah!” A
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 193 Finale“Ngapain Papa masih nekat nyuruh aku ngurusin perusahaan? Pakai datangin tim lawyer segala. Dam, aku nggak mau ngurusin perusahaan dulu.” Agatha merengek.“Mau dibantu?” Damian santai, tetapi matanya tidak. Dia terus menatap intens kepada istrinya yang sedang ganti baju di depannya.Sial. Damian merutuk dalam hati sambil merapatkan kaki. Apa istrinya tak tahu pengaruh bodi sintal itu terhadap suaminya sendiri? Damian harus mati-matian menahan diri tidak menarik Agatha ke tempat tidur dan mencumbunya habis-habisan.“Nggak mau. Aku udah janji buat selesaikan masalah ini sendiri.”Agatha mengancingkan kancing terakhir blusnya. Pakaiannya kasual. Cocok untuk bertemu dengan tim pengacara perusahaan Papa yang datang ke rumah.“Kalau begitu, izinkan aku menemanimu.” Damian berdiri dan memperbaiki posisi celananya.“Nggak balik ke Novera?” Agatha mengangkat alis.“Aku sudah ajukan cuti. Kemarin berangkat dadakan setelah lihat berita kecelakaan kereta api.”Agatha tersenyum. Dia menjulurkan ta
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 192 Panggilan JiwaSuara dentuman keras dari dua kereta yang bertabrakan masih terekam jelas di ingatan Agatha. Untungnya dia ada di gerbong paling belakang. Selain luka gores di pelipis, tidak ada yang harus dikhawatirkan dari dirinya.“Saya Agatha, perawat dari Kota M! Saya bisa bantu!” serunya keras setelah berhasil keluar dari gerbong yang anjlok.Hiruk pikuk suara evakuasi menjadi latar belakang seorang dokter yang sedang memimpin triage. Dokter pria berompi medis itu menatapnya sekilas. “Bagus. Bantu saya di zona kuning dan merah. Prioritaskan yang mengalami gangguan napas dan pendarahan hebat!”Agatha langsung bergerak tanpa ragu. Seorang pria setengah baya yang baru saja dievakuasi oleh TIM SAR dari gerbong depan adalah pasien pertamanya.“Pak, bisa dengar suara saya?” Agatha memeriksa kesadaran korban sambil jarinya berpindah cepat ke pergelangan tangan. Denyut nadinya lemah dan cepat. Agatha berteriak lantang ke arah dokter.“Dok! Pasien mengalami tanda-tanda syok hipovolemik. Kemungkinan ada
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 191 Kecelakaan“Wajah merah merona. Baju kusut. Tingkah aneh. Fix, Bang Deni! Sahabat kita ini baru saja mendapat kesenangan entah di mana.”Agatha melotot galak. Buru-buru dia membungkam mulut Sonya.“Resek banget, sih?” gerutu Agatha.Sonya terbahak. “Habisnya kamu main ngilang entah ke mana.”“Kan, ada Bang Deni sama Mbak Rosma yang nemenin. Sigit sama Talita juga lagi keliling.” Agatha mengingatkan.Sonya melirik Bang Deni yang sedang makan kuaci. Senyum dua orang itu penuh arti.“Iya, deh. Yang barusan dapat kesenangan dari suami-aduh! Jangan dipukul dong, aku.” Sonya terkikik geli.“Tha, besok ikut ke Lembang gak? Ners yang libur mau healing ke sana. Mumpung dapat jatah cuti dua hari.”Agatha menggeleng. “Aku mau pergi ke tempat Papa.”Deni melirik Sonya. “Oh, tugas negara.”Agatha hanya mengangguk tanpa menjelaskan lebih jauh. Dia menyelesaikan shif tanpa banyak bicara. Sepotong pesan dari Damian membuatnya semangat.[Damian: Aku nginap RS. Besok pulang bareng.]Sayangnya, rencana hanya tingg
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 190 Short Time di Kantor“Penurunan 5% saham sudah cukup menghapus ratusan miliar nilai perusahaan. Apa kamu sudah siap memikul beban itu?”Agatha bersandar ke kursi plastik di nurse station. Pandangannya melamun. Pikirannya masih terisi perkataan papanya di makan malam dua hari lalu tentang keputusan meninggalkan jabatan COO.Hari ini dia jaga malam. Suasana Departemen Pediatri sepi. Seluruh pasien untungnya dalam kondisi yang cukup stabil.“Makan, nih.” Sonya datang sambil membawa sekotak donat. “Gluten free. Aku sudah dapat pesan khusus dari kardiolog pribadimu, gak boleh camilan tinggi gula, bergluten, dan gak sehat.”Agatha tersenyum tipis. Dia mencomot satu buah donat. “Wajahmu muram banget. Dedek bayi aman?”“Aman, kok.”“Lagi tengkar sama suami?”Agatha menggeleng. Dia mengambil satu donat lagi, mengamati lingkaran di tengah dan toping bubuk matcha di atasnya, lalu perlahan bertanya kepada Sonya.“Son, kalau kamu dikasih dua pilihan yang berat …, dan dua-duanya punya peran penting buat nyawa banyak o
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 189 Enak di BawahAgatha sudah lupa kapan sesuatu yang tradisional terasa sangat berkesan. Setelah begitu lama Damian mengajarinya aneka trik dan manuver liar, kini kembali kepada aksi-aksi konservatif sungguh sangat menyenangkan.“More faster …, please ….” Napas Agatha terengah. Tangannya mencakar punggung telanjang suaminya. Di atasnya Damian bergerak hati-hati, berusaha tidak membuat gerakan yang membahayakan kehamilan Agatha. Dia berhasil mengantar Agatha ke orgasme pertamanya hanya dalam durasi kurang dari lima menit.Damian berkedip. Tak percaya istrinya bisa begitu cepat mendapatkan kepuasan. Ada rasa percaya diri pada kemampuannya sendiri yang membuat hidung Damian kembang kempis. “Again …,” desah Agatha.Kening Damian berkerut. Dia masih bertahan di dalam diri Agatha. Wanita itu masih mencengkeramnya dengan sangat kuat.“Lagi?” Damian mengulang.Agatha mengangguk. Sudut-sudut bibir Damian berkedut.“Kalau begitu, kamu di atas.”Agatha langsung mencengkeram bahu Damian. Dia menggeleng kuat-ku
Last Updated: 2026-07-02