Startseite / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 120 Mau Dilanjutkan?! 

Teilen

Bab 120 Mau Dilanjutkan?! 

last update Veröffentlichungsdatum: 19.08.2026 15:01:13

​Sentuhan langsung telapak tangan Thalia yang tepat di atas pusaka Zacky yang sangat keras, panas, dan berdenyut membuat Thalia hampir saja memekik kaget secara refleks.

​'Z-Zacky! Apa yang kamu lakukan?!' jerit Thalia dalam hati dengan mata membelalak lebar ketakutan.

​Thalia mencoba menarik jari tangannya kembali dengan rasa panik luar biasa.

Namun, Zacky justru menekan tangan mungil Thalia semakin erat di sana, mengunci telapak tangan gadis it
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 123 Tunggu Aku Disini

    ​Thalia kembali duduk di kursi kerjanya dengan helaan napas panjang. Ia merapikan rok kerjanya dan rambutnya yang sedikit berantakan. Namun, saat pikirannya mulai kembali jernih, rasa cemas dan ketakutan akan masalah kantor kembali membayangi benaknya. ​"Zacky..." panggil Thalia pelan, menatap punggung tegap Zacky yang tengah merapikan celana dan jas kerjanya sendiri di depan cermin dinding. ​Zacky memutar tubuhnya menghadap Thalia. "Ada apa?" ​"Foto itu..." bisik Thalia cemas, jemarinya meremas tepi meja kerjanya. "Grup obrolan kantor masih ramai membicarakan foto aku yang turun dari mobil kamu di basement. Gimana kalau nanti ada yang melapor ke HRD atau malah Pak Joshua tahu?" ​Zacky melangkah mendekat ke meja Thalia, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan raut wajah yang mendadak kembali dingin. ​"Tidak ada yang berani melaporkan apapun, Thali

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 122 Sekarang Giliranmu.. 

    ​"Z-Zacky! Mau apa lagi?! Ini di atas meja kerja kamu!" pekik Thalia panik, tangannya refleks bertengger di bahu lebar Zacky. ​"Sekarang giliranmu, Thalia," sahut Zacky singkat tanpa memberi jeda. ​"T-tapi—" ​Belum sempat Thalia menyelesaikan protesnya, Zacky sudah mendorong kedua paha mulus Thalia hingga terbuka lebar di hadapannya. Tangan besar pria itu menyusup masuk ke bawah lipatan rok kerja Thalia yang didalamnya sudah terasa sangat basah akibat gejolak gairah yang ia saksikan sendiri sejak tadi. ​Zacky menarik pelan kain pelindung segitiga berwarna merah muda itu ke bawah, menyingkirkannya hingga memamerkan inti goa Thalia yang sudah memancarkan kilau basah. ​"Z-Zacky, jangan dilihatin begitu... Aku malu!" jerit Thalia kecil sambil menutupi wajahnya yang merah padam. ​Zacky tidak menghiraukan bisikan gadis itu. Tanpa membuang waktu, satu jari panjangnya menyusup perlahan

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 121 Melakukan Permainan

    ​"Z-Zacky... B-beneran harus melakukan ini...?" cicit Thalia lirih dengan suara gemetar, matanya mendongak menatap sosok tegap Zacky yang duduk mematung di hadapannya. ​Wajah Thalia memerah sempurna hingga ke pangkal lehernya. Posisinya yang masih terduduk canggung di atas karpet tebal tepat di depan celana kain Zacky membuat napasnya terasa semakin sesak. Aroma maskulin yang bercampur gairah panas yang menguar dari tubuh Zacky seolah mengunci seluruh akal sehat Thalia saat ini. ​Zacky menundukkan kepala, menatap lurus manik mata bulat gadisnya yang berair dengan tatapan mendalam yang begitu menghipnotis. ​"Aku tidak suka menunggu, Thalia," bisik Zacky rendah dengan nada suara bass yang begitu serak dan menuntut. "Lakukan." ​Thalia menelan salivanya yang terasa sudah payah. Mengabaikan sisa rasa takut dan rasa malu yang membakar paras cantiknya, jari tangan hal

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 120 Mau Dilanjutkan?! 

    ​Sentuhan langsung telapak tangan Thalia yang tepat di atas pusaka Zacky yang sangat keras, panas, dan berdenyut membuat Thalia hampir saja memekik kaget secara refleks. ​'Z-Zacky! Apa yang kamu lakukan?!' jerit Thalia dalam hati dengan mata membelalak lebar ketakutan. ​Thalia mencoba menarik jari tangannya kembali dengan rasa panik luar biasa. Namun, Zacky justru menekan tangan mungil Thalia semakin erat di sana, mengunci telapak tangan gadis itu untuk meremas dan merasakan sendiri betapa keras dan tersiksa miliknya karena menahan gairah penderitaan di bawah sana. ​Sementara itu, di atas meja, raut wajah Zacky tetap terlihat begitu tenang, datar, dan dingin tanpa ekspresi sedikit pun. ​"Jadi, Pak... Pada bagian pasal empat ini, pihak investor meminta jaminan pembagian saham sebesar lima belas persen," jelas Hans panjang lebar Jari tangannya menunjuk salah satu paragraf berkas di atas meja, s

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 119 Dibawah Kolong Meja

    Tubuh Bianca memegang seketika saat mendengar suara ketukan pintu depan ruangan mendadak bergema nyaring, memecah keheningan dan gairah panas yang menyelimuti tempat itu. “Zacky, ada yang datang..” cicit Thalia cemas. ​"Permisi, Pak Zacky. Ini Hans... Saya membawa berkas revisi investasi proyek yang harus Bapak tandatangani segera," suara Hans dari luar ruangan terdengar begitu jelas dan mendekat. ​DEG! ​Sensasi panik semakin terasa seketika itu, menghantam seluruh tubuh Thalia bagaikan disiram air es. Matanya membelalak lebar dalam sekejap. ​"Zacky, itu suara Pak Hans! Kita gak boleh ketahuan seperti ini!" pekik Thalia panik setengah mati dengan suara tertahan. ​Dengan refleks yang luar biasa cepat diikuti rasa takut tertangkap basah dalam posisi vulgar, Thalia langsung melompat turun dari pangkuan Zacky. Tangan gadis itu bergerak cepat mengancingkan dua kancing kemejanya sec

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 118 Sentuhan Panas di Atas Pangkuan

    Thalia bergeming mendengar pembicaraan Zacky dan Sabrina, ia hanya menghela nafas panjang. ‘Zacky aja sampai gak bisa jawab lagi kemauan Sabrina.. Padahal Zacky udah menolak, tapi Sabrina masih bisa memaksa Zacky..’ ​Ruangan kerja Zacky kembali terasa hening dan mencekam, pria itu melempar ponselnya begitu saja ke atas meja dengan desahan berat yang tertahan. Pria itu terpaksa mengiyakan ajakan tersebut dalam hati demi menjaga keselamatan dan ketenangan Thalia dari teror impulsif Sabrina. ​"Thalia..." panggil Zacky lembut, merubah seketika nada suaranya yang tadinya penuh intrik menjadi begitu hangat. ​Thalia tidak menjawab. Gadis itu hanya menundukkan kepalanya dalam-dalam, menatap ujung sepatunya dengan mata berkaca-kaca. Rasa cemburu dan tidak berdaya menggulung seluruh perasaannya. ​Melihat kepasrahan dan kesedihan yang kembali dirasakan Thalia, Zacky melangkah l mendekati meja kerjanya. Pria itu mendudukkan tubuh tingginya di kursi kerjanya. ​Dengan satu gerakan tan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status