Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 119 Dibawah Kolong Meja

Share

Bab 119 Dibawah Kolong Meja

Author: Cynta
last update publish date: 2026-08-19 15:00:48

Tubuh Bianca memegang seketika saat mendengar suara ketukan pintu depan ruangan mendadak bergema nyaring, memecah keheningan dan gairah panas yang menyelimuti tempat itu.

“Zacky, ada yang datang..” cicit Thalia cemas.

​"Permisi, Pak Zacky. Ini Hans... Saya membawa berkas revisi investasi proyek yang harus Bapak tandatangani segera," suara Hans dari luar ruangan terdengar begitu jelas dan mendekat.

​DEG!

​Sensasi panik semakin teras
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 223 Meresahkan 

    ​"Akhirnya selesai juga..." gumam Thalia lega pada dirinya sendiri. Gadis itu baru saja merapikan lembar terakhir dokumen draf laporan keuangan di meja kerjanya. Ia meregangkan kedua tangannya ke atas, meredakan rasa pegal di bahu dan pinggangnya setelah seharian bergelut dengan angka dan data. Kepalanya kini menoleh ke arah meja utama. Zacky terlihat baru saja menutup laptop kerjanya dan memasukkan beberapa dokumen rahasia ke dalam brankas besi di belakang kursinya. ​"Sudah selesai, Thalia?" tanya Zacky sambil berdiri dan merapikan jas hitamnya. ​"Sudah, Pak... Ah.. Maksudku, Zacky," jawab Thalia pelan. Ia berdiri dari kursinya, mengambil tas tangannya dan merapikan rok span hitamnya. "Semua draf analisis sudah aku rapikan di atas meja, aku serahkan besok pagi ya.." “Hmm..” ​Zacky melangkah menghampiri meja kerja Thalia di sisi kiri, memperhatikan penampilan gad

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 222 Pergerakan dari Bawah

    ​Thalia baru saja duduk di kursi kerjanya, tiba-tiba ia teringat sesuatu. ‘Oh iya, ponselku.. Arjuna membuangnya gak tau kemana.. Aku harus beli baru, tapi kira-kira Zacky izinkan aku pergi beli ponsel gak ya?’ Ia melirik ke arah Zacky, ternyata pria itu sedang memperhatikannya. “Ada apalagi, Thalia?! Apa yang kamu pikirkan?” tanya Zacky tepat saat Thalia melirik ke arahnya. Gadis itu sedikit terlonjak karena tatapan mereka bertemu bersamaan pertanyaan Zacky yang mengejutkan. “Eh.. Nnggg.. Itu.. Ponselku, aku—” “Aku sudah siapkan ponsel baru untukmu, sekarang sedang dimodifikasi tim IT agar kedepannya bisa lebih melindungi mu..” sahut Zacky cepat. “Benarkah?! Padahal..” Thalia tidka melanjutkan kata-katanya saat Zacky menegakkan tubuh, menatapnya dalam, penuh tanya. “Padahal apa?” tanya pria situ singkat. “Padahal aku baru aja mau minta izin pergi sebentar un

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 221 Gak Bisa Fokus, Karena.. 

    ​Thalia sudah kembali duduk di kursi kerjanya, jari tangannya bergerak cepat di atas keyboard, menyusun kembali draf laporan analisis keuangan proyek baru yang sempat tertunda. ‘Ish.. Zacky ini, suka sekali bikin aku jantungan! Katanya CEO dingin tak tersentuh, tapi hobby banget sentuh aku.. Buat aku gak bisa fokus..’ cicitnya dalam hati. ​Meskipun Thalia berusaha fokus pada layar monitor, sesekali mata cokelatnya melirik, mencuri pandang ke arah pria yang duduk di meja sebelah kanannya. ​Zacky terlihat begitu berwibawa dan dominan saat ini. Raut wajahnya kaku, matanya menatap tajam dokumen penting di hadapannya tanpa menyisakan celah untuk kesalahan sekecil apa pun. ‘​Dingin banget kalau lagi mode serius begini…’ batin Thalia tersenyum tipis. ‘Beda banget sama sosok yang tadi ngusap bibirku di depan Mamanya, kelihatan posesif..’ ​"Nathalia." Tiba-tiba, suara berat Zacky memecahkan keheningan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 220 Undangan dan Janji Tersembunyi

    Thalia mencoba berpikir, mencari jawaban agar Tamara tidak curiga sesuatu. Namun saat ia masih tengah berpikir, Tamara tampak tidak sabar. ​"K-kenapa diam saja, Thalia?" tegur Tamara ramah saat melihat Thalia malah terpaku menatap Zacky tanpa menjawab pertanyaannya. "Apa proyek auditnya sangat rumit sampai membuatmu bingung menjelaskannya?" ​Thalia tersentak kaget, segera mengembalikan kesadarannya yang sempat berhamburan. Ia meremas jari tangannya sendiri di atas pangkuan, mencoba meredam getaran gugup di suaranya. ​"A-anu... iya, Ma..." sahut Thalia terbata-bata sambil memaksakan sebuah senyuman tipis di bibirnya. “Dinas luar kotanya... Berjalan dengan lancar, Ma. Pekerjaannya memang sedikit menumpuk dan merepotkan, tapi semuanya sudah terkendali dengan baik, Mama jangan khawatir..” jawab Zacky cepat. ​Thalia melirik Zacky dari sudut matanya. Pria itu tetap mempertahankan raut wajahnya yang tenang, dan datar, seakan tidak ada kebohongan besar yang baru saja ia kataka

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 219 Situasi yang Mendebarkan

    Thalia melihat suasana di ruangan itu sedikit tegang, iapun mencoba mencairkan suasana walaupun dadanya pun bergelar gelisah. ​"T-Tante... Maksud saya, Mama... Ayo duduk dulu. Makan siangnya masih banyak, kita bisa makan bertiga..." ucap Thalia seseorang mungkin. Tubuhnya bergeser memberikan ruang untuk Tamara duduk. Pipi gadis itu masih menyisakan rona merah karena rasa canggung yang ia rasakan. ​Tamara tersenyum hangat, melangkah anggun lalu duduk di sofa tamu lalu menarik lembut tangan Thalia duduk di sampingnya. "Terima kasih, Thalia. Padahal Mama tadi sudah makan sedikit di rumah, tapi melihat makanan sebanyak ini dan suasananya begitu menyenangkan, Mama jadi lapar lagi." ​Thalia segera mengambil piring bersih yang belum tersentuh, mengisinya dengan nasi hangat serta beberapa potong daging bumbu wijen dan sayuran segar, lalu menyajikannya di hadapan Tamara dengan gerakan yang sangat lembut dan sopan.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 218 Tiba-tiba Tegang

    Merasa suasana tidak kondusif, Thalia pun akhirnya angkat bicara. ​"M-maafkan saya... Saya... Saya permisi dulu..." ucap Thalia pelan.Suaranya terdengar bergetar hebat saat ia melangkah mundur dengan canggung, hendak melarikan diri kembali ke meja kerjanya di sisi kiri ruangan.​Namun sebelum Thalia sempat melangkah lebih jauh, suara wanita paruh baya itu kembali terdengar, memenuhi setiap sudut ruangan dengan aura dominan yang sangat kuat.​"Tunggu dulu," pangkas wanita itu tegas, melangkah mendekat dengan senyuman misterius yang sulit diartikan di wajah cantiknya yang terawat. "Kenapa kamu harus pergi, Thalia? Duduklah kembali. Makanan di meja itu masih sangat banyak, kan?"​Thalia membeku di tempatnya, matanya membelalak tak percaya sambil melirik ke arah Zacky dengan pandangan memohon pertolongan.​Zacky bergerak cepat, melangkah memotong jalur pandangan mamanya dan berdiri tepat di hadapan Tamara untuk melindungi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status