Masuk“kebetulan kamu sudah datang. Ada yang mau aku tanyakan sama kamu” Ucap Heri
“Apa Mas” Tanya Angel
“Siapa itu Prameswari?”
“Prameswari? Dari mana kamu tau nama itu?”
“Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari aku. Tapi gapapa terserah kamu”
“Kamu kenapa Mas?”
“Aku ga kenapa-napa, Cuma mau tanya itu aja tapi kamu ga mau jawab. Ya terserah kamu”
“Dari mana kamu tahu nama itu Mas. Tolong jawab dulu pertanyaanku”
“Baiklah aku akan jawab. Beberapa menit yang lalu aku denga rada yang ngomong tapi ga tau itu suara siapa dan ga ada orang disini. Dia bilang titip prameswari, jaga dia. Gitu. Habis itu ga ada lagi yang aku dengar selain suara air di kali sama jangkrik”
“Baiklah aku akan jujur sama kamu Mas. Tapi lebih baik kita pulang dulu”
“Oke, ide bagus. Aku juga mau pulang”
“Edi segera bangkit dan berdiri untuk Bersiap-siap pulang ke rumahnya. Begitu ia sudah selesai mengenakan tudung segitiganya, Angel dengan cepat menggenggam tangannya. Seketika mereka menghilang lalu tiba-tiba muncul di dalam rumah.
“Kamu ini, bilang dulu kek kalo mau menghilang”
“Maaf Mas. Soalnya aku kasihan lihat kamu harus jalan kaki jauh”
“Ya makasih deh. Sekarang kamu mulai cerita”
“Cerita apa Mas?”
“Ebusyet pura-pura ga pikun”
“Aku becanda Mas, gitu aja dimasukin hati. Nanti hati kamu bisa dimasukin orang loh”
“emang bisa hati dimasukin orang?”
“Bisa dong, kan banyak orang selalu bilang Cuma kamu yang ada dalam hatiku. Berarti itu Namanya orang itu masuk ke hati kamu”
“Ebusyet pinter ngeles juga nih orang”
“Aku jin Mas bukan orang”
“Hadeuhh” Heri menggaruk kepalanya menyaksikan tingkah konyol Angel
“Aku mau certain semuanya sama kamu mas. Ingat aku ceritanya sama kamu, aku ga pernah cerita ke siapapun. Karena aku percaya sama kamu”
“Kenapa kamu percaya sama aku?”
“kamu bisa pikir sendiri”
“Oke, jangan dulu bahas yang lain. Ayo sekarang kamu cerita”
“Sabar dulu Mas, mandi dulu, Ganti baju dulu, makan dulu, jangan tergesa-gesa gitu”
“nanti aja ah kalau kamu selesai cerita baru aku mandi”
Mendengar itu Angel langsung menjentikkan jarinya. Seketika Heri menghilang dan tiba-tiba muncul sudah berada di dalam kamar mandi dalam keadaan tel4njang.
“Ebusyet, bener-bener nih orang bisa-bisanya maksa” pikirnya
“Aku bukan orang Mas, aku jin” terdengar suara Angel berbicara tapi tak menampakkan dirinya.
Dengan sangat terpaksa akhirnya Heri mulaimengguyur seluruh badannya dengan air kamar mandi. Selesai mandi ia sudah disajikan beberapa makanan untuk dia makan saat ini. Melihat semua kejadian itu ia hanya bisa menggeleng-geleng kepala.
“Selamat menikmati” Ucap Angel yang kini sudah berada di depan hidangan yang siap disantap
“Aku sebenarnya ga suka diperlakukan seperti ini. Aku bukan raja yang setiap mau apapun harus selalu ada. Aku tahu ini semua udah jadi tugas kamu. tapi kalau begini terus itu sama halnya dengan mau bikin aku jadi orang pemalas” Ucap heri sambil menyantap makanannya
“Terus kamu maunya gimana Mas?”
“Aku masih bisa melakukan semuanya sendiri”
“Kamu ga mau aku bantu?”
“Udah aku bilang. Aku ga mau diperlakukan seperti raja kayak gini”
“Jadi kamu maunya gimana?” kamu mau aku pergi dari kehidupan kamu?”
“Bukan itu maksudku. Aku bingung deh ngejelasinnya sama kamu”
“aku bisa melakukan semuanya tanpa sihir”
“Maksudnya?”
“Aku siap menuruti perintahmu , memasak, mencuci, membersihkan lantai, aku lakukan seperti yang manusia lakukan”
“Serius?”
“Iya, kecuali satu hal”
“Berhubungan badan, kan. Kan udah aku bilang aku ga bakalan minta itu”
“Bukan Cuma itu Mas”
“Terus apa?”
“Aku ga mau membersihkan kamar dengan cara manusia, soalnya kamar mandi kamu selalu bau”
“Mana ada kamar mandi wangi”
“Pokoknya khusus untuk kamar mandi akum au pake cara jin, pakae sihir. Sekali bilang simsalabim langsung abracadabra”
“Kamu ini masih aja bisa becanda”
“jangan terlalu serius Mas nanti jadi stress”
“Kamu ini jin atau manusia sih. Bahasamu seperti manusia zaman sekarang. Terlalu gaul”
“Kan aku jin kekinian Mas”
“Terserah kamu aja deh. Jadi kapan kamu mulai cerita?”
“Habisind ulu makannya baru aku cerita”
“Mau habis gimana kalau kamu ngomong terus”
“Iya maaf Mas”
Selama beberapa saat Angel menghilang dari hadapan Heri untuk membiarkannya menyelesaaikan makannya. Lalu setelah itu ia Kembali muncul sesaat setelah Heri selesai makan dan langsung menuju kamarnya.
“Aku akan cerita sekarang tapi aku mohon kamu jangan bilang-bilang siapa-siapa lagi Mas”
“Iya aku janji”
“Prameswari itu namaku, nama pemberian kedua orang tuaku” Angel mulai bercerita tentang dirinya yang sbenarnya.
“aku berasal dari sebuah Kerajaan Bernama Kerajaan Bangsal Kencana. Sebuah Kerajaan di alam jin. Beberapa puluh tahun yang lalu atau ratusan tahun yang lalu kalau melihat perhitungan ala manusia, kerajaanku diserang oleh Kerajaan Kencana Hitam. Kami semua banyak yang menjadi korban, warga-warga jin yang tak bersalah dibantai, ditawan, dan disiksa. Hanya tersisa aku, ayahku Raja Alingdarma dan Patih Gunadarma. Kami bertiga bersembunyi di sebuah gua tapi akhirnya bisa ditemukan. Ayah dan patih ditawan, sedangkan aku dimasukkan ke dalam botol lalu dibuang ke alam manusia”
“Terus bagaimana Nasib ayah dan patihmu?”
“Yang tadi datang menyampaikan pesan sama kamu untuk menjagaku itu Patih Gunadarma. Dia juga tadi datang menemuiku di muara Sungai, meminta aku pulang ke Kerajaan tapi aku udah bilang ga mau. Aku bilang aku betah tinggal disini di alam manusia. Aku masih punya tugas melindungi seorang manusia Bernama Herman yang sekarang jadi majikanku”
“Sejak kapan namaku jadi Herman? Kamu ini selalu aja bikin aku ketawa
“Haha, iya maksudku Heri. Terus dia pergi begitu saja. mungkin setelah dia pergi dia langsung menemui kamu, nitipin aku ke kamu, nyuruh kamu jaga aku, padahal kebalik. Yang bener aku yang jadi penjaga kamu”
“Tapi aku juga mau jagain kamu”
“Aku ga perlu dijaga Mas”
“Biar bagaimana pun kamu ini cewek. Tugas cowok ya jagain cewek”
“Nantu kalau aku dikejar-kejar kuntilanak kamu mau bantuin aku Mas?”
“Udah kamu lanjutin aja dulu ceritanya”
“Kamu ga berani kan lawan kuntilanak. Payah. Padahal mereka kalau lihat aku langsung pada kabur”
“Udah lanjutin ceritanya, kenapa ngomongin kuntilanak segala?”
“seperti yang pernah aku certain, aku beberapa kali ditemukan. Mereka yang menemukan dan mengeluarkan aku dari dalam botol atau kamu bilang kendi otomatis jadi majikanku termasuk kamu.
“Kamu ngejanjiin semua majikan kamu kalau kamu akan menuruti semua permintaan mereka?”
“Iya Mas”
“Apa itu Cuma janji kamu aja atau emang dari awal ketentuannya gitu”
“Itu Cuma janji aku ja Mas. Aku ga mau hidup dalam botol terus. Aku pingin hidup bebas. Aku pingin semua majikanku senang dengan keberadaanku makanya aku bersedia menuruti semua perintah mereka”
“Kamu senang melakukan semua itu”
“Iya aku senang Mas. Satu-satunya yang bikin aku Bahagia adalah Ketika melihat tuanku Bahagia”
“Gimana soal permintaan yang ga bisa kamu turutin?”
“Soal permintaan yang ga bisa aku kabulkan yaitu ga bisa bikin orang mati hidup lagi karena memang itu aku ga bisa melakukannya, itu udah takdir Tuhan. Terus aku ga bisa menuruti permintaan siapapun untuk melakukan hubungan badan karena resikonya sangat besar”
“Apa itu?”
“Ada tiga resiko yang harus aku tanggung salah satunya. Yaitu kalau aku melakukannya dengan siapapun resikonya aku bisa hamil. Nanti anakku bisa berwujud jin bisa juga manusia. ga bakalan ada yang mau menerima kalau melahirkan bayi dengan wujud berbeda. Resiko keduanya kalau akau melakukannya dengan orang yang aku cintai, melakukannya dengan dasar cinta dan kasih sayang maka aku akan menjadi manusia seutuhnya, aku akan kehilangan semua kekuatan dan sihirku. Aku akan melakukan semua pekerjaanku seperti layaknya manusia. Dan resiko yang ketiganya ini lebih aku takutkan yaitu jika aku melakukannya dengan orang yang salah, maka aku bisa mati”
“Orang yang salah bagaimana maksudnya?”
“Misalnya orang yang suka melakukan kekerasan waktu berhubungan”
“Yaelah kirain apa, bikin aku waswas aja. Aku bukan orang kayak gitu Gel”
“Udah. Ceritanya selesai. Cukup sekian dan terima kasih”
“Wassalam. “kamu ini selera humornya tinggi”
“Kan aku bilang ga usah terlalu serius Mas. Sekarang giliran Mas dong yang cerita”
“Cerita apa? Aku ga bisa cerita Gel”
“Cerita tentang kehidupan Mas. Soal asmara juga boleh”
“Ah kamu, tahu soal asmara juga”
“Aku juga pernah muda Mas”
“Sekarang kamu udah tua? Umur berapa?”
“Aku udah tua Mas. Umurku udah lebih dari 500 tahun”
‘What? Aku kirain baru 18 tahun”
“Alam jin sama manusia beda Mas. Kalau aku jadi manusia aku akan berwujud seperti ini, usia 18 tahun seperti yang kamu bilang. Dan aku juga akan bertambah tua seperti manusia pada umumnya”
“Kamu pernah punya niat untuk jadi manusia seutuhnya?”
“Ada Mas, tapi aku juga punya keinginan kalau jadi manusia aku juga ingin Bahagia, aku ga mau keputusanku jdi manusia berakhir penyesalan. Karena setelah jadi manusia aku ga akan bisa Kembali lagi menjadi jin. Makanya aku harus bertemu dengan orang yang cocok yang bisa membahagiakan aku. Yang bisa meyakinkanku kalau keputusanku ga salah”
“Oke aku mengerti Gel. Oke sekarang aku yang cerita”
“Aku langsung ke intinya aja, karena aku yakin kamu udah tau semua yang ada dalam hatiku, kamu udah tahu kehidupanku biarpun aku ga pernah cerita ke kamu”“Kenapa kamu bisa yakin begitu?“Karena kamu punya keahlian bisa membaca isi hati orang, dan yang aku ga suka kamu udah pernah baca buku diaryku secara diam-diam. Bener kan? Ayo ngaku!”“Kok bisa nuduh gitu sih Mas?”“Siapa lagi yang bisa ngambil bukuku dari dalam laci selain kamu”“Hehe, maaf Mas. Itu karena aku ga sengaja. Pas lagi beresin kamar kamu laci kamu kebuka, semua isinya pada keluar terbang”“Gapapa, kamu boleh kok melakukan apapun di rumahku”“benarkah?”“Iya bener Gel”“Makasih Mas. Eh katanya mau cerita”“Ya udah aku udah bilang mau cerita langsung ke intinya aja. Seperti yang udah kamu baca di buku diary ku, sekarang aku sedang menikmati kehidupanku yang sederhana. Terkadang aku suka merasa kesepian tanpa adanya kedua orang tuaku, makanya aku sibukkan diri dengan menggarap ladang yang merupakan warisan dari orang tua
“kebetulan kamu sudah datang. Ada yang mau aku tanyakan sama kamu” Ucap Heri“Apa Mas” Tanya Angel“Siapa itu Prameswari?”“Prameswari? Dari mana kamu tau nama itu?”“Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari aku. Tapi gapapa terserah kamu”“Kamu kenapa Mas?”“Aku ga kenapa-napa, Cuma mau tanya itu aja tapi kamu ga mau jawab. Ya terserah kamu”“Dari mana kamu tahu nama itu Mas. Tolong jawab dulu pertanyaanku”“Baiklah aku akan jawab. Beberapa menit yang lalu aku denga rada yang ngomong tapi ga tau itu suara siapa dan ga ada orang disini. Dia bilang titip prameswari, jaga dia. Gitu. Habis itu ga ada lagi yang aku dengar selain suara air di kali sama jangkrik”“Baiklah aku akan jujur sama kamu Mas. Tapi lebih baik kita pulang dulu”“Oke, ide bagus. Aku juga mau pulang”“Edi segera bangkit dan berdiri untuk Bersiap-siap pulang ke rumahnya. Begitu ia sudah selesai mengenakan tudung segitiganya, Angel dengan cepat menggenggam tangannya. Seketika mereka menghilang lalu tiba-tiba muncul di d
“Mas Heri, bangun Mas”“Oh mya God. Bikin kaget aja kamu ini”Heri terkejut karena Angel membangunkannya dengan cara yang tak wajar. Angel duduk di atas tubuhnya, dan ia membangunkan dirinya dengan menepuk-nepuk lengannya beberapa kali”“Kenapa Mas?”“Bukan gini cara membangunkan orang. Kenapa juga kamu malah ga pake baju lagi. Bukannya semalam kamu udah pake baju?”“Maaf Mas, habis disini panas, gerah, ya udah aku buka baju aja, enak, adem. Terus cara ngebanguninnya gimana Mas?”“Kamu cukup bilang, Mas bangun. Itu aja cukup”“Oke Mas. Maaf aku ga tau Mas. Ih aku ngebangunin satu orang tapi yang bangun malah berdua”“Cepet kamu turun dari badanku”Heri segera menarik selimut untuk menutup tubuh bagian tengahnya ke bawah agar tidak bisa terlihat lagi oleh Angel”“Ayo bangun Mas. Terus sarapan. Udah aku siapin sarapannya”“Makanan yang kemarin kan?”“Iya Mas, seperti yang Mas inginkan”“Iya makasih. Tapi aku mau mandi dulu”“Iya silakan Mas. Airnya juga udah penuh di bak mandi”“Kamu ta
Heriyandi atau Heri adalah seorang pemuda yatim yang kini hidup sendiri. Ayahnya telah meninggal enam tahun lalu Ketika ia masih berusia enam belas tahun, sedangkan ibunya kini memilih untuk tinggal Bersama keluarga barunya setelah menikah dua tahun yang lalu.Hari-harinya ia habiskan dengan bekerja menggarap sepetak sawah warisan ayahnya. Ia merupakan petani yang tekun dan tidak pernah menyerah. Beberapa kali ia harus mengalami gagal panen yang membuatnya menderita kerugian, tapi ia masih tetap semangat menjalani kehidupannya sebagai petani muda yang menjadi sumber mata pencahariannya.Hari ini ia bisa sedikit bersantai di ladangnya setelah seminggu ini ia sibuk mengurus ladangnya dari mulai mencangkul, membajak, hingga menanam sayuran sawi dan cabai. Untuk proses pembajakannya dikerjakan oleh para kuli bajak dengan menggunakan tractor, ia hanya mengawasi dari gubuknya.di gubuknya ia menatapi hamparan pesawahan dan ladang yang terdiri dari banyak petakan. Ia merasa tenang dan nyaman







