Share

Bab 7. Berbohong Demi Kebaikan

last update Last Updated: 2026-03-04 12:39:37

“Aku kok penasaran,” ujar Salsa dengan mengerutkan keningnya sambil menatap Tiko, ”Darimana kamu dapetin uang sebanyak itu dalam waktu singkat?”

Mendengar pertanyaan itu, tentu saja membuat Tiko bingung dibuatnya.

Kalau dia mengatakan yang sebenarnya kalau ternyata sekarang dia adalah seorang pewaris keturunan keluarga terkaya, mungkin Salsa akan kaget dibuatnya. Tiko juga takut kalau seandainya Salsa tahu kalau dirinya adalah pewaris keluarga terkaya, sikapnya akan berubah.

Bukan karena Tiko menganggap Salsa seorang gadis materialistis. Bukan begitu. Dia hanya takut karena status barunya itu akan membuat hubungan Salsa dengan dirinya berubah. 

Biarlah sekarang aku tutupi dulu identitasku, gumam Tiko. Pada saatnya nanti, aku akan menceritakan segalanya pada gadis yang selalu baik padaku ini. Aku terpaksa berbohong kepada Salsa, demi kebaikan bersama.

“Ih kok kamu kepo banget sih!” canda Tiko kepada Salsa.

“Iyalah, Tiko, aku kepo banget, karena emang kejadiannya tanpa diduga-duga banget. Padahal aku udah siap loh dipecat dan mengenang kalau hari ini akan jadi hari terburuk dalam hidupku!”

“Kamu kena damprat Pak Bambang kan karena kamu mau nolong aku. Jadi sebagai gantinya aku pengin nolongin kamu biar kita impas,” canda Tiko pada Salsa.

“Ih bisa aja deh kamu. Kok kamu baik banget sih!” tukas Salsa dengan malu-malu.

“Abisnya kamu juga baik banget sih sama aku. Sebagai seorang sahabat, udah jadi tugas kita untuk saling bantu-membantu. Bener nggak?”

“Bener banget, Tiko. Tapi beneran deh aku seneng banget pas tahu kalau ternyata tantanganmu berhasil. Aku seneng banget pas liat wajah mereka berubah drastis ketika rumah itu berubah statusnya menjadi terjual begitu saja. Makanya kan mereka nggak percaya dengan apa yang mereka lihat tadi, termasuk Pak Bambang. Gila nggak sih, Tiko! Kamu udah ngalahin Pak Bambang sampe sampe dia jadi mati kutu. Kalau boleh tahu, uang dari mana sih sebenernya?”

“Oh itu...,” ujar Tiko sambil berpikir keras untuk mencari alasan yang masuk akal supaya Salsa percaya kepadanya. “Anu... anu... bosku kebetulan nyuruh aku buat cari rumah yang harganya 10 Milyar. Waktu tahu kalau kamu lagi susah begitu, aku punya ide untuk bikin tantangan beli rumah. Aku ngelakuin itu karena emang aku punya sumber dayanya, yaitu uang bosku. Persis kaya peribahasa sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.”

“Pinter banget deh kamu, Tiko!” ujar Salsa sambil berusaha mencubit tangan Tiko.

“Siapa dulu, Tiko gitu loh!”

Keduanya tertawa bersama, dan kedekatan mereka terasa sangat akrab.

Di saat terjalin kehangatan yang seperti itulah, muncul si pengganggu Raul, yang kata-katanya bagai sebuah bom atom menggelegar, yang mampu merusak kebahagiaan yang sedang berlangsung itu.

“Cie, sama-sama kere cocok banget nih kayanya!” cibir Raul kepada Salsa dan Tiko.

Raul seolah tidak sudi melihat Tiko bahagia dan tertawa-tawa seperti itu, menambahkan kata-kata yang tidak pantas untuk didengar,”Udah mending kalian nikah aja deh. Cocok banget. nggak pantes nikah sama kakak aku! bener nggak sayang?” tanya Raul kepada pacarnya, Shakira.

“Bener banget. Sama-sama kere sih ya jadi cocok banget!” timpal Shakira dengan tatapan merendahkan kepada Tiko dan Salsa, menatap kedua orang itu bagaikan sedang menilai sebuah barang curian.

Tidak terima dirinya diperlakukan tidak baik seperti itu, Salsa merasa geram dengan omongan tidak berpendidikan Raul.

“Sudah cukup ngehinanya?” balas Salsa dengan setengah emosi.

“Ehh si cewek kere ini malah yang berani ngeles!” timpal Shakira menatap Salsa dengan jijik.

“Iya tahu nih ngehe banget, ini semua gara gara si kere Tiko sih!’ balas Raul tanpa perasaaan.

Mendengar pernyataan Raul yang seolah-olah menyalahkan Tiko, membuat Salsa geram bukan kepalang. 

Salsa tahu kalau selama ini, Tiko-lah yang membantu biaya kuliah Raul. Dan Salsa juga tahu kalau selama ini Raul selalu merengek pada Tiko agar membiayai kuliah dan segala macamnya. Karena kebaikan hati Tiko yang tulus itu, Tiko selalu mengabulkan permintaan Raul. Tapi sekarang, di saat Tiko sedang kesusahan, Raul yang tidak tahu diri itu malah mengolok-olok orang yang selama ini telah banyak membantunya.

Dasar anak kurang ajar, geram Salsa.

Karena sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Raul, dan Salsa juga mengingat kejadian malam pernikahan yang batal itu, Salsa mengeluarkan apa yang ada di dalam benaknya: “Kamu tuh emang nggak tahu diri! Harusnya kamu ngaca, atau jangan-jangan kamu nggak punya kaca di rumah ya? Emang kamu nggak sadar kalau selama ini Tiko selalu bantuin kamu?”

“Bantuin apa?” jawab Raul mengelak. “Yang ada si kere ini selalu nyusahin keluargaku.”

“Oh masa sih, Sayang? Jadi si Tiko ini jadi duri dalam daging ya? Udah miskin, nyusahin orang pula!” timpal Shakira dengan tatapan jijik kepada Tiko.

“Yang penting sekarang aku bakal wujudin semua impianmu, Sayangku!” ujar Raul seraya mencium pipi Shakira, kemudian tanpa tahu malu, keduanya saling berciuman.

Sudah kurang ajar, mesum pula, geram Salsa.

“Ehem, ehem, kalau mau begituan mending kalian cari kamar, deh!” ujar Salsa ketus.

“Ih kamu tuh, ya! Udah kere, udik lagi! mau ciuman ataupun mau bercinta depan kalian pun bebas bebas aja sih. Suka suka kita dong! Sana minggir, kita ke sini bukan buat liat tampang kere kalian, kita ke sini buat beli rumah. Biasa sih anak sultan mah! Gak kaya kalian kere!”

Salsa hampir saja akan menampar wajah Shakira seandainya Tiko tidak berusaha menghentikan usaha Salsa.

“Nggak usah digubris, Salsa. Kalau kamu gubris mereka, sama aja kamu lagi buang-buang waktu dan energi, mending kita manfaatin tenaga kita buat hal-hal yang bermanfaat aja, Sal!”

“Lagian ngapain sih lo di sini, Tiko! Lo mau nguntit gua ya?” ucap Raul menyalahkan Tiko.

Alih-alih menjawab pertanyaan Raul, Tiko hanya diam dan menatap Raul dengan tenang. 

Seorang staff kemayu yang tadi merundung Tiko tiba-tiba hadir dengan senyum palsunya, dan menyapa Raul dan Shakira dengan keramahan yang dibuat-buat.

“Halo Bapak Ibu ada yang bisa dibantu?”

“Nah, begini dong, disambut ramah. Sultan emang harus disambut ramah begini!” ujar Raul dengan bangga.

“Betul, Tuan! Ada yang bisa dibantu?”

“Begini, saya mau cari rumah, mungkin kamu bisa bantu saya cariin!” ujar Raul. “Kalau bisa yang bagus dan ekslusif.”

Mendengar omongan Raul yang seperti itu, sontak membuat si kemayu itu bersemangat. Mata liciknya mendelik ke arah Salsa dan Raul seolah sedang menunjukkan kalau dia memang hebat mengambil hati calon pembeli.

“Kami punya banyak rumah ekslusif yang cocok sekali untuk Nyonya dan Tuan!” ujar si kemayu berusaha membujuk Raul. Diperlihatkannya katalog-katalog rumah ekslusif oleh si staff.

Namun, baru saja melihat harga yang tertera di katalog itu, Raul sudah berkomentar.

“Apa? Rumah jelek kaya gini aja harganya 10 Milyar!” nyinyir Raul kepada si kemayu.

“Iya ihh, rumah jelek kok harganya di mark-up begini. Perusahaan proverti nggak bonafit. Mending kita pergi aja dari sini, sayang,” ujar Shakira berusaha menjelek-jelekan, padahal sebenarnya Raul merasa kalau rumah-rumah yang ada di katalog ini terlalu mahal untuk dirinya, makanya dia beralasan kalau rumah yang ada di katalog terasa tidak masuk akal.

Tanpa berkata apa-apa lagi, Raul dan Shakira pergi begitu saja dari si kemayu, dan membuat si kemayu berkata kasar, “Kalau nggak punya duit mending jangan pura-pura sok kaya deh!”

Mendengar perkataan si kemayu yang seperti itu, membuat Tiko dan Salsa terkikik geli.

“Rasain!” ujar Salsa sambil menahan tawa.

“Eh... Eh... daripada di sini terus, mending aku traktir makan siang? Mau nggak?” pinta Tiko kepada Salsa.

“Yuk, mau makan di mana?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan   Bab 13. Mendadak CEO

    “Hai, Tiko... ngapain kamu bengong di situ...?” sapa seorang gadis mengejutkan Tiko. Tiko segera sadar siapa gadis cantik berambut hitam pekat dan lurus sebahu yang sedang berdiri di hadapannya. Walau dia mengenal nama dan jabatannya sebagai pegawai atasan, tapi selama ini belum pernah sekalipun dia saling bertegur sapa, apalagi sampai ngomong empat mata. Wanita di depannya terlalu berkelas untuk bisa didekati, orang seperti Tiko harus berpikir banyak kali untuk sekedar menyapa, apalagi untuk bisa dekat dengan gadis dari kelas atas seperti dirinya, tidak pernah terpikirkan. Mencium bau parfumnya saja orang akan tahu, kalau dia bukan orang sembarangan.“Eh, Ibu Sausan...”“nggak usah panggil aku Ibu, panggil saja namaku, Sausan.”“Oh iya, baik... ada apa ya, Sausan?”“Aku dapat perintah dari Pak Martin, kamu disuruh menghadap ke ruangannya sekarang.”Bagaikan mendengar petir di siang bolong, sekaget itulah Tiko mendengar ucapan Sausan. Dan bagaikan layang-layang yang putus dari benang

  • Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan   Bab 12. Titik Terendah Tiko

    Zack Ryan yang sedang kesal atas perbuatan Tiko karena berani membantah perintahnya jadi naik pitam mendengar suara berisik di depan ruangannya. Segera lelaki berperut buncit itu keluar melihat apa yang terjadi.Rupanya Veronica dan Tiko yang sedang bertengkar. Mendengar Tiko menghina wanita selingkuhannya, tanpa pikir panjang Zack menampar pipi Tiko yang tidak menyadari kehadiran atasannya itu.Tiko cukup kaget melihat Zack Ryan sudah ada di hadapannya, dia tidak dapat berkata-kata apalagi ketika lelaki itu memarahinya habis-habisan.“Jaga bicaramu Tiko, sudah jelas kinerjamu sangat buruk, kalau kamu dibandingkan Vero bagaikan langit dan bumi. Kamu itu nggak ada apa-apanya yang bisa dibanggakan. Jadi, kamu jangan ngarang-ngarang cerita nggak bener tentang aku dan Veronica hanya untuk menutupi kelemahanmu. Veronica aku pilih jadi wakilku karena dia itu cerdas dan kinerjanya sangat bagus. Jadi jangan sembarangan kamu bikin gosip murahan!” “Dengar tuh Tiko..., mulutmu harimaumu, salah

  • Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan   Bab 11. Hinaan dan Tamparan Untuk Tiko

    Kalau bukan karena atasannya yang menelepon langsung, sebenarnya Tiko masih ingin beristirahat beberapa hari di rumah, dia masih perlu waktu menenangkan diri atas kejadian tidak mengenakan yang baru saja dialaminya.Tiko terlambat 1 jam saat tiba di kantor, para karyawan yang sedari tadi sudah mulai bekerja hampir semuanya mencibir dan menyindir pada Tiko yang datang dengan pakaian kemeja kerjanya yang kusut dan wajah muramnya yang kurang enak untuk dilihat...“Bangun siang rezeki dipatok ayam, Tiko..., makanya rezekimu jauh, jadi kamu dicap sebagai orang paling kere saat ini... hehehe...” “Mentang-mentang videonya viral, masuk kerja jadi seenak perutnya, dia pikir udah jadi seleb kali ya?”“Dia pikir perusahaan bapak moyangnya apa, jam segini baru datang...!”Tiko membiarkan ucapan para rekan kerjanya itu hanya masuk kuping kiri keluar kuping kanan, sekadar lewat, tidak sedikitpun dia mau diambil pusing.Aku sudah bisa sampai ke kantor saja sudah untung, coba kalian berada pada pos

  • Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan   Bab 10. Menyongsong Hari Baru

    Melihat Salsa pergi ke washtafel untuk mencuci tangan sebelum menyantap aneka makanan yang dipesan Tiko, teman lelaki Vio yang terkenal dengan sifat mata keranjang dan tidak boleh melihat gadis berwajah bening, memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekati Salsa.“Hmm..., hai cantik.... aku mau minta maaf ya, kalau tadi aku menyinggung perasaaan kamu,” ucap lelaki berpakaian mewah itu yang berdiri di samping Salsa yang sedang mencuci tangannya.“Aku sudah biasa kok dicap macam-macam sama orang lain, jangan khawatir aku nggak marah dan Anda yang terhormat nggak perlu juga minta maaf,” ucap Salsa sambil memandang lelaki di sampingnya melalui pantulan cermin di depannya.“Tadi itu aku cuma mau menasihati kamu aja, agar hati-hati dalam mempercayai orang lain, soalnya zaman sekarang banyak orang yang suka memanfaatkan kepolosan seorang gadis. Aku tidak mau kejadian yang dialami Vio terulang lagi sama kamu, itu aja kok sebenarnya maksudku, tidak ada maksud sedikit pun aku mau merendahkan kam

  • Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan   Bab 9. Memberi Kesempatan Kedua

    “Udah cukup kalian ngerendahin Tiko sampe begininya!” tukas Salsa dengan nada tegas. “Kalian nggak tahu sih kalau tadi dia abis beli rumah seharga 10 Milyar!”Mendengar pengakuan Salsa yang mengejutkan seperti itu, sontak membuat Vio terkejut bukan kepalang.Bagaimana bisa orang kere macam Tiko bisa membeli rumah 10 Milyar, tanya Vio pada dirinya sendiri.Mendengar pernyataan Salsa barusan, sontak membuat Vio tertawa terpingkal-pingkal. Tawa Vio mirip sebuah tawa kuntilanak pada malam Jumat Kliwon. Terasa sangat dibuat-buat dan palsu.Demikian juga pacar baru Vio, tidak kalah terbahak-bahak mendengar ucapan Salsa yang baginya tidak lebih dari sebuah omong kosong.“Eh Salsa, kamu itu masih mentah, masih bau kencur, belum tahu apa-apa tentang hidup yang sebenarnya. Asal kamu tahu ya, di dunia ini banyak lho sebenarnya penipu ulung, tapi dia tidak menyadarinya. Ya seperti temanmu itu, udah kere tapi nggak sadar diri...”Mendengar ucapan pacarnya, Vio malah merasa tersindir, tapi dia coba

  • Pewaris Keluarga Terkaya: Ditolak di Malam Pernikahan   Bab 8. Pertemuan di Meja Makan

    “Kita mau makan di mana sih, Tiko, kok tumben jauh amat?” tanya Salsa dengan penasaran.Tumben-tumbenan Tiko membawa perempuan itu makan sampai sejauh ini. Biasanya Tiko akan mengajak makan paling banter sekitaran kantor Salsa, di warung warung tenda pinggir jalan. Kali ini Tiko berencana mengajak Salsa untuk makan di sebuah hotel berbintang lima. Ini bukan tanpa alasan, Tiko melakukan ini karena dia ingin berterima kasih kepada Salsa sekaligus merayakan status barunya sebagai orang kaya.“Ada deh, mau tau aja atau mau tau banget?” canda Tiko kepada Salsa.“Ih kok tumben main rahasia-rahasiaan begitu, nggak seru deh!” jawab Salsa dengan cemberut.Ketika motor Tiko tiba di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Tiko memarkirkan motor matiknya di basement. “Kok kita ke hotel Pentagram sih, Tiko? Mau makan kok ke hotel segala sih?” tanya Salsa sambil merapikan pakaiannya.“Udah ah, nggak usah bawel, mending ikut aku aja” tukas Tiko sambil berusaha menggandeng tangan Salsa.Keduanya pergi ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status