Share

36. Rencana Melanie

Author: Aksara Ocean
last update publish date: 2026-04-30 17:26:24

Bab 36 Rencana Melanie

"Bu, saya ingin mengabarkan Den Arion masuk rumah sakit. Staff di Lombok mengatakan Den Arion dipukuli Den Sabian. Saya juga mendapat pesan dari Den Arion, Pak Wira jangan sampai tahu mengenai hal ini."

Atas informasi yang disampaikan asisten rumah tangga sore tadi, dengan sangat tergesa Melani berangkat ke Lombok. Ia meninggalkan acara makan malam dengan para sosialita. Masa bodoh dengan itu semua. Karena yang terpenting saat ini adalah melihat kondisi Arion, terlebih ia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   59. Kebersamaan

    Bab 59 Kebersamaan "Jangan takut sama Tante Lita ataupun Dania. Mereka gak punya kuasa apa-apa di sini." Bashira menenangkan empat asisten rumah tangganya."Terima kasih, Non, sudah datang dan membela kami," ucap Asih mewakili teman-temannya."Sama-sama, Bi. Aku juga makasih, karena Bibi dan yang lain lebih mendengarkan apa kata Kakek Gunawan.""Kami semua akan selalu berada di pihak Non Shira dan Pak Gunawan."Bashira tersenyum mendengarnya, seperti mendapat teman setia yang tak akan pernah pergi dari sisinya."Sekarang Bibi dan yang lain kembali bekerja, ya. Kalau Tante Lita berulah lagi, jangan sungkan memberi tahu aku." Bashira lantas meninggalkan dapur.Perempuan itu naik ke lantai dua, berganti baju dan membawa baju ganti lainnya. Malam ini ia akan menginap lagi di hotel. Hatinya yang masih kecewa pada Hadi, enggan sekali bertemu dengan lelaki paruh baya itu.Setelah selesai bersiap dan menenteng satu paper bag juga tas kerja, Bashira kembali ke bawah. Saat itulah ia berpapasan

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   58. Menahan Malu

    Bab 58 Menahan MaluDatangnya Gunawan dengan membawa peringatan, otomatis membuat posisi Hadi semakin terancam. Selama beberapa saat, ia dan Lita kompak membisu di tempat semula."Pak Gunawan terlalu ikut campur, Pa. Dia merasa lebih berhak atas Bashira, padahal Papa adalah ayah kandung anak itu!" Lita menoleh pada Hadi, berucap sangat pelan tapi sarat akan amarah yang cukup besar.Hadi diam saja."Segera lakukan sesuatu, Pa, supaya Pak Gunawan tidak memandang rendah posisi Papa di rumah ini.""Diam, Ma!" titah Hadi tak mau mendengar apa pun lagi. "Papa Gunawan tau semua yang terjadi pada kita dan Bashira. Itu artinya, dia punya mata-mata di rumah ini."Lita melotot mendengar itu. Ia lekat menatap Hadi."Jadi maksud Papa ... semua orang yang bekerja di sini tunduk pada Pak Gunawan?"Hadi tak mau menjawab pertanyaan itu. Ia memilih berdiri."Mau ke mana, Pa?""Jangan pernah sekali pun membicarakan pernikahan Bashira dan Sabian di rumah ini.""Gak bisa begitu, Pa!" bentak Lita tak terim

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   57. Ancaman Gunawan

    Bab 57 Ancaman Gunawan"Kita berdua tidak punya masalah, Ra!""Punya!" timpal Bashira mengingatkan. "Jangan pernah lupakan masalah yang Papa timbulkan sendiri!""Masalah apa maksud kamu ini? Kamu membuat seakan-akan Papa adalah orang tua yang buruk!"Bashira menatap tajam Hadi. Andai lelaki paruh baya itu bukan ayah kandungnya, mungkin ia akan langsung meludahinya tanpa ragu. Semua itu dikarenakan, Hadi sangat playing victim."Pertama, Papa mendesak supaya aku membantu Papa mendapatkan posisi lebih tinggi di hotel ini. Karena aku menolak, Papa makin berubah dan menganaktirikan aku. Kedua, Papa menyetujui hubungan Dania dan Arion, dengan maksud supaya aku merasa terusik, bukan? Dan yang ketiga, Papa terang-terangan menjadikan Dania prioritas." Bashira membeberkan semuanya tanpa ragu.Lita melotot mendengarnya. Sungguh berani sekali Bashira bicara panjang lebar seperti itu. Sementara Hadi dibuat bungkam seketika. Lelaki paruh baya itu perlahan mundur, satu hal yang membuat Lita menggera

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   56. Amarah Di Tengah Malam

    Bab 56 Amarah Di Tengah MalamDada Lita seakan dihantam habis-habisan mendengar berita itu. Ia gegas berdiri. Gerakannya yang cepat dan tiba-tiba itu membuat Hadi terusik dari tidurnya."Ada apa, Ma?" tanya Hadi, dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka.Lita tak menjawab. Ia masih sibuk mendengar ocehan Dania di telepon. "Sudah kamu pastikan, Dan, kalau Arion gak mengarang cerita?""Ya ampun, Ma, buat apa Arion mengarang cerita? Dari tadi mukanya kusut, aku sampai gak bisa bikin dia terangsang!" ucap Dania frontal."Ini semua gak bisa dibiarkan!" Lita langsung menatap tajam pada Hadi, setelah memutus panggilannya dengan Dania begitu saja. "Kenapa Papa gak ngasih tau Mama, kalau pernikahan Bashira dan Sabian akan dipercepat?""Apa?" Hadi bertanya linglung."Bashira dan Sabian akan menikah tahun ini, Pa! Papa pasti sudah tau kan?" tuduh Lita dengan jari mengacung ke wajah Hadi."Papa sama sekali gak tau soal itu, Ma!" sanggah Hadi. Lelaki paruh baya itu lekas meninggalkan kamar, henda

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   55. Penolakan!

    Bab 55 Penolakan!"Bashira dan Sabian akan segera menikah."Arion mengacak rambutnya. Perkataan Melani beberapa jam lalu, berhasil menghancurkan mood-nya hari ini."Kita cari rencana untuk menggagalkan pernikahan itu, Ma!""Mana bisa! Di belakang mereka ada keluarga Pakusadewo!"Sekarang Arion memukul setir kemudi. Ia tak mampu membayangkan, jika kelak Bashira dan Sabian resmi menjadi sepasang suami istri. Itu artinya, jalan untuknya mendapatkan Bashira benar-benar telah buntu."Apa yang harus aku lakukan?" Arion menerawang jauh ke depan, padahal di depannya hanya ada tembok kokoh.Saat ini, ia sedang berada di basement klub malam, hendak menyusul Dania yang sejak tadi merengek minta ditemani. Sayangnya Arion tak bisa menolak, sebab Dania pasti akan curiga mengapa dirinya tiba-tiba tak jadi datang.Kepala Arion bertambah berat ketika masuk ke area klub. Musik berdentum keras. Puluhan orang berbaur, menari seperti kehilangan akal sehat. Pandangan Arion pun berkeliling, mencari di mana

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   54. Pemain?

    Bab 54 Pemain?"Kamu kasihan sama aku, ya?" tanya Bashira saat di mobil."Apa kelihatannya begitu?" Sabian malah balik bertanya, menoleh sebentar pada Bashira.Sekarang Bashira diam. Sejak tadi, ia tak melihat Sabian menumpahkan sorot kasihan padanya. Lelaki itu malah terlihat seperti ingin memberinya perlindungan ekstra."Ra, aku tau betul kamu bukan perempuan lemah. Selama ini kamu bisa bertahan di rumah, meski di sana ada Dania dan Tante Lita. Tapi untuk berhadapan dengan Om Hadi, aku yakin kamu akan bertarung dengan perasaan kamu sendiri. Sejujurnya kamu enggan berkonflik dengan Om Hadi."Itu benar, dan Bashira tak perlu repot-repot membantah asumsi Sabian."Maka dari itu, serahkan Om Hadi padaku," sambung Sabian."Mau kamu apakan papaku?" tanya Bashira dengan mata memicing. Sejak masuk mobil, ia tak lagi mengenakan kacamata hitamnya."Nggak akan diapa-apain, kok. Tapi setidaknya kalau ada aku, Om Hadi akan segan memarahi kamu."Bashira tertawa mendengarnya. Ia percaya Sabian tak

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   48. Tidak Setuju

    Bab 48 Tidak Setuju"Jangan bercanda seperti itu, Ra." Sabian memberikan peringatan."Siapa yang bercanda? Memangnya dari tadi aku kelihatan main-main?" tanya Bashira seraya menunjuk wajahnya sendiri.Sabian menggeleng pelan. Bahkan siapa pun tahu, sejak tadi Bashira sangat serius dengan rasa marah

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   47. Bantuannya Ini?

    Bab 47 Bantuannya Ini?"Hari ini Pak Sabian dalam bahaya lagi. Sekarang yang ingin mencelakainya adalah Pak Anton."Gunawan sungguh resah menerima kabar itu. Sepanjang hari ia mencoba menghubungi Sabian. Sempat berhasil, tapi Sabian hanya mengatakan semuanya baik-baik saja."Sabian salah, keadaan s

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   46. Ketahuan

    Bab 46 KetahuanAnton keluar dari ruangannya, naik ke lantai atas untuk memastikan apakah Sabian sudah pergi atau belum.Ia hanya mengintip dari celah jendela. Saat ruangan itu terlihat kosong, senyum liciknya tersungging penuh."Bagus, dia langsung pergi setelah aku memberinya informasi palsu. Das

  • Pewaris Kejam Itu, Adalah Suamiku   45. Jebakan?

    Bab 45 Jebakan?Sabian menatap curiga pada Anton yang telah meninggalkan ruangannya. Sudah jelas ada yang aneh. Jika benar terjadi keruntuhan di sebuah proyek yang tengah ditangani oleh perusahaan Atmadja, maka sudah pasti berita akan menyebar di mana-mana.Akan tetapi sampai detik ini, tidak ada s

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status