Chapter: 167 Firasat di Pantri KantorLala hamil?Pertanyaan itu terus bercokol di benak Arvin, bahkan hingga dia pulang dari rumah sakit berjam-jam kemudian.“Apa dia beneran hamil?” tanya Arvin kepada dirinya sendiri. Dia mondar-mandir di kantornya. Jam sudah menunjukkan pukul enam sore. Seharusnya dirinya pulang sejak dua jam lalu karena tak ada lembur apapun. Namun, Arvin bertahan di kantor sebab Lala masih ada lembur.“Aku harus pastikan.” Arvin tak punya kesabaran menunggu.Dia turun ke lantai tiga. Hampir semua lampu di kubikel-kubikel yang berjajar rapi sudah dimatikan. Tinggal beberapa orang saja yang masih tingga di sana.“Pak Arvin, kenapa ke sini? Cari Dilan? Baru keluar dia lima menit lalu.” Arvin menoleh. Istrinya berdiri di belakangnya sambil membawa mug kopi yang masih mengepulkan uap panas.Mata Arvin seketika melebar. Wanita hamil tidak boleh minum kopi. Refleks dia mengambil mug di tangan Lala.“Eh? Jangan diambil. Pak Arvin mau ngopi juga? Aku buatin, deh.” Lala protes.“Nalani, kamu dilarang minum
Terakhir Diperbarui: 2026-09-19
Chapter: 166 Perjanjian saat BercintaJangan pernah memberi janji apapun saat sedang bercinta. Pikiran jernih sedang hilang, sementara janji sudah terlanjur terucap. Dan sebagai pria sejati, pantang untuk melanggar janji.Itulah yang terjadi kepada Arvin sekarang. Dia merutuki kecerobohannya yang asal menjawab “iya”, saat Lala memberikan syarat untuk kompetisi desainer internasional itu.“Pagi-pagi wajahmu sudah seperti mau makan orang.”Arvin menatap ke arah pintu masuk. Dilan berjalan masuk dengan langkah santai.“Akhirnya kamu pulang,” komentar Arvin.“Thank you sambutannya. Brown Security Company hampir ngebatalin kerja sama dengan kita karena kamu narik Lala dari proyek.” Dilan langsung protes begitu mendudukkan pantatnya di kursi kerja Arvin.Sang bos mengeluarkan map dokumen dari dalam lacinya lalu memberikannya kepada Dilan. “Baca.”Keheningan terjadi di dalam ruang kerja Arvin. Mata Dilan perlahan-lahan melebar.“Ini kamu selidiki diam-diam?”Arvin mengangguk. “Arlo yang mengurus penyelidikannya. Dia harus diliba
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: 165 Bercinta saat Ibu Pergi“Jadi desainer interior papan atas? Maksudmu, kamu nggak mau pensiun dini?”Rasanya Lala ingin mencubit mulut suaminya yang kelewat lantam. Dengan passion di dunia interior, orang gila mana yang mau pensiun di saat karier sedang moncer-moncernya?“Nggak,” jawab Lala terus terang. “Kamu kusuruh pensiun dini juga nggak mau, kan?”“La ….”“Kalau soal duit, dengan gajiku sekarang bisa kok, nyukupin kebutuhan seorang bapak rumah tangga.” Lala berkata manis.Arvin mulai kewalahan. Istrinya benar-benar susah diajak kompromi.“Lala, aku tahu ini keputusan yang sulit buat kamu. Tapi kamu bisa mulai mempertimbangkannya.”“Oke.” Lala mengangguk tanpa ragu. “Setelah aku mengikuti kompetisi dari Serikat Desainer Interior Internasional.”Mata Arvin seketika terbuka lebar. “La, itu ….”“Yes, yang salah satu jurinya adalah Julian Vance.” Lala memotong dan mengangguk. “Lala, kamu tahu sekali aku nggak bakal izinin kamu.”Lala bergeser mendekati Arvin. Mangkok sup sudah beralih ke atas meja. Lala menc
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: 164 Being a Housewives?“Nggak mau! Lepasin aku!” Lala berguling ke tepian tempat tidur.Namun, belum sempat dia benar-benar turun tempat tidur, Arvin sudah menyambar pinggangnya. Pria itu menahan dua tangan Lala ke atas kepala. Lala melotot galak.“Arvin, jangan coba-coba sentuh aku,” desis Lala.“Kenapa?” Arvin bertanya dingin dan sedikit sinis. “Takut nggak bisa menahan diri, Sayang?”Lala terperangah. Dia tak percaya suaminya bisa sebegitu percaya diri.Mulutnya yang terbuka lebar dianggap undangan oleh Arvin. Dia menunduk lantas melumat bibir Lala kuat-kuat.Lala menolak.Demi Tuhan, dia benar-benar menolak. Kakinya menendang-nendang berusaha menjauhkan Arvin darinya. Namun, dia kalah tenaga ….… atau memang sudah luluh dengan sentuhan suaminya.Arvin tak hanya mencium bibirnya. Dengan satu tangan menahan dua tangan Lala, dan satu tangan lagi menaikkan kaus yang dikenakan istrinya, pria itu masih punya tenaga untuk melakukan hal-hal lain yang cabul.Misalnya lututnya yang membuka kaki Lala dengan paksa.
Terakhir Diperbarui: 2026-09-18
Chapter: 163 Lemparan ke Tempat TidurPrang!Gelas yang dipegang Lala pecah berhamburan di lantai. Pandangannya nanar terarah ke pintu di hadapannya.“Lala?” Selma buru-buru menghampiri istri bosnya itu.Lala bergeming. Ponsel masih menempel di telinganya. Dia bahkan tidak merasakan perih di kaki akibat kena cipratan kopi panas.“Apa, Dil?” Lala sampai perlu merasa harus mengorek telinganya. Jaga-jaga kalau pendengarannya sudah rusak karena kotoran telinga.“Eh, kamu gak tahu?”Lala mengertakkan rahang. “Nggak,” jawabnya ketus. “Kenapa aku harus tahu semua hal dari orang lain?”“Mampus aku.” Dilan merutuki mulutnya yang keceplosan. “La, jangan marah ke Arvin. Oke? Mungkin ada yang salah dengan keputusan dia kali ini.”“Bukan mungkin lagi, tapi udah salah besar,” geram Lala. “Atas dasar apa dia mau berhentiin aku dari kerjaanku?”“Karena kamu istrinya?” celetuk Dilan.Di samping Lala, Selma serasa ingin mencekik koleganya itu. Mulut Dilan benar-benar harus dijahit agar tidak sembarangan bicara ke pasutri yang sedang dalam
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: 162 Keputusan Ekstrem“Itu bukan masalah besar, Lala. Aku nggak perlu membicarakannya denganmu. Itu acara tahunan yang sudah ada, bahkan sebelum kamu masuk ke Dirgantara. Aku nggak tahu kenapa kamu jadi tersinggung seperti ini.” Arvin masih bicara dengan nada tenang. Teramat tenang malah, sampai membuat Lala merasa kesal bukan main. Lala memejamkan mata. Di luar, suara hujan semakin deras. Teh yang awalnya masih panas, kini sudah mendingin. Namun, situasi antara Lala dan Arvin justru makin panas. “Kita ngobrol entar aja.” Lala menatap onggokan kain basah di lantai. Setelah kehujanan di halaman belakang rumahnya, Lala langsung membawa suaminya masuk kamar. Sialnya, Lala tak punya baju ganti Arvin. Jadi, dia terpaksa pergi ke rumah mertuanya untuk mengambil baju ganti lalu membawanya ke rumah Ibu. Hal yang tidak praktis. Lebih praktis Lala membawa Arvin langsung ke rumah Dirgantara. Namun, jika hal itu dilakukan, dia tidak akan pernah bisa membela dirinya sendiri di depan suaminya. Karena Arvin pasti ak
Terakhir Diperbarui: 2026-09-17
Chapter: Bab 194 Extra Chapter“Dam, penerbangannya tiga jam lagi! Stop it, please ….”Suara Agatha berubah menjadi desah pasrah saat punggungnya menempel pada pintu kayu apartemen mereka. Gaun kasual yang tadinya rapi kini sudah tersingkap sampai ke pinggang. Di depannya, Damian sama sekali tidak berniat melambat. Sentuhan pria itu selalu punya cara untuk melumpuhkan akal sehat Agatha dalam hitungan detik.“Tiga jam itu lama, Sayang. Sementara kamu mau meninggalkanku satu tahun,” bisik Damian parau. Napasnya memburu di ceruk leher Agatha, menyuntikkan sensasi panas yang membuat seluruh tubuh wanita itu meremang.Tanpa aba-aba, Damian mengangkat tubuh Agatha, membuat kedua tungkai wanita itu melingkar erat di pinggang kokohnya. Gerakan Damian berikutnya begitu menuntut, dalam, dan menghentak, seolah pria itu ingin membuat Agatha mengingat sebanyak mungkin kenangan tentang dirinya. Itu cara yang efektif agar Agatha tidak sempat melirik bule Amerika mana pun selama fellowship di Mayo Clinic nanti.“Damian … ah!” A
Terakhir Diperbarui: 2026-07-05
Chapter: Bab 193 Finale“Ngapain Papa masih nekat nyuruh aku ngurusin perusahaan? Pakai datangin tim lawyer segala. Dam, aku nggak mau ngurusin perusahaan dulu.” Agatha merengek.“Mau dibantu?” Damian santai, tetapi matanya tidak. Dia terus menatap intens kepada istrinya yang sedang ganti baju di depannya.Sial. Damian merutuk dalam hati sambil merapatkan kaki. Apa istrinya tak tahu pengaruh bodi sintal itu terhadap suaminya sendiri? Damian harus mati-matian menahan diri tidak menarik Agatha ke tempat tidur dan mencumbunya habis-habisan.“Nggak mau. Aku udah janji buat selesaikan masalah ini sendiri.”Agatha mengancingkan kancing terakhir blusnya. Pakaiannya kasual. Cocok untuk bertemu dengan tim pengacara perusahaan Papa yang datang ke rumah.“Kalau begitu, izinkan aku menemanimu.” Damian berdiri dan memperbaiki posisi celananya.“Nggak balik ke Novera?” Agatha mengangkat alis.“Aku sudah ajukan cuti. Kemarin berangkat dadakan setelah lihat berita kecelakaan kereta api.”Agatha tersenyum. Dia menjulurkan ta
Terakhir Diperbarui: 2026-07-05
Chapter: Bab 192 Panggilan JiwaSuara dentuman keras dari dua kereta yang bertabrakan masih terekam jelas di ingatan Agatha. Untungnya dia ada di gerbong paling belakang. Selain luka gores di pelipis, tidak ada yang harus dikhawatirkan dari dirinya.“Saya Agatha, perawat dari Kota M! Saya bisa bantu!” serunya keras setelah berhasil keluar dari gerbong yang anjlok.Hiruk pikuk suara evakuasi menjadi latar belakang seorang dokter yang sedang memimpin triage. Dokter pria berompi medis itu menatapnya sekilas. “Bagus. Bantu saya di zona kuning dan merah. Prioritaskan yang mengalami gangguan napas dan pendarahan hebat!”Agatha langsung bergerak tanpa ragu. Seorang pria setengah baya yang baru saja dievakuasi oleh TIM SAR dari gerbong depan adalah pasien pertamanya.“Pak, bisa dengar suara saya?” Agatha memeriksa kesadaran korban sambil jarinya berpindah cepat ke pergelangan tangan. Denyut nadinya lemah dan cepat. Agatha berteriak lantang ke arah dokter.“Dok! Pasien mengalami tanda-tanda syok hipovolemik. Kemungkinan ada
Terakhir Diperbarui: 2026-07-05
Chapter: Bab 191 Kecelakaan“Wajah merah merona. Baju kusut. Tingkah aneh. Fix, Bang Deni! Sahabat kita ini baru saja mendapat kesenangan entah di mana.”Agatha melotot galak. Buru-buru dia membungkam mulut Sonya.“Resek banget, sih?” gerutu Agatha.Sonya terbahak. “Habisnya kamu main ngilang entah ke mana.”“Kan, ada Bang Deni sama Mbak Rosma yang nemenin. Sigit sama Talita juga lagi keliling.” Agatha mengingatkan.Sonya melirik Bang Deni yang sedang makan kuaci. Senyum dua orang itu penuh arti.“Iya, deh. Yang barusan dapat kesenangan dari suami-aduh! Jangan dipukul dong, aku.” Sonya terkikik geli.“Tha, besok ikut ke Lembang gak? Ners yang libur mau healing ke sana. Mumpung dapat jatah cuti dua hari.”Agatha menggeleng. “Aku mau pergi ke tempat Papa.”Deni melirik Sonya. “Oh, tugas negara.”Agatha hanya mengangguk tanpa menjelaskan lebih jauh. Dia menyelesaikan shif tanpa banyak bicara. Sepotong pesan dari Damian membuatnya semangat.[Damian: Aku nginap RS. Besok pulang bareng.]Sayangnya, rencana hanya tingg
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Bab 190 Short Time di Kantor“Penurunan 5% saham sudah cukup menghapus ratusan miliar nilai perusahaan. Apa kamu sudah siap memikul beban itu?”Agatha bersandar ke kursi plastik di nurse station. Pandangannya melamun. Pikirannya masih terisi perkataan papanya di makan malam dua hari lalu tentang keputusan meninggalkan jabatan COO.Hari ini dia jaga malam. Suasana Departemen Pediatri sepi. Seluruh pasien untungnya dalam kondisi yang cukup stabil.“Makan, nih.” Sonya datang sambil membawa sekotak donat. “Gluten free. Aku sudah dapat pesan khusus dari kardiolog pribadimu, gak boleh camilan tinggi gula, bergluten, dan gak sehat.”Agatha tersenyum tipis. Dia mencomot satu buah donat. “Wajahmu muram banget. Dedek bayi aman?”“Aman, kok.”“Lagi tengkar sama suami?”Agatha menggeleng. Dia mengambil satu donat lagi, mengamati lingkaran di tengah dan toping bubuk matcha di atasnya, lalu perlahan bertanya kepada Sonya.“Son, kalau kamu dikasih dua pilihan yang berat …, dan dua-duanya punya peran penting buat nyawa banyak o
Terakhir Diperbarui: 2026-07-03
Chapter: Bab 189 Enak di BawahAgatha sudah lupa kapan sesuatu yang tradisional terasa sangat berkesan. Setelah begitu lama Damian mengajarinya aneka trik dan manuver liar, kini kembali kepada aksi-aksi konservatif sungguh sangat menyenangkan.“More faster …, please ….” Napas Agatha terengah. Tangannya mencakar punggung telanjang suaminya. Di atasnya Damian bergerak hati-hati, berusaha tidak membuat gerakan yang membahayakan kehamilan Agatha. Dia berhasil mengantar Agatha ke orgasme pertamanya hanya dalam durasi kurang dari lima menit.Damian berkedip. Tak percaya istrinya bisa begitu cepat mendapatkan kepuasan. Ada rasa percaya diri pada kemampuannya sendiri yang membuat hidung Damian kembang kempis. “Again …,” desah Agatha.Kening Damian berkerut. Dia masih bertahan di dalam diri Agatha. Wanita itu masih mencengkeramnya dengan sangat kuat.“Lagi?” Damian mengulang.Agatha mengangguk. Sudut-sudut bibir Damian berkedut.“Kalau begitu, kamu di atas.”Agatha langsung mencengkeram bahu Damian. Dia menggeleng kuat-ku
Terakhir Diperbarui: 2026-07-02
Chapter: 205 | FinaleKalau Leo dan Adel tak pernah kongkalikong dengan Akash untuk pura-pura lamaran, mungkin sekarang Akash masih kebingungan bagaimana cara mengikat hati Gista secara permanen.Kalau dulu Gista tak nekat mendekati Akash sebagai target riset, mungkin sekarang Gista masih betah melajang dan harus menelan revisi demi revisi naskah yang menggunung.Namun, kini semua penantian itu terbayarkan sudah. Gista resmi mengatakan “iya” untuk permintaan Akash.“Aduh, Kak Gista. Jangan sesantai ini, dong. Kenapa ekor gaunnya pakai dilepas dadakan, sih?”“Susah jalan, Del,” jawab Gista datar.“Ya, tapi gaunnya jadi nggak cantik lagi.” Adel mengeluh. Dia mondar-mandir di antara tim desainer yang merubungi Gista. “Ampun, deh. Yang nikah siapa, yang panik siapa.”“Santai aja kali. Tempat nikahnya nggak akan kabur, kok. Pengantin prianya juga nggak bakalan kabur.”“Amit-amit! Jangan ngomong sembarangan sebelum nikah! Pamali!” Adel membeliak ngeri.Gista tertawa. Dia memandangi pantulan dirinya di cermin. G
Terakhir Diperbarui: 2026-04-20
Chapter: 204 | Microcosmos“Aku nggak peduli mau Papa datang lagi apa nggak. Dia nggak mau tunggu aku. Ya udah, biar aja Papa pergi.”“Kamu harus peduli, Kak, kalau masih mau restu Papa biar Akash jadi suami kamu.”Gista mengerang keras-keras. Hidup santainya mulai hilang setelah Guntur muncul dan mengakui mereka sebagai saudara kandung di depan publik.“Papa kemarin nungguin Kakak sampai malam tahu.” Guntur menyendok es krimnya. Posisi duduknya super santai di ruang tamu duduk Gista. Sama sekali tak mencerminkan gaya seorang superstar.Sementara Gista dibuat tertegun. Dia menyodok ujung kaki adiknya.“Yang benar?”“Benar. Baru pulang setelah Mama nelepon.”“Mama juga ikut datang?” Gista tak percaya.Sekali lagi Guntur mengangguk. “Tapi di hotel. Mama nggak mau datang ….”Lelaki itu sepertinya sadar telah melakukan kesalahan. Dia buru-buru mengoreksi ucapannya.“Bukannya gitu maksud aku, Kak. Mama mau datang, tapi nunggu di hotel. Entar kalau udah ketemu Papa, baru Mama bakal ketemu sama Kakak.”Gista mendesah.
Terakhir Diperbarui: 2026-04-20
Chapter: 203 | Road to RestuEKSKLUSIF! GUNTUR MAHESWARA SANG DEWA PRIVASI AKHIRNYA TERTANGKAP BERSAMA KAKAK RAHASIA. SIAPA DIA?Gista mengeklik judul artikel itu. Satu detik berikutnya, halaman panjang yang dilengkapi foto-foto di gala dinner Salim Publishing terpampang di depan mata.Foto Guntur memeluk dirinya menjadi ikon utama artikel. Gista meringis saat berita sosok rahasia kakak Guntur justru lebih heboh dibanding gala dinner itu sendiri.Bahkan penunjukan Guntur jadi brand ambassador Salim juga tenggelam.Gista membatin sambil terus membaca artikel. Sekali lagi namanya menjadi topik utama di berbagai linimasa. Tidak ada yang pernah mengira, Guntur punya seorang kakak penulis kontroversial.“Gis, lo mau ngasih kejutan apalagi ke kita?”Gista mendongak. Saking asyiknya menjelajah internet, dia sampai tidak menyadari hampir semua orang kantor berkumpul di mejanya.Wanita itu meringis. “Kejutan apa, Bang?”“Kamu udah jadi pacar jomblo idaman hampir semua cewek Indo. Terus sekarang kamu juga jadi kakaknya akt
Terakhir Diperbarui: 2026-04-17
Chapter: 202 | Membongkar“Ini bener adek Kak Gista? Bening banget astaga! Kenapa nggak dari dulu kenalannya? Rugi gue jadian sama kunyuk satu ini.”Leo buru-buru merangkul Adel. Tatapannya tajam memperingatkan sosok lelaki muda yang berdiri tepat di hadapannya.Guntur hanya tersenyum. “Terima kasih. Tapi seganteng-gantengnya lelaki orang, tetap lebih ganteng laki sendiri, Kak.”Adel terpana. Guntur masih tersenyum. Leo sontak cemberut.“Udahan kalian ngomong gajenya. Kita udah hampir telat, nih.”Tiga orang itu menatap ke arah pintu kamar Gista. Mereka menunggu dua menit sampai akhirnya pintu yang tertutup rapat itu terkuak.“Vibes kalian udah kayak pasangan pengantin,” komentar Leo.Akash yang berdiri di samping Gista tersenyum tipis. “Sayangnya itu hanya vibes doang. The bride masih susah merealisasikan.”Gista menyodok rusuk Akash. “Apaan, sih?”Pandangan Gista menyapu ruang duduk. Rumahnya belum pernah seramai ini sebelumnya. “Kak Gista, aku pergi dulu.” Guntur meraih tangan Gista. “Kamu yakin mau ngelak
Terakhir Diperbarui: 2026-04-14
Chapter: 201 | AncamanBagaimana rasanya menjadi perantara pertemuan dua keluarga?Gista ada di posisi itu sekarang, tetapi untungnya belum keluarga penuh. Dia hanya menemani Akash bertemu Guntur.“Jadi, ini orang yang bisa bikin kakakku jadi kayak orang normal?”Gista mengangkat alis. “Apa aku selama ini nggak normal?”“Nggak. Kakak tuh, emotionless.” Guntur memutar gelas wine di tangannya. “Tapi sekarang ….”Dia maju dan dengan satu tangan menusuk pipi Gista. “..., jadi banyak senyum.”Pipi Gista merona.“Dan jadi blushing terus,” imbuh Guntur lagi.“Apaan, sih.” Gista menepis tangan adiknya. Dia berpindah tempat duduk ke sofa tunggal.Saat ini mereka bertiga ada di apartemen Guntur. Sang artis sendiri yang mengundang dan menjemput Gista serta Akash untuk datang.“To the point aja. Aku nggak mau basa-basi.” Guntur kembali bicara. “Aku belum kasih restu ke kalian.”“Nggak wajib,” sela Gista.Guntur melirik kakaknya. “Tapi restuku bisa lebih cepat bantu Kakak dapat restu Papa.”Gista mendengkus. Di sisi yan
Terakhir Diperbarui: 2026-04-14
Chapter: 200 | Sarapan bersama Musuh“Ke sini sekarang. Kita makan bersama. Jangan menolak. Kamu masih putraku.”Akash menatap ke arah tempat tidur. Seprai yang kusut. Selimut yang teronggok di lantai. Dan sesosok Gista yang tengkurap setengah telanjang.“Aku sibuk,” ucap Akash datar.“Publisher barumu tak menyita banyak waktumu.”Akash mengusap punggung polos Gista. Perempuan itu mengulet manja dan kembali tertidur. Akash menundukkan badan, mencium bahu wanitanya.“Aku tak janji.” Akash akhirnya bicara.“Kamu–”“Sudah dulu, Pa. Aku sibuk.”Akash mematikan telepon. Dia melempar ponsel ke nakas. Terdengar getar keras. Papanya kembali menelepon, tetapi Akash tak peduli.Tangannya melepas ikatan jubah tidurnya. Tanpa membangunkan Gista, dia memasuki wanitanya. Gista tersentak, terbangun dengan cepat, dan mengerang sambil mencengkeram seprai. Sementara Akash yang berada di atasnya melihat pemandangan menakjubkan itu dan semakin mempercepat gerakan.Pagi itu, Gista dan Akash kembali merajut kemesraan. Tidak peduli apapun. Ti
Terakhir Diperbarui: 2026-04-14