Partager

Bab 2

Auteur: Ungu
Kolam yang hangat dan lembut itu terasa sangat luar biasa saat disentuh, terutama denyut tak terkontrol di dalam dirinya akibat tersumbat benda asing, membuat perasaanku ikut hanyut terbuai.

Setelah memasukkan separuh jariku, barulah aku bisa menyentuh posisi batang lotus tersebut. Hati kecilku merasa agak terkejut.

Wanita ini benar-benar berkualitas. Jika diperkirakan, kedalamannya jauh lebih dalam daripada pacarku.

Kalau begitu, jika benda milikku dimasukkan, pasti bisa melesat dengan leluasa di dalamnya.

Setelah sibuk cukup lama, aku sengaja terus-menerus melewatkan benda itu dan berakting seolah-olah sangat sulit untuk dikeluarkan. Wanita itu terus menggeliat karena permainanku, sementara dari mulutnya sesekali terdengar desahan manja, “Hm… ah….”

“Belum bisa dikeluarkan juga? Kamu bisa atau nggak, sih?”

Suaranya sampai gemetaran, jelas sekali sudah hampir tak sanggup menahannya lagi.

Aku sangat berpengalaman dalam menghadapi wanita, apalagi wanita yang sangat sensitif seperti ini.

“Kak, mainanmu ini bukan mainan kecil biasa, jadi agak sulit. Tapi, barusan aku memikirkan satu cara yang sangat ampuh, pasti bisa mengeluarkannya.”

Dengan wajah serius, aku berkata, “Hanya saja cara ini membutuhkan kerja samamu, jadi aku harus memberitahumu dulu.”

Dia langsung menyuruhku untuk segera mempraktikkannya, cara apa pun tak masalah. Dia bisa gila kalau tak segera dikeluarkan.

“Caraku ini memanfaatkan rangsangan dari luar ditambah dorongan gelombang dari dalam. Gabungan keduanya bakal membuat benda itu keluar dengan sangat cepat.”

“Aku akan mulai sekarang. Nanti jangan ditahan dan bekerja sama denganku, sebentar lagi juga keluar.”

Aku menggosok-gosokkan tangan, lalu berjongkok di bagian bawah tubuhnya, kemudian langsung mendekati area intimnya yang indah itu dan mengecapnya.

Aku sengaja menyerang titik paling sensitif milik wanita, sementara tanganku juga tak tinggal diam dan terus menjalankan tugas.

Mendapatkan serangan dua arah sekaligus, mana mungkin dia sanggup menahannya. Dia berusaha melepaskan diri, tapi kutahan sambil mengingatkan agar dia tetap bertahan.

Dia menjepit kepalaku erat-erat dan tanpa sadar terus mendorong tubuhnya ke arahku. Dengan penuh semangat, aku semakin meningkatkan tenaga pergerakanku.

“Ah….”

Tak lama kemudian, dia sudah tak sanggup menahannya lagi dan terjadilah pelepasan yang sangat hebat, sampai-sampai batang lotus itu ikut terdorong keluar.

Melihat tatapannya yang sayu, aku tanpa sadar malah langsung menerjang ke arahnya.

“Melihat reaksimu, sepertinya kamu jarang merasakan kepuasan? Aku juga sedang sangat tersiksa, pacarku mengeluh karena punyaku terlalu besar, dia nggak sanggup menampungnya.

“Sepertinya kita berdua bisa saling melengkapi….”

Aku sendiri tak tahu kenapa diriku bisa seberani ini hari ini.

Namun, ucapan sahabatku terus terngiang-ngiang di kepalaku. Aku merasa wanita ini juga tipe yang tak betah kesepian, mana tahu bisa berhasil?

“Kamu… bisa-bisanya kamu seperti ini? Aku nggak menyangka kamu orang yang seperti ini! Cepat berdiri atau aku bakal teriak minta tolong?!”

Tak disangka, dia malah mulai memberontak.

Aku langsung memperlihatkan aset kebanggaanku dan menempelkan di kolamnya yang basah untuk mulai melakukan pemanasan.

“Kok… kok punyamu bisa sebesar ini….”

“Besar sekali, ‘kan? Mau coba merasakan keajaibannya?”

“Pacarku terlalu muda, nggak tahu kenikmatan aset berharga ini. Hanya wanita dewasa anggun sepertimu yang bisa merasakan kepuasaan sejatinya.”

“Coba pikirkan, mana bisa kamu merasakan kenikmatan nyata seperti ini dengan menggunakan batang lotus? Apalagi itu juga mudah patah.”

Sambil berbicara, aku semakin berani mendekat untuk memanaskan suasana. Lahan yang sudah basah kuyup itu kembali bergejolak, menimbulkan suara basah yang nyaring.

“Hm… nggak boleh, aku nggak boleh melakukan ini….”

Dia reflek memberontak, tapi bagiku itu hanyalah kepura-puraannya. Tatapan matanya langsung menjadi sayu, menandakan tubuhnya sudah memberikan reaksi.

Aku menggenggam tangannya. Melihat pemanasannya sudah cukup, aku pun bersiap untuk melancarkan serangannya.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 10

    “Tengah malam kok nggak tidur, malah datang menyerahkan diri lagi? Mau coba variasi yang baru?”Main di kereta waktu itu memakan waktu sampai empat puluh menitan, agar orang-orang di sekitar tak menyadarinya.Entah karena angin puting beliung di dalam dirinya terlalu dahsyat atau tubuhku memang sedang lelah, sampai sekarang aku masih merasa agak lelah dan tak begitu bergairah untuk main lagi.“Adik kecil, aku datang mau mengajakmu ke tempat yang seru. Sayang sekali kalau waktu seindah ini dipakai untuk tidur.”“Tangga darurat dan lantai paling atas gedung ini sangat bagus, dijamin bisa membuatmu bahagia semalaman.”Dia langsung maju memelukku. Bagaikan seekor ular, hampir saja dia melingkari seluruh tubuhku.Tanpa adanya penghalang baju, aku bisa merasakan langsung kehalusan kulitnya dan kelembutan di bagian dadanya.Saat ini, rasa kantukku sudah hilang sepenuhnya karena godaannya. Jadi, aku memutuskan untuk menemaninya bersenang-senang. Lagipula, penerbanganku juga besok sore.Setiban

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 9

    “Kok kamu nggak tahu malu sekali?! Di dalam kereta begini pun sudah nggak sabar mau mencari pria untuk menyelesaikannya langsung di tempat?!”“Ada begitu banyak pria lain di sekelilingmu, cari saja mereka! Kenapa harus mencariku? Aku nggak tertarik padamu.”Aku sudah mulai jengkel, bisa-bisanya wanita ini berani mengancamku!Meskipun tadi aku sempat ada sedikit ketertarikan padanya, sekarang rasa tertarik itu sudah hilang sepenuhnya. Meski benda milikku sudah memberikan reaksi, aku tak akan sudi berhubungan dengan wanita seperti itu.Aku sampai agak terkejut, kok bisa ada wanita seperti dirinya?“Adik kecil, jujur saja… sebenarnya aku punya kecanduan dalam hal itu dan sekarang gejalanya sedang kumat, makanya butuh bantuanmu.”“Kamu pasti nggak tahu penyakit seperti ini, ‘kan? Kalau lagi kambuh, rasanya seperti pernah mengonsumsi obat-obatan. Seolah-olah ada begitu banyak serangga yang merayap dan menggerogoti seluruh tubuh. Rasanya benar-benar menyiksa.”“Bukannya nggak pernah berobat,

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 8

    Aku tak pernah menyangka, biasanya akulah yang selalu melancarkan serangan, tapi hari ini diriku malah bertemu dengan wanita yang berinisiatif menyerangku duluan.Wanita ini terlihat seumuran dengan May, bentuk tubuhnya juga montok dan sexy. Terutama gaya berpakaiannya, terlihat jelas adalah tipe wanita yang tak betah kesepian.Baju atasan bertali dan rok mini yang pendek… bukannya itu pakaian yang memang dipakai agar memudahkan serangan?Seiring dengan pergerakan tangannya, tanganku sendiri bergeser turun perlahan untuk mencoba meraba-raba.Ternyata wanita ini memakai celana dalam thong! Apa bedanya dengan telanjang bulat? Seharusnya tak pernah ada yang memakai seperti itu di angkutan umum?Aku memang sangat ingin mencari wanita untuk melampiaskan hasrat, tapi begitu bertemu dengan tipe yang begitu agresif, gairahku malah agak menurun.“Adik kecil, kok diam saja? Kamu merasa aku terlalu agresif, jadi mengira aku wanita murahan?”“Asal kamu tahu, kalau bukan karena nggak sengaja menyen

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 7

    Pacarku yang selama ini terlihat sangat anggun dan penuh perhatian di hadapanku, saat ini malah sedang bermesraan gila-gilaan dengan pria lain, bahkan dengan gaya yang belum pernah kulihat sebelumnya.Pria itu adalah salah satu teman yang diundang oleh kakak sepupunya untuk makan bersama. Saat minum-minum tadi, aku memang melihat interaksi mereka yang paling akrab. Tadinya aku hanya mengira karena mereka sudah kenal sejak lama.Tak disangka, mereka memang sangat akrab. Sangking akrabnya sampai berujung di atas ranjang.Keduanya bahkan menggunakan berbagai macam alat dan mainan. Padahal dulu saat aku mengajak pacarku mencoba hal seperti itu, dia selalu menolak dengan alasan tak bisa menerima hal yang terlalu liar.Melihat pacarku digantung di langit-langit kamar saat mereka melakukan adegan yang merusak pemandangan itu, aku hampir saja tak sanggup menahan diri untuk menerobos masuk dan menghajar mereka berdua.Namun, mengingat ketidakcocokan di antara kami dan kenyataan bahwa diriku sen

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 6

    “Kok kamu selalu mau melakukan hal gila seperti ini? Ada begitu banyak orang di pantai, kalau sampai ada yang melihat dan merekamnya, bisa gawat!”May memang penakut. Tak ingin kehilangan sugar daddy yang susah payah dia dapatkan, tapi di sisi lain juga tak betah kesepian dan tetap butuh pria yang memuaskannya.Sama seperti saat ini, mulutnya bilang tidak, tapi tubuhnya jauh lebih jujur dari siapa pun, terus bergerak menari di atas asetku.“Tenang saja, ini termasuk area yang paling sepi. Dari posisi ini, kita bisa melihat situasi di tempat mereka. Kalau memang ada orang yang berenang ke arah sini, kita bisa langsung berhenti.”“Laut adalah penyamaran terbaik. Nggak akan ada orang yang tahu apa yang sedang kamu lakukan di dalam air. Lagipula, mengajari berenang memang harus dari jarak sedekat ini.”Aku sudah tak sabar lagi, langsung melancarkan serangan pertama dan menusuk hingga ke dasar.“Hm… kamu sudah gila, agak pelan! Rasanya atapku mau dijebol!”Ujar May dengan nada galak, tapi t

  • Petaka Dokter Gadungan   Bab 5

    May yang panik langsung menerjang maju, mencoba menenangkan suaranya sambil berkata bahwa dirinya sedang menggunakan kamar mandi dan pintunya dikunci dari dalam.Mendengar jawabannya, barulah orang di luar pergi.“Cepat pergi! Sudah nggak ada suara lagi di luar, sepertinya acara perjamuan di bawah sudah masuk ke pertengahan acara.”May merapikan dirinya seadanya, membuka pintu sedikit untuk mengintip keluar dan saat melihat situasi aman, dia langsung mendorongku keluar.Kamar di lantai atas ini privat dan tak dipisah jenis kelamin. Jadi, kalaupun aku keluar dari sana dan terlihat orang lain, tak akan ada yang curiga karena kamar mandinya saling berderet.Merasa puas bisa melampiaskan hasrat, aku tak lagi mempersulitnya. Aku pun merapikan baju, menyemprotkan sedikit parfum, lalu pergi dari sana.Setibanya di lantai bawah, orang-orang di perjamuan hampir semuanya sudah mabuk. Aku mencari ke sekeliling, barulah menemukan pacarku yang sedang bermain dan minum bersama temannya. Dia sudah ta

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status