Home / Urban / Pewaris Tunggal Berdarah Dingin / 45. Hal Rumit Lainnya

Share

45. Hal Rumit Lainnya

Author: D'Rose
last update Last Updated: 2025-12-09 15:14:25

Setibanya di Ibu kota, mereka langsung memesan tike hotel. Lebih baik dari yang kemarin, pertama misi kali ini bukan untuk mengungkap identitas Zee sebagai anggota keluarga Theodora kepada pihak asing. Kedua semua transaksi dilakukan atas nama Raka. Itulah kegunaan Raka dibawa di misi kali ini juga.

Zee meyakinkan semua pihak cukup hanya mereka berdua untuk melakukan misi penjemputan Thea dan juga bukanlah hal yang membahayakan nyawa mereka berdua.

"Urusan perut seharusnya sudah selesai, seka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   50. Kekurangan Sekutu

    Suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Zee, dengan menekan tombol di remot kontrol, kaca pintu langsung berubah menjadi bening yang sebelumnya sengaja Zee buat buram selama berbicara dengan Eva. Zara langsung membuka pintu saat Zee menganggukan kepala, mempersilahkannya masuk. "Bibi tahu kamu masih capek, tapi lebih baik kamu makan bersama kami. Bibi sudah masak makanan khusus untuk kamu." Zara menarik tangan Zee seolah anak kecil yang sedang dibujuk untuk makan. Ini hanya sopan santu sebagaimana Zee menghormati kerja keras Zara. Walau Zee tidak tahu Zara memasak semuanya sendiri atau beliau hanya membantu menginstruksikan ini dan itu melalu koki. Meja di ruang makan sudah penuh. Bahkan semua orang yang tinggal di rumah ini sudah berkumpul, tentunya dengan tanpa kehadiran Georgio. Satu kursi kosong berada di ujung meja. Zara menarik kursi untuk Zee, tapi perasaan aneh itu muncul. Tidak tahu kenapa semenjak Georgio datang ke rumah ini, Zee sudah jarang duduk di kursi itu. "Leb

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   49. Semakin Rumit

    Saat Zee masuk kedalam rumah, semua wajah yang ada disana memandang ke arahnya dengan cemas. Bahkan Niken datang berlari dan langsung memeluk Zee. 'Seburuk itukah kondisi Kakek.' batin Zee."Sayang, bisnismu lancar di Ibu Kota?" Zara datang membuat Zee bertanya mengapa orang ini bisa ada di rumah ketika suasana sedang kacau. "Aku yang memintanya datang ke pulau Paradise." Jelas Niken yang masih berdiri tidak jauh dari Zee.Sejak datang Niken selalu berada di samping Zee, makin saja Zee tidak enak hati dengan semuan ini. Lalu Zee melihat Raka diseberang ranjang Kakek, wahjahnya terlihat gusar saat memandanginya. Apa yang mereka coba sembunyikan dari Zee "Zee, Bibi boleh bawa Kakekmu pulang ke rumah?" "Ha? untuk apa?" "Kamu tahulah, pengobatan disini belum semaju di negara tempat tinggal Bibi. Bukannya kamu menginginkan yang terbaik untuk Kakekmu?""Tentu, tapi aku enggak bisa membiarkannya pergi, Kakek harus tetap disini, lagu pula aku belum mendapat izin Ibu.""Mereka sudah tidak

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   48. Hampir Saja

    Zee sudah terbiasa bangun pagi, melihat pintu kamar Raka masih menutup, Zee berasumsi kalau Raka masih tidur, biarkanlah. Dirinya akan berlari pagi di sekitaran komplek dan pulang sambil mencari sarapan. Masih dalam jarak dekat, karena belum familiar dengan kawasan sekitar, Zee harus banyak melihat bangunan yang dilewatinya agar tidak tersesat.Lalu matanya menangkap sosok itu, Thea. Sedang berjalan menuju salah satu kafe "Dia sendirian?" Zee melihat kearah kanan dan kiri, memastikan dokter itu tidak ada disekitarnya."Apa ini waktu untuk yang tepat untuk aku berbicara dengan Thea?" Bunyi bel yang dipasang depan pintu berdenting saat pintu terdorong kedalam. Zee mengikutinya tak lama setelah Thea masuk.Thea sudah mengambil pesannya dan memilih duduk depan jedela, walau posisinya agak menjorok. Sinar matahari pagi membuatnya terlihat sangat cantik. "Sial! Zee tenangin hatimu." Zee terciduk sedang memandang kearah Thea. Sekarang mungkin Thea akan menganggap Zee sebagai peria mesum

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   47. Dua Ditraksi

    Raka masih berkutat dengan ponsel milik thea, sementara Zee sudah membuat makanan alakadarnya untuk mereka berdua. Dua cup mie instan tambah toping sosis dan telur menjadi makan malam mereka hari ini."Apa ada kendala? Makan dulu, nanti lanjut lagi. Kalau kamu yang sakit aku bisa repot nanti.""Lebih cepat lebih baik, Kak Zee bisa mencari apa yang selama ini menyangkut dalam pikiran.""Hargai juga aku yang sudah membuatkanmu mie instan yang walaupun makanan sederhana tapi coba kamu pikirkan, selain dirimu siapa yang pernah aku buatkan makanan?""Enggak mau Kak zee tantrum, jadi baiklah aku akan memakannya selagi panas. Puas?""Iya, habiskan dulu baru kamu sentuh lagi ponsel miliki Thea." Zee lanjut menyalakan tv agar tidak ada keheningan, acaranya cukup menghibur lalu tiba-tiba sebuah berita muncul. Berisikan tentang tindakan kriminal keluarga Yuan, aktifitas mafia yang sudah diketahui dan masih dicari keberadaan mereka yang di duga kabur berpencar ke beberapa negara.Zee dan Raka b

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   46. Kunci Rahasia Thea

    "Jadi berapa lama lagi kita harus menunggu mobil yang kamu sewa itu?" Sudah satu jam lamanya mereka terdampar di airport. Thea dan dokter itu sudah menghilang sejak lama. Namun Raka menyakinkan agar Zee tidak panik kehilangan jejak keduanya dengan menyewa sebuah rumah tidak jauh dari rumah yang Thea tempati dengan dokter itu. Supir itu datang sambil terburu-buru. Zee sudah malas menghadapinya, dia serahkan semuanya pada Raka, dengan senyum manis setidaknya Raka masih mau berbasa-basi sebelum serah terima kuncinya. "Ayo Kak Zee, jangan buang waktu banyak-banyak disini." Ucap Raka dengan cengengesan. Keduanya pun pergi meninggalkan airport, hanya berbekalkan maps dan SIM Internasional milik Raka mereka menjelajahi negeri yang belum pernah dikunjungi ini. "Nah Kak Zee, kita sudah memasuki area komplek perumahan yang kita tempati." Raka memberhentikan mobilnya ditepi jalan. "Itu Kak Zee, bisa melihat kearah kanan, seberang jalan ini adalah rumah yang ditempati Thea dan dokter itu." "

  • Pewaris Tunggal Berdarah Dingin   45. Hal Rumit Lainnya

    Setibanya di Ibu kota, mereka langsung memesan tike hotel. Lebih baik dari yang kemarin, pertama misi kali ini bukan untuk mengungkap identitas Zee sebagai anggota keluarga Theodora kepada pihak asing. Kedua semua transaksi dilakukan atas nama Raka. Itulah kegunaan Raka dibawa di misi kali ini juga. Zee meyakinkan semua pihak cukup hanya mereka berdua untuk melakukan misi penjemputan Thea dan juga bukanlah hal yang membahayakan nyawa mereka berdua. "Urusan perut seharusnya sudah selesai, sekarang waktunya kamu untuk fokus pada riwayat hidup Thea. Laporkan se lengkap-lengkapnya tanpa terkecuali.""Itu urusan gampang, sebentar lagi rampung." Benar saja beberapa menit kemudian laporan itu masuk kedalam email milik Zee. Thea pernah tinggal di kota lain untuk menenangkan diri. Betapa terkejutnya Zee mengetahui bahwa Thea memang istri sah pertama tapi suaminya Thea sudah melakukan pernikahan siri dengan wanita lain. Zee hampir saja kehilangan kendali dan membanting tab yang sedang dipeg

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status