分享

Petaka Dokter Gadungan
Petaka Dokter Gadungan
作者: Ungu

Bab 1

作者: Ungu
Belakangan ini, pacarku agak dingin dalam urusan ranjang, membuatku tersiksa menahannya.

Karena itu, aku mendatangi sahabatku yang membuka klinik untuk meminta saran agar pacarku bisa kembali bersemangat.

Sahabatku pun menanyakan situasi detailnya.

Aku sempat ragu sejenak, lalu akhirnya menjelaskan bahwa ukuranku terlalu besar dan permainanku terlalu hebat, sampai-sampai pacarku sering mengeluh tak sanggup menahannya.

Bulan lalu, gara-gara urusan ranjang ini, pacarku bahkan sampai cedera dan harus dibawa ke rumah sakit. Sejak saat itulah, sikapnya berubah menjadi dingin.

“Sialan, kamu sehebat itu?”

Sahabatku tak percaya dan malah menyuruhku memperlihatkannya.

Aku merasa sangat canggung, tapi demi kebahagiaan, aku pun memberanikan diri.

Setelah melihatnya, sahabatku melongo dengan tatapan penuh iri, dia berkata, “Rafi, nenek moyangmu dari daerah barat?”

“Ah, jangan mengejekku terus, bantu aku cari solusinya, dong.”

Sahabatku berpikir sejenak, lalu berkata, “Sementara hanya ada dua cara. Pertama, kamu belajar teknik yang benar, biar pacarku bisa lebih santai. Kedua, ganti pacar dan cari wanita dewasa yang sanggup menampungmu.”

Mendengar ucapannya, hatiku pun mulai goyah.

Belum menikah saja dia sudah sedingin ini, bisa-bisa aku mati menahan hasrat setelah menikah nanti?

Saat sedang memikirkannya, sahabatku mendapat sebuah panggilan telepon.

Selesai menelepon, dia bilang bahwa dirinya harus keluar sebentar karena ada urusan dan memintaku menjaga kliniknya sebentar.

Melihat jas putih yang dilepasnya, aku pun iseng memakainya untuk mencobanya di tubuhku.

Tak disangka, saat dipakai, penampilanku benar-benar terlihat seperti seorang dokter.

Tepat saat aku hendak melepasnya, seorang wanita cantik yang sexy dan dewasa berjalan masuk dari luar.

Dia memakai gaun panjang yang ketat, kulitnya putih mulus, tatapannya begitu menggoda, bentuk tubuhnya sangat menawan dengan bokong yang montok, pinggang yang ramping, serta kaki yang jenjang. Seketika, mataku pun berbinar melihatnya.

Namun, raut wajahnya tampak terburu-buru dan cara berjalannya sangat aneh. Aku pun berkata dalam hati, jangan-jangan ambeiennya sedang kambuh?

Begitu masuk, dia langsung mengunci pintu. Melihat tatapanku yang terkejut, wajahnya langsung merona dan berkata, “Dok, aku mau minta bantuan denganmu.”

Wanita cantik itu tidak duduk, melainkan berdiri di sampingku dengan penuh rasa malu dan cemas, sementara kedua kakinya saling bergesekan.

“Katakan saja masalah apa, selama bisa kubantu, pasti akan kubantu.”

Melihat kaki jenjangnya yang indah, serta sepasang dadanya yang membusung, aku menelan kembali kata-kata yang menjelaskan bahwa diriku bukanlah seorang dokter.

Paha ini benar-benar terlalu indah. Kalau bisa dilingkarkan di leherku, aku pasti sanggup memainkannya dua ronde.

“Aku… bagian bawahku nggak sengaja kemasukan sebuah benda dan nggak bisa dikeluarkan sendiri. Aku malu kalau harus ke rumah sakit besar, jadi hanya bisa meminta bantuanmu di sini.”

“Asalkan kamu bisa membantuku mengeluarkannya dan menjaga rahasia ini, aku pasti nggak akan pelit soal bayarannya.”

Usai bicara, wanita cantik itu langsung mengeluarkan segepok uang dan menyodorkannya ke tanganku.

Murah hati sekali! Dari perkiraanku, jumlahnya ada sekitar delapan sampai sepuluh juta. Tak disangka dia juga seorang wanita kaya!

“Nggak masalah. Untuk masalah lain aku nggak berani menjamin, tapi kalau soal ginekologi, aku sangat ahli. Silakan berbaring di ranjang pemeriksaan dalam, aku akan sterilkan peralatannya dulu.”

Karena sering melihat sahabatku mengobati pasien, aku tahu benda apa saja yang perlu disiapkan. Aku berpura-pura melakukan sterilisasi, memakai sarung tangan dan masker, lalu memilih beberapa peralatan dan masuk ke dalam.

Dia tampak sangat gugup. Atas bujukanku, dia perlahan mulai rileks dan membuka kedua kakinya.

Aku pun melihat benda yang dia maksud dan ternyata itu adalah sebuah batang lotus yang cukup besar!

Aku hampir saja mimisan. Wanita dewasa ini benar-benar pandai bermain.

Pasti karena sudah sangat menginginkannya, makanya memakai benda seperti ini. Ukurannya bahkan lebih besar daripada benda milikku.

Teringat ucapan sahabatku tadi, hatiku diam-diam jadi bersemangat.

Mumpung ada kesempatan, akhirnya benda milikku bisa dimanfaatkan juga….

Melihat lotus tumbuh di kolamnya yang berlumpur, dengan dua helai bunga teratai sebagai hiasan di sampingnya, memberikan efek visual yang sangat kuat bagiku.

Pemandangan seindah ini, sungguh disayangkan kalau tidak dicicipi secara langsung.

Tanpa sadar, aku memajukan wajahku karena ingin mengecap tetesan embun di sana.

“Dok, bendanya sudah dikeluarkan? Bisa tolong dipercepat? Aku sangat nggak nyaman.”

Suara wanita itu terdengar dari atas, membuatku tersadar kembali.

“Hm, setelah kuperiksa barusan, patahannya agak dalam, jadi mungkin agak sedikit sulit. Tapi akan kucoba menggunakan alat dulu.”

Aku mencoba menggunakan pinset terlebih dulu. Ketika pinset yang dingin itu masuk, dia merasa sangat tak nyaman dan memintaku mengganti cara lain.

“Nona, kalau kamu nggak tahan dengan alat yang dingin, aku hanya bisa mencoba memakai tangan. Suhu tangan jauh lebih hangat.”

Kebetulan sekali aku memang sedang mencari alasan untuk merasakan sensasi sentuhan di kolam yang berlumpur itu.

“Baiklah… kalau begitu, tolong secepatnya….”

Aku menelan ludah, lalu mengulurkan tanganku yang gemetar dan perlahan mendorongnya masuk.

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 10

    “Tengah malam kok nggak tidur, malah datang menyerahkan diri lagi? Mau coba variasi yang baru?”Main di kereta waktu itu memakan waktu sampai empat puluh menitan, agar orang-orang di sekitar tak menyadarinya.Entah karena angin puting beliung di dalam dirinya terlalu dahsyat atau tubuhku memang sedang lelah, sampai sekarang aku masih merasa agak lelah dan tak begitu bergairah untuk main lagi.“Adik kecil, aku datang mau mengajakmu ke tempat yang seru. Sayang sekali kalau waktu seindah ini dipakai untuk tidur.”“Tangga darurat dan lantai paling atas gedung ini sangat bagus, dijamin bisa membuatmu bahagia semalaman.”Dia langsung maju memelukku. Bagaikan seekor ular, hampir saja dia melingkari seluruh tubuhku.Tanpa adanya penghalang baju, aku bisa merasakan langsung kehalusan kulitnya dan kelembutan di bagian dadanya.Saat ini, rasa kantukku sudah hilang sepenuhnya karena godaannya. Jadi, aku memutuskan untuk menemaninya bersenang-senang. Lagipula, penerbanganku juga besok sore.Setiban

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 9

    “Kok kamu nggak tahu malu sekali?! Di dalam kereta begini pun sudah nggak sabar mau mencari pria untuk menyelesaikannya langsung di tempat?!”“Ada begitu banyak pria lain di sekelilingmu, cari saja mereka! Kenapa harus mencariku? Aku nggak tertarik padamu.”Aku sudah mulai jengkel, bisa-bisanya wanita ini berani mengancamku!Meskipun tadi aku sempat ada sedikit ketertarikan padanya, sekarang rasa tertarik itu sudah hilang sepenuhnya. Meski benda milikku sudah memberikan reaksi, aku tak akan sudi berhubungan dengan wanita seperti itu.Aku sampai agak terkejut, kok bisa ada wanita seperti dirinya?“Adik kecil, jujur saja… sebenarnya aku punya kecanduan dalam hal itu dan sekarang gejalanya sedang kumat, makanya butuh bantuanmu.”“Kamu pasti nggak tahu penyakit seperti ini, ‘kan? Kalau lagi kambuh, rasanya seperti pernah mengonsumsi obat-obatan. Seolah-olah ada begitu banyak serangga yang merayap dan menggerogoti seluruh tubuh. Rasanya benar-benar menyiksa.”“Bukannya nggak pernah berobat,

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 8

    Aku tak pernah menyangka, biasanya akulah yang selalu melancarkan serangan, tapi hari ini diriku malah bertemu dengan wanita yang berinisiatif menyerangku duluan.Wanita ini terlihat seumuran dengan May, bentuk tubuhnya juga montok dan sexy. Terutama gaya berpakaiannya, terlihat jelas adalah tipe wanita yang tak betah kesepian.Baju atasan bertali dan rok mini yang pendek… bukannya itu pakaian yang memang dipakai agar memudahkan serangan?Seiring dengan pergerakan tangannya, tanganku sendiri bergeser turun perlahan untuk mencoba meraba-raba.Ternyata wanita ini memakai celana dalam thong! Apa bedanya dengan telanjang bulat? Seharusnya tak pernah ada yang memakai seperti itu di angkutan umum?Aku memang sangat ingin mencari wanita untuk melampiaskan hasrat, tapi begitu bertemu dengan tipe yang begitu agresif, gairahku malah agak menurun.“Adik kecil, kok diam saja? Kamu merasa aku terlalu agresif, jadi mengira aku wanita murahan?”“Asal kamu tahu, kalau bukan karena nggak sengaja menyen

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 7

    Pacarku yang selama ini terlihat sangat anggun dan penuh perhatian di hadapanku, saat ini malah sedang bermesraan gila-gilaan dengan pria lain, bahkan dengan gaya yang belum pernah kulihat sebelumnya.Pria itu adalah salah satu teman yang diundang oleh kakak sepupunya untuk makan bersama. Saat minum-minum tadi, aku memang melihat interaksi mereka yang paling akrab. Tadinya aku hanya mengira karena mereka sudah kenal sejak lama.Tak disangka, mereka memang sangat akrab. Sangking akrabnya sampai berujung di atas ranjang.Keduanya bahkan menggunakan berbagai macam alat dan mainan. Padahal dulu saat aku mengajak pacarku mencoba hal seperti itu, dia selalu menolak dengan alasan tak bisa menerima hal yang terlalu liar.Melihat pacarku digantung di langit-langit kamar saat mereka melakukan adegan yang merusak pemandangan itu, aku hampir saja tak sanggup menahan diri untuk menerobos masuk dan menghajar mereka berdua.Namun, mengingat ketidakcocokan di antara kami dan kenyataan bahwa diriku sen

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 6

    “Kok kamu selalu mau melakukan hal gila seperti ini? Ada begitu banyak orang di pantai, kalau sampai ada yang melihat dan merekamnya, bisa gawat!”May memang penakut. Tak ingin kehilangan sugar daddy yang susah payah dia dapatkan, tapi di sisi lain juga tak betah kesepian dan tetap butuh pria yang memuaskannya.Sama seperti saat ini, mulutnya bilang tidak, tapi tubuhnya jauh lebih jujur dari siapa pun, terus bergerak menari di atas asetku.“Tenang saja, ini termasuk area yang paling sepi. Dari posisi ini, kita bisa melihat situasi di tempat mereka. Kalau memang ada orang yang berenang ke arah sini, kita bisa langsung berhenti.”“Laut adalah penyamaran terbaik. Nggak akan ada orang yang tahu apa yang sedang kamu lakukan di dalam air. Lagipula, mengajari berenang memang harus dari jarak sedekat ini.”Aku sudah tak sabar lagi, langsung melancarkan serangan pertama dan menusuk hingga ke dasar.“Hm… kamu sudah gila, agak pelan! Rasanya atapku mau dijebol!”Ujar May dengan nada galak, tapi t

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 5

    May yang panik langsung menerjang maju, mencoba menenangkan suaranya sambil berkata bahwa dirinya sedang menggunakan kamar mandi dan pintunya dikunci dari dalam.Mendengar jawabannya, barulah orang di luar pergi.“Cepat pergi! Sudah nggak ada suara lagi di luar, sepertinya acara perjamuan di bawah sudah masuk ke pertengahan acara.”May merapikan dirinya seadanya, membuka pintu sedikit untuk mengintip keluar dan saat melihat situasi aman, dia langsung mendorongku keluar.Kamar di lantai atas ini privat dan tak dipisah jenis kelamin. Jadi, kalaupun aku keluar dari sana dan terlihat orang lain, tak akan ada yang curiga karena kamar mandinya saling berderet.Merasa puas bisa melampiaskan hasrat, aku tak lagi mempersulitnya. Aku pun merapikan baju, menyemprotkan sedikit parfum, lalu pergi dari sana.Setibanya di lantai bawah, orang-orang di perjamuan hampir semuanya sudah mabuk. Aku mencari ke sekeliling, barulah menemukan pacarku yang sedang bermain dan minum bersama temannya. Dia sudah ta

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status