Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 213 Sentuhan di Dalam Mobil

Share

Bab 213 Sentuhan di Dalam Mobil

Author: Cynta
last update publish date: 2026-09-08 13:00:49

​Mobil SUV hitam meluncur membelah kegelapan jalanan malam dengan kecepatan tinggi menuju penthouse pribadi milik Zacky.

​Di dalam kabin penumpang belakang, Zacky masih enggan melepaskan Thalia dari pangkuannya.

Pria itu merengkuh tubuh mungil Thalia erat-erat, ​Thalia menyembunyikan wajahnya di leher kokoh Zacky.

Ia begitu menikmati kehangatan dan rasa aman yang selalu diberikan dari pria itu. Rasa trauma dan cemas akibat perlakuan Arjuna perlaha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 215 Kehangatan Dalam Ruang Kerja

    Thalia menoleh ke arah pintu, “Tuh kan, lepasin dulu nanti.. Mmpphhh..” Bibir Zacky mengecup bibir Thalia sebelum ia melepaskan pelukannya. “Kembalilah bekerja, kalau ada yang tidak enak katakan ya..” “Iya..” Thalia segera berdiri, berjalan cepat ke arah meja kerjanya. ​Tok.. Tok.. Tok.. Suara ketukan pintu ketiga kali terdengar dari luar bersamaan dengan suara yang sangat familia. ​"Pak Zacky, ini Ivan. Ada laporan penting mengenai hasil pencarian lokasi semalam," suara Ivan terdengar dari seberang pintu. ​Thalia segera merapikan penampilan dan rok span hitamnya dengan napas terengah-engah dan pipi yang memerah. ​Zacky menatap gadis itu sambil tersenyum dengan gelengan kepala pelan, lalu menekan tombol pembuka kunci di mejanya. "Masuk, Ivan." ​Cklek! ​Ivan melangkah masuk membawa map dokumen tebal dengan raut wajah serius. Ia melirik sebentar ke arah Thalia yang tampak berpura-pura sibuk mengetik di layar komputernya, lalu beralih menatap Zacky. ​"Laporan, Pak Zacky,"

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 214 Batas Profesionalisme

    ​Pagi harinya, saat matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden di dalam kamar, ​Thalia perlahan-lahan membuka matanya. Rasa pusing di kepalanya sudah jauh berkurang, kini berganti rasa hangat dari selimut tebal dan sebuah lengan kekar yang melingkar posesif di pinggangnya. ​Thalia menoleh perlahan ke samping, Zacky masih tertidur lelap dengan raut wajah tampan yang terlihat begitu tenang tanpa garis-garis tegang di raut wajahnya. ​Thalia menyunggingkan senyuman tipis, tangannya terulur mengusap pelan rahang tegas pria di sebelahnya. ​'Terima kasih, Zacky... Kalau gak ada kamu, aku gak tahu apa yang akan terjadi sama hidupku...' batin Thalia berdesir hangat. ​Zacky merasakan sentuhan lembut di wajahnya, mata perlahan terbuka. Pria itu langsung menarik tubuh Thalia semakin rapat ke dalam pelukannya begitu menyadari gadisnya sudah terbangun. ​"Sudah merasa lebih baik, Thalia?" pangkas Zacky dengan suara serak khas bangun tidur. ​"U-udah, Zacky..." cicit Thalia sedikit te

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 213 Sentuhan di Dalam Mobil

    ​Mobil SUV hitam meluncur membelah kegelapan jalanan malam dengan kecepatan tinggi menuju penthouse pribadi milik Zacky. ​Di dalam kabin penumpang belakang, Zacky masih enggan melepaskan Thalia dari pangkuannya. Pria itu merengkuh tubuh mungil Thalia erat-erat, ​Thalia menyembunyikan wajahnya di leher kokoh Zacky. Ia begitu menikmati kehangatan dan rasa aman yang selalu diberikan dari pria itu. Rasa trauma dan cemas akibat perlakuan Arjuna perlahan-lahan selalu mengusap saat Zacky memeluknya.. ​"Zacky..." panggil Thalia sangat pelan, suaranya yang serak terdengar begitu lirih. ​"Iya, Thalia... Aku di sini," sahut Zacky sangat lembut, jarinya mengusap pelan punggung Thalia. ​"M-maafkan aku..." cicit Thalia, air matanya kembali menetes basah di kulit leher Zacky. "Maafkan aku karena gak dengerin kata-kata kamu... Aku malah percaya sama pesan dari Papa dan datang ke rumah sakit it

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 212 Dalam Dekapan Hangat

    ​"Z-Zacky...?" bisik Thalia lirih. Air matanya menetes membasahi kemeja jas Zacky saat aroma parfum maskulin yang sangat ia hafal menyapa hidungnya. "Zacky... Ini benar kamu...?" ​"Iya, ini aku, Thalia. Aku di sini... Kamu aman sekarang," bisik Zacky sangat lirih dan rendah, mengusap lembut bagian belakang kepala Thalia dan mengecup puncak kepalanya berkali-kali. "Maafkan aku... Maafkan aku karena terlambat menemukan mu.." ​"Zackyyy... A-aku takut..." tangis Thalia pecah sepenuhnya. Tangannya melingkar erat di leher kokoh Zacky, meremas jas pria itu seolah takut kalau saja Zacky akan menghilang darinya saat ini. "Arjuna... Dia mau membawa aku pergi jauh... Dia menodongkan senjata padaku..." ​Zacky mengeratkan pelukannya, ia bisa merasakan ketakutan luar biasa yang mengguncang tubuh gadis itu. Amarahnya semakin membakar dada, namun ia berusaha meredam suaranya

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 211 Terjebak dalam Ketakutan

    Pintu kamar terdorong kencang dari luar, seseorang itu bukan Zacky tapi Arjuna. Pria itu melangkah masuk dengan raut wajah panik yang bercampur amarah yang tampak nyata. Di tangan kanannya, menggenggam sebuah pistol hitam dengan erat. ​"Arjuna...!" jerit Thalia histeris, melangkah mundur ketakutan saat melihat senjata di tangan pria itu. ​"Si brengsek Zacky itu benar-benar menemukan tempat ini!" geram Arjuna penuh amarah, urat-uratnya memegang kaku di dahi dan lehernya. Dengan cepat ia bergerak meraih pergelangan tangan Thalia, menariknya kencang hingga tubuh mungil Thalia terdorong mengikuti langkahnya. ​"Lepasin aku! Lepasin, Arjuna! Zacky sudah datang! Kamu gak akan bisa lari lagi!" teriak Thalia sambil memberontak sekuat tenaga, memukul dada dan lengan Arjuna dengan satu tangannya. ​"Cukup, Thalia!" bentak Arjuna keras sambil mengacungkan pistolnya tepat di depan wajah Thalia.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 210 Jejak yang Terkuak

    ​Thalia memeluk kedua lututnya di atas ranjang, menangis terisak-isak dalam keheningan kamar yang dingin. ​"Zacky... Kamu di mana...?" bisik Thalia dalam tangisnya yang memilukan. ​"Tolong aku, Zacky... Arjuna mau bawa aku pergi malam ini... Tolong selamatkan aku..." ** Zacky kembali ke dalam ruang kerja setelah tidak menemukan apapun di beberapa titik yang ia curigai. ​Suasana ruangan itu penuh aura kemarahan Zacky, ia berdiri kaku di depan jendela kaca besar, memperhatikan langit yang semakin gelap. Cklek..! ​Pintu ruangan itu kembali terdorong, terbuka perlahan. Ivan masuk dengan wajah penuh peluh dan napas terengah-engah. Di tangannya, masih memegang sebuah tablet digital. ​"Pak Zacky! Kami berhasil menemukannya!" seru Ivan penuh nada kemenangan. ​Zacky seketika berbalik cepat, matanya yang tajam berkilat mematikan. "Di mana tempatnya?!" ​"Tim siber baru saja berhasil membobol data penerbangan tak terdaftar di bandara lama pinggiran kota, Pak!" pangkas Ivan cepat seray

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status