Home / Romansa / Please Me, Dear Bos! / Bab 346 Ditengah Simulasi yang Meresahkan

Share

Bab 346 Ditengah Simulasi yang Meresahkan

Author: Cynta
last update publish date: 2026-10-09 10:01:42

​”Mama, apakah susunan bunga white lily dan rose gold di panggung utama ini sudah sesuai dengan keinginan Mama?" Thalia memastikan dekorasi panggung juga sesuai dengan selera calon Mama Mertuanya

Thalia memutar tubuhnya di tengah panggung Ballroom Grand Hotel Alvarez yang terbentang sangat megah dan mewah.

​Dua hari menjelang pesta pertunangan, Thalia tampil begitu anggun mengecek semua persiapannya. Tidak ada lagi rasa gugup atau ragu dalam setiap keputusannya.

Ta
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 346 Ditengah Simulasi yang Meresahkan

    ​”Mama, apakah susunan bunga white lily dan rose gold di panggung utama ini sudah sesuai dengan keinginan Mama?" Thalia memastikan dekorasi panggung juga sesuai dengan selera calon Mama MertuanyaThalia memutar tubuhnya di tengah panggung Ballroom Grand Hotel Alvarez yang terbentang sangat megah dan mewah.​Dua hari menjelang pesta pertunangan, Thalia tampil begitu anggun mengecek semua persiapannya. Tidak ada lagi rasa gugup atau ragu dalam setiap keputusannya. Tamara yang berdiri di sampingnya tersenyum sangat bangga, mengusap lembut lengan Thalia.​"Ini sangat sempurna, Thalia," pangkas Tamara halus dengan mata berbinar. "Perpaduan warnanya begitu elegan. Kamu benar-benar punya selera yang sangat tinggi. Mama sangat bahagia melihatmu begitu siap mendampingi Zacky."​"Terima kasih, Ma," balas Thalia, menyunggingkan senyum hangat yang memikat. "Aku hanya ingin memastikan semua detail hari bahagia kita berjalan sempur

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 345 Akhir yang Memuaskan

    ​"Selain itu," pangkas Thalia menambahkan dengan senyum memikat. "Dokumen efisiensi ini telah disetujui oleh lembaga pemeriksa independen internasional. Seluruh laporan lengkap sudah ada di depan meja Bapak dan Ibu sekalian." ​Thalia mematikan layar proyektor, lalu menunduk anggun ke arah peserta rapat. "Sekian presentasi dari saya. Terima kasih atas perhatian Dewan Komisaris." ​Tepuk tangan meriah seketika membahana di seluruh ruang rapat utama. Hampir seluruh dewan komisaris bertepuk tangan mengagumi kecerdasan dan keberanian Thalia, mengabaikan raut wajah hancur Nyonya Besar Rosalinda dan Paman Gideon. ​Zacky berdiri dari kursinya. Manik mata hitam pekatnya menatap Thalia dengan gairah kepemilikan dan rasa bangga yang luar biasa membara. ​"Rapat hari ini resmi ditutup, kalian bisa pelajari laporannya," pangkas Zacky dingin dan tegas, membuat seluruh peserta rapat berdiri membungkuk hormat s

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 344 Menggemparkan Ruang Meeting

    Thalia menoleh ke arah Ivan, menunggu jawaban asisten pribadi Zacky yang wajahnya kini terlihat lebih tegang dan kaku. ​"Tidak ada, Pak Zacky," jawab Ivan kaku. "Paman Gideon dan Nyonya Besar bersikap sangat tenang di ruang rapat. Sepertinya mereka tahu bahwa membicarakan perebutan saham Nona Thalia secara terbuka hari ini hanya akan mempermalukan diri mereka sendiri setelah pembekuan aset oleh tim siber kita."​"Bagus," pangkas Thalia mantap sebelum Zacky sempat merespons. Thalia berdiri anggun dari kursi kerjanya, meraih map dokumen tebal bersampul kulit hitam. "Hari ini giliran kita yang memegang kendali rapat, Ivan."​Zacky menatap Thalia dengan sorot mata penuh rasa kagum. Ia berdiri dari kursi, merapikan jas hitam mewahnya, lalu melangkah mendekati Thalia. Tangan menyusup posesif ke belakang pinggang Thalia, mengusapnya lembut.​"Ayo, Thalia," bisik Zacky kaku di dekat telinga Thalia. "Tunjukkan pada orang-orang tua itu

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 343 Tengah Malam

    ​Thalia yang terbangun karena merasa ranjang sampingnya kosong kini berdiri di tengah ruangan, melihat apa yang terjadi disana. “Zacky, ada apa ini?!” Thalia melangkah ke samping Zacky.Zacky sedikit terkejut dengan kedatangan Thalia. “Kenapa bangun?!”“Aku merasa sisi ranjang sepi, jadi aku mencarimu.. Dan sekarang jelaskan apa yang yang terjadi? Siapa dia Zacky.Zacky menyipitkan matanya tajam, rahang tegasnya mengeras hingga berkeletuk kaku. “Dia pelakunya Thalia. Paman Gideon yang menyuruhnya..”“A-Apa?! Dia yang melakukannya?!” Thalia memperhatikan wanita yang kini terduduk di lantai sambil menangis. “Maafkan saya Nyonya.. Saya di ancam, anak saya akan dibunuh kalau menolak..” ucap wanita itu. Thalia menoleh ke arah Zacky, ia merasa tidak tega pada wanita didepannya tapi belum sempat Thalia bicara Zacky seakan mengerti isi pikirannya “Jangan terlalu baik, Thalia! Kebaikanmu bisa dimanfaatkan seseorang u

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 342 Manja di Dalam Dekapan Hangat

    ​​Malam itu, Thalia duduk di tepi ranjang berukuran, mengenakan gaun tidur sutra tipis berwarna merah muda.​Meskipun Thalia bersikap sangat berani di depan Tamara dan Ivan tadi siang, rasa lelah dan sedikit hembusan cemas akibat teror fisik yang berhasil menembus penthouse tetap menyelimuti benaknya.​Pintu kamar mandi terbuka. Zacky keluar hanya dengan celana panjang hitam, memamerkan dada bidangnya yang kekar dan berotot.​Zacky melangkah perlahan mendekati ranjang. Manik mata hitam pekatnya menatap sosok Thalia yang duduk termenung melamunkan gaun yang hancur.​"Masih memikirkan gaun itu, Thalia?" pangkas Zacky rendah dan kaku.​Thalia mendongak, menyunggingkan senyum tipis. "Sedikit, Zacky... Aku hanya tidak menyangka pelaku teror itu bisa masuk begitu dekat ke tempat kita tidur."Zacky naik ke atas ranjang. Tangan kekarnya menyusup dari belakang, merengkuh tubuh ramping Thalia dan menariknya rapat-rapat ke dalam dada bidang

  • Please Me, Dear Bos!    Bab 341 Sabotase Gaun Utama

    ​"Zacky, kamu benar-benar yakin area penthouse ini sudah steril dari penyusup?" pangkas Thalia, memutar tubuhnya di depan cermin tinggi ruang ganti penthouse seraya merapikan gaun santainya.​Rambut panjangnya digelung asal, memancarkan pesona alami seorang wanita yang kian hari kian memikat. Tidak ada lagi wajah gadis penakut yang gemetar setiap kali ancaman datang.​Zacky yang baru selesai mengancingkan kemejanya melangkah dari belakang. Tangannya menyusup posesif ke pinggang ramping Thalia, menarik tubuh hangat wanita itu hingga menempel tanpa celah pada dada bidangnya.​"Sistem siber Ivan memperbarui kode enkripsi pintu penthouse setiap dua jam sekali, Thalia," pangkas Zacky kaku dan rendah di depan permukaan telinga Thalia. "Tidak ada satu orang pun yang bisa melintasi pintu service tanpa izin resmi dariku."​"Baguslah," pangkas Thalia mantap, mendongakkan kepala dan menyunggingkan senyum manis yang menggoda. "Aku tidak mau ada gang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status