Beranda / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 123 Tunggu Aku Disini

Share

Bab 123 Tunggu Aku Disini

Penulis: Cynta
last update Tanggal publikasi: 2026-08-20 10:02:41

​Thalia kembali duduk di kursi kerjanya dengan helaan napas panjang. Ia merapikan rok kerjanya dan rambutnya yang sedikit berantakan.

Namun, saat pikirannya mulai kembali jernih, rasa cemas dan ketakutan akan masalah kantor kembali membayangi benaknya.

​"Zacky..." panggil Thalia pelan, menatap punggung tegap Zacky yang tengah merapikan celana dan jas kerjanya sendiri di depan cermin dinding.

​Zacky memutar tubuhnya menghadap Thalia. "Ada apa?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 127 Sambutan Hangat

    'Mungkin Sabrina benar...' rintih Thalia lirih dalam hatinya. ​Dada Thalia terasa sesak setiap kali bayangan itu muncul. Perbedaan status sosial antara dirinya yang hanya seorang anak piatu berlatar belakang sederhana dengan keluarga Zacky yang merupakan konglomerat terpandang selalu menjadi tembok raksasa yang menakutkan bagi Thalia. 'Keluarga besar mereka pasti sudah menyiapkan wanita yang setara untuk Zacky. Wanita anggun, kaya, dan berpendidikan tinggi seperti Sabrina... Bukan gadis biasa seperti aku yang cuma bisa bikin masalah...' ​Thalia meremas tali tas tangannya kuat-kuat, berusaha menahan agar air matanya tidak kembali menetes di depan pengemudi taksi. ​"Mbak, kita sudah sampai di lokasinya ya," suara pengemudi taksi memecah lamunan panjang Thalia. ​Thalia tersentak kaget, buru-buru membetulkan posisi duduknya dan menatap keluar jendela. Mobil telah berhenti di depa

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 126 Perlu Menghubungi Zacky?!

    ​Thalia menghembuskan napas lega setelah pesan terakhir itu terkirim dan menyandarkan punggungnya yang terasa kaku. “Selama mereka baik, aku juga harus baik pada mereka..” gumamnya lirih. Namun, mendadak ia teringat sesuatu. Thalia segera membuka pesan singkat dan mencari kontak Maya, sahabatnya di divisi pemasaran. ​[Thalia : Maya, maaf banget ya... Aku mendadak ada urusan mendesak di luar kantor siang ini, jadi aku nggak bisa ikut makan siang bareng kamu dan lainnya ke kantin.] ​Hanya dalam hitungan detik, pesan balasan dari Maya muncul dengan stiker wajah cemberut. ​[Maya : Yahh... Padahal aku mau nanya-nanya soal gosip heboh di grup kantor tadi pagi yang mendadak dihapus bersih sama IT! Yaudah deh, nggak apa-apa. Hati-hati di jalan ya, Tha!] ​Thalia tersenyum masam membaca balasan sahabatnya itu. "Maaf ya, Maya... Aku belum bisa cerita apa-apa sekarang," bisiknya lirih. ​Se

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 125 Undangan Tak Terduga

    ​"Jangan telat makan..." cicit Thalia membaca sederet kalimat singkat yang tertera di layar ponselnya. ​Usai menghapus sisa air mata yang sempat menggenang di pelupuk matanya, sudut bibir Thalia terangkat tipis. Ada rasa hangat yang mendadak menyusup di tengah rasa sesak yang menghimpit hatinya. Perhatian kecil dari Zacky seolah menjadi penawar sementara atas rasa sakit akibat kata-kata pedas yang dilontarkan Sabrina beberapa saat lalu. ​Thalia menatap layar ponselnya cukup lama, memikirkan kata apa yang akan ia ketik sebagai pesan balasan. ​[Thalia : Iya, Zacky... Ini sebentar lagi aku mau turun ke kantin bareng Maya.. Makasih ya udah perhatian..] gumam Thalia pelan sambil menekan tombol kirim. ​Sesaat setelah pesan itu terkirim, Thalia menghela napas panjang. Ia berusaha menetralkan degup jantungnya yang masih belum stabil. Bayangan wajah anggun yang angkuh milik Sabrina, me

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 124 Untuk Apa Dia Datang?! 

    ‘Eh.. Zacky balik? Apa ada yang tertinggal?!’ ​Thalia tersentak kaget dan buru-buru menegakkan posisi duduknya saat pintu terbuka perlahan, menduga Zacky atau Ivan yang kembali karena ada barang yang ketinggalan. Namun, sosok yang melangkah masuk ke dalam ruangan justru membuat darah Thalia seketika membeku. ​Seorang wanita berpenampilan sangat modis dengan gaun merah menyala dan kacamata hitam mahal melangkah masuk dengan gaya yang begitu anggun nan angkuh. ​Wanita itu melepas kacamata hitamnya, memamerkan riasan wajah sempurna dengan mata tajam yang menatap sekeliling ruangan sebelum akhirnya tatapannya terkunci tepat pada Thalia yang berdiri kaku di samping mejanya. ​"N-Nona Sabrina...?" pekik Thalia tertahan dengan suara bergetar. Gadis itu mengenali wajah Sabrina dari berita yang beredar sebelumnya saat Zacky menjemputnya di bandara dan berpelukan, tampak mesra. ​Sabrina

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 123 Tunggu Aku Disini

    ​Thalia kembali duduk di kursi kerjanya dengan helaan napas panjang. Ia merapikan rok kerjanya dan rambutnya yang sedikit berantakan. Namun, saat pikirannya mulai kembali jernih, rasa cemas dan ketakutan akan masalah kantor kembali membayangi benaknya. ​"Zacky..." panggil Thalia pelan, menatap punggung tegap Zacky yang tengah merapikan celana dan jas kerjanya sendiri di depan cermin dinding. ​Zacky memutar tubuhnya menghadap Thalia. "Ada apa?" ​"Foto itu..." bisik Thalia cemas, jemarinya meremas tepi meja kerjanya. "Grup obrolan kantor masih ramai membicarakan foto aku yang turun dari mobil kamu di basement. Gimana kalau nanti ada yang melapor ke HRD atau malah Pak Joshua tahu?" ​Zacky melangkah mendekat ke meja Thalia, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dengan raut wajah yang mendadak kembali dingin. ​"Tidak ada yang berani melaporkan apapun, Thali

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 122 Sekarang Giliranmu.. 

    ​"Z-Zacky! Mau apa lagi?! Ini di atas meja kerja kamu!" pekik Thalia panik, tangannya refleks bertengger di bahu lebar Zacky. ​"Sekarang giliranmu, Thalia," sahut Zacky singkat tanpa memberi jeda. ​"T-tapi—" ​Belum sempat Thalia menyelesaikan protesnya, Zacky sudah mendorong kedua paha mulus Thalia hingga terbuka lebar di hadapannya. Tangan besar pria itu menyusup masuk ke bawah lipatan rok kerja Thalia yang didalamnya sudah terasa sangat basah akibat gejolak gairah yang ia saksikan sendiri sejak tadi. ​Zacky menarik pelan kain pelindung segitiga berwarna merah muda itu ke bawah, menyingkirkannya hingga memamerkan inti goa Thalia yang sudah memancarkan kilau basah. ​"Z-Zacky, jangan dilihatin begitu... Aku malu!" jerit Thalia kecil sambil menutupi wajahnya yang merah padam. ​Zacky tidak menghiraukan bisikan gadis itu. Tanpa membuang waktu, satu jari panjangnya menyusup perlahan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status