分享

Rahasia kelam

last update publish date: 2026-07-10 19:12:39

Di lantai bawah, suasana mendadak hening. Max berdiri mematung di dekat jendela besar, sementara Helena memperhatikan putranya dari sofa. Sebagai ibu, ia sadar ada sesuatu yang mengusik ketenangan Max. Wajah kaku putranya itu seakan sedang menahan badai besar yang siap meledak kapan saja.

"Ada apa, Max?" tanya Helena lembut.

Max tidak langsung menjawab. Ia membalikkan tubuh, menatap ibunya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Syla kemarin datang menemuiku."

Tring!<
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Pria milik 'ARANA'   Hangusnya seluruh kekayaan

    Satu Bulan Kemudian...Gedung pusat Sidney Group yang dulu megah kini terasa seperti bangunan sekarat. Di dalam ruang rapat utama, suasana sangat panas. Ryan duduk di kursi pimpinan dengan keringat dingin yang membasahi kemeja mahalnya. Di sampingnya, Syla berdiri dengan wajah pucat, tak lagi memiliki keangkuhan yang biasa ia pamerkan."Cukup, Ryan!" bentak salah satu tetua keluarga Sidney sambil menggebrak meja. "Lihat apa yang kau lakukan! Saham kita anjlok, investor lari, dan kita di ambang kebangkrutan karena keputusan-keputusan bodohmu!""Paman, ini semua karena serangan fajar dari pihak asing, saya bisa menjelaskannya---""Tidak ada lagi penjelasan!" potong tetua lainnya dengan nada muak. "Kamu itu cuma orang luar! Kamu hanya beruntung menikahi Areta. Sekarang setelah dia tidak ada, kamu cuma membawa sial bagi keluarga ini!"Syla mencoba maju. "Tuan-tuan, tolong dengarkan, kita masih bisa---""Diam kau, Syla!" bentak mereka

  • Pria milik 'ARANA'   Bunga mawar di ranjang sempit

    Citra dan Dirga berhenti di depan pintu kamar Ana dengan senyum yang tidak bisa disembunyikan. Citra menyenggol lengan suaminya, lalu menatap Ana dan Max bergantian dengan mata berbinar."Mama dan Papa sudah sedikit menghias kamar kalian. Ya, tidak semewah hotel tadi, tapi kami harap kalian nyaman. Selamat menikmati malam pengantin baru, ya!"Wajah Ana seketika memerah padam hingga ke telinga. Sebelum ia sempat memprotes, Citra sudah tersipu malu sendiri, lalu dengan cepat menarik lengan Dirga menuju kamar mereka. "Ayo, Pa! Jangan mengganggu mereka terus!"Pintu kamar orang tua Ana tertutup rapat, meninggalkan Ana dan Max dalam keheningan yang canggung di depan pintu kamar yang kini berhias pita sederhana. Begitu pintu dibuka, aroma terapi lavender dan taburan kelopak bunga mawar di atas ranjang menyambut mereka.Cahaya lampu tidur yang memberikan semburat kuning, memantul di mata Max yang tampak lebih rileks dari biasanya.Max melepaskan

  • Pria milik 'ARANA'   Gengsi sang kakak

    Ana melirik kakaknya, Leo, yang duduk tepat di seberang meja. Sejak tadi, pria yang biasanya menjadi orang paling vokal menentang hubungannya dengan Max, tampak jauh lebih tenang.Leo menikmati hidangannya dengan saksama, memotong daging steak dengan gerakan presisi seolah ia mulai menerima kenyataan pahit bahwa adiknya kini bukan lagi tanggung jawabnya.Namun, ketenangan itu terusik saat rasa mual tiba-tiba naik ke kerongkongan Ana. Aroma truffle dan rempah masakan yang tadinya menggugah selera, mendadak berubah menjadi bau yang menusuk dan memuakkan. Perutnya bergejolak hebat.Ana membekap mulutnya dengan serbet, wajahnya memucat seketika dalam hitungan detik.Tanpa suara, sebuah tangan besar mendarat di punggung Ana. Max, dengan kepekaan yang tajam, mengelus punggung istrinya dengan gerakan memutar yang menenangkan. Sorot matanya yang dingin berubah menjadi penuh perhatian."Ada apa?" tanya Citra, ibu Ana, dengan raut cemas yang kentar

  • Pria milik 'ARANA'   Makan malam keluarga

    Malam itu, kemacetan Jakarta seolah tak berani menyentuh iring-iringan mobil hitam mengilap yang dikirimkan Max. Tidak tanggung-tanggung, Max mengirimkan satu unit Rolls-Royce untuk orang tua Ana, dan masing-masing satu unit Mercedes-Benz untuk keluarga paman dan sepupu-sepupunya.Sarah dan Mia duduk di dalam kabin mobil yang kedap suara, jemari mereka meraba jok kulit yang terasa begitu mahal. Alih-alih merasa senang, wajah mereka justru masam, mencari celah untuk mencela namun hanya bisa terpana saat mobil-mobil itu berhenti di lobi sebuah hotel bintang lima yang telah dipesan secara privat."Ini berlebihan," gumam Sarah saat mereka melangkah menuju penthouse dining room yang menyajikan pemandangan 360 derajat kota Jakarta. "Pasti ini semua hasil dari hutang."Namun, ucapan Sarah tertelan saat ia melihat Max berdiri di ujung meja panjang. Pria itu tampak sangat berkuasa dalam setelan bespoke suit yang membalut tubuh tegapnya."Tunggu..." Sarah m

  • Pria milik 'ARANA'   Anak angkat

    Di lantai bawah, Helena menatap Max dengan tatapan memohon. "Lalu bagaimana, Max? Meski terlambat... aku ingin membujuknya. Aku ingin Syla kembali."Max terdiam sejenak, menatap kosong ke arah taman luar yang mulai gelap. "Tidak ada cara lain, Bu. Syla sudah dibutakan oleh kebencian. Kita harus menghancurkan Sidney dulu lalu mengambil alih seluruh asetnya. Biarkan mereka jatuh hingga ke titik terendah."Suara Max terdengar dingin tanpa ampun. "Setelah mereka tidak punya apa-apa lagi, selanjutnya terserah Ibu. Ibu bisa datang sebagai penyelamat dan mengajak putri Ibu pulang. Saat itulah dia tidak punya pilihan selain bersandar pada Ibu.""Tapi..." Max menjeda kalimatnya, "jika aku tahu dia melakukan kejahatan yang lebih parah di luar pemalsuan wasiat ini, Ibu tidak boleh melindunginya. Hukum tetap harus berjalan."Helena mengangguk pelan dengan wajah lesu. "Baiklah."​Max berbalik, meninggalkan ibunya yang masih meratapi nasib di sofa. Ia

  • Pria milik 'ARANA'   Rahasia kelam

    Di lantai bawah, suasana mendadak hening. Max berdiri mematung di dekat jendela besar, sementara Helena memperhatikan putranya dari sofa. Sebagai ibu, ia sadar ada sesuatu yang mengusik ketenangan Max. Wajah kaku putranya itu seakan sedang menahan badai besar yang siap meledak kapan saja."Ada apa, Max?" tanya Helena lembut.Max tidak langsung menjawab. Ia membalikkan tubuh, menatap ibunya dengan tatapan yang sulit diartikan. "Syla kemarin datang menemuiku."Tring!Gelas teh yang dipegang Helena berdenting halus saat bersentuhan dengan tatakannya. Tangan wanita itu bergetar. Ia terdiam, raut wajahnya berubah tegang, namun ia memilih bungkam, seolah sedang menimbang-nimbang rahasia yang harus ia simpan selamanya."Dia bilang, dia adik kandungku," lanjut Max dengan suara rendah. "Aku tidak memiliki ingatan apa pun tentangnya. Karena itu, aku menganggapnya gila dan mengusirnya."Helena membuang muka, menatap hampa ke arah lantai. Ia

  • Pria milik 'ARANA'   Salah orang

    Pukul 19.00 Hamparan lantai yang begitu luas, cahaya terang serta hentak kaki yang saling bersahutan. Di depan rak kaca, terlihat bayangan gadis tengah berjalan bersama kakak laki-lakinya. Kedua tangan mereka sibuk menenteng beberapa kantong plastik, "Mau beli apa lagi?" gumam Leo, Melirik ujung

  • Pria milik 'ARANA'   Serangan balik

    Ana terdiam sejenak. Ingatan tentang Arana yang asli mulai berputar, sosok gadis lemah, naif, dan rela melakukan apa saja demi pengakuan orang lain. Sarah adalah anak dari istri kedua pamannya, sementara Mia adalah anak dari istri pertama. Keduanya bersahabat, membentuk aliansi yang rumit dalam kel

  • Pria milik 'ARANA'   Menyelinap keluar

    Hening mencekam menyelimuti kamar yang dipenuhi hawa dingin pendingin ruangan. Di atas ranjang luas yang berantakan, dua insan baru saja melewati malam yang penuh gejolak. "Ng..." Arana mengerang, membalikkan tubuhnya yang terasa remuk. Matanya mengerjap, menatap langit-langit kamar mewah yang asi

  • Pria milik 'ARANA'   Salah paham

    WARNING!! 21+ ADULT CONTENT. HARAP BIJAK DALAM MEMBACA. Senyum kemenangan terukir di bibir Ana. Jiwa Reta Sidney dalam raga Alana ini rupanya masih memiliki taring yang mematikan. Begitu kartu akses tipis itu berpindah tangan, Ana segera melangkah menuju elevator. Tujuannya hanya satu, lantai terti

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status