Home / Romansa / Pesona Presdir Dingin / Bab 74 Alisa Kambuh

Share

Bab 74 Alisa Kambuh

last update publish date: 2025-10-19 08:14:06
Di belakang sana, di atas tunggangan kudanya, Dirga nyaris tak berpaling sedikitpun dari Alisa. Beberapa menit yang lalu, dia mulai merasa ada yang aneh dari gerak tubuh Alisa di atas kudanya. Punggung wanita itu sedikit membungkuk dengan tangan yang mencengkram erat tali kekang pada kuda.

Terdengar batuk kecil dari mulut Alisa.

“Berhenti,” perintah Dirga dengan tegas seraya menolehkan wajahnya.

Begitu perintah itu diturunkan, petugas yang berada di barisan paling belakang segera menurunka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
sriwahyuniakbar89
jiahhh,,, bikin Dirga makin inget sama Aruna aja deh. mantan yg sama2 punya sakit asma.
goodnovel comment avatar
Nur Deene
Kenapa aku rasa mcm nnti alisa sama andra akan ada pertalian yaa.. haha.. adik yg hilang mgkin
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 157 Kartu-Kartu yang Terbuka

    “Sial. Siapa kalian sebenarnya?!”Dengan sangat terpaksa, Leo akhirnya melepaskan tangan Alisa karena lengan pria di sampingnya mencengkeram lengannya kuat-kuat.Sekon berikutnya, wanita di sebelah Alisa menarik bahunya dengan lembut agar mundur dan menyingkir dari sosok Leo.Alisa sama sekali tidak menolak atau memberontak. Sama seperti Leo, Alisa juga ingin menanyakan hal yang sama: siapa mereka sebenarnya?Sekilas, Alisa melirik ke arah pria yang tadi menyuruh Leo melepaskan tangannya. Dia merasa tidak asing dengan wajah garang–Ah, itu dia!Bukankah itu Tuan Garang yang Alisa temui beberapa waktu lalu di depan kolam renang komunal?Alisa mengernyitkan dahi sambil membatin, ‘Dia menyebutku apa tadi?’Putriku, katanya?Dengan jarak sedekat itu, Alisa tidak mungkin salah mendengar. Apa mungkin, demi menolongnya dari Leo, pria itu terpaksa berbohong?“Jangan khawatir, Om Papa akan menangani pria kurang ajar itu,” bisik wanita di sebelahnya yang rupanya menangkap raut wajah bingung Ali

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 156 Kebetulan atau Takdir?

    Sampai keesokan harinya, Alisa masih menebak-nebak sendiri karena Dirga bersikap tidak seperti biasanya. Pria itu tampak gusar, tetapi di waktu yang bersamaan lebih banyak diam. Alhasil, setelah pekerjaannya selesai lebih awal, Alisa memilih berpamitan melalui pesan daripada harus mendatangi ruangan Dirga. Dengan kepribadian suaminya itu, Alisa merasa lebih baik untuk memberi Dirga ruang dibandingkan mendesaknya agar dia menceritakan keresahan ataupun beban yang dimilikinya. Drrtt … drrt … Ponselnya bergetar. Ternyata Dirga membalas pesannya. [Dirga: Kabari aku kalau kelasnya sudah selesai.] Jari-jari Alisa langsung mengetik balasan. “Oke,” gumamnya. Dalam hatinya Alisa berharap semoga saja Dirga bisa diajak bicara selepas kelas berenangnya selesai. Sekon berikutnya, baru saja hendak mematikan layar dan memasukkan ponselnya ke dalam tas, niat itu diurungkan Alisa ketika ponselnya kembali berdering panjang. Kali ini bukan menerima sebuah pesan, melainkan sebuah panggilan telep

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 155 Gelisah

    “Apakah … dia, maksudku wanita di foto ini memiliki kemiripan denganku?”Pertanyaan itu tercetus begitu saja dari bibir Alisa, membuat Dirga mengalihkan pandangan padanya.Ditatapnya lekat-lekat wajah istrinya itu. Samar, dia mengernyitkan dahinya. Darimana Alisa bisa mengetahui sosok wanita di dalam foto ini?Alisa tersenyum melalui matanya. Dia mengerti arti tatapan Dirga padanya lalu mengatakan, “Aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi untuk sekarang tolong perhatikan wajahku baik-baik.”“Menurutmu, apa aku dan wanita ini terlihat mirip?” ulang Alisa. Selagi menanyakan itu, dia sengaja mensejajarkan ponselnya di samping wajah.Alisa menahan napas, menunggu jawaban Dirga. Entah kenapa, ada letupan rasa senang yang tak bisa dia jelaskan.Ekspresi Dirga tampak kesulitan.Dari sudut mana pun, Alisa memiliki kemiripan dengan wanita yang ada di dalam foto. Karena itu adalah Natasha–Asha Blair, ibu kandungnya.Air wajahnya memucat. Dirga menjawabnya dengan datar, “Mm, sedikit.”Dia bertan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 154 Asha Blair

    “Aku tidak bisa menjawabnya,” jawab Argo seraya menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu.”Tapi, meski demikian, Alisa tidak menyerah begitu saja. “Kalau begitu, bisakah kamu memberitahuku di mana aku bisa menemukan keluarga Blair yang kamu maksud, Kak–”“Jangan,” sela Argo cepat. Sorot matanya menajam. “Jangan pernah mencari tahu mereka,” tegasnya.Mendapati Alisa yang tampak kebingungan, Argo mengembuskan napas pelan. “Aku cucu keluarga Blair. Aku pergi bersama ibuku sekitar tiga belas tahun lalu setelah kakak laki-lakiku meninggal dunia.”Dia pikir Alisa berkaitan dengan keluarga Blair. Jadi, Argo memutuskan untuk membuka diri tentang privasinya yang nyaris tidak pernah dia ceritakan pada teman-temannya, termasuk Dirga.Alisa terdiam dan membiarkan Argo melanjutkan penjelasannya. “Kalau kamu memang menyelidikiku, aku pernah tinggal di luar negeri dan satu kampus dengan Dirga.”“Setelah ibuku meninggal, baru aku kembali ke sini.” Jauh dalam lubuk hatinya, Argo membenci menceritakan

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 153 Kalung Giok Terkutuk

    “Dirga Disastra.” Alisa memotongnya cepat. Dia merasa yakin Aldo menanyakan itu pada Sabrina. Dari ekspresi wajah Aldo, pria itu tampak kesulitan. Alisa tidak ingin menebak-nebak bagaimana perasaan pria itu. Dia kembali membuka suara, “Kak Aldo tahu siapa dia.” Pandangan Aldo terkunci dengan mata besar Alisa. “Untuk menghindari gosip, kesalahpahaman, dan sebagai bentuk menghargai masa lalu kita, tolong untuk tidak lagi mengungkit apa yang sudah terjadi, Kak Aldo.” “Oh iya, jangan memanggilku seperti tadi. Aku tidak nyaman.” Alisa memang sengaja mengatakannya. Dia memilih bersikap tegas sejak awal. Bukan apa-apa, dengan demikian, Aldo tidak bisa memiliki kesempatan untuk membawa kembali hubungan masa lalu mereka ke dalam hubungan yang sekarang. Masa lalu sudah menjadi masa lalu. Alisa ingin fokus ke dalam masa kini juga masa depan. “Permisi, Kak Aldo,” pamit Alisa yang langsung bergegas meninggalkan pria itu. *** Semua berjalan cukup lancar. Terlepas pembicaraan di lorong tad

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 152 Semangat

    Senyum tipis terbit di bibir Alisa saat dia teringat ucapan Andra sebelumnya. “Sebenarnya Dirga khawatir kamu hari ini akan bekerja dengan Aldo.” Tidak tanggung-tanggung, Andra menambahkan dengan nada yang super jail, “Meski Dirga keren, Aldo juga tidak kalah keren, ‘kan? Maksudku, dia pernah menjadi seseorang yang kamu sukai dulu.” Tanpa Andra ketahui, Alisa membuat asumsi di kepalanya sendiri. Dibandingkan khawatir, bukankah lebih tepat kalau disebut cemburu? “Kenapa menatapku seperti itu?” Suara Dirga membuat Alisa tersentak kecil. Dia akhirnya menoleh setelah sekian lama merasa terus diperhatikan. Mata besar Alisa berkedip lambat. “Hah?” Dirga menaikkan sebelah alisnya. “Kamu menatapku sejak tadi.” Matanya turun menatap bibir Alisa. “Dan tersenyum sendiri.” Dalam hatinya, dia ingin tahu, apa yang tengah wanita itu pikirkan? Cepat-cepat Alisa mengalihkan pandangannya dan menatap pintu lift di hadapan mereka. Yah … dia ketahuan. “Memangnya kenapa?” tanya Alisa dengan bibir ya

  • Pesona Presdir Dingin   Bab 86 Wanita Berbahaya

    Mendapati air wajah Dirga yang mulai suram, Andra berdeham. “Mau aku beritahu apa isi paketnya?” tanyanya dengan senyum yang tertahankan.Sepasang alis Dirga langsung menukik tajam. “Memangnya kamu tahu?” dengusnya tak percaya.Andra menganggukkan kepalanya, tampak percaya diri.Sorot manik hitam l

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 89 Janji akan Kembali

    Selang dua jam kemudian, tepat sebelum mereka meninggalkan villa untuk kembali ke kota baru, Andra lebih dulu menarik Alisa saat wanita itu hendak masuk ke dalam mobil Dirga.Wanita itu tersentak dan mengerjapkan matanya. “Ada apa, Andra?”“Kalian bertengkar, ya?” Tanpa basa-basi, Andra langsung me

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 87 Si Paling Tiba-tiba

    Alisa berniat mencuci tempat minumnya sebelum diisi air untuk bekal perjalanan pulang. Seperti kebiasaannya di rumah, biasanya dia akan mengikat rambutnya tinggi-tinggi agar tidak mengganggu aktivitasnya. Semula tidak ada keanehan sampai selang dua menit berikutnya, dia merasakan seseorang menarik

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Pesona Presdir Dingin   Bab 91 Mengunjungi Sepupu Dirga

    Memikirkan apa saja yang sudah Alisa alami di kediaman Gunawan tanpa sadar membuat rahang Dirga mengeras. Tanpa dia sadari, tangannya sudah meraih tangan wanita di sebelahnya dan menggenggamnya erat. Bukan berarti Dirga tidak mempercayai Alisa bisa menghadapi Utari dan Sabrina sendirian, hanya saja

    last updateLast Updated : 2026-03-28
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status