LOGINZhang Liu mengernyit. "Kekuatan jahat? Maksudmu?"Jing Ling menunduk sebentar, lalu mengangkat wajahnya. Matanya menatap Zhang Liu lekat. Ada kegelisahan di balik sorot matanya, tapi juga ketegasan."Selama ini sekte Tiansheng dikenal sebagai sekte yang adil dan dermawan. Tapi itu hanya kedok. Di balik layar, mereka mencoba melakukan sesuatu yang sangat besar dan bisa membahayakan seluruh daratan."Suara Jing Ling bergetar di akhir kalimat. Tangannya yang terbalut kain kotor menggenggam erat ujung bajunya.Xiao Diyu angkat bicara. "Bagaimana kau bisa yakin?"Xiao Diyu berjalan mendekat, berubah dari wujud kelinci mungil menjadi serigala api besar. Matanya yang merah menyala menatap Jing Ling dengan curiga.Jing Ling menarik napas panjang. Wajahnya pucat, tapi ia tetap melanjutkan."Saat aku terpilih jadi penerus keluarga Jing oleh kakekku, aku dipertemukan dengan ketua sekte Tiansheng, Tuan Wang Xuan. Ada ruang rahasia di kediaman ketua sekte."Tatapan Jing Ling beralih pada Zhang Liu
Muncul aura hitam di seluruh tubuh Zhang Liu. Dia mulai bangkit, tapi matanya terpejam.Zhu Pei menyipit, dia tahu itu bukan Zhang Liu. Dengan cepat ia mengeluarkan jarum-jarum racunnya. Tapi kali ini hanya racun pelumpuh. Dilempar ke beberapa bagian tubuh Zhang Liu.Tapi pria itu tetap melangkah, meski gontai.Zhu Pei panik. 'Jika iblis di tubuh Zhang Liu keluar, bisa gawat.'Zhu Pei mendongak, menatap sekitar. Dari kejauhan, mungkin sekitar lima kilometer dari tempat mereka, terlihat grombolan para tetua yang datang.'Mereka pasti mendeteksi energi iblis dari sini,' pikirnya.Dengan cepat Zhu Pei menarik Zhang Liu. Mengambil belati yang dicampur racun pelumpuh. Dibawa pergi dengan susah payah di atas pedang terbangnya, melesat pergi secepat yang bisa.Selama terbang, Zhu Pei menyebarkan asap kabut putih yang berfungsi menghilangkan jejak dan energi qi.Tepat beberapa menit setelah Zhu Pei membawa Zhang Liu, para tetua sekte Tiansheng tiba. Mereka terkejut melihat nasib anggota sekte
Triing!Dentingan pedang terdengar dari pedang hitam yang menangkis berbagai serangan.Zhang Liu mulai kesulitan. Bukan karena lawan-lawannya terlalu kuat, tapi karena bala bantuan sekte Tiansheng terus bermunculan. Puluhan orang berjubah putih mengepungnya dari segala arah.Pedang mereka terhunus, salah satu dari mereka berteriak lantang. "Buat formasi penyegelan!"Mereka mengangguk, lalu formasi mulai terbentuk. Energi suci mulai terasa menekan dari segala sisi.Di dalam lautan batinnya, Hun Mo berteriak dengan nada mendesak. "Gunakan teknik jangkauan luas, Zhang Liu! Atau kau akan mati di sini!"Hui Shen segera menahan. "Tidak! Tubuhnya belum siap. Dia harus setidaknya berada di tingkat kultivasi keempat Soul Harmony untuk menggunakan teknik itu.""Dia sudah sangat lemah! Aku tak mau ikut mati sia-sia dengannya!" balas Hun Mo bersikeras, lalu fokus pada Zhang Liu. "Cepat lakukan teknik itu!"Zhang Liu mendengus. Tubuhnya terkena sayatan di mana-mana, tubuhnya terasa berat, tapi ia
Anggota sekte Tiansheng terdiam, terkejut sekaligus marah. Mereka tak menyangka akan diserang oleh orang asing di wilayah kekuasaan mereka."Sialan, beraninya kau! Kau tak tahu siapa kami?!" geram salah satu dari mereka, matanya menyala penuh amarah.Zhang Liu perlahan turun dari atas kepala Xiao Diyu. Ia mengabaikan perkataan mereka, dan berbisik pada Xiao Diyu."Bawa Jing Ling dari sini."Burung elang raksasa itu mengangguk, lalu perlahan wujudnya berubah menjadi kuda. Ia mendekati Jing Ling, bersiap membawa wanita itu pergi.Anggota sekte yang melihatnya terkejut."Dari mana binatang roh yang bisa berubah wujud? Kecuali..."Mata mereka membelalak, dan menyadari sesuatu. "Dia adalah binatang roh iblis!"Salah satu dari mereka menatap ke arah pedang hitam yang tertancap di bangkai binatang roh mereka yang perlahan menghitam. Dia bisa merasakan dengan jelas energi kegelapan yang pekat dari pedang itu."Kau, kau penyembah iblis?! Bagaimana kau bisa ada di sini?!" serunya dengan nada me
"Nanti saja kuceritakan. Sekarang cepat pakai bajumu dan ikut denganku," pinta Zhu Pei. Sejak tadi dia tak berani menatap Zhang Liu.Setelah itu, Zhu Pei kemudian berbalik dan keluar dari ruangan.Zhang Liu sedikit heran dengan tingkahnya, tapi tak peduli. Ia menghela napas panjang.Kemudian Zhang Liu berjalan mengambil pakaian, lalu menoleh pada kelinci gendut yang asyik tidur sejak tadi."Bangun, Xiao Diyu!" teriaknya sambil menendang peliharaannya itu sampai terjatuh.Brugh!"Ahk!" Xiao Diyu akhirnya bangun, dan langsung protes. "Ada apa, Tuan? Aku sedang mimpi indah!""Kita pergi sekarang. Cepat bangun!" perintah Zhang Liu.Xiao Diyu menggerutu, tapi tetap menurut. Ia berubah menjadi serigala api, meski wajahnya masih cemberut.Usai bersiap, Zhang Liu keluar dengan penampilan pria tua. Kelinci gendut yang cemberut sembunyi di balik pakaiannya.Zhu Pei sudah menunggu di lantai satu. Dia masih sempat makan, dan langsung menyuapkan bakpao ke mulutnya saat melihat Zhang Liu."Ayo perg
Zhu Pei menatap punggung dua orang yang melewatinya, dan akhirnya mengangguk paham."Sudahlah. Besok saja kita cari tahu," katanya, mencoba mengalihkan perhatian Zhang Liu agar tak hilang kendali.Akhirnya Zhu Pei menarik Zhang Liu untuk melanjutkan jalan. Mereka sampai di depan pintu penginapan."Itu kamarmu, ini kamarku," kata Zhu Pei sambil memberikan salah satu kunci. "Aku ingin istirahat, jangan membangunkanku."Zhu Pei masuk kamar penginapannya sambil menutup mulutnya yang menguap.Zhang Liu pun masuk ke kamarnya sendiri dan menutup pintu. Dalam ruangan, ia berhenti membungkuk, tubuhnya yang tegap kembali seperti semula.Zhang Liu kemudian berbaring di kasur sambil terpejam, tak berniat melepaskan penyamarannya karena ia harus memakainya selama di tempat itu."Haa..." Helaan napasnya cukup panjang, seolah ada beban berat di punggungnya. Semua kejadian dan masalah terus datang silih berganti.Tak lama, tiba-tiba jendela kamarnya terbuka meski dari lantai dua. Seekor burung elang
Zhu Pei menempelkan telinganya lebih erat ke dinding. Suara bisikan itu terdengar jelas dua orang, satu laki-laki dan satu perempuan."Tapi dia yang menyelamatkanku dari pembunuhan. Lagi pula, ini memang salahku." Suara Luo Yan terdengar ragu, penuh penyesalan. Ada getar bersalah yang tak bisa dise
Di saat Yu Fei lega dan percaya diri telah mengalahkan Zhang Liu, tiba-tiba di tengah kepulan asap dan debu, muncul kilatan hitam. Bukan hitam biasa, tapi hitam pekat seperti lubang yang menelan cahaya.Kilatan itu melesat cepat, membalas dan menebas Pedang Penghakiman Surgawi yang masih tertancap
"Sepertinya mereka bermalam di sini setelah memusnahkan sekte musuh," lanjut Zhu Pei dengan suara pelan. Lalu menunjuk dengan tangan. "Perjalanan ke sekte mereka pasti memakan waktu. Lihat, ada yang terluka juga."Zhang Liu mengangguk paham. "Masuk akal. Tapi berbahaya jika kita menginap di tempat
"Zhang Liu, kau juga dengar, kan?" tanya Zhu Pei dengan nada sedikit gelisah.Zhang Liu mengangguk pelan. "Karena itu cepat selesaikan permainanmu. Kita harus cepat pergi." Dia menarik kerah pakaian Zhu Pei."T-tunggu sebentar!" Zhu Pei sedikit menahan tubuhnya dan buru-buru meraup koin-koin emas di







