Chapter: 21 Di Pangkuan Arvin“Dasar sund*l! Tak bisa goda aku, terus kamu hasut istriku!” Tangan pria asing itu kembali terangkat, siap menampar Lala. Wanita itu memejamkan mata sambil melindungi kepalanya dengan lengan.Satu detik.Dua detik.Hingga detik ketiga tidak terjadi apa-apa. Lala perlahan membuka mata. Dunia kecilnya seketika runtuh melihat pemandangan di depannya.“Hanya pengecut yang memukul wanita,” ucap Arvin dingin.Pria paruh baya di hadapannya menggerung murka. Dia menyentak tangannya yang dicekal Arvin.“Brengsek! Siapa kamu, hah?”“Pemilik perusahaan ini,” jawab Arvin lugas.Pria itu mendeceh keras. Dia menyentak kasar tangannya. Gagal. Namun, dia langsung terhuyung ke belakang saat Arvin mendorongnya.“Bagus kalau begitu! Biar kamu tahu pegawai macam apa yang kamu pekerjakan ini! Dia itu perusak rumah tangga orang! Bosnya dulu gagal digoda, sekarang dia mau goda bos baru!”Wajah Lala pucat pasi. Badannya menggigil. Rasanya ingin sekali dia pergi dari tempat itu. Sialnya kakinya seolah lengke
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: 20 Rasa Kehilangan“Penalti 500 juta atau tetap bertahan sama Arvin? Pilihannya nggak ada yang bagus semua.”Jarinya meremas pinggiran wastafel hingga memutih. Aroma lavender dari pengharum ruangan tak juga mampu menenangkan sarafnya yang tegang. Ditambah obat depresannya yang menghilang entah ke mana, semakin membuat Lala frustrasi.“Mana cuma dikasih waktu tiga hari pula,” desahan keras Lala terhembus keluar.“La, masih ada di dalam? Masih lama gak?”Lala buru-buru membilas tangan. Dia keluar rest room dengan wajah murung.“Arvin udah acc kamu cuti tiga hari dengan dibayar. Kenapa masih nekat masuk? Pucat banget itu wajah.”Lala memaksakan senyum. “Proyek Seminyak harus segera kelar, Dil.”“Ya, tapi gak perlu ngoyo kayak gini. Kamu kan, tinggal terima laporan dari tim desainer di Bali.”Dilan mendorong bahu lantas mendudukkan wanita itu di kursi.“Makan siang kamu. Harus dimakan. Aku diinstruksi khusus buat ngawasin perpindahan makanan itu ke perut kamu.” Dilan menyodorkan sekotak besar makanan dengan
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Welcome, The Orbits!Terima kasih telah membersamai kisah-kisah Eliyen selama ini. Kali ini, Eliyen menghadirkan dunia interior perhotelan dan apartemen kepada para pembaca melalui kisah cinta segitiga Lala, Arvin, dan Arlo. Tiga orang yang bersahabat sejak kecil, penuh suka dan duka. Aku berharap para Orbits bersedia membersamai ketiga sahabat ini menuju kedewasaan. Jangan lupa tinggalkan jejak di novel Pesona Kakak Tetangga yang Menggoda. Silakan kepoin juga medsos Eliyen di Eliyen Author. Dan ... selamat bergabung dalam Eliyenverse. Eliyen menunggu jejak cinta dari Orbits semua. ^^
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: 19 Hanya Kamu“Lala tak boleh resign.”“Setuju! Kemampuannya luar biasa. Dia aset penting buat timku. Bro, turunin kekejamanmu. Aku gak mau kehilangan satu pegawai potensial lagi.”Arvin menghela napas berat. Malam itu, setelah memastikan Lala aman bersama ibunya, baru Arvin kembali ke kamarnya.“Aku gak nyangka dia sampai pingsan setelah ketemu kamu. Emang kamu apain anak orang siang tadi, Vin?”Di seberang panggilan telepon, Dilan sedikit mengomelinya. Dari sekian banyak orang di perusahaan, Dilan adalah salah satu tangan kanan Arvin yang terpercaya.“Tak aku apa-apakan.” Arvin berdusta.“Mau coba bohongin aku? Kita udah kenal lama sejak kuliah. Kamu juga yang narik aku masuk perusahaan bapakmu setelah aku cabut dari firma di Australia.”“Serius. Lala tidak aku apa-apakan.”Terdengar suara dengkusan keras di seberang. “Jujur aja. Beberapa pegawai mulai kepo. Ini bukan seperti bos yang mereka kenal. Kamu emang dingin, tapi gak kejam. Cuma kepada Nalani doang kamu jadi brutal. Aku sepakat sama mere
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: 18 Keintiman[“Siapa yang bakal percaya cewek penggoda kayak lo?”]Lala menggigit bibir. Dia memejamkan mata, merasakan pinggul Arvin semakin merapat kepadanya. Napas panas pria itu menyapu pipi Lala.[“Mau sekeras apapun lo berkilah, orang-orang bakal percaya sama gue. Gue bos lo. Gue gampang bilang, lo yang ngejar-ngejar gue.”]Sebutir air mata lolos di pipi Lala. Badannya lemas, tak lagi meronta seperti tadi, seolah tenaganya mendadak hilang dari badan.“La?”Panggilan itu tak direspons Lala. Otaknya terlalu penuh dengan suara-suara mengerikan yang datang dari ingatan masa lalunya.“Lala!”Air mata wanita itu jatuh berderai semakin deras. Lala lunglai. Dua tangannya jatuh begitu saja setelah Arvin melepaskan cengkeramannya.“Brengsek. Lala, dengar aku!”Panggilan Arvin bercampur dengan suara-suara penuh penghinaan dari dalam kepalanya. Mata Lala semakin rapat terpejam. Kemudian, tanpa peringatan apapun, wanita itu jatuh pingsan di pelukan Arvin.~~~“Pasien mengalami kelelahan parah. Lambungnya
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: 17 Bentrok Ego“Mas Arlo! Bikin kaget aja! Ngapain ke sini?” Arlo yang berdiri di depan Lala melirik pintu kantor. “Pertanyaan yang sama, La. Ngapain Mas Arvin di situ sejak tadi dan nggak masuk-masuk?” Lala langsung menoleh ke arah yang ditunjuk Arlo. Memang benar ada Arvin di sana. Pria itu berdiri mematung seraya menatap lurus ke arahnya dan Arlo. “Sejak kapan Mas Arvin di situ?” Jantung Lala kembali berdegup kencang, teringat ciuman panas mereka siang tadi. “Ada sepuluh menitan lebih kali, La. Aku datang udah selama itu dan Mas Arvin udah di sana.” Lala mengerjap. “La, kamu kerja tekun banget sampai nggak sadar kanan kiri. Kalau yang muncul tadi orang jahat, bisa berabe kamu.” Arlo menegur. “Tak ada orang jahat yang berkeliaran di sini.” Arvin masuk dan lagi-lagi berdiri persis di samping kursi Lala. “Kenapa kamu ke sini?” “Jemput Lala-lah. Ngapain lagi? Punya adek semanis ini, ya harus dimanfaatin, dong.” “Mulutmu itu.” Lala berdecak keras. “Bentar lagi aku pulang. Mau beresin meja dul
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: 205 | FinaleKalau Leo dan Adel tak pernah kongkalikong dengan Akash untuk pura-pura lamaran, mungkin sekarang Akash masih kebingungan bagaimana cara mengikat hati Gista secara permanen.Kalau dulu Gista tak nekat mendekati Akash sebagai target riset, mungkin sekarang Gista masih betah melajang dan harus menelan revisi demi revisi naskah yang menggunung.Namun, kini semua penantian itu terbayarkan sudah. Gista resmi mengatakan “iya” untuk permintaan Akash.“Aduh, Kak Gista. Jangan sesantai ini, dong. Kenapa ekor gaunnya pakai dilepas dadakan, sih?”“Susah jalan, Del,” jawab Gista datar.“Ya, tapi gaunnya jadi nggak cantik lagi.” Adel mengeluh. Dia mondar-mandir di antara tim desainer yang merubungi Gista. “Ampun, deh. Yang nikah siapa, yang panik siapa.”“Santai aja kali. Tempat nikahnya nggak akan kabur, kok. Pengantin prianya juga nggak bakalan kabur.”“Amit-amit! Jangan ngomong sembarangan sebelum nikah! Pamali!” Adel membeliak ngeri.Gista tertawa. Dia memandangi pantulan dirinya di cermin. G
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 204 | Microcosmos“Aku nggak peduli mau Papa datang lagi apa nggak. Dia nggak mau tunggu aku. Ya udah, biar aja Papa pergi.”“Kamu harus peduli, Kak, kalau masih mau restu Papa biar Akash jadi suami kamu.”Gista mengerang keras-keras. Hidup santainya mulai hilang setelah Guntur muncul dan mengakui mereka sebagai saudara kandung di depan publik.“Papa kemarin nungguin Kakak sampai malam tahu.” Guntur menyendok es krimnya. Posisi duduknya super santai di ruang tamu duduk Gista. Sama sekali tak mencerminkan gaya seorang superstar.Sementara Gista dibuat tertegun. Dia menyodok ujung kaki adiknya.“Yang benar?”“Benar. Baru pulang setelah Mama nelepon.”“Mama juga ikut datang?” Gista tak percaya.Sekali lagi Guntur mengangguk. “Tapi di hotel. Mama nggak mau datang ….”Lelaki itu sepertinya sadar telah melakukan kesalahan. Dia buru-buru mengoreksi ucapannya.“Bukannya gitu maksud aku, Kak. Mama mau datang, tapi nunggu di hotel. Entar kalau udah ketemu Papa, baru Mama bakal ketemu sama Kakak.”Gista mendesah.
Last Updated: 2026-04-20
Chapter: 203 | Road to RestuEKSKLUSIF! GUNTUR MAHESWARA SANG DEWA PRIVASI AKHIRNYA TERTANGKAP BERSAMA KAKAK RAHASIA. SIAPA DIA?Gista mengeklik judul artikel itu. Satu detik berikutnya, halaman panjang yang dilengkapi foto-foto di gala dinner Salim Publishing terpampang di depan mata.Foto Guntur memeluk dirinya menjadi ikon utama artikel. Gista meringis saat berita sosok rahasia kakak Guntur justru lebih heboh dibanding gala dinner itu sendiri.Bahkan penunjukan Guntur jadi brand ambassador Salim juga tenggelam.Gista membatin sambil terus membaca artikel. Sekali lagi namanya menjadi topik utama di berbagai linimasa. Tidak ada yang pernah mengira, Guntur punya seorang kakak penulis kontroversial.“Gis, lo mau ngasih kejutan apalagi ke kita?”Gista mendongak. Saking asyiknya menjelajah internet, dia sampai tidak menyadari hampir semua orang kantor berkumpul di mejanya.Wanita itu meringis. “Kejutan apa, Bang?”“Kamu udah jadi pacar jomblo idaman hampir semua cewek Indo. Terus sekarang kamu juga jadi kakaknya akt
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: 202 | Membongkar“Ini bener adek Kak Gista? Bening banget astaga! Kenapa nggak dari dulu kenalannya? Rugi gue jadian sama kunyuk satu ini.”Leo buru-buru merangkul Adel. Tatapannya tajam memperingatkan sosok lelaki muda yang berdiri tepat di hadapannya.Guntur hanya tersenyum. “Terima kasih. Tapi seganteng-gantengnya lelaki orang, tetap lebih ganteng laki sendiri, Kak.”Adel terpana. Guntur masih tersenyum. Leo sontak cemberut.“Udahan kalian ngomong gajenya. Kita udah hampir telat, nih.”Tiga orang itu menatap ke arah pintu kamar Gista. Mereka menunggu dua menit sampai akhirnya pintu yang tertutup rapat itu terkuak.“Vibes kalian udah kayak pasangan pengantin,” komentar Leo.Akash yang berdiri di samping Gista tersenyum tipis. “Sayangnya itu hanya vibes doang. The bride masih susah merealisasikan.”Gista menyodok rusuk Akash. “Apaan, sih?”Pandangan Gista menyapu ruang duduk. Rumahnya belum pernah seramai ini sebelumnya. “Kak Gista, aku pergi dulu.” Guntur meraih tangan Gista. “Kamu yakin mau ngelak
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: 201 | AncamanBagaimana rasanya menjadi perantara pertemuan dua keluarga?Gista ada di posisi itu sekarang, tetapi untungnya belum keluarga penuh. Dia hanya menemani Akash bertemu Guntur.“Jadi, ini orang yang bisa bikin kakakku jadi kayak orang normal?”Gista mengangkat alis. “Apa aku selama ini nggak normal?”“Nggak. Kakak tuh, emotionless.” Guntur memutar gelas wine di tangannya. “Tapi sekarang ….”Dia maju dan dengan satu tangan menusuk pipi Gista. “..., jadi banyak senyum.”Pipi Gista merona.“Dan jadi blushing terus,” imbuh Guntur lagi.“Apaan, sih.” Gista menepis tangan adiknya. Dia berpindah tempat duduk ke sofa tunggal.Saat ini mereka bertiga ada di apartemen Guntur. Sang artis sendiri yang mengundang dan menjemput Gista serta Akash untuk datang.“To the point aja. Aku nggak mau basa-basi.” Guntur kembali bicara. “Aku belum kasih restu ke kalian.”“Nggak wajib,” sela Gista.Guntur melirik kakaknya. “Tapi restuku bisa lebih cepat bantu Kakak dapat restu Papa.”Gista mendengkus. Di sisi yan
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: 200 | Sarapan bersama Musuh“Ke sini sekarang. Kita makan bersama. Jangan menolak. Kamu masih putraku.”Akash menatap ke arah tempat tidur. Seprai yang kusut. Selimut yang teronggok di lantai. Dan sesosok Gista yang tengkurap setengah telanjang.“Aku sibuk,” ucap Akash datar.“Publisher barumu tak menyita banyak waktumu.”Akash mengusap punggung polos Gista. Perempuan itu mengulet manja dan kembali tertidur. Akash menundukkan badan, mencium bahu wanitanya.“Aku tak janji.” Akash akhirnya bicara.“Kamu–”“Sudah dulu, Pa. Aku sibuk.”Akash mematikan telepon. Dia melempar ponsel ke nakas. Terdengar getar keras. Papanya kembali menelepon, tetapi Akash tak peduli.Tangannya melepas ikatan jubah tidurnya. Tanpa membangunkan Gista, dia memasuki wanitanya. Gista tersentak, terbangun dengan cepat, dan mengerang sambil mencengkeram seprai. Sementara Akash yang berada di atasnya melihat pemandangan menakjubkan itu dan semakin mempercepat gerakan.Pagi itu, Gista dan Akash kembali merajut kemesraan. Tidak peduli apapun. Ti
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Bab 194 Extra Chapter“Dam, penerbangannya tiga jam lagi! Stop it, please ….”Suara Agatha berubah menjadi desah pasrah saat punggungnya menempel pada pintu kayu apartemen mereka. Gaun kasual yang tadinya rapi kini sudah tersingkap sampai ke pinggang. Di depannya, Damian sama sekali tidak berniat melambat. Sentuhan pria itu selalu punya cara untuk melumpuhkan akal sehat Agatha dalam hitungan detik.“Tiga jam itu lama, Sayang. Sementara kamu mau meninggalkanku satu tahun,” bisik Damian parau. Napasnya memburu di ceruk leher Agatha, menyuntikkan sensasi panas yang membuat seluruh tubuh wanita itu meremang.Tanpa aba-aba, Damian mengangkat tubuh Agatha, membuat kedua tungkai wanita itu melingkar erat di pinggang kokohnya. Gerakan Damian berikutnya begitu menuntut, dalam, dan menghentak, seolah pria itu ingin membuat Agatha mengingat sebanyak mungkin kenangan tentang dirinya. Itu cara yang efektif agar Agatha tidak sempat melirik bule Amerika mana pun selama fellowship di Mayo Clinic nanti.“Damian … ah!” A
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 193 Finale“Ngapain Papa masih nekat nyuruh aku ngurusin perusahaan? Pakai datangin tim lawyer segala. Dam, aku nggak mau ngurusin perusahaan dulu.” Agatha merengek.“Mau dibantu?” Damian santai, tetapi matanya tidak. Dia terus menatap intens kepada istrinya yang sedang ganti baju di depannya.Sial. Damian merutuk dalam hati sambil merapatkan kaki. Apa istrinya tak tahu pengaruh bodi sintal itu terhadap suaminya sendiri? Damian harus mati-matian menahan diri tidak menarik Agatha ke tempat tidur dan mencumbunya habis-habisan.“Nggak mau. Aku udah janji buat selesaikan masalah ini sendiri.”Agatha mengancingkan kancing terakhir blusnya. Pakaiannya kasual. Cocok untuk bertemu dengan tim pengacara perusahaan Papa yang datang ke rumah.“Kalau begitu, izinkan aku menemanimu.” Damian berdiri dan memperbaiki posisi celananya.“Nggak balik ke Novera?” Agatha mengangkat alis.“Aku sudah ajukan cuti. Kemarin berangkat dadakan setelah lihat berita kecelakaan kereta api.”Agatha tersenyum. Dia menjulurkan ta
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 192 Panggilan JiwaSuara dentuman keras dari dua kereta yang bertabrakan masih terekam jelas di ingatan Agatha. Untungnya dia ada di gerbong paling belakang. Selain luka gores di pelipis, tidak ada yang harus dikhawatirkan dari dirinya.“Saya Agatha, perawat dari Kota M! Saya bisa bantu!” serunya keras setelah berhasil keluar dari gerbong yang anjlok.Hiruk pikuk suara evakuasi menjadi latar belakang seorang dokter yang sedang memimpin triage. Dokter pria berompi medis itu menatapnya sekilas. “Bagus. Bantu saya di zona kuning dan merah. Prioritaskan yang mengalami gangguan napas dan pendarahan hebat!”Agatha langsung bergerak tanpa ragu. Seorang pria setengah baya yang baru saja dievakuasi oleh TIM SAR dari gerbong depan adalah pasien pertamanya.“Pak, bisa dengar suara saya?” Agatha memeriksa kesadaran korban sambil jarinya berpindah cepat ke pergelangan tangan. Denyut nadinya lemah dan cepat. Agatha berteriak lantang ke arah dokter.“Dok! Pasien mengalami tanda-tanda syok hipovolemik. Kemungkinan ada
Last Updated: 2026-07-05
Chapter: Bab 191 Kecelakaan“Wajah merah merona. Baju kusut. Tingkah aneh. Fix, Bang Deni! Sahabat kita ini baru saja mendapat kesenangan entah di mana.”Agatha melotot galak. Buru-buru dia membungkam mulut Sonya.“Resek banget, sih?” gerutu Agatha.Sonya terbahak. “Habisnya kamu main ngilang entah ke mana.”“Kan, ada Bang Deni sama Mbak Rosma yang nemenin. Sigit sama Talita juga lagi keliling.” Agatha mengingatkan.Sonya melirik Bang Deni yang sedang makan kuaci. Senyum dua orang itu penuh arti.“Iya, deh. Yang barusan dapat kesenangan dari suami-aduh! Jangan dipukul dong, aku.” Sonya terkikik geli.“Tha, besok ikut ke Lembang gak? Ners yang libur mau healing ke sana. Mumpung dapat jatah cuti dua hari.”Agatha menggeleng. “Aku mau pergi ke tempat Papa.”Deni melirik Sonya. “Oh, tugas negara.”Agatha hanya mengangguk tanpa menjelaskan lebih jauh. Dia menyelesaikan shif tanpa banyak bicara. Sepotong pesan dari Damian membuatnya semangat.[Damian: Aku nginap RS. Besok pulang bareng.]Sayangnya, rencana hanya tingg
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 190 Short Time di Kantor“Penurunan 5% saham sudah cukup menghapus ratusan miliar nilai perusahaan. Apa kamu sudah siap memikul beban itu?”Agatha bersandar ke kursi plastik di nurse station. Pandangannya melamun. Pikirannya masih terisi perkataan papanya di makan malam dua hari lalu tentang keputusan meninggalkan jabatan COO.Hari ini dia jaga malam. Suasana Departemen Pediatri sepi. Seluruh pasien untungnya dalam kondisi yang cukup stabil.“Makan, nih.” Sonya datang sambil membawa sekotak donat. “Gluten free. Aku sudah dapat pesan khusus dari kardiolog pribadimu, gak boleh camilan tinggi gula, bergluten, dan gak sehat.”Agatha tersenyum tipis. Dia mencomot satu buah donat. “Wajahmu muram banget. Dedek bayi aman?”“Aman, kok.”“Lagi tengkar sama suami?”Agatha menggeleng. Dia mengambil satu donat lagi, mengamati lingkaran di tengah dan toping bubuk matcha di atasnya, lalu perlahan bertanya kepada Sonya.“Son, kalau kamu dikasih dua pilihan yang berat …, dan dua-duanya punya peran penting buat nyawa banyak o
Last Updated: 2026-07-03
Chapter: Bab 189 Enak di BawahAgatha sudah lupa kapan sesuatu yang tradisional terasa sangat berkesan. Setelah begitu lama Damian mengajarinya aneka trik dan manuver liar, kini kembali kepada aksi-aksi konservatif sungguh sangat menyenangkan.“More faster …, please ….” Napas Agatha terengah. Tangannya mencakar punggung telanjang suaminya. Di atasnya Damian bergerak hati-hati, berusaha tidak membuat gerakan yang membahayakan kehamilan Agatha. Dia berhasil mengantar Agatha ke orgasme pertamanya hanya dalam durasi kurang dari lima menit.Damian berkedip. Tak percaya istrinya bisa begitu cepat mendapatkan kepuasan. Ada rasa percaya diri pada kemampuannya sendiri yang membuat hidung Damian kembang kempis. “Again …,” desah Agatha.Kening Damian berkerut. Dia masih bertahan di dalam diri Agatha. Wanita itu masih mencengkeramnya dengan sangat kuat.“Lagi?” Damian mengulang.Agatha mengangguk. Sudut-sudut bibir Damian berkedut.“Kalau begitu, kamu di atas.”Agatha langsung mencengkeram bahu Damian. Dia menggeleng kuat-ku
Last Updated: 2026-07-02