首頁 / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 70 Mengungkit Mantan Pacar Alisa

分享

Bab 70 Mengungkit Mantan Pacar Alisa

last update publish date: 2025-10-18 19:59:49

Mendengar pertanyaan itu, sontak Alisa mendongakkan wajah. Mata besarnya melirik tajam ke arah sosok yang berdiri tepat di sebelahnya. Seketika jari tangannya mematikan layar ponsel dan segera menyembunyikannya dibalik tubuh.

Hal itu membuat sosok tersebut mendengus kasar. “Lihat foto saja tidak boleh. Pelit sekali kamu, Al!” sungutnya seraya memutar bola matanya malas. “Aku akui kalau kakak iparku tampan. Tapi, aku tidak tertarik untuk merebutnya darimu kok.”

Kicauannya tidak cukup sampai di s
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 151 Dua Misi Rahasia

    A/n: Update lagiiii^^“Misi rahasia pertamaku selesai.”Andra menyodorkan sebuah novel bersampul merah gelap bergambar hati yang patah dan dua jari kelingking yang saling bertaut sesaat setelah memasukki ruang kerja Dirga.“Novel Aldo yang kamu minta semalam,” jelas Andra saat melihat Dirga hanya menatapnya dengan serius.Mendapati keterdiaman Dirga, Andra membuka suaranya lagi, “Karena sedikit penasaran, aku sempat baca isinya,” ringisnya pelan. Mata besarnya menatap pria itu dengan penuh sesal. “Maaf, aku mencuri start.”Mengaku jujur lebih baik dibandingkan dia harus berpura-pura tidak mengintip isi novel tersebut. Lagi pula siapa yang tidak dibuat penasaran?Semalam, lebih tepatnya malam-malam sekali Dirga meminta bertemu dan meminta tolong padanya untuk dicarikan novel unlimited milik Aldo–sang penulis skenario di perusahaan yang juga pernah menjadi mantan pacar dari Alisa–.Katanya novel itu tidak dipasarkan secara luas karena diterbitkan secara mandiri. Jadi, Dirga kesulitan me

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 150 Jurus Terakhir & Pemberitahuan Hiatus

    Dirga pernah mendengar satu hal bahwa dua orang yang berjodoh memiliki kemiripan, entah dari fisik maupun hal-hal lain. Ucapan Alisa yang satu itu terus menempel di benaknya. Sesuatu yang nyaris tidak pernah Dirga pikirkan sebelumnya. Jadi, kemiripan apa yang dimiliki keduanya? Sementara Dirga sendiri merasa dia dan Alisa memiliki banyak perbedaan. "Hei." Panggilan lembut itu menyadarkan keterdiaman Dirga. Pria itu saat ini berdiri di ambang pintu kamar dan mata hitam legamnya menatap lurus pada Alisa yang tampaknya sudah siap dengan menenteng tasnya. Usai membicarakan gantungan ponsel Alisa yang hilang, keduanya sempat sarapan bersama Larissa, Anton, dan juga Clarissa. Meski yah, suasananya masih terasa sedikit canggung karena Clarissa terlihat belum bisa berinteraksi bebas dengan Alisa. Akan tetapi, suasana meja makan tadi terasa hangat. Dirga bisa melihat sendiri bagaimana Alisa berusaha mendekati putri kecil Sam itu secara perlahan. "Kamu tidak sakit lagi ‘kan?" tan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 149 Makna Tersembunyi

    Jujur saja, Alisa merasakan kejanggalan.Fokus utamanya tidak lagi memikirkan pada kemungkinan dia telah dibodohi sepupunya sejak awal, melainkan lebih kepada kebodohannya sendiri.Bisa-bisanya dia tidak memeriksa, bahkan sekadar mengkonfirmasi data pribadi pria yang kini telah menjadi suaminya?Padahal selama ini, riset sudah menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai penulis cerita cinta fiksi. Namun, ironis kemampuan itu mendadak tidak terpakai ketika Alisa hendak menikahi Dirga.Jika ada yang harus disalahkan, Alisa akan menyalahkan dirinya sendiri karena begitu mempercayai Sabrina di awal. Dan sepertinya ... akal sehat Alisa ketika itu juga tidak bekerja.Satu tangan terangkat dan langsung menepuk keningnya cukup keras. 'Dasar bodoh!' makinya dalam hati.Bagaimana jika Dirga bukan manajer kantoran biasa, melainkan ternyata seorang mafia kejam?! Berbuat salah atau bahkan tidak menjadi istri penurut, Alisa yakin dia bisa mati ditembak.Seakan tombol imajinasinya dinyalakan, hal itu b

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 148 Kesayangan Uncle Dirga

    Selagi Alisa masih berada di kamar mandi, Dirga yang sudah selesai bersiap-siap memutuskan cepat turun untuk menemui sang keponakan yang sudah dipastikan marah padanya. Pernah tinggal cukup lama di negara luar beberapa tahun lalu membuatnya lebih sering mengunjungi kediaman Sam dibandingkan Dirga pulang ke tanah air. Jadi, Clarissa memang cukup menempel padanya jika bertemu. Dan sikapnya yang kekanakan seperti tadi, Dirga bisa sedikit memakluminya. Tapi, tetap saja tidak bisa dibiarkan. Usai menuruni anak tangga terakhir, Dirga berniat berbelok menuju dapur. Namun, dia urung begitu melihat keberadaan ibunya tengah bersandar di pintu dengan tubuh Clarissa yang menghadap ke pintu seolah meminta keluar sambil menggendong tas besarnya di punggung. Larissa sepertinya tengah membujuk cucunya itu. "Kamu sudah berjanji akan bersikap baik jika Halmonie membawamu ke Uncle Dirga." "Jadi, ayo cepat lepaskan tasmu dan sarapan pagi." Namun, dengan sikapnya yang keras kepala Clarissa menolak,"

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 147 Drama Pagi Part 2

    “Clarissa, tidak boleh bicara seperti itu,” tegur Dirga dengan nada yang tegas tapi lembut. Dirga kemudian menolehkan wajah, menatap Alisa lurus-lurus. “Tentu Uncle menyayangi kalian.” Alisa akui, dia senang mendengarnya. Tapi, siapa yang tahu isi hati Dirga yang sebenarnya? Bagaimana kalau jawaban Dirga hanya untuk tidak menyakiti siapapun? Detik itu, Alisa membenci dirinya sendiri. ‘Kenapa aku ikut bersikap kekanakan, sih?’ “Aunty Alisa tidak jahat,” bantah Dirga. Bahkan sebelum Alisa menyadarinya, Dirga melangkah mendekat dan menarik tangannya. Alisa tersentak saat merasakan Dirga menautkan jadi tangan mereka. “Perhatikan, dia wanita yang baik dan juga …,” jedanya sambil melirik Alisa. Refleks, Alisa sendiri ikut melirik ke arah Dirga, menunggu kelanjutan ucapan pria itu. “Cantik sepertimu, bukan?” Demi mendengar itu, Alisa menahan napasnya. Apa Dirga bilang?! “Tidak, jelek! Rambutnya berantakan!” komentar Clarissa yang menyatakan pendapatnya dengan lantang. Matanya yang kec

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 146 Drama Pagi Part 1

    Tiba-tiba terdengar suara nyaring anak kecil dari luar kamar. Seketika hal itu menyela ucapan Dirga yang langsung terdiam sambil memikirkan suara anak kecil yang terdengar familier baginya. “Uncle Dirga?” Lagi-lagi seruan panggilan ‘Uncle Dirga’ terdengar lebih jelas hingga membuat Alisa kebingungan. “Dirga–mphh!” Mata besarnya terbelalak mendapati pria itu yang tiba-tiba membungkam bibirnya dengan satu ciuman tanpa aba-aba. Sontak Alisa mengangkat kedua tangannya, hendak mendorong dada Dirga menjauh. Akan tetapi, seolah bisa membaca niatnya, Dirga meraih kedua tangan Alisa dan menempatkannya di atas kepala. Sepersekian detik berikutnya, tubuhnya menegang. Meski pikirannya ingin menolak, tubuh Alisa mengkhianatinya. Napas hangat Dirga yang menerpa wajah dan pagutan lembut di bibirnya perlahan meluluhkan Alisa dalam hitungan detik. Dia nyaris menutup mata dan membuka bibir kalau tidak mendengar suara di luar kamarnya. “Uncle! Uncle ada di mana?” Seolah tersadarkan, Dirga melepa

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 132 Membuka Pikiran Dirga

    Bagaimana mengungkapkan perasaan sayang dengan benar tanpa harus memberitahukan perasaan kita sendiri?” Sam mengulang ucapan Dirga dengan tak habis pikir. Apa yang membuat sepupunya itu bisa berpikir demikian? Manik coklatnya menatap Dirga tajam. Dia mendaratkan tangannya di pundak pria itu dengan

    last update最後更新 : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 131 Luluh

    Satu dua sampai lima detik menunggu, Alisa masih menunggu respons Dirga. Sekilas, raut wajahnya menunjukkan keterkejutan. Tapi, mulutnya masih terbungkam rapat.Rasanya seperti tak jauh berbeda berbicara dengan tembok.Keheningan di antara mereka membuat Alisa canggung sendiri. Dia meringis pelan.

    last update最後更新 : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 133 Panggilan Itu Lagi

    *Satu jam sebelumnya Usai membaca laporan yang diterimanya, rahang pria dengan raut wajah tidak ramah itu tampak mengeras. Tangannya mencengkram sisi kertas laporan tersebut hingga tepiannya tampak kusut.“Perketat pengawasan,” perintahnya dengan suara yang rendah. Manik hitam tajamnya terangkat,

    last update最後更新 : 2026-04-04
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 124 Saudara?

    Cengkraman di kerah baju Dirga perlahan melonggar seiring Argus mulai menarik tangannya dari sana dengan cara yang agak kasar. Dia terkekeh sinis. “Tidakkah hanya dengan melihat wajah Alisa, kamu seharusnya bisa mengenalinya, Dirga?” Sorot mata Argus tampak dingin selaku seseorang yang ternyata te

    last update最後更新 : 2026-04-02
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status