Beranda / Urban / Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku / Bab 7: Kamu Bisa Gunakan Aku Jika Kamu Mau

Share

Bab 7: Kamu Bisa Gunakan Aku Jika Kamu Mau

Penulis: Nareswari
last update Terakhir Diperbarui: 2025-06-12 09:30:39

“Mmm… Mmmm…”

Sasha berusaha melepaskan cengkraman tangan Jade dari mulutnya. Tapi Jade semakin mempererat tangannya sehingga Sasha agak kesulitan bernapas. 

Setelah memastikan tidak terdengar suara apapun dari luar, Jade melepaskan tangannya. Sasha akhirnya bernapas lega. 

Sasha memelototi Jade. “Paman Jade, Paman nyaris buat aku mati!”  

Jade meringis. “Daripada kamu mati di tangan Val.” Lalu, Jade melihat barang bawaan Sasha. “Kamu sudah siap tinggal di sini?”

Sasha menyeret kopernya pelan. Jalannya tampak lemas. “Aku hanya sedang banyak pikiran.”

Jade mengikuti Sasha masuk. Jade menunjuk kursi dan berkata dengan lembut. “Duduklah!” 

Sasha lalu duduk dan melihat-lihat ke sekitar. 

Jade berjalan menuju kulkas. Ia mengambil dua kaleng minuman. Membuka salah satunya dan memberikannya kepada Sasha. 

“Kamu bertengkar dengan Val?” tanyanya.

Sasha meminumnya. “Sepertinya Paman lebih banyak tahu daripada aku.”

“Kalau begitu, sudah ditentukan ... kamu akan tinggal di sini!” seru Jade tampak senang. 

Sasha mendelik. “Itu tidak mungkin.”

“Kalau kamu tidak mau–”

Belum sempat Jade meneruskan kata-katanya, Sasha langsung menutup telinganya. “B-baik baik, Paman tidak perlu meneruskan kalimat Paman!”

Jade tersenyum melihat tingkah Sasha yang baginya menggemaskan. Ia kembali memperhatikan wajah Sasha yang imut dengan mata yang bulat. Bibirnya yang mungil membuat Jade teringat kecupannya di malam itu. 

Sasha langsung memperingatkan Jade. “Tolong jangan berpikiran macam-macam, Paman!” 

Lalu, Sasha teringat Val dan Paula masuk ke ruangan sebelah. Wajahnya berubah murung. 

“Kamu mau mencoba untuk memergoki mereka?” tanya Jade. 

“Tidak, aku tidak berani. Aku tidak mau membuat Val semakin marah padaku,” timpal Sasha. 

Jade menatap Sasha lekat. “Memangnya kalau kamu mencoba kabur seperti ini, Val tidak akan marah?”

Sasha termenung. Pikirannya sangat kalut. “Val pasti marah, apalagi kalau tahu kalau aku di sini.”

Jade tersenyum mengejek.

“Kok Paman tidak terkejut melihat mereka?” tanya Sasha penasaran. 

Jade menyesap minumannya. “Kamu sendiri yang bilang. Aku lebih banyak tahu daripada siapapun.”

“Apa Paman juga tahu, kira-kira siapa yang menjebakku malam itu?” tanya Sasha penasaran. 

Jade menaikkan alisnya. “Dan setelah tahu dalangnya, kamu mau apa?”

Sasha menggeleng lemah. Wajahnya tertunduk. “Tidak ada. Aku tidak punya kuasa untuk melakukan apapun. Bahkan untuk mengakui semua karyaku sendiri, rasanya itu tidak mungkin.”

“Kamu bisa gunakan aku jika kamu mau,” sahut Jade.

Sasha berdiri. “Tidak, terima kasih. Aku akan selesaikan semua masalahku sendiri.” Ia kemudian kembali menyeret kopernya. “Sepertinya, aku harus pulang. Boleh kan?”

Jade langsung mengambil koper Sasha dengan paksa. Ia lalu berjalan menuju kamar.

Sasha hendak mengejar untuk mengambil koper. Tiba-tiba ponsel Sasha berdering. Sasha menatap ponselnya. Ada pesan masuk dari Val. 

Val: Maafkan aku. Nanti malam kita akan makan malam bersama.

Sasha membaca pesannya dan merasa luluh dengan kata-kata Val. Matanya tampak berkaca-kaca. 

Setelah selesai merapikan barang-barang Sasha, Jade kembali ke ruang tamu dan melihat Sasha masih menatap ponselnya. 

“Dari Val?” tanya Jade penasaran. 

Sasha mengangguk dan tersenyum. Jade kemudian mengambil ponsel Sasha dan membaca pesan itu. 

“Kamu percaya dia sungguh-sungguh meminta maaf?” tanya Jade. Wajahnya yang tampan berubah sangar. “Dia mengirim pesan sama kamu, sambil berduaan dengan Paula!”

Sasha merebut ponselnya. “Aku tahu. Tapi Val meminta maaf. Itu artinya, dia peduli terhadap perasaanku.”

“Kita tidak tahu apa maksud dibalik permintaan maafnya, Sasha,” gerutu Jade. “Lebih baik kamu jangan lagi termakan rayuan Val.”

“Tapi aku ini kan tunangannya Val,” kilah Sasha. 

Jade menarik lengan Sasha dan mengusap jari Sasha yang tersemat cincin tunangannya. “Sudah berapa lama kamu hanya jadi tunangannya?”

Sasha terdiam. Ia menarik tangannya dengan gusar. Sasha menunduk dan tak terasa matanya basah. 

Jade segera mendekap Sasha. 

Sasha tidak menolaknya. Ia malah meluapkan emosinya dan menangis dengan keras. 

Waktu berlalu begitu cepat. Sasha sedang merapikan barang-barangnya kembali ke dalam koper. 

Jade berdiri di belakang Sasha. “Kamu mau ke mana?”

Sasha kaget. “A-aku harus pulang, Paman. Aku harus makan malam bersamanya.”

Kedua tangannya memegang pundak Sasha. Ia tersenyum lembut. “Kamu lebih aman berada di sini, Sha.”

“Tapi, aku harus pulang,” tegas Sasha. “Aku berjanji, aku akan membuatkan desain perhiasan untuk perusahaan Paman. Tapi tolong, izinkan aku pulang malam ini.”

Sasha memohon. Jade kemudianmelepaskan pegangannya. Lalu beranjak menuju lemari. Ia mengeluarkan sebuah gaun pink selutut. “Pakailah baju ini. Aku akan mengantarkanmu menuju restoran tempat kalian makan malam.”

Sasha berdiri dengan ragu. Ia bergulat dengan pikirannya sendiri. Namun, ia menurut dan segera mengganti pakaiannya. 

Mereka keluar dari hotel dan menuju restoran Amber di pusat kota. 

Sasha dan Jade tiba di depan restoran. 

“Masuklah! Aku akan memgantarkan kopermu ke rumah Val,” kata Jade lembut. 

Sasha pamit dan segera masuk ke restoran. 

Tepat saat itu, mobil Val tiba di restoran. Ia melihat Sasha keluar dari mobil Jade. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku   BAB 140: Berita Mengejutkan

    “Silakan, silakan!”Clara dengan malu-malu mempersilakan Jade dan Sasha untuk masuk.Apartemen Clara cukup besar dengan dua kamar. Namun, salah satu kamarnya sudah ia jadikan walking closet untuk koleksi baju, tas, dan juga sepatunya. Ruangannya tampak rapi. Meski, baru saja Clara menyembunyikan baju dalam yang masih tergeletak di lantai. Tampak sekali Clara membersihkan apartemennya dengan buru-buru. “Begini,” ucap Sasha memulai pembicaraan. “Suamiku harus ke luar negeri malam ini juga. Untuk malam ini, boleh kan aku nginep di sini?”Clara langsung tersenyum senang. “Ya ampun Kak Sasha, bikin kaget aja! Ya tentu boleh lah! Mau satu malam dua malam atau bahkan sebulan juga nggak apa-apa.”Jade dan Sasha saling tatap, merasa lega. “Kalau begitu, saya titip istri saya, ya, Nona Clara. Secepatnya jika jalan ke rumah orang tua saya sudah bisa diakses, saya akan meminta supir untuk mengantarkan Sasha kesana.”Clara menggerak-gerakkan tangannya. “Tidak usah, Pak. Beneran deh Kak Sasha bol

  • Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku   BAB 139: Putar Balik

    “Nggak apa-apa kan?”Jade mengelus tangan Sasha di atas meja. Sasha menganggukkan kepala setuju. “Nggak apa-apa kok. Berapa lama kamu di sana?” tanya Sasha. Jade menarik napas dalam. “Aku belum tahu. Tapi, aku akan usahakan menyelesaikan semua urusan secepat aku bisa.”Sasha dan Jade menghabiskan makan malam mereka dalam keheningan. Hanya terdengar musik latar dari alat musik guqin dan juga gemericik air yang mengalir. Setelah selesai makan, Sasha dan Jade segera berganti pakaian dan pulang menuju hotel. Di sana, mereka hanya mengambil barang seperlunya. Lalu mereka melanjutkan perjalanan menuju Boisville. Jam menunjukkan tepat jam 10 malam. Sasha dan Jade masih dalam perjalanan. Tidak seperti biasanya, jalan yang menghubungkan kota Crépusculaire dan Boisville sangat gelap. Tidak ada lampu penerangan jalan yang menyala. “Serem amat jalannya, Hubby. Kok bisa segelap ini?” tanya Sasha. Dengan hati-hati, Jade melajukan mobilnya. “Aku juga nggak tahu. Baru kali ini seperti ini.”“

  • Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku   BAB 138: Menyeduh Teh Malam

    “Tapi, kamu nggak boleh ke sini tanpa aku ya, Hubby!”Sasha mendelik. Ia tentu harus menjaga suaminya. Jade terkekeh. “Kamu nggak mau ditinggal treatment atau kamu cemburu kalau aku ditreatment sendirian?”Sasha manyun. “Dua-duanya lah. Aku nggak mau kamu mendapat kenikmatan ini sendirian, apalagi terapis di sini cantik-cantik.”Jade mendekat. Tangannya meraba pinggang Sasha lembut dan mendekatkan bibirnya ke telinga Sasha. “Di mataku, kaulah makhluk Tuhan paling cantik, istriku,” bisik Jade. Jade kemudian mengecup leher Sasha sampai bahunya. Sebelum akhirnya, kedua terapis kembali dengan membawakan handuk baru dan jubah sutra berwarna hijau. Sasha berdeham. Jade kemudian melepaskan tangannya dan segera mengenakan handuk dan jubahnya. Sasha juga ikut naik.Setelah itu, mereka diantar ke Lotus Lounge. Tempat mereka bersantai dan menikmati hidangan hangat. Lounge tersebut ada di lantai 4. Ruangan yang memiliki langit-langit yang sangat tinggi, didesain sedemikian rupa menyerupai t

  • Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku   BAB 137: Waktunya Spa

    “Kalau begitu, bagaimana kalau malam ini kita pergi ke klinik spa?”Sasha masih menyedot susu strawberinya. Menatap Jade dengan imut. Jade balik menatap Sasha. Ia kemudian tersenyum melihat wajah istrinya yang begitu cantik di matanya. “Ide yang bagus! Aku juga ingin dipijat supaya badanku bisa agak rileks,” ucap Jade. Sasha bergegas menuju kamarnya. “Aku akan siap-siap sekarang!”Jade terkekeh dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia lalu berteriak. “Honey, jalannya pelan-pelan. Kasihan anak kita terombang-ambing di dalam perut kamu!”Sasha segera memperlambat langkahnya.Tidak lama kemudian, Sasha dan Jade sudah berada dalam mobilnya. Mereka segera berangkat menuju klinik Shenmei Spa & Lounge. Tidak sampai sepuluh menit, mereka sudah sampai. Begitu masuk, aroma teh dan kayu cendana yang lembut menyeruak. Membuat Sasha dan Jade merasa rileks. Mereka segera menuju meja depan untuk mendaftar. Sasha merupakan anggota VIP di sini, jadi ia tidak harus reservasi terlebih dahulu untuk me

  • Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku   BAB 136: Berkemas

    Klek!Bunyi pintu dibuka. Sasha masih memejamkan matanya. Membiarkan kepalanya diguyur shower. Jade masuk dan mengecup bibir Sasha perlahan. Sasha terkejut dan membuka mata.Di hadapannya, Jade menatapnya sambil membungkuk. Tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Jade tersenyum manis. Lalu, ia kembali mengecup bibir Sasha. Melumatnya. Begitu lembut. Perlahan, Jade masuk ke dalam bathtub. Memeluk tubuh mungil Sasha dan bercumbu di bawah guyuran air hangat dari shower. Bukan hanya sekali. Bahkan beberapa kali di tempat yang berbeda. Semua rasa cemas, takut, dan sedih mereka tumpahkan bersama.Sambil menikmati kehangatan yang cukup lama tidak mereka rasakan berdua. “Ayo, sini, Honey. Filmnya sudah mau mulai!” teriak Jade dari ruang keluarga.Di meja sudah berjajar rapi makanan dan minuman yang tadi mereka beli di jalan.Sasha datang sambil merapikan rambutnya yang baru saja dikeringkan hair dryer. Ia kemudian duduk bersandar di dada Jade. Jade mengecup ubun-ubun Sasha. L

  • Pria yang Tidur Denganku Ternyata Paman Tunanganku   BAB 135: Kecemasan dan Kemarahan

    “Honey, aku akan ikut Nona Berthold ke rumah sakit ya. Kamu nggak apa-apa kan ke kantor sendiri?” tanya Jade. Sasha merasa bingung kenapa Jade harus ikut ke rumah sakit. Tapi ia merasa tidak enak jika ia melarangnya. Ia juga merasa kasihan kepada Nona Berthold meskipun setelah apa yang dia perbuat kepada Sasha. “Baiklah, tapi ikuti saja ambulans-nya dari belakang. Jangan ikut naik,” pinta Sasha. Jade mengangguk. Lalu ia menghentikan sebuah taksi dan mengikuti ambulans. Setelah ambulans dan polisi pergi, kerumunan pun bubar. Sasha bergegas menuju ke kantor. Begitu masuk ke gedung De Lune Blanc, tampak beberapa karyawan yang juga mengenal Julie sedang membahas kejadian tadi. Melihat Sasha masuk, Eva dan Clara segera berlari menghampirinya. Wajah mereka tampak cemas. “Kamu sendiri?” tanya Eva sambil celingukan. “Mana Pak CEO?”“Ikut Nona Berthold ke rumah sakit,” jawab Sasha datar. Mata Clara membelalak. “Jadi benar Nona Berthold jadi korban begal?”Sasha menggeleng. “Aku nggak

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status