Beranda / Urban / Pewaris Tunggal Berdarah Dingin / 7. Keluarga Inti Theodora

Share

7. Keluarga Inti Theodora

Penulis: D'Rose
last update Terakhir Diperbarui: 2024-03-29 23:51:45

"Cuman ini yang bisa aku lacak." Mereka sedang berkumpul di meja makan saat Raka turun sambil menyerahkan tumpukan kertas yang dia jepit diatas papan dada.

Zee pikir berkas pekerjaan ilegal keluarga Theodora yang tidak diketahui oleh Tedi akan banyak. Nyatanya kurang dari lima puluh lembar. Sungguh tidak bisa diharapkan untuk langsung dipakai melawan kekuasaan Tedi.

"Apa... Enggak sesuai ekspetasi Kak Zee?" Raka mulai bergabung menyantap makan malam miliknya. "Aku jamin! Ini paling akurat. Kak Zee mau cari dimanapun enggak akan seakurat yang aku temukan ini." Lanjutnya lagi disela-sela mengunyah.

"Kenapa bisa begtu?"

"Karena Tuan sudah menghapus dan mengganti sebagian besar kepemilikan Tuan Besar menjadi miliknya. Tidak ada yang tersisa untuk Tuan Muda akuisisi." Raka menggelengkan kepala hampir tidak percaya dengan yang ditemukannya.

"Wah... Aku pikir selama ini Tuan memang anak kandung dari Tuan besar."

"Maksud kamu?" Tanya Zee pada Genta yang mulai memperhatikan Raka. Sepertinya mereka berdua tidak tahu cerita lengkap tentang keluarga inti Theodora.

"Sepertinya kalau aku yang ngomong, kalian enggak akan percaya. Gimana kalau Kak Eva aja?" Usul Raka sambil menyendokkan nasi ke mulutnya lagi. Seperti kebiasaan semua mata langsung tertuju pada Eva.

"Tuan adalah menantu Tuan Besar. Sama seperti kalian. Dia adalah anak yang diselamatkan dari peperangan antar anggota mafia."

"Apa Kakek hanya memiliki Ibu sebagai keturunannya?"

"Nyonya merupakan anak bungsu keluarga Theodora. Sebelumnya Tuan besar memiliki empat putra dan satu putri." Eva yang sudah tahu langsung mengambil remote smart tv disana. "Semua putranya sudah mati dibantai habis. Tersisa hanya Nyonya, karena beliau terlebih dahulu dipindahkan ke negara ini sejak umur sepuluh tahun bersama istri Tuan Besar."

Layar tv itu sekarang sudah menunjukan bagan dari keluarga Theodora. "Sebelum menjadi menantu, Tuan adalah tangan kanan Tuan Besar. Beliau sangat menyayanginya." Tentunya dalam hal ini Tedi adalah sebagai tangan kanan Gio dalam mengelola bisnis legalnya.

"Jadi ketika Nyonya memberitahu keinginannya untuk menikah dengan Tuan. Tuan Besar tidak terlalu mempermasalahkannya." Sekarang pointer menuju pada foto keturunan sah keluarga Theodora.

"Anthea Theodora, adalah putri kandung mereka?" Zee memang belum melakukan riset mendalam tentang hubungan Thea dengan keluarga Theodora. Dia cukup berpuas diri saat mengetahui bahwa dirinya dan Thea tidak memiliki hubungan darah.

"Betul Tuan Muda. Nyonya hampir tidak bisa memiliki keturunan, karena ada kangker dalam rahimnya." Zee terlihat lelah. Terlalu banyak informasi yang dia serap hari ini. Kepalanya juga mulai pusing. "Tapi Nona membawa keberuntungan. Nona bisa sehat hingga saat dilahirkan. Maka dari itu setelah operasi sesar. Rahim Nyonya ikut diangkat."

Genta langsung menyadari perubahan raut wajah Zee, dia mulai khawatir. Sesungguhnya Zee masih dalam masa pemulihan. Tapi dia ngotot ingin segera bertindak. "Sebaiknya Tuan Muda istirahat dan jangan lupa untuk minum obat."

"Ide bagus Genta. Kalau begitu aku pergi ke kamar dulu." Malah Raka yang bersemangat dan dia orang paling pertama yang meninggalkan ruang makan.

***

Dari dalam lemari Zee masih bisa melihat situasi ruang kamar. Para pria bersenjata itu datang dan membombardirkan peluru ke segala arah. Zee ingin teriak tapi suaranya tidak keluar sama sekali. Hanya keringat dingin yang terus membasahi pelipis kepalanya.

Salah satu dari mereka mencoba mendekati lemari tempat Zee bersembunyi. Tidak! Zee harus tetap bersembunyi disini sesuai perintah Mommy.

"Tuan Muda!" Panggilan Eva membuat Zee terbangun.

'Hah! Aku memimpikannya lagi?' Rasa takut itu dan keringat dingin yang membasahi wajahnya semua nyata. Zee menyeka keringat itu dan mengambil segelas air yang berada diatas nakas.

"Anda tidak apa-apa?" Eva langsung mendekat ke tepi tempat tidur Zee.

"Kak Zee berteriak cukup kencang." Raka menunjukan raut cemasnya.

"Kami semua jadi khawatir. Apa yang Tuan Muda rasakan. Ada yang tidak aku ketahui?" Genta mulai memeriksa denyut nadi dan jantung Zee secepat dokter profesional.

Zee juga tidak pernah menanyakan apakah Eva dan juga Genta memang memiliki sertifikat lulusan kedokteran atau mereka terbiasa terlatih menghadapi situasi macam ini. Situasi apapun yang dialami keluarga Theodora dan tidak boleh diketahui publik.

"Awalnya aku pikir itu hanya mimpi buruk." Zee memutuskan untuk menceritakan apa yang selalu mengganggunya. "Lalu mimpi itu, terasa sangat jelas. Seperti aku terus mengulang kejadian dan kengerian itu."

"Ini akibat kepala Tuan Muda sering terbentur saat dalam pelatihan. Memori yang sudah lama hilang bisa muncul secara perlahan-lahan." Jelas Genta.

"Apa itu mengganggu anda? Jika iya, saya akan meminta resep penenang untuk anda." Saran Eva.

"Untuk sementara tidak perlu. Maaf jika nanti aku tetap mengganggu kalian dengan teriakanku pada tengah malam."

"Bukan mengganggu sih Kak Zee. Kita yang khawatir kalau Kak Zee kurang istirahat bisa mempengaruhi pemulihan." Benar apa yang dituturkan Raka.

Zee melirik nakas yang tidak jauh dari tempat tidurku. Hampir semua permukaan tertutupi oleh botol obat yang berjejer. Zee sudah lelah meminum mereka.

"Apa mau saya buatkan janji dengan psikiater?" Genta mulai mengecek ponselnya.

"Tidak, untuk saat ini aku malah ingin mengurangi interaksi dengan orang-orang selain kalian."

"Aku tidak tahu bagaimana reaksi Ayah, kalau tahu aku masih hidup." Semuanya terdiam, setuju dengan apa yang Zee ucapkan. "Sebaiknya kalian kembali ke kamar masing-masing." Mereka pun langsung mengikuti saran dari Zee, terlebih agar Zee juga segera kembali beristirahat.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   48. Hampir Saja

    Zee sudah terbiasa bangun pagi, melihat pintu kamar Raka masih menutup, Zee berasumsi kalau Raka masih tidur, biarkanlah. Dirinya akan berlari pagi di sekitaran komplek dan pulang sambil mencari sarapan. Masih dalam jarak dekat, karena belum familiar dengan kawasan sekitar, Zee harus banyak melihat bangunan yang dilewatinya agar tidak tersesat.Lalu matanya menangkap sosok itu, Thea. Sedang berjalan menuju salah satu kafe "Dia sendirian?" Zee melihat kearah kanan dan kiri, memastikan dokter itu tidak ada disekitarnya."Apa ini waktu untuk yang tepat untuk aku berbicara dengan Thea?" Bunyi bel yang dipasang depan pintu berdenting saat pintu terdorong kedalam. Zee mengikutinya tak lama setelah Thea masuk.Thea sudah mengambil pesannya dan memilih duduk depan jedela, walau posisinya agak menjorok. Sinar matahari pagi membuatnya terlihat sangat cantik. "Sial! Zee tenangin hatimu." Zee terciduk sedang memandang kearah Thea. Sekarang mungkin Thea akan menganggap Zee sebagai peria mesum

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   47. Dua Ditraksi

    Raka masih berkutat dengan ponsel milik thea, sementara Zee sudah membuat makanan alakadarnya untuk mereka berdua. Dua cup mie instan tambah toping sosis dan telur menjadi makan malam mereka hari ini."Apa ada kendala? Makan dulu, nanti lanjut lagi. Kalau kamu yang sakit aku bisa repot nanti.""Lebih cepat lebih baik, Kak Zee bisa mencari apa yang selama ini menyangkut dalam pikiran.""Hargai juga aku yang sudah membuatkanmu mie instan yang walaupun makanan sederhana tapi coba kamu pikirkan, selain dirimu siapa yang pernah aku buatkan makanan?""Enggak mau Kak zee tantrum, jadi baiklah aku akan memakannya selagi panas. Puas?""Iya, habiskan dulu baru kamu sentuh lagi ponsel miliki Thea." Zee lanjut menyalakan tv agar tidak ada keheningan, acaranya cukup menghibur lalu tiba-tiba sebuah berita muncul. Berisikan tentang tindakan kriminal keluarga Yuan, aktifitas mafia yang sudah diketahui dan masih dicari keberadaan mereka yang di duga kabur berpencar ke beberapa negara.Zee dan Raka b

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   46. Kunci Rahasia Thea

    "Jadi berapa lama lagi kita harus menunggu mobil yang kamu sewa itu?" Sudah satu jam lamanya mereka terdampar di airport. Thea dan dokter itu sudah menghilang sejak lama. Namun Raka menyakinkan agar Zee tidak panik kehilangan jejak keduanya dengan menyewa sebuah rumah tidak jauh dari rumah yang Thea tempati dengan dokter itu. Supir itu datang sambil terburu-buru. Zee sudah malas menghadapinya, dia serahkan semuanya pada Raka, dengan senyum manis setidaknya Raka masih mau berbasa-basi sebelum serah terima kuncinya. "Ayo Kak Zee, jangan buang waktu banyak-banyak disini." Ucap Raka dengan cengengesan. Keduanya pun pergi meninggalkan airport, hanya berbekalkan maps dan SIM Internasional milik Raka mereka menjelajahi negeri yang belum pernah dikunjungi ini. "Nah Kak Zee, kita sudah memasuki area komplek perumahan yang kita tempati." Raka memberhentikan mobilnya ditepi jalan. "Itu Kak Zee, bisa melihat kearah kanan, seberang jalan ini adalah rumah yang ditempati Thea dan dokter itu." "

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   45. Hal Rumit Lainnya

    Setibanya di Ibu kota, mereka langsung memesan tike hotel. Lebih baik dari yang kemarin, pertama misi kali ini bukan untuk mengungkap identitas Zee sebagai anggota keluarga Theodora kepada pihak asing. Kedua semua transaksi dilakukan atas nama Raka. Itulah kegunaan Raka dibawa di misi kali ini juga. Zee meyakinkan semua pihak cukup hanya mereka berdua untuk melakukan misi penjemputan Thea dan juga bukanlah hal yang membahayakan nyawa mereka berdua. "Urusan perut seharusnya sudah selesai, sekarang waktunya kamu untuk fokus pada riwayat hidup Thea. Laporkan se lengkap-lengkapnya tanpa terkecuali.""Itu urusan gampang, sebentar lagi rampung." Benar saja beberapa menit kemudian laporan itu masuk kedalam email milik Zee. Thea pernah tinggal di kota lain untuk menenangkan diri. Betapa terkejutnya Zee mengetahui bahwa Thea memang istri sah pertama tapi suaminya Thea sudah melakukan pernikahan siri dengan wanita lain. Zee hampir saja kehilangan kendali dan membanting tab yang sedang dipeg

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   44. Pengumuman Resmi

    Makan malam yang menyenangkan. Georgio bahkan mengundang semua anak buahnya yang berada di pulau Paradise untuk kembali bertemu. Banyak laporan yang selama ini perlu dibahas ditambah selingan percakapan ringan, gurauan ala-ala geng mafia. "Zee, kenapa dari tadi mukamu terlihat sangat ceria. Ada berita membahagiakan apa?" Georgio berhasil melepaskan diri dan lebih memilih mendekat pada Zee yang tengah asyik mengobrol dengan Raka, Genta, dana Evan."Nanti saja Zee ceritakan, enggak enak kalau dibahas disini. Lagi pula ini kan acara kakek mana berani Zee merusaknya.""Oh iya, Kakek jadi semakin penasaran. Baiklah kita tunggu sampai acara ini selesai." Lalu chef yang menghidangkan makanan muncul menyapa Georgio. "Tuan Besar, apa makanannya sesuai dengan selera anda.""Tidak ada yang mengecewakan daei masakanmu selalu lezat." "Ah, tapi tolong kali ini maafkan saya. Kebanyakan makanan tersebut bisa tersaji tepat waktu itu berkat bantuan dari cucu menantu anda."Mengingat umur saya yang s

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   43. Jodoh Yang Disiapkan

    "Bagaskara.""Hm! Kakek merasa kurang setuju dengan keluarga itu, selain karena Tedi terlalu banyak memiliki kerja sama dengan mereka aku tidak yakin semua itu kerja sama bisnis biasa. Pasti mereka mempunyai rencana yang tidak ketahui.""Aku juga berpikir demikian, apalagi beberapa kali mendapati Thea seperti diabaikan oleh suaminya.""Zee, cari tahu semua kabar terbaru serta keadaan rumah tangga Thea, biarkan Raka melakukan semuanya. Aku memberikan otoritas penuh, jika dia membutuhkan sesuatu segera fasilitasi dengan kualitas yang terbaik." Zee sudah memantapkan diri agar tidak bertindak sembrono lagi, menuruti kehendak kakeknya. Namun perasaannya pada Thea memang tidak pernah padam mendengar hal ini saja sudah membuat Zee sangat senang. Hatinya yang sempat kosong kini kembali membara dan terbakar menjadi semangat "Jika dia tidak bahagia dengan pernikahannya, kamu harus kembali membawa Thea. Kita berdua masih sanggup memberikan bahkan lebih dari sanggup untuk memenuhi kebutuhan Thea

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status