Share

Bab 198

Penulis: Khai Tsan
last update Tanggal publikasi: 2026-09-28 23:45:52

"S-suara itu..."

Ayu menutupi mulutnya dengan kedua tangan yang gemetar hebat. Matanya membelalak, membeku menatap sosok tinggi di balik remang kegelapan.

(Ya Tuhan... suara ini... Bagaimana mungkin aku bisa melupakan suara ini? Suara yang dulu pernah merobek seluruh hidup dan kewarasanku di Bali... Kenapa rasa gila dari sentuhannya dulu mendadak merayapi kulitku kembali?)

Pria itu melangkah keluar dari bayang-bayang. Cahaya remang menyiram wajahnya yang dingin dan penuh dominansi.

"B-Bima...?"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 198

    "S-suara itu..."Ayu menutupi mulutnya dengan kedua tangan yang gemetar hebat. Matanya membelalak, membeku menatap sosok tinggi di balik remang kegelapan.(Ya Tuhan... suara ini... Bagaimana mungkin aku bisa melupakan suara ini? Suara yang dulu pernah merobek seluruh hidup dan kewarasanku di Bali... Kenapa rasa gila dari sentuhannya dulu mendadak merayapi kulitku kembali?)Pria itu melangkah keluar dari bayang-bayang. Cahaya remang menyiram wajahnya yang dingin dan penuh dominansi."B-Bima...?" desah Ayu terpatah-patah. "Kamu... Bima?""Akhirnya kamu ingat, Ayu," jawab Bima dengan senyum tipis. "Aku sempat agak kecewa saat kamu tidak mengenali sentuhanku. Padahal, tubuhmu merekam jelas apa yang terjadi di antara kita saat di Bali.""Teman Daniel...?" cicit Ayu dengan napas memburu. "Kam, kenapa... kenapa kamu ada di sini, Bima?! Kenapa kamu melakukan semua ini padaku?!""Teman Daniel?" Bima terkekeh sinis. "Ayu, Ayu... kamu sungguh sangat polos. Mana sudi aku berteman dengan pria kerd

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 197

    Pintu apartemen itu tertutup dengan suara klik pelan, meninggalkan Roselyn yang masih tergeletak kacau di atas sofa.Ayu melangkah menyusuri lorong yang sepi. Tidak ada air mata lagi yang menetes dari pelupuk matanya. Kering. Habis. Yang tersisa di dadanya kini hanyalah lubang hitam menganga yang menyedot seluruh akal sehat, empati, dan rasa hormatnya pada dunia.Ia tidak tahu harus pergi ke mana. Kakinya melangkah tanpa arah, namun instingnya menuntunnya menaiki tangga darurat, menuju satu-satunya tempat yang membekas di benaknya hari ini. Tempat di mana ia merasa benar-benar dihancurkan, namun ironisnya, tempat yang kini terasa paling jujur baginya."Bodoh..." gumam Ayu, suaranya memantul di dinding tangga darurat yang dingin. "Kamu benar-benar perempuan paling bodoh, Ayu."Ia terus melangkah naik, meracau sendirian."Kalian semua pembohong. Semuanya palsu! Tidak ada satu pun dari kalian yang benar-benar peduli padaku!"Ayu mendorong pintu darurat di lantai atas. Lorong itu kembali

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 196

    "Ayu, cukup!""Kenapa, Rose? Kita baru saja mulai."Ayu memiringkan kepalanya, menjilat perlahan garis rahang Roselyn yang halus. Roselyn terlonjak kaget. Sebuah lenguhan kecil yang tertahan meluncur dari tenggorokan wanita berblazer putih itu."Lihat?" desis Ayu di leher Roselyn. "Tubuhmu merespons. Kamu bilang parfum itu aromaterapi penambah gairah, kan? Sepertinya aromanya juga menempel padaku... dan sekarang bekerja padamu."Roselyn memejamkan matanya rapat-rapat, dadanya naik turun dengan kencang. "Jangan... jangan lakukan ini ...""Kenapa?" tantang Ayu. "Bukannya ini yang kalian inginkan? Bukankah ini skenario yang kalian buat?"Ayu makin menekan cengkeramannya pada rahang Roselyn, memaksa wanita itu menatapnya kembali."Katakan padaku, Roselyn! Pria itu... siapa dia sebenarnya?" bentak Ayu pelan, namun penuh penekanan. "Apakah kamu mengenalnya?"Roselyn menatap mata Ayu yang membara. Di dalam mata itu, tidak ada lagi Ayu yang polos dan penurut. Yang ada hanyalah sosok wanita ya

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 195

    Tubuh Ayu membeku. Detak jantungnya yang tadi serasa mau meledak oleh rasa bersalah, mendadak berhenti sejenak. Kata-kata Roselyn barusan tidak lagi terasa seperti kehangatan seorang pelindung, melainkan bagaikan bilah pisau es yang ditancapkan perlahan ke tengkuknya.Ayu menarik kepalanya perlahan, keluar dari dekapan hangat Roselyn. Isak tangis yang tadi membasahi gaun blazer wanita itu mendadak surut. Wajah Ayu yang sembap dan dipenuhi penyesalan kini perlahan berubah.Sorot matanya mendadak menajam."Apa maksudmu, Rose?" tanya Ayu dingin.Roselyn menyipitkan matanya sedikit. "Ayu, kamu—""Jawab aku," potong Ayu. "Apa maksudmu Mas Rangga sudah tahu dengan apa yang terjadi antara aku dengan pria itu?"Roselyn tidak langsung menjawab. Senyum tipis yang biasa bertengger di bibirnya tertahan di udara.Ayu maju satu senti lebih dekat."Dan bagaimana kamu bisa tahu?" desak Ayu."Ayu, tenanglah dulu...""Bagaimana kamu bisa tahu kalau telah terjadi sesuatu denganku bersama pria itu?" Ayu

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 194

    Jeritan Ayu pecah seketika setelah gema pintu yang terbanting itu surut. Tubuhnya merosot di atas karpet ruang tamu. Kedua tangannya mengepal, memukul lantai dengan sisa tenaga, meratapi kehancuran rumah tangganya dalam hitungan menit."Puas kamu, Roselyn? Puas kamu menghancurkan hidupku, hah?" racau Ayu dengan suara serak. Air mata membasahi pipinya yang memerah. "Kamu iblis! Kamu yang bikin Mas Rangga emosi dan pergi! Apa salahku padamu, Rose? Kenapa kamu harus memprovokasi dia?"Roselyn yang berdiri di dekat sofa sama sekali tak membalas. Ia berdiri mematung, merapikan lengan blazer putihnya dengan tenang. Matanya menatap tajam ke arah Ayu yang menangis di lantai."Jawab aku!" teriak Ayu kian histeris. "Jangan cuma diam! Kamu sengaja, kan? Kamu memang berniat merusak pernikahanku dari awal!"Hening kembali mencengkeram apartemen mewah itu, hanya diselingi napas Ayu yang tersengal-sengal dan isak pilunya.Setelah membiarkan Ayu meluapkan emosinya, Roselyn melangkah anggun mendekat d

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   bab 193

    Deg!Darah di sekujur tubuh Ayu seolah berhenti mengalir detik itu juga. Jantungnya yang tadi berdetak liar karena amarah, kini seakan jatuh berdebum menghantam dasar perutnya. Seluruh persendian di tubuhnya mendadak lemas tak bertulang.Ayu membeku. Mulutnya yang sedikit terbuka akibat berteriak tadi kini terkunci rapat, tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun.Dengan gerakan patah-patah bagaikan sebuah robot yang kehabisan daya baterai, Ayu memutar lehernya ke arah lorong kamar utama secara perlahan.Di sana, berdiri suaminya.Rangga baru saja keluar dari kamar, mengenakan kemeja santai berwarna navy yang kancing atasnya masih terbuka dan rambut yang sedikit basah. Pria itu berdiri mematung di ujung lorong, menatap lurus ke arah punggung Ayu dengan kening berkerut dalam dan tatapan mata yang memancarkan seribu satu kecurigaan."Mas... Mas Rangga ...," cicit Ayu dengan suara yang nyaris tak terdengar, wajahnya sepucat mayat.Tamat riwayatku, batin Ayu meratap dengan keputusasaan yang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status