แชร์

BAB 6: URUSI AKU

ผู้เขียน: Kak Upe
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-04 00:04:59

"Yang Mulia pasti salah orang. Paviliun Bulan? Hamba tidak pernah ke sana." 

Suara Ning Yuan berusaha tenang, tapi tangannya sedikit gemetar saat meraih jubah naga di atas meja.

"Kau berbohong. Dan setiap kali kau berbohong, tanganmu pasti gemetar." Kaisar berjalan mendekat—langkahnya pelan, seperti harimau mengintai mangsa. "Apakah aku begitu menakutkan bagi Nyonya?"

Ning Yuan tidak berani menjawab. Ia hanya terus merentangkan jubah, berjalan mengelilingi Kaisar untuk melakukan pengukuran dengan terburu-buru. "Hamba tidak gemetar, Yang Mulia. Hanya sedikit kedinginan."

Kaisar tertawa pelan—rendah, familiar. "Berbohong. Aku tahu kau tidak pernah kedinginan, Nyonya. Kau selalu hangat, terutama saat kita..."

"Yang Mulia!" Ning Yuan memotong dengan suara tinggi, wajahnya memerah. "Hamba tidak tahu identitas Yang Mulia saat itu. Itu kesalahan yang fatal dan memalukan. Hamba… mohon ampun, Yang Mulia."

Ning Yuan membungkuk dalam. Tapi Kaisar tidak membiarkannya menunduk lama. Jemarinya meraih dagu Ning Yuan, mengangkat wajahnya paksa. 

"Kesalahan? Memalukan?" Suaranya berbahaya. "Apa yang kau lakukan selama dua tahun terakhir, kau anggap kesalahan yang memalukan?"

Ning Yuan membelalak. Ia tidak tahu harus menjawab apa.

Kaisar menatapnya lama. Lalu ibu jarinya mengusap pipi Ning Yuan dengan lembut—sentuhan yang ia kenal baik. "Aku tidak pernah menganggap itu kesalahan, Ning Yuan. Sebaliknya, aku menikmati setiap malam bersamamu."

"Yang Mulia..."

"Di Paviliun Bulan, kau selalu memanggilku 'priamu' atau 'kekasihmu'. Tapi kau tidak pernah mengetahui namaku." Kaisar tersenyum. "Aku sengaja tidak memberitahumu. Aku ingin melihat kapan kau akan sadar dan bertanya. Tapi ternyata kau bahkan tidak pernah peduli siapa aku."

"Hamba... hamba benar-benar tidak tahu identitas Yang Mulia…" Suara Ning Yuan tercekat. Ini adalah dosa besar. Ia memperlakukan Kaisar sebagai pria bayaran.

"Tapi kau rindu padaku, kan?" Kaisar menyentuh bibir Ning Yuan dengan jarinya. "Kau tidak benar-benar ingin meninggalkanku."

Ning Yuan menunduk. "Hamba tidak boleh memiliki perasaan pada Yang Mulia. Hamba wanita bersuami."

"Tapi kau tidak mencintainya." Kaisar mengangkat dagunya lagi. "Kau bahkan tidak pernah memanggilnya suami kecuali di depan orang lain. Aku tahu. Karena selama dua tahun, kau selalu memanggilku dengan sebutan yang lebih hangat."

Ning Yuan terdiam. Karena itu benar.

Kaisar mendekat. Napasnya hangat di wajah Ning Yuan. "Kau adalah wanitaku, Ning Yuan."

Lalu tanpa peringatan, Kaisar menciumnya—dalam, penuh hasrat, sama seperti malam-malam di Paviliun Bulan. Ning Yuan untuk sesaat lupa di mana dia berada. Ia membalas ciuman itu dengan cara yang sama, tangannya meremas jubah Kaisar.

Tapi ketika napas mereka mulai memburu, Ning Yuan tersadar. Ia mendorong tubuh Kaisar dengan panik. 

"Yang Mulia, tidak! Ini istana! Hamba wanita bersuami—ini akan jadi skandal besar!"

Kaisar justru tertawa. "Kau baru sadar sekarang, Nyonya? Padahal kau telah melakukan hal yang lebih berani selama dua tahun ini."

Ia meraih tangan Ning Yuan yang masih menggenggam jubah naga. Perlahan, penuh makna, ia menuntun tangan wanita itu untuk melepaskan genggamannya. 

Jubah naga bersulam benang emas meluncur jatuh ke lantai dengan desiran kain sutra yang berat.

Ning Yuan hendak memungutnya, tapi Kaisar lebih cepat. Ia memegang kedua pergelangan tangannya dan menekannya ke atas kepala—memerangkap wanita itu di antara tubuhnya dan meja ukir naga di belakangnya.

"Jangan urusi jubah itu. Urusi aku," bisik Kaisar di telinganya, suaranya serak dan penuh api.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
ความคิดเห็น (2)
goodnovel comment avatar
Kak Upe
terima kasih zeyeeng .. dah singgah. Tungguin terus lanjutannya ya. Kak Upe akan Up setiap hari, hhehee
goodnovel comment avatar
Francisca
ceritanya bagus,lanjut lagi
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   (21+) BAB 85

    Ning Yuan menatap wajah di hadapannya. Mata hitam pekat yang selama ini dia bayangkan di balik topeng perak. Hidung mancung yang sering dia lihat dalam mimpi. Senyum tipis yang dia rindukan setiap malam.Weitian...Namanya terucap di ambang kesadarannya."Kau nyata?" bisik Ning Yuan, tangannya gemetar meraih wajah Weitian. "Atau aku hanya bermimpi?"Weitian menggenggam tangannya, menempelkan telapak tangan Ning Yuan ke pipinya. "Aku nyata, sayang. Aku di sini."Ning Yuan merasakan hangatnya kulit Weitian di bawah jari-jarinya. Dan seperti bendungan yang jebol, semua rindu yang selama ini dia pendam akhirnya meledak."Kau... kau benar-benar Weitian?" air mata Ning Yuan mengalir deras. "Kau datang... untukku?""Ya. Aku datang untukmu."Ning Yuan tidak tahu apakah itu karena pengaruh obat yang begitu kuat, atau karena rindu yang begitu mengguncang jiwanya. Tapi pada saat itu, semua belenggu yang dia ciptakan untuk dirinya sendiri robek seketika."Kau tahu? Aku sangat merindukanmu," bisi

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 84

    Di luar kamar Ning Yuan, Wang Yichen berjalan menyusuri koridor dengan langkah berat. Wajahnya merah padam karena amarah yang tertahan. Begitu sampai di sudut gelap, dia meninju dinding dengan keras."Dasar keras kepala!" geramnya, matanya menyala-nyala. "Mau sampai kapan dia akan bersikap seperti itu! Padahal aku sudah menawarkannya menjadi selir! Tapi dia ngelunjak!!"Dia berjalan mondar-mandir, tangannya mengepal erat. Pikirannya berputar, mencari cara. Dan perlahan, senyum jahat mulai terbentuk di bibirnya."Baiklah, Yuan'er. Kau ingin bermain? Aku akan buatkan kau tidak punya pilihan lain selain menjadi selirku."Wang Yichen berhenti, matanya menyipit. Rencana mulai terbentuk di kepalanya. Dia tahu seorang tabib di pinggiran kota yang menjual ramuan-ramuan terlarang. Salah satunya adalah obat perangsang yang sangat kuat, yang konon jika seorang wanita meminumnya, dia tidak akan bisa menolak sentuhan pria mana pun."Jangan salahkan aku kejam, Yuan!" pikir Wang Yichen dengan senyum

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 83

    Ning Yuan menatap Wang Yichen dengan mata membulat. Kakak angkatnya itu berdiri di depan pintu yang kini tertutup rapat, dan ekspresi serius di wajahnya membuat Ning Yuan merasakan firasat tidak enak."Untuk apa lagi pria ini datang menemuiku di malam buta seperti ini?" gumam Ning Yuan dalam hati dengan rasa kesal. "Sungguh membuang waktuku saja!"Tapi dia tidak bisa menunjukkan rasa muaknya secara terang-terangan. Dia harus tetap memainkan perannya sebagai wanita lemah dan penurut di hadapan Wang Yichen. Bagaimanapun, di mata keluarga Wang, dia adalah gadis yatim piatu yang baik hati dan penurut sehingga layak menjadi anak angkat. Dia tidak boleh terlihat kasar atau tidak sopan."Kak," Ning Yuan akhirnya bersuara, mencoba membuat suaranya terdengar manis dan lembut meski hatinya sedang bergejolak. "Apa yang kau lakukan di kamarku di tengah malam begini? Dan kenapa pintunya kau tutup? Ini tidak pantas, Kak. Jika ada orang yang melihat—""Berhenti panggil aku kakak, Yuan'er." Wang Yich

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 82

    Malam itu, Ning Yuan berguling-guling di atas ranjangnya. Matanya terbuka lebar menatap langit-langit kamar yang gelap, tapi pikirannya tidak bisa tenang. Semua kejadian hari ini berputar-putar di kepalanya seperti kincir angin yang tidak bisa berhenti.Lou Yu.Dia menggigit bibirnya, mencoba merangkai semua petunjuk yang dia miliki.Pertama, pria itu selalu muncul setiap kali dia dalam masalah. Saat dia hampir ditabrak kereta Liu Meiling, Lou Yu ada di sana. Saat dia menampar Liu Meiling dan terancam, Lou Yu membelanya. Saat tangan kanan Gubernur datang dengan angkuh, pengawal Lou Yu—Zan—membuat pria itu ketakutan hanya dengan satu tatapan. Dan yang paling mengejutkan... Gubernur Liu sendiri bersujud di hadapan Lou Yu setelah melihat wajah aslinya.Wajahnya...Ning Yuan menghela napas frustrasi. Kenapa posisinya tepat berada di belakang Lou Yu saat topeng itu terlepas?! Dia tidak bisa melihat apa pun! Hanya punggung Lou Yu yang lebar dan tegap, sementara Gubernur Liu yang berada tepa

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   Bab 81

    "Kaisar??"serunya dalam hati, penuh dengan keterkejutan. Gambaran wajah yang sering dia lihat dalam hari besar istana. Wajah yang terpampang di lukisan-lukisan kerajaan. Wajah yang dihormati seluruh negeri... sekarang berdiri tepat di hadapannya! Tepat hanya satu langkah jaraknya dari dirinya.Topeng itu terlepas dari genggaman Gubernur Liu dan jatuh ke tanah dengan bunyi klink logam yang nyaring. Di saat yang sama, lutut Gubernur Liu lemas, dan dia jatuh tersungkur di kaki Lou Yu."Yang-Mulia—" suaranya bergetar, hampir tidak terdengar. "Hamba—hamba tidak tahu—ampuni—""Hah?!" Liu Meiling berteriak kaget. "Ayah?! Apa yang kau lakukan? Bangun! Kenapa kau sujud di depan pria itu?!""Meiling, di—" Gubernur Liu nyaris meneriakkan nama Kaisar, tapi di detik yang sama...Sret!Pedang Zan sudah berada di lehernya. Ujung bilah dingin menyentuh kulitnya, tidak menusuk, tapi cukup untuk membuatnya sadar. Zan menatapnya dengan mata tajam, dan satu gelengan kecil dari kepalanya sudah cukup menja

  • Pria Simpananku Ternyata Kaisar   BAB 80: Kaisar?

    Du Tian berdiri membatu. Mulutnya terbuka beberapa kali, tapi tidak ada suara yang keluar. Keringat membasahi seluruh punggungnya. Di hadapannya, pedang Zan masih terhunus, dan tatapan mata Zan seperti pisau yang mengupas lapisan keberaniannya satu per satu.Dia ingin berteriak, ingin memperingatkan tuannya, tapi lidahnya terasa seperti kaku membeku. Hanya matanya yang bergerak liar, berusaha mengirim sinyal ke arah kereta di kejauhan.Di dalam kereta mewah yang terparkir tidak jauh dari sana, Gubernur Liu Wei menyaksikan semua ini dari balik tirai. Alisnya berkerut ketika melihat Du Tian hanya diam terpaku seperti patung bodoh."Memalukan," geramnya. "Tangan kananku ternyata seekor ayam penakut."Dia turun dari kereta dengan langkah tegap. Jubah kebesarannya berkibar tertiup angin, dan di belakangnya, dua baris pengawal pribadi mengikuti dengan setia. Liu Meiling tersenyum puas melihat ayahnya turun tangan."Ayah akan menghancurkan mereka," bisiknya pada Wang Xue dan Li Wei. "Tidak a

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status