Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 245 Dalam Delapan Hangat

Share

Bab 245 Dalam Delapan Hangat

Author: Cynta
last update publish date: 2026-09-14 21:47:26

​Thalia hanya mengangguk malu, napasnya masih naik turun tak beraturan saat tubuh polosnya bersandar penuh di atas dada bidang Zacky.

‘Ya ampun, begini ya rasanya berada di atas..’ batin Thalia.

Detak jantung Zacky terdengar berdebar kencang di bawah telinganya menjadi alunan musik paling menenangkan yang pernah Thalia dengar.

​Zacky merengkuh punggung mulus Thalia dengan sebelah tangannya, sementara tangan lainnya menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua dari terpaan udara din
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 245 Dalam Delapan Hangat

    ​Thalia hanya mengangguk malu, napasnya masih naik turun tak beraturan saat tubuh polosnya bersandar penuh di atas dada bidang Zacky. ‘Ya ampun, begini ya rasanya berada di atas..’ batin Thalia.Detak jantung Zacky terdengar berdebar kencang di bawah telinganya menjadi alunan musik paling menenangkan yang pernah Thalia dengar.​Zacky merengkuh punggung mulus Thalia dengan sebelah tangannya, sementara tangan lainnya menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh mereka berdua dari terpaan udara dingin.​"Capek ya, hmm?" pangkas Zacky rendah, mengusap helai rambut Thalia yang basah oleh keringat dan menempel di dahinya.​"Pake ditanya lagi... Rasanya kaki aku kayak mau lepas, Zacky..." cicit Thalia parau dengan suara yang sangat pelan. Pipinya kembali memerah saat menyadari posisinya yang masih bertumpu di atas tubuh polos pria itu.​"Tapi kamu melakukannya dengan sangat baik, sayang," puji Zacky tulus, mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala Thalia.​Thalia menyunggingkan senyum mani

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 244 Berada di Atas

    ​'Aduh.. Ini pusaka premium punya Zacky ukurannya gak main-main! Keras banget.. Bukan pertama kali tapi masih selalu mikir, bisa muat gak kalau masuk semuanya?!' jerit batin Thalia kepanikan, menahan nafasnya yang makin tak beraturan.“Aku..” Belum selesai Thalia dengan kata-katanya, tiba-tiba tubuh Zacky beralih. Zacky mendadak mengubah posisinya. Pria itu bersandar pada kepala ranjang, lalu merengkuh pinggang ramping Thalia dan mengangkat tubuh gadis. ​"Z-Zacky?! Kamu mau ngapain...?" pekik Thalia panik saat menyadari tubuhnya sudah duduk tepat di atas pangkuan Zacky, berhadapan langsung dengan dada bidang suaminya itu.​"Kali ini... Kamu yang ambil kendali, Thalia," pangkas Zacky datar namun perintahnya terdengar begitu sensual.​"A-apa?! Nggak mau, Zacky! Aku... Aku gak bisa!" tolak Thalia cepat dengan wajah yang merah padam hingga ke ujung telinga. "Aku.. Aku gak tahu caranya!" cicitnya gugup. ​"Aku akan mengajarimu, sayang," bisik Zacky lembut. Tangannya memegang paha mulus

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 243 Beralih ke Ranjang

    ​"Z-Zacky... K-kamu panggil aku apa tadi...?" cicit Thalia gugup, suaranya terdengar sangat serak dan nyaris habis.​Sementara pipinya merona merah saat pandangan mereka bertemu dalam jarak yang hanya terpisah sepersekian inci. Jantung Thalia berdebar sangat kencang, seolah ia baru saja ikut lari maraton sepanjang hari.​Zacky tidak menjawab pertanyaan Thalia, hanya menyunggingkan senyum tipis yang sangat menawan, sebuah lekukan bibir langka yang selalu sanggup melumpuhkan seluruh pertahanan diri Thalia. Jari tangan pria itu hangat bergerak pelan menghapus jejak basah di sudut bibir Thalia.​"Aku memanggilmu sayang, Thalia," bisik Zacky rendah, suaranya terdengar begitu sensual dan memabukkan di telinga Thalia. "Ada yang salah dengan panggilan itu, hmm?"​"T-tidak... Cuma... Aku belum terbiasa..." bisik Thalia lirih, menyembunyikan wajahnya yang terasa panas di ceruk leher Zacky yang aromanya sangat khas dan begitu dominan.​Thalia memejamkan mata rapat-rapat saat merasakan gejolak

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 242 Janji di Atas Penthouse

    "Apa... apa Ivan telepon lagi? Soal Arjuna...?" tanya Thalia dengan dahi berkerut tajam. ​Zacky langsung memotong jarak di antara mereka, meraih kedua tangan Thalia dan menggenggamnya erat-erat untuk memberikan kehangatan. ​"Bukan masalah besar, Thalia," bisik Zacky lembut, mencoba memetralkan situasi dingin di wajahnya agar gadis itu tidak ketakutan. "Semua masih dalam kendaliku. Gaunmu sudah selesai diproses, sekarang kita kembali ke penthouse dulu.." ​"P-penthouse...?" Thalia tersentak kecil. "Tapi ini kan baru jam dua siang, Zacky? Kita nggak balik ke kantor?" ​"Pekerjaan kantor bisa ditunda," pangkas Zacky posesif tangannya merangkulkan pinggang Thalia. "Hari ini kamu sudah terlalu banyak mencemaskan sesuatu. Kamu butuh istirahat di tempat yang aman bersamaku.." ​Thalia menatap mata hitam Zacky yang tenang namun menyimpan janji perlindungan tak terbatas.

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 241 Pilihan yang Posesif

    ​"E-eh...?" Thalia terperanjat hebat, refleks meremas kemeja hitam Zacky saat merasakan pelukan posesif pria itu yang begitu erat di pinggangnya.​Pipi Thalia seketika terasa panas seperti terbakar. Ia meraba bahunya yang sedikit terbuka dari potongan gaun off-shoulder tersebut.​"Z-Zacky! Ini di depan Miss Evelyn dan staf butik!" bisik Thalia setengah panik. Gadis itu memelankan suaranya sebisa mungkin, matanya melirik cemas ke arah para staf yang tampak sengaja memalingkan wajah mereka sambil tersenyum tipis. "Lepasin, Zacky... Malu dilihat orang..."​Zacky sama sekali tidak merenggangkan cengkeramannya. Jarinya justru mengusap lembut kulit bahu Thalia yang halus dan terbuka, memberikan sentuhan hangat yang membuat tubuh Thalia seketika gemetar halus karena sensasi gairah yang mendadak.​"Biarkan saja," jawab Zacky dingin dan datar, tidak bereaksi sama sekali karena rasa malu Thalia. "Miss Evelyn, ganti gaun ini den

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 240 Di Dalam Ruang Ganti.. 

    ​"Z-Zacky! Ini bercanda kan?!" cicit Thalia panik, ia menahan langkahnya di samping pintu mobil yang terbuka.Thalia melirik ke sekeliling pelataran butik yang sangat mewah dan dijaga oleh beberapa petugas keamanan berseragam rapi.​"Untuk apa kamu membawa ku kesini?! Lagian butik ini terkenal mahal banget, Zacky!"​Zacky menggelengkan kepalanya pelan melihat kepanikan gadis di hadapannya. Tanpa memberikan waktu bagi Thalia untuk memprotes lebih jauh, pria itu merengkuh pinggang ramping Thalia dan menariknya keluar dari dalam mobil dengan gerakan yang lembut yang tak bisa ditolak.​"Kamu calon pendamping hidupku, Thalia," pangkas Zacky datar seraya merapikan letak blazer Thalia yang sedikit miring. "Tidak ada kata terlalu mahal untuk calon istri seorang Zacky Farelio Alvarez. Mulai hari ini, kamu harus terbiasa dengan semua ini."​"Tapi, Zacky—"​"Ayo masuk," potong Zacky tegas.​Ia menggandeng jemari Thalia dengan erat, membawa gadis itu melangkah melewati pintu kaca tinggi butik t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status