مشاركة

Bab 303

مؤلف: Kayla Sango
Hari-hari setelah itu terasa berjalan lambat, tenggelam dalam kesuraman kelabu yang seolah tidak ada akhirnya. Apartemenku berubah menjadi tempat perlindungan sekaligus penjara, tempat di mana aku bisa mencoba mengurai kekacauan emosiku tanpa harus berpura-pura baik-baik saja di depan dunia luar.

Nate rutin mengirim pesan. Pesannya bukan tipe yang putus asa atau menyesakkan. Entah bagaimana, dia berhasil menemukan keseimbangan yang hati-hati antara tetap hadir dan memberiku ruang yang jelas-jela
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 305

    Sudut Pandang Anna.Pagi tanggal tiga puluh satu Desember datang membawa kejernihan mental yang sudah beberapa hari tidak kurasakan. Aku bangun lebih pagi dari biasanya, dipenuhi rasa tekad yang hilang sejak kebenaran tentang Wanderer terungkap. Percakapanku dengan Vivian kemarin seolah mengangkat beban dari pundakku, beban yang bahkan sebelumnya tidak kusadari sedang kupikul. Tekanan untuk merasakan apa yang kupikir seharusnya kurasakan, dan bukan menerima apa yang benar-benar kurasakan.Sekitar pukul sembilan pagi, ponselku bergetar karena pesan pagi rutin dari Nate. Selama beberapa hari terakhir, aku membaca semua pesannya tanpa pernah membalas, terjebak di antara keras kepala dan kebingungan. Tapi hari ini berbeda.[Selamat pagi, Anna. Semoga malammu nanti menyenangkan.]Aku mengambil ponselku dan untuk pertama kalinya dalam lima hari, mengetik balasan.[Sampai jumpa nanti malam.]Sederhana. Langsung. Tapi penuh makna. Itu bukan pengampunan. Bukan juga janji bahwa semuanya baik-bai

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 304

    Sudut pandang Nathaniel.Beberapa hari terakhir terasa seperti bentuk penyiksaan yang sangat spesial. Rutinitas pagiku berubah menjadi ritual menyedihkan yaitu mengambil ponsel, mengetik pesan untuk Anna, menghapusnya, menulis ulang, lalu menghapus lagi dan sampai akhirnya aku menemukan kalimat yang tidak terdengar terlalu putus asa. Selamat pagi terasa aman. Menanyakan kabarnya terasa berisiko, dan bisa saja terdengar seperti aku menuntut balasan. Kadang aku mengomentari hal-hal sepele dari hariku, dan berharap itu terdengar santai.Itu keseimbangan yang mustahil antara tetap hadir dan tidak melanggar ruang yang jelas-jelas dia butuhkan. Setiap kata kupikirkan dan kutimbang ulang sebelum menekan tombol kirim. Setiap pesan adalah usaha hati-hati untuk menunjukkan bahwa aku belum menyerah tanpa terdengar seperti sedang memohon.Tapi bagian terburuknya datang setelah pesan itu terkirim. Jantungku selalu berdebar setiap kali layar ponsel menyala karena notifikasi, ada bagian diriku yang s

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 303

    Hari-hari setelah itu terasa berjalan lambat, tenggelam dalam kesuraman kelabu yang seolah tidak ada akhirnya. Apartemenku berubah menjadi tempat perlindungan sekaligus penjara, tempat di mana aku bisa mencoba mengurai kekacauan emosiku tanpa harus berpura-pura baik-baik saja di depan dunia luar.Nate rutin mengirim pesan. Pesannya bukan tipe yang putus asa atau menyesakkan. Entah bagaimana, dia berhasil menemukan keseimbangan yang hati-hati antara tetap hadir dan memberiku ruang yang jelas-jelas kubutuhkan. Kadang hanya ucapan selamat pagi. Kadang dia menanyakan kabarku, atau membagikan hal kecil tentang harinya. Dia tidak pernah memaksaku membalas, tidak pernah memohon untuk bicara, dan tidak pernah mencoba membuatku merasa bersalah karena diam.Aku membaca semuanya. Tapi tidak membalas satu pun.Panggilannya juga mengikuti pola yang sama. Ponselku berdering, namanya muncul di layar, lalu kubiarkan masuk ke pesan suara. Dia tidak pernah menelepon tanpa henti, dan menghormati pilihank

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 302

    Apartemenku tidak pernah terasa sekecil atau sesunyi ini saat aku melangkah masuk. Aku melempar kunci ke meja dapur lebih keras dari yang seharusnya, dan suara benturannya menggema di ruangan kosong dengan cara yang justru semakin menegaskan betapa sendirinya aku sekarang. Perjalanan pulang dengan Grab terasa seperti siksaan. Setiap lampu merah dan setiap belokan memberiku lebih banyak waktu untuk berpikir, dan untuk mengulang kembali penemuan itu di kepalaku.Aku berjalan ke jendela ruang tamu dan menatap Londoria yang membentang tanpa ujung di hadapanku. Lampu-lampu kota berkedip seperti biasa, sama sekali tidak peduli pada kehancuran emosional yang terjadi di dalam diriku. Orang-orang tetap menjalani hidup mereka seolah tidak ada yang berubah, sementara hidupku jungkir balik hanya dalam hitungan menit.Aku perlu bicara dengan seseorang. Tapi aku cukup mengenal Vivian untuk tahu kalau aku meneleponnya dalam kondisi seperti ini, kakakku pasti langsung naik penerbangan transatlantik pe

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 301

    Hal pertama yang kusadari saat perlahan kembali sadar adalah tekstur familiar seprai katun milik Nate yang menyentuh kulitku. Mataku terbuka perlahan, dan menyesuaikan diri dengan cahaya lembut yang masuk melalui tirai kamar yang terbuka setengah. Untuk sesaat yang membingungkan, aku sempat berpikir semuanya hanyalah mimpi buruk, penemuan tentang Wanderer, rasa syok yang menghancurkan, dan perasaan seolah seluruh duniaku runtuh begitu saja.Lalu kenyataan menghantamku lagi seperti gelombang es, membawa seluruh rasa sakit dan pengkhianatan itu kembali bersamanya.Aku mencoba duduk, tetapi gelombang pusing membuatku berhenti sejenak. Saat itulah aku sadar aku tidak sendirian. Seorang wanita paruh baya dengan seragam medis sederhana duduk di kursi dekat ranjang, dan mengamatiku dengan perhatian profesional yang tenang."Bagaimana perasaanmu?" tanyanya sambil berdiri dan melangkah mendekat. Aksen Aldmerenya yang elegan langsung terdengar jelas. "Saya Suster Patricia. Tuan Nathaniel memangg

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 300

    Aku mengucapkan selamat tinggal pada kakakku lalu meletakkan ponsel dengan hati-hati kembali di meja kecil samping bak mandi, dan membiarkan tubuhku tenggelam lebih dalam ke air hangat penuh aroma itu. Uap melayang lembut di sekelilingku, membungkus seluruh ruangan dalam kabut harum seperti mimpi yang membuatku merasa seolah sedang mengambang di atas awan wangi. Dari arah dapur, samar-samar aku bisa mendengar suara aktivitas, Nate mungkin sedang menyiapkan makan malam sederhana kami, dan menata semuanya dengan perhatian tenang khas dirinya.Menit demi menit berlalu damai, hanya ditemani dengungan lembut semburan pijat air dan suara jauh kota Londoria di bawah sana. Tapi perlahan aku mulai menyadari sesuatu yaitu dia lebih lama dari biasanya.Rencana awalku untuk mandi ini. Yah, mandi ini sebenarnya cuma fase pertama dari rangkaian sangat spesifik yang sudah kususun rapi di kepalaku. Idenya adalah bersantai di bak mandi sementara dia menyelesaikan urusannya di dapur … lalu dilanjutkan d

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 94

    Sudut Pandang Adriel.Vivian menatap tangannya beberapa detik, seolah mengumpulkan keberanian. Akhirnya dia menatapku."Aku rasa iya," bisiknya sembari melangkah menuju kamar mandi. "Kamu benar. Kita harus tahu."Aku mengambil tes dari meja, sekilas membaca petunjuk di kotaknya. Tampak mudah dilakuk

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 90

    Ruang utama tampak semakin ramai ketika Anna dan aku turun. Musik biola kuartet telah diganti dengan daftar lagu yang lebih riang, dan beberapa tamu bergerak di lantai dansa. Damar dikelilingi sekelompok pria tua, gesturnya hidup saat menceritakan sebuah kisah yang pasti lucu, dapat terlihat dari ta

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 91

    Anthony berdiri hanya beberapa langkah dariku, sosoknya yang elegan langsung mencolok di antara para tamu. Dengan senyum palsunya, dia mengulurkan salah satu dari dua gelas sampanye yang dipegangnya ke arahku."Seorang wanita sepertimu seharusnya tidak sendirian di pesta seperti ini," komentarnya de

  • Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?   Bab 85

    Jet pribadi Keluarga Mahendra melayang di atas perbukitan Gravona, dan aku masih belum bisa membiasakan diri dengan gagasan bahwa, setidaknya secara teknis, pesawat ini juga milikku. Anna, di sisi lain, sudah tampak benar-benar nyaman dengan kenyataan baru ini."Jelaskan lagi ke aku, kenapa kamu mas

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status