Share

BAB 103

Author: Kak Upe
last update publish date: 2026-09-06 23:56:15

Di paviliun Pangeran Kedua, suasana terasa tegang. Long Weihu duduk di kursi utamanya, jari-jarinya mengetuk meja dengan ritme tidak sabar. Di hadapannya, seorang pria berpakaian hitam berlutut dengan kepala menunduk.

"Lapor, Yang Mulia," kata pria itu dengan suara rendah. "Pasukan pengawal Kaisar dan Pangeran Ketiga saat ini sedang mengusut kasus penyerangan di kediaman keluarga Shen beberapa waktu lalu. Mereka juga menyelidiki serangan di lembah saat Kaisar dalam perjalanan pulang."

Weihu ber
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 103

    Di paviliun Pangeran Kedua, suasana terasa tegang. Long Weihu duduk di kursi utamanya, jari-jarinya mengetuk meja dengan ritme tidak sabar. Di hadapannya, seorang pria berpakaian hitam berlutut dengan kepala menunduk."Lapor, Yang Mulia," kata pria itu dengan suara rendah. "Pasukan pengawal Kaisar dan Pangeran Ketiga saat ini sedang mengusut kasus penyerangan di kediaman keluarga Shen beberapa waktu lalu. Mereka juga menyelidiki serangan di lembah saat Kaisar dalam perjalanan pulang."Weihu berhenti mengetuk. Matanya menyipit. "Apa mereka sudah menemukan sesuatu?""Belum, Yang Mulia. Tapi penyelidikan mereka semakin mendekati kebenaran. Kaisar memerintahkan Jenderal Zan dan Ye Haoran untuk menyelidiki para penyerang waktu itu. Jika mereka terus melacak, cepat atau lambat... mereka akan menemukan bukti yang mengarah ke Yang Mulia."Weihu terdiam. Pikirannya berputar cepat. Dia sudah menduga ini akan terjadi. Weitian tidak bodoh. Dan Weijun juga tidak bodoh. Mereka pasti akan mencari ta

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 102

    Weitian mengikuti ibunya berjalan menyusuri taman istana. Udara sore terasa sejuk, tapi suasana di antara mereka terasa tegang.Janda Permaisuri berjalan dengan langkah anggun, sesekali berhenti untuk mengagumi bunga-bunga di tepi jalan. Weitian mengikuti di sampingnya, diam, menunggu ibunya memulai pembicaraan."Kau tahu, Yang Mulia," Janda Permaisuri akhirnya bersuara, "aku sangat khawatir padamu saat kau pergi. Istana tanpa kaisar seperti kapal tanpa nahkoda.""Maafkan aku karena membuat Ibu khawatir," jawab Weitian sopan."Tidak apa-apa," Janda Permaisuri tersenyum. "Yang penting kau kembali. Dan kau membawa Ning Yuan." dia berhenti, menatap putranya. "Aku harus mengakui, jodoh diantara kalian sangat kuat Dia wanita yang cantik. Aku bisa paham mengapa kau tergila-gila padanya."Weitian tersenyum tipis. "Terima kasih, Ibu.""Tapi," Janda Permaisuri melanjutkan, suaranya sedikit berubah, "kau tahu apa yang akan dikatakan para bangsawan, bukan? Mereka akan bertanya, 'Bukankah dia dah

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 101

    Weitian berjalan cepat menuju paviliun Ning Yuan. Hatinya masih berdebar memikirkan pertemuan dengan Weihu. Jelas Weihu memiliki niat yang tidak baik. Tapi saat dia tiba di pintu paviliun, dia mendengar suara tawa dari dalam. Suara Ning Yuan. Dan suara lainnya. Suara yang sangat dikenalnya.Weitian berhenti di ambang pintu. Matanya menyapu ruangan. Ning Yuan duduk di kursi utama, dengan Liang Yue di sampingnya. Dan di hadapan mereka, duduk dengan anggun di kursi kehormatan, adalah...Ibu Suri.Janda Permaisuri Long.Weitian merasakan jantungnya berhenti berdetak sejenak. Untuk beberapa detik, wajahnya berubah—sedikit panik, sedikit terkejut. Tapi dia segera menguasai dirinya. Dengan napas dalam, dia menyembunyikan kepanikannya dan memasang wajah tenang seperti biasa."Ibu," sapa Weitian dengan suara hormat, melangkah masuk. "Aku tidak menyangka Ibu ada di sini."Janda Permaisuri menoleh, senyum ramah di wajahnya. "Yang Mulia? Kau datang. Aku sedang berbincang dengan Ning Yuan. Kami se

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 100

    Weitian berjalan ke jendela, menatap ke arah paviliun Janda Permaisuri di kejauhan. "Dan kau bilang dia sering berkunjung ke sana?""Ya, Kak. Beberapa kali dalam sebulan terakhir," jawab Weijun. "Dan setiap kali dia berkunjung, aku mendapat laporan bahwa ada aktivitas mencurigakan di sekitar istana."Zan melangkah maju. "Yang Mulia, apakah aku harus mengawasi Pangeran Kedua?"Weitian menggeleng. "Tidak. Dia akan curiga jika kau yang mengawasinya. Dia tahu kau adalah jendralku""Lalu bagaimana?" tanya Ye Haoran.Weitian berbalik, matanya tajam. "Haoran, kau yang akan menyelidiki. Cari tahu apa yang sebenarnya dilakukan Pangeran Kedua di paviliun Janda Permaisuri. Jangan sampai ketahuan.""Baik, Yang Mulia," Ye Haoran mengangguk."Zan," Weitian menatap pengawal lamanya, "kau selidiki pengikut-pengikut Pangeran Kedua. Cari tahu apakah ada yang terlibat dalam serangan di lembah itu."Zan mengangguk. "Baik, Yang Mulia."Weitian menghela napas. "Untuk saat ini, rahasiakan semua ini. Jangan

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 99

    Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, akhirnya mereka tiba di ibu kota. Gerbang istana yang megah terbuka lebar menyambut kedatangan Kaisar Weitian. Pasukan kerajaan berbaris di kedua sisi, memberi hormat saat rombongan lewat.Weitian turun dari kudanya dan membantu Ning Yuan turun dengan hati-hati."Kita sudah sampai," katanya pelan, matanya menatap Ning Yuan dengan lembut."Ning Yuan menatap istana yang megah di depannya. Dia tidak menyangka jika akhirnya dia kembali ke tempat ini.Shen Ziyuan yang berdiri di belakang mereka hanya bisa diam. Dia sudah melihat sendiri bagaimana Weitian melindungi Ning Yuan serta bagaimana Ning Yuan memandang Weitian. Sebuah pandangan penuh cinta yang dahulu tidak pernah dia lihat dari sorot mata Ning Yuan saat Ning Yuan masih menjadi istrinya. Dan dia tahu, dia sudah benar-benar tidak ada harapan sekarang. "Aku akan pulang ke rumah ku," kata Shen Ziyuan akhirnya, suaranya pelan.Ning Yuan menoleh. "Kau akan pergi?""Ya." Shen Ziyuan tersenyum p

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 98

    Keesokan paginya, mereka berpamitan pada nenek Weitian."Jagalah dirimu, Nak," nenek Weitian memeluk Ning Yuan erat. "Dan ingat, apa pun yang terjadi, kau memiliki restuku.""Terima kasih, Nenek," Ning Yuan menangis.Weitian juga memeluk neneknya. "Nenek, kau pasti akan datang ke istana, kan?""Tentu saja. Aku akan datang untuk pernikahan cucuku," nenek Weitian tersenyum. "Tapi untuk sekarang, pergilah. Perjalananmu masih panjang."Mereka berempat pun berangkat. Ning Yuan, Weitian, Shen Ziyuan, dan Zan menunggang kuda meninggalkan desa kecil itu. Ning Yuan masih merasakan hangatnya pelukan nenek Weitian di hatinya.***Di tengah perjalanan, Weitian mendekatkan kudanya ke Ning Yuan."Sayang," katanya pelan, "tadi malam, kau dan nenek bicara apa?"Ning Yuan menoleh. "Tidak ada. Hanya ngobrol saja.""Hanya ngobrol?" Weitian mengangkat alis di balik topeng. "Nenek tidak mengatakan apa-apa tentang ibuku?""Tidak," Ning Yuan berbohong. "Hanya... cerita masa kecilmu. Tentang betapa nakalnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status