Teilen

Bab 14

Kayla Sango
Di Selasa pagi, aku berdiri di depan rumah dengan sebuah koper ukuran sedang di sampingku, tas baru melintang di bahu dan keduanya dari Adriel. Aku memilih tampilan yang sederhana dengan jeans desainer yang menempel sempurna di tubuhku, blus sutra warna biru tua, dan sepatu datar yang nyaman. Tidak mencolok, tapi tetap lebih mahal daripada apa pun yang pernah kupakai seumur hidupku.

Jantungku berdebar ketika sebuah Lamborghini Urus hitam mengilap berhenti di tepi jalan. Adriel keluar dengan sete
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 236

    Sudut Pandang Nathaniel.Rabu pagi, aku sudah duduk di kantor, dan menatap laporan kuartalan sementara pikiranku jauh melayang dari angka-angka di layar. Sejak kemarin, ucapan Alexandra tentang bagaimana kami akan mencuri semua perhatian di pesta Grup Mahendra terus terngiang di kepalaku. Cara dia mengatakannya begitu santai, seolah kami memang otomatis menjadi satu pasangan.Sebagai direktur operasional, orang-orang memang mengharapkanku datang ke acara seperti itu dengan seseorang di sampingku. Biasanya itu tidak pernah jadi masalah. Aku tinggal mengajak seseorang yang sedang dekat denganku. Kadang bahkan Alexandra sendiri. Itu hanya semacam sandiwara korporat. Tidak lebih.Tapi kali ini rasanya berbeda. Pikiran itu terus menggangguku. Aku tidak ingin menghabiskan malam lain dengan berpura-pura menikmati obrolan kosong atau memainkan peran yang tidak berarti apa-apa. Mungkin karena percakapanku dengan Rivan. Atau tatapan curiga Adriel akhir-akhir ini. Tapi membayangkan harus bermain

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 235

    Sudut Pandang Anna.Sore menjelang malam terasa berat di kantor. Bukan cuma rasa lelah biasa di akhir hari kerja. Ini jenis ketegangan yang spesifik. Pesta Grup Mahendra sudah semakin dekat, dan semua orang tampak sedikit lebih tegang dari biasanya. Seolah tekanan untuk memberi kesan pada mitra internasional menekan setiap karyawan di gedung ini.Aku duduk di mejaku, menggulir ponsel tanpa tujuan jelas. Sejak aku menghapus aplikasi kencan itu, aku punya kebiasaan menyebalkan yaitu terus memperbaharui beranda Instagram berulang-ulang, seperti pikiranku sedang mencari sesuatu yang sebenarnya sudah tidak ada."Kamu masih punya ekspresi seperti anak anjing terlantar itu," kata Aurelia sambil menyimpan data sebelum memutar kursinya menghadapku. "Aku sudah bilang, aku bakal mengenalkan kamu ke pria yang sempurna hari Jumat. Kamu bakal lupa sama Wanderer itu dalam lima menit."Aku menghela napas panjang."Kurasa tidak.""Anna, serius?" Aurelia menatapku tidak percaya. "Kamu malah merindukan p

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 234

    Sudut Pandang Nathaniel.Senin datang dengan energi kembali bekerja yang sudah familiar. Tapi kali ini terasa lebih kuat karena kehadiran Adriel di kantor. Dia datang tepat pukul delapan dengan setelan abu-abu sempurna yang seolah berkata direktur utama sedang inspeksi. Dan sejak itu dia tidak berhenti. Sepanjang pagi dia meninjau laporan kuartalan baris demi baris. Berdiskusi dengan direktur regional tentang performa dan target. Memeriksa setiap rincian operasi Grup Mahendra di Londoria sendiri.Memang itu gayanya, terlibat langsung dan tidak pernah puas hanya dengan angka di lembar kerja atau ringkasan di permukaan. Saat Adriel mengunjungi cabang, dia ingin memahami bukan hanya apa yang berjalan dengan baik, tapi juga kenapa itu bisa berjalan dengan baik.Aku sudah terbiasa dengan rutinitasnya saat dia datang ke Londoria. Tapi kali ini ada beban tambahan. Dia bukan hanya direktur utama yang memeriksa keuangan dan logistik. Dia sahabat terbaikku sejak kuliah. Seseorang yang mengenalku

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 233

    Sudut Pandang Anna.Minggu pagi di Londoria terasa dingin, tapi langitnya mulai menampakkan bercak-bercak biru. Sinar matahari khas Londoria yang keras kepala, terus menembus awan tebal. Vivian dan aku memutuskan keluar lebih pagi untuk jalan santai. Jauh dari formalitas Keluarga Mahendra dan ketegangan yang kurasakan di rumah Nate kemarin."Aku butuh udara segar," kata Vivian saat kami bangun. "Dan kamu harus menunjukkan Londoria yang begitu kamu sukai."Sekarang kami berjalan santai di jalanan Branford Vale. Vivian mendorong kereta bayi Elio, sementara aku membawa tas berisi mainan, popok, dan camilan kalau dia bangun dan lapar. Rasanya hangat. Sesuatu yang sudah lama tidak kami miliki. Waktu jadi milik kami berdua. Tanpa terburu-buru. Tanpa jadwal. Tanpa gangguan."Dia tumbuh cepat sekali," kataku sambil melihat Elio tidur dengan tenang, dan terbungkus selimut biru yang ibu rajut khusus untuk perjalanan ini."Terlalu cepat." Vivian mengangguk dan merapikan selimutnya sedikit lebih r

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 232

    Sudut Pandang Nathaniel.Setelah makan siang, suasana rumah dengan sendirinya terbagi menjadi beberapa kelompok. Para wanita, Vivian, Anna, dan Aurelia duduk di teras belakang, tempat mereka bisa mengobrol lebih privat sementara Elio bermain di atas selimut di lantai. Dari dalam, aku masih bisa mendengar suara mereka yang ramai, sesekali diselingi tawa Vivian yang begitu menular."Mau minum?" tanyaku pada Adriel sambil mengangguk ke arah bar di ruang tamu. "Setelah penerbangan lintas Atlantik dengan bayi, sepertinya kamu butuh itu.""Ya ampun, iya." Dia tertawa dan mengikutiku ke bagian rumah yang lebih tenang. "Aku sayang anakku, tapi tiga jam menangis tanpa henti di pesawat itu benar-benar ujian kesabaran yang tidak seharusnya dialami siapa pun."Ruang tamu punya suasana yang berbeda dari bagian rumah lainnya. Lebih maskulin, dengan kursi kulit, rak penuh buku, dan bar yang lengkap, yang hampir tidak pernah kusentuh saat aku sendirian. Pencahayaan di sini juga lebih lembut, dan lebih

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 231

    Sudut Pandang Anna.Bandara Harrington di Sabtu pagi ternyata jauh lebih ramai dari yang aku bayangkan. Aurelia dan aku sudah sampai satu jam lebih awal, sama-sama dipenuhi rasa antusias untuk menyambut Vivian, Adriel, dan Elio yang akhirnya tiba di Londoria."Itu penerbangan mereka," kata Aurelia sambil menunjuk papan kedatangan. "Mereka mendarat dua puluh menit yang lalu."Aku berjinjit dan mencari sosok kakakku di antara arus orang yang keluar dari kedatangan internasional. Saat akhirnya aku melihatnya dengan Elio di pinggangnya, sementara Adriel berjuang membawa dua koper besar, gelombang emosi menghantamku begitu keras sampai aku hampir kehilangan keseimbangan."Kakak!" teriakku sambil melambaikan tangan seperti orang gila.Dia melihatku, dan wajahnya langsung bersinar meskipun jelas kelelahan setelah perjalanan panjang. Aku berlari menghampirinya dan memeluknya begitu erat sampai hampir menjepit Elio di antara kami."Adikku," bisiknya di telingaku dan memelukku erat. "Aku sangat

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 87

    Pantulan di cermin menatapku balik dengan campuran kagum dan aneh. Gaun merah tua yang Adriel dan aku pilih di Dermaga Azzura pas dengan tubuhku, dan kainnya yang halus menonjolkan lekuk-lekuk yang bahkan sebelumnya tidak kusadari."Kamu terlihat menakjubkan," kata Anna yang muncul di belakangku dal

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 86

    Aku terbangun perlahan, tubuhku masih nyeri tapi menyenangkan akibat malam sebelumnya. Adriel masih tertidur di sampingku, satu lengan melingkari pinggangku dengan posesif, wajahnya tampak rileks seperti jarang dia perlihatkan saat bangun.Aku menatap wajahnya sejenak, bulu mata panjangnya, garis ra

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 82

    Jariku mencengkeram sprei saat tubuhku melengkung dalam kenikmatan. Adriel memegang pinggulku dengan erat, dan dengan ritmenya tidak kenal ampun. Ruangan diselimuti bayangan, hanya cahaya kota yang menembus tirai, menciptakan bayangan tubuh kami yang saling terikat."Adriel …." Suaraku keluar sepert

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 83

    "Jadi … kamu sampai sana dengan aman kan?" tanyaku, memutar sehelai rambut di jariku. Ponsel diletakkan dengan pengeras suara di atas meja dapur sementara aku membuat kopi."Ya, tidak ada masalah," jawab Adriel, suaranya terdengar agak formal lewat pengeras suara. "Penerbangannya lancar. Bagaimana h

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status