Share

Bab 4

Penulis: Edi S
last update Terakhir Diperbarui: 2025-08-10 02:13:48

“Aku langsung ke intinya aja, karena aku yakin kamu udah tau semua yang ada dalam hatiku, kamu udah tahu kehidupanku biarpun aku ga pernah cerita ke kamu”

“Kenapa kamu bisa yakin begitu?

“Karena kamu punya keahlian bisa membaca isi hati orang, dan yang aku ga suka kamu udah pernah baca buku diaryku secara diam-diam. Bener kan? Ayo ngaku!”

“Kok bisa nuduh gitu sih Mas?”

“Siapa lagi yang bisa ngambil bukuku dari dalam laci selain kamu”

“Hehe, maaf Mas. Itu karena aku ga sengaja. Pas lagi beresin kamar kamu laci kamu kebuka, semua isinya pada keluar terbang”

“Gapapa, kamu boleh kok melakukan apapun di rumahku”

“benarkah?”

“Iya bener Gel”

“Makasih Mas. Eh katanya mau cerita”

“Ya udah aku udah bilang mau cerita langsung ke intinya aja. Seperti yang udah kamu baca di buku diary ku, sekarang aku sedang menikmati kehidupanku yang sederhana. Terkadang aku suka merasa kesepian tanpa adanya kedua orang tuaku, makanya aku sibukkan diri dengan menggarap ladang yang merupakan warisan dari orang tuaku.

“Umur kamu berapa Mas?”

“Aku dua empat”

“Kamu ga punya pacar atau calon istri?”

“kamu juga tau sendiri selama ini aku ditemani kamu terus”

“Ga ada niat nyari pacar?”

“Ga ada yang mau sama petani miskin kayak aku Gel. Aku bisa makan aja udah alhamdulillah, mana bisa aku ngasih nafkah ke istriku nanti. Makanya aku belum punya niat pacaran apalagi nikah”

“Kenapa kamu ga coba kerja di tempat lain yang gajinya besar?”

“Aku mau tapi gimana dengan ladangku”

“Kamu mau coba jadi petualang?”

“Petualang apa Gel?”

“Sedikit bersenang-senang biar kamu ga jenuh di rumah”

“Selama ada kamu aku ga merasa jenuh Gel. Aku malah jdi betah di rumah”

‘Betah karena kenyang dengan banyak makanan enak sama tubuh aku, ayo ngaku”

“Salah kamu sendiri. Aku udah sering bilang jangan ngerepotin aku, jangan dibiasain telanj4ng”

“Soalnya aku ga mau dilihat orang lain selain kamu Mas, seperti aku yang maunya Cuma lihat kamu ga mau lihat orang lain”

“Aku takut kalau aku khilaf Gel”

“Kamu ga akan bisa menyentuhku tapi aku bisa menyentuhmu”

“Iya aku tau”

“kalau kamu khilaf juga kan itu wajar. Artinya kamu masih normal”

“Maksudmu, kamu mau hubungan badan sama aku?”

“Siapa yang bilang gitu”

“Barusan maksudnya gitu kan?”

“Maksudku kalau kamu lagi pengen melakukan itu, aku bisa bantu kamu”

“bantu gimana?”

“Pertemukan kamu dengan siapapun yang kamu mau untuk berkencan”

“Ah, kamu gila Gel. Aku bukan orang seperti itu”

“Daripada kamu merengek-rengek minta sama aku, pilih mana?”

“Karena kamu yang suka bikin burungku bangun jadi kamu yang harus tanggung jawab”

“Aku tetap ga bisa Mas. Sebagai gantinya aku akan pertemukan kamu dengan cewek yang kamu mau biar bisa main sama kamu. bukannya manusia memang gitu Mas. Yang ada dalam pikirannya hanya s3ks dan uang”

“Iya karena itu adalah kebutuhan pokok manusia”

“Pokoknya kalau kamu mau langsung bilang aku. Aku Cuma mau kamu Bahagia Mas. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga”

“Kebahagiaan itu ga diukur hanya dengan bisa berkencan dengan cewek Gel”

“Coba kamu lihat aku Mas”

Angel mengubah wujudnya menjadi wujud Wanita-wanita yang semuanya dikenal oleh Heri. Hal itu membuatnya sangat takjub, benar-benar ilusi yang sangat luar biasa menurutnya.

“Kamu suka yang mana Mas?” Tanya Angel saat ia Kembali ke wujud aslinya. “Kalau kamu mau kamu tinggal pilih satu dari Wanita-wanita yang barusan”

“Kamu kok tau semua cewek yang aku suka. Hebat banget”

“Sudah aku bilang aku bisa mengetahui semua isi hati dan pikiranmu Mas. Coba jawab diantara semua yang aku perlihatkan barusan, mana yang paling kamu suka?”

“Aku… apa aku harus jujur?”

“Harus dong Mas. Biarpun aku sudah tahu tapi aku ingin mendengar pengakuan langsung dari kamu Mas”

“Saat ini aku aku sedang jatuh cinta sama cewek yang tadi berpakaian muslim dan berjilbab. Namanya Alya”

“Yang badannya paling gede Mas?”

“Iya. Tapi dia paling cantik”

“Kamu suka dia karena apanya?”

“Dia cantik, sexy, solehah, baik”

“Kamu mau aku bantu buat ketemuan sama dia?”

“Enggak. Dia ga suka sama aku. Dia pasti ga mau sama aku”

“Itu bisa diatur Mas”

“Dia bisa suka sama aku?”

“Bisa dong. Tapi untuk mendapatkan dia artinya kamu harus merusak hubungannya dengan pacarnya”

“Kalau dia udah punya pacar aku ga mau”

“Yakin ga mau?”

“Yakin”

“Tapi hubungan dia sama pacarnya udah ga berjalan baik-baik aja Mas”

“Maksudnya?”

“Diambang putus. Aku saranin kamu coba ketemu sama semuanya, kalau perlu kamu jadikan mereka semua pacar kamu. kamu masih muda Mas, masih banyak waktu untuk berpetualang sampai akhirnya kamu menemukan orang yang cocok jadi istrimu”

“Saranmu boleh juga. Tapi kamu juga harusnya tau bahwa mereka semua  ga ada yang mau jadi pacar aku. Kamu tau sendiri aku hanya orang kampung miskin, kerja Cuma jadi petani. Penghasilan ga tentu”

“maka ini saatnya kamu untuk menilai mereka, siapa diantara mereka yang benar-benar tulus mencintai kamu”

“Baiklah, aku mau coba ketemu sama mereka, terutama dengan Alya yang tadi aku bilang”

“Oke Mas. Mulailah untuk bersenang-senang. Selamat menikmati daging-daging segar”

“Apa maksudmu?”

“Ah enggak”

Angel meminta Heri untuk memejamkan matanya. Ia pun menurutinya. Ketika ia matanya terbuka ia kini sudah berada di suatu tempat yang masih asing baginya, tepatnya di depan sebuah klinik Kesehatan.

“Klinik Kesehatan Raksa Medika, kenapa aku ada disini?” Pikirnya dalam hati

“Gimana Mas, ini target pertama” Tiba-tiba Angel muncul di sampingnya

“Kenapa akua da disini?”

“Kamu tunggu beberapa menit Mas”

Angel langsung lenyap dari hadapan Heri yang masih belum mengerti dengan ucapan Angel. Ia duduk di salah satu tempat duduk milik pedagang kaki lima sambil memesan segelas kopi hitam kesukaannya.

Sembari menunggu ia menikmati kopi dan rokoknya hingga tak terasa sudah tiga batang rokok ia habiskan. Disaksikannya beberapa pasien berdatangan untuk berobat di klinik tersebut. Ia masih bertanya-tanya kenapa Angel membawanya kesini, siapa yang dimaksud Angel sebagai target pertama.

Beberapa saat kemudian klinik itu pun tutup sementara Ketika sudah datang waktu duhur. Beberapa petugas medis meliputi dokter, para perawat, dan petugas lainnya berhamburan keluar klinik untuk menuju rumah makan.

“Itu kan Alya. Apa dia kerja disini sudah jadi seorang perawat dan kerja disini?” Gumam Heri begitu melihat perempuan Bernama Mayangsari, mengenakan pakaian khas perawat.

“Heri, kamu ngapain disini?” Alya yang juga mengetahui keberadaan Heri langsung menghampiri dan menyapanya

“Aku Cuma mampir buat beli kopi disini, terus aku ga sengaja lihat kamu. kamu udah jadi perawat?”

“Iya Her. Aku udah lulus kuliah di keperawatan dan langsung kerja disini”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pria Miskin dan Jin Genit   Bab 4

    “Aku langsung ke intinya aja, karena aku yakin kamu udah tau semua yang ada dalam hatiku, kamu udah tahu kehidupanku biarpun aku ga pernah cerita ke kamu”“Kenapa kamu bisa yakin begitu?“Karena kamu punya keahlian bisa membaca isi hati orang, dan yang aku ga suka kamu udah pernah baca buku diaryku secara diam-diam. Bener kan? Ayo ngaku!”“Kok bisa nuduh gitu sih Mas?”“Siapa lagi yang bisa ngambil bukuku dari dalam laci selain kamu”“Hehe, maaf Mas. Itu karena aku ga sengaja. Pas lagi beresin kamar kamu laci kamu kebuka, semua isinya pada keluar terbang”“Gapapa, kamu boleh kok melakukan apapun di rumahku”“benarkah?”“Iya bener Gel”“Makasih Mas. Eh katanya mau cerita”“Ya udah aku udah bilang mau cerita langsung ke intinya aja. Seperti yang udah kamu baca di buku diary ku, sekarang aku sedang menikmati kehidupanku yang sederhana. Terkadang aku suka merasa kesepian tanpa adanya kedua orang tuaku, makanya aku sibukkan diri dengan menggarap ladang yang merupakan warisan dari orang tua

  • Pria Miskin dan Jin Genit   Bab 3

    “kebetulan kamu sudah datang. Ada yang mau aku tanyakan sama kamu” Ucap Heri“Apa Mas” Tanya Angel“Siapa itu Prameswari?”“Prameswari? Dari mana kamu tau nama itu?”“Sepertinya ada yang kamu sembunyikan dari aku. Tapi gapapa terserah kamu”“Kamu kenapa Mas?”“Aku ga kenapa-napa, Cuma mau tanya itu aja tapi kamu ga mau jawab. Ya terserah kamu”“Dari mana kamu tahu nama itu Mas. Tolong jawab dulu pertanyaanku”“Baiklah aku akan jawab. Beberapa menit yang lalu aku denga rada yang ngomong tapi ga tau itu suara siapa dan ga ada orang disini. Dia bilang titip prameswari, jaga dia. Gitu. Habis itu ga ada lagi yang aku dengar selain suara air di kali sama jangkrik”“Baiklah aku akan jujur sama kamu Mas. Tapi lebih baik kita pulang dulu”“Oke, ide bagus. Aku juga mau pulang”“Edi segera bangkit dan berdiri untuk Bersiap-siap pulang ke rumahnya. Begitu ia sudah selesai mengenakan tudung segitiganya, Angel dengan cepat menggenggam tangannya. Seketika mereka menghilang lalu tiba-tiba muncul di d

  • Pria Miskin dan Jin Genit   Bab 2

    “Mas Heri, bangun Mas”“Oh mya God. Bikin kaget aja kamu ini”Heri terkejut karena Angel membangunkannya dengan cara yang tak wajar. Angel duduk di atas tubuhnya, dan ia membangunkan dirinya dengan menepuk-nepuk lengannya beberapa kali”“Kenapa Mas?”“Bukan gini cara membangunkan orang. Kenapa juga kamu malah ga pake baju lagi. Bukannya semalam kamu udah pake baju?”“Maaf Mas, habis disini panas, gerah, ya udah aku buka baju aja, enak, adem. Terus cara ngebanguninnya gimana Mas?”“Kamu cukup bilang, Mas bangun. Itu aja cukup”“Oke Mas. Maaf aku ga tau Mas. Ih aku ngebangunin satu orang tapi yang bangun malah berdua”“Cepet kamu turun dari badanku”Heri segera menarik selimut untuk menutup tubuh bagian tengahnya ke bawah agar tidak bisa terlihat lagi oleh Angel”“Ayo bangun Mas. Terus sarapan. Udah aku siapin sarapannya”“Makanan yang kemarin kan?”“Iya Mas, seperti yang Mas inginkan”“Iya makasih. Tapi aku mau mandi dulu”“Iya silakan Mas. Airnya juga udah penuh di bak mandi”“Kamu ta

  • Pria Miskin dan Jin Genit   Bab 1

    Heriyandi atau Heri adalah seorang pemuda yatim yang kini hidup sendiri. Ayahnya telah meninggal enam tahun lalu Ketika ia masih berusia enam belas tahun, sedangkan ibunya kini memilih untuk tinggal Bersama keluarga barunya setelah menikah dua tahun yang lalu.Hari-harinya ia habiskan dengan bekerja menggarap sepetak sawah warisan ayahnya. Ia merupakan petani yang tekun dan tidak pernah menyerah. Beberapa kali ia harus mengalami gagal panen yang membuatnya menderita kerugian, tapi ia masih tetap semangat menjalani kehidupannya sebagai petani muda yang menjadi sumber mata pencahariannya.Hari ini ia bisa sedikit bersantai di ladangnya setelah seminggu ini ia sibuk mengurus ladangnya dari mulai mencangkul, membajak, hingga menanam sayuran sawi dan cabai. Untuk proses pembajakannya dikerjakan oleh para kuli bajak dengan menggunakan tractor, ia hanya mengawasi dari gubuknya.di gubuknya ia menatapi hamparan pesawahan dan ladang yang terdiri dari banyak petakan. Ia merasa tenang dan nyaman

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status