بيت / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 10 Pagi yang Mengejutkan

مشاركة

Bab 10 Pagi yang Mengejutkan

مؤلف: Cynta
last update تاريخ النشر: 2026-07-28 17:07:33

​Thalia perlahan membuka matanya, berusaha mengerjapkan mata beberapa kali saat rasa pusing yang hebat menghantam kepalanya seketika itu.

​"Aww..." Thalia meringis, memegangi pelipisnya.

​Namun, saat ia berusaha menggerakkan kakinya, rasa nyeri dan perih yang luar biasa terasa menusuk dari area bawah tubuhnya.

​Thalia tersentak kaget.

Matanya membelalakkan lebar, tersadar kalau dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun di bawah selimut tebal yang membungkus tubuhnya.

Namun, gadis itu l
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 10 Pagi yang Mengejutkan

    ​Thalia perlahan membuka matanya, berusaha mengerjapkan mata beberapa kali saat rasa pusing yang hebat menghantam kepalanya seketika itu. ​"Aww..." Thalia meringis, memegangi pelipisnya. ​Namun, saat ia berusaha menggerakkan kakinya, rasa nyeri dan perih yang luar biasa terasa menusuk dari area bawah tubuhnya. ​Thalia tersentak kaget. Matanya membelalakkan lebar, tersadar kalau dirinya tidak mengenakan sehelai benang pun di bawah selimut tebal yang membungkus tubuhnya. Namun, gadis itu lebih terkejut lagi saat menyadari sebuah tangan kekar melingkar posesif di pinggang polosnya. ​Thalia menoleh perlahan ke sisi samping ranjangnya. ​Zacky Farelio Alvarez sedang tertidur pulas tanpa selembar benang,sama seperti dirinya. Wajah tegas pria itu berada hanya beberapa sentimeter dari wajah Thalia. Di atas lantai, pakaian mereka berdua berserakan tak beraturan. ‘Apa yang terjadi..?!’ gumamnya panik. ​Memori kejadian semalam mendadak berputar cepat di dalam kepala Thalia seperti r

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 9 Malam Panas

    ​Thalia menggeleng pelan, napasnya memburu cepat. "Ng-nggak terlalu... Tapi terasa... Penuh sesak banget..." ​Zacky tersenyum tipis, sebuah senyuman sangat langka yang tak pernah dilihat siapapun di kantor. Pria itu mulai menggerakkan pinggulnya, menarik tubuhnya mundur secara perlahan lalu mendorongnya kembali ke dalam. ​"Mmmhh… Aahh… " Thalia mendesah pelan saat gesekan lembut itu memicu kembali sensasi nikmat yang sempat hilang. Gerakan Zacky terasa sangat pelan dan hati-hati. Setiap kali ia membenamkan miliknya dalam tubuh Thalia, ia memastikan gadis itu tidak kesakitan. Namun, jepitan nikmat yang makin ketat membuat Zacky perlahan kehilangan kendali. ​Hentakan pinggul pria itu bertambah cepat, semakin dalam dan bertenaga. ​Suara sentuhan kulit paha Zacky dan pinggul mulus Thalia mulai bergema nyaring di dalam kamar suite, berpadu dengan suara desahan sensual yang saling bersahutan. ​"Aaah! Aah! Pak Zacky... Pelan-pelan! Sshh... Aahhh!" jerit Thalia, kepalanya terombang-am

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 8 Masih ‘Tersegel’

    ​"Pak Zacky... Sshh... Aah... Rasanya semakin panas..." rintih Thalia pasrah, air mata kenikmatan menetes tipis di sudut matanya. ​Sensasi asing, nikmat, terasa mengalir deras dari squishy menuju ke area bawah perutnya. ​Zacky mengangkat kepalanya, membiarkan ujung choco chips yang basah terkena udara dingin kamar. Pria itu menatap mata Thalia yang memerah penuh gairah. ​"Rasa panas itu akan hilang sebentar lagi, Thalia," ujar Zacky dengan suara berat yang dipenuhi gairah tertahan. "Tapi kamu harus menahannya sebentar." ​Zacky melepaskan sisa kain yang masih melekat di tubuh Thalia dan melepas celana panjangnya sendiri hingga mereka berdua benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menghalangi tubuh mereka. ​Saat tubuh hangat Zacky menindih penuh tubuh lembut Thalia, gadis itu tersentak merasakan bongkahan benda panjang, padat dan keras milik Zacky yang menekan tepat di depan pintu goa. ​"Pak... Itu... Punya Bapak..." cicit Thalia ketakutan, matanya melebar menatap pusaka Z

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 7 Terbakar Gairah

    ​Tanpa peringatan, Thalia memajukan tubuhnya dan melingkarkan kedua tangannya di leher Zacky.Gadis itu menempelkan bibirnya, melumatnya lembut bibir Zacky seakan menyalurkan rasa takut dan sensasi aneh dalam dirinya“Tolong saya, Pak.. Saya basah,” lirih Thalia disela ciumannya. ​Zacky terbelalak lebar, tubuh membeku seketika mendapat ciuman Thalia yang tak terduga. ​Ciuman itu awalnya lembut, namun karena terpengaruh alkohol, ciuman Thalia kini justru semakin mendalam penuh hasrat menuntut.​"Thalia," panggil Zacky tegas, mencoba menarik kepala gadis itu menjauh dan memegang kedua bahunya. Suaranya terdengar berat dan sserak"Sadar! Apa yang baru saja kamu lakukan?!"​Thalia menatap mata Zacky dengan pandangan sayu yang penuh gairah, pipinya merona.​”Saya tahu..." bisik Thalia manja, jemarinya bergerak berani menyusuri kerah jas Zacky hingga menyentuh dada bidang pria itu."Pak Zacky... Tolongin saya... Sayang tidak tahan lagi, saya ingin sekarang.. Bantu saya Pak," pintanya. ​J

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 6 ​Sentuhan di Kamar Mandi

    Suara tepuk tangan menggema di dalam private restoran. Arjuna berdiri di depan meja panjang dengan senyum yang dipaksakan melekat di wajahnya. Dia memegang gelas minuman sambil menatap berkeliling ke arah rekan-rekan divisinya. Meski hatinya takut setengah mati dengan tatapan tajam Zacky di ujung meja. "Terima kasih banyak, kawan-kawan. Terima kasih sudah menyempatkan waktu berharga kalian untuk datang ke acara perpisahan kecil-kecilan ini. Saya harap kalian semua semakin sukses di sini, dan kita tetap bisa menjalin hubungan kerja yang baik ke depannya." Arjuna tersenyum lebar menutupi kepalsuan di balik kata-katanya dan berhenti tersenyum ketika manik matanya membalas tatapan Zacky. “Dan terima kasih kepada Bapak Zacky terhormat yang sudah hadir di malam ini.” imbuhnya melirik ekor mata Zacky Sementara Thalia duduk kaku di kursi sudut meja dekat Zacky. Tangannya saling meremas kuat di atas pangkuan hingga buku-buku jarinya memutih pasi. Sebenarnya ia enggan menginjakkan kaki di

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 5 Celana Basah

    Thalia terpaksa menyeimbangkan langkah kakinya yang pendek. Ia menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdebar tidak karuan memikirkan ke mana bos besarnya ini akan membawanya pergi. Zacky membawa Thalia turun menggunakan lift khusus eksekutif. Pintu lift terbuka di lobi utama dan ia menariknya ke sebuah restoran mewah yang letaknya persis di seberang kantor mereka. Thalia duduk dengan kaku. Tangannya bertumpu di atas paha. "Pesan apa saja yang kamu mau," ucap Zacky seraya membuka buku menu di tangannya. Pria itu sama sekali tidak menatapnya. Gadis itu menggeleng pelan. "Saya... Air putih saja, Pak." Zacky mengangkat wajahnya perlahan. Tatapan matanya yang tajam menembus langsung ke manik mata Thalia. "Pesan makanan, atau saya yang pesankan." Gadis itu akhirnya menyerah, menunjuk asal menu pasta di buku tersebut. Meskipun terlihat enak, perutnya terlalu mual akibat rentetan ancaman mantannya. Zacky meletakkan alat makannya. Dia mengambil tisu, mengelap sudut bibirny

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status