Share

Bab 71

Author: Khai Tsan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-01 06:53:14

Hembusan udara dingin dari pendingin ruangan menyapu kulit telanjang Ayu, namun hangat tubuh Daniel yang memeluknya erat seolah menjadi tameng dari dunia luar. Mata Ayu terpejam, menikmati detak jantung Daniel yang perlahan kembali normal di bawah telinganya. Irama itu teratur, tenang, sangat kontras dengan badai yang sedang mengamuk di dalam kepala Ayu.

Meski tubuhnya baru saja dipuaskan hingga ke titik tertinggi, otaknya tidak mau berhenti bekerja. Pikiran Ayu melayang jauh, melintasi dinding
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 131

    Rangga menatap Ayu sejenak, lalu menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukan hangatnya. Bibir mereka kembali bertemu. Ciuman yang awalnya terasa lembut dan penuh kehati-hatian perlahan berubah menjadi makin dalam, intens, dan dipenuhi gairah yang membakar. Lidah mereka saling beradu, memupus habis sisa-sisa jarak dan keraguan yang sempat membentang di antara mereka.Di tengah kehangatan ciuman itu, jemari Ayu bergerak lincah membuka satu per satu kancing kemeja yang dikenakan Rangga. Ia melucutinya dengan sabar, membiarkan kemeja itu terlepas dari bahu suaminya dan jatuh begitu saja ke lantai balkon.Rangga membalas gerakan itu dengan mengusap punggung polos Ayu, lalu menyusupkan tangannya untuk meremas lembut bokong istrinya. Tanpa melepas tautan bibir mereka, jemari Rangga menarik tali gaun tidur berbahan satin yang terikat longgar di pinggang Ayu. Kain halus itu seketika merosot jatuh, menumpuk di sekitar pergelangan kakinya.Di bawah terik matahari pagi yang mulai membiaskan c

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 130

    Aroma kopi hitam hangat yang bercampur dengan gurih manisnya sirup karamel perlahan merayap masuk ke dalam hidung Ayu, membuyarkan segenap kebingungan dan kekacauan pikiran yang menyelimuti kepalanya sejak ia terbangun.*Tok... tok... tok...*Ketukan lembut terdengar menyapa pintu kamar tidur yang sedikit terbuka. Sesosok pria tegap melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu tampak membawa secangkir minuman yang mengepul halus di tangan kanannya."Sudah bangun?" ucapnya dengan suara berat dan tenang, sambil meletakkan secangkir *caramel latte* di atas meja kecil tepat di sebelah tempat tidur, persis di samping Ayu yang masih mematung kebingungan merapatkan selimut tebalnya."Rangga...?" panggil Ayu dengan nada sangat bingung, matanya berkedip berulang kali menatap wajah suaminya yang tampak tenang.Rangga berdiri tegak di samping ranjang, menatap Ayu dengan pandangan mata yang jernih tanpa ada sisa kemarahan semalam."Tawaranku untuk membawamu ke Australia masih terbuka," ucap Rangga de

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 129

    Ayu merebahkan dirinya secara kasar, menjatuhkan tubuh lelahnya dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur berukuran king size tersebut. Bantalnya seketika basah oleh air mata yang kembali menetes tanpa bisa ia bendung. Kelelahan fisik dan mental yang teramat sangat akhirnya menang, menuntun Ayu perlahan-lahan tenggelam ke dalam alam bawah sadarnya.Dalam lelapnya yang pekat, Ayu merasa tubuhnya seperti terapung di atas lautan yang hangat. Kesadarannya samar-samar berada di batas antara mimpi dan kenyataan.Tiba-tiba, ia merasakan ada sesosok tubuh hangat yang melangkah mendekati tempat tidurnya. Dalam keremangan memorinya, ia merasa ada sebuah selimut tebal dan lembut yang ditarik perlahan menutupi tubuh polosnya yang kedinginan oleh terpaan AC kamar.Ayu melenguh pelan. Tanpa ia sadari, tangannya secara refleks bergerak menarik selimut itu lebih tinggi, namun jemarinya tidak sengaja menyentuh pergelangan tangan seseorang yang sangat kokoh dan hangat.Seketika, suasana di sekitarny

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 128

    Ayu mencengkeram kemudi mobilnya sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Pedal gas ia tekan sembilan puluh persen, membiarkan raungan mesin mobil membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Pandangannya samar, tertutup oleh lapisan air mata yang terus merebak tanpa bisa dihentikan.Pikirannya kalut. Suasana di dalam kabin mobil terasa begitu menyesakkan, dipenuhi oleh gemuruh kemarahan yang membakar dada."Sialan kau, Daniel! Pengecut! Tega-teganya kamu memperlakukan aku seperti ini! Bajingan!" serapah Ayu berulang kali di dalam hatinya. Suara batinnya berteriak histeris, menyuarakan rasa sakit hati dan kehancuran harga dirinya yang diinjak-injak.Di tengah kecepatan mobil yang menggila, kenangan-kenangan masa lalunya bersama Daniel mendadak berputar kembali secara otomatis di dalam kepalanya. Momen manis saat pertama kali pria itu memperhatikannya, sikap lembutnya, hingga kenangan panas beberapa hari lalu di Bali. Bayangan saat ia menyerahkan seluruh kendali dirinya, melampaui ba

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 127

    "Kakak tiri?" suara Ayu bergetar, nyaris berbisik. "Rangga itu... kakak tirimu, Niel?"Daniel mengangguk perlahan. Ia duduk bersandar di sofa abu-abu, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. "Iya. Ia kakak tiriku, Yu.""Tunggu, ini enggak masuk akal," Ayu melangkah mundur, menggelengkan kepala. "Lalu kenapa kalian merahasiakan ini semua dari aku?""Karena Rangga yang minta, Yu," jawab Daniel, menoleh menatap Ayu. "Ia enggak mau orang lain tahu siapa aku sebenarnya. Statusku... keluarga besar kami enggak pernah menganggap aku ada. Cuma Rangga yang peduli.""Tapi kenapa harus berbohong sampai sejauh ini, Niel? Aku ini istrinya!" suara Ayu mulai meninggi, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa rahasia sebesar ini disembunyikan dari aku?""Rangga mau melindungi nama baik keluarga, dan di sisi lain, ia juga mau melindungi aku," Daniel menghela napas panjang, mencoba meraih tangan Ayu namun Ayu menepisnya. "Selama ini Rangga yang banyak membantu hidupku. Ia membiayai

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 126

    Berikut adalah hasil perbaikan tanda baca, huruf kapital, dan keselarasan dengan EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) Edisi V:Ayu melirik dari balik bahunya, menatap Daniel dengan mata sayu yang penuh kabut gairah. Jemarinya yang ramping mencengkeram erat batang kejantanan Daniel, menempelkannya tepat di depan lubang belakangnya yang sudah berdenyut kencang."Yu... kamu serius?" tanya Daniel. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. "Kamu mau di situ? Tapi ini belum pakai pelumas...""Aku sudah sangat basah di bawah sana, Niel. Pakai sisa cairan yang tadi," bisik Ayu dengan suara serak. Ia membasahi jarinya sendiri, lalu mengusapkannya ke lubang belakangnya untuk memberi sedikit jalan. "Masukkan sekarang, Niel. Jangan banyak tanya.""Ahhh, sialan. Kamu benar-benar bikin aku gila hari ini," geram Daniel."Masuk, Niel. Hantam aku dari belakang," tuntut Ayu, suaranya naik satu oktav karena tidak sabar.Daniel memegang pinggul Ayu dengan kedua tangannya yang be

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 79

    "Lupain dia!" Daniel mempercepat temponya menjadi liar dan tak beraturan. Ia meremas pinggang Ayu, menariknya mundur setiap kali ia mendorong maju, menciptakan gesekan maksimal.Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka berdua, membuat kulit mereka licin dan bersatu. Aroma feromon memenuhi udara.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 78

    Ayu merebahkan dirinya di atas sofa panjang di ruang tamu, membiarkan Daniel melihat setiap jengkal tubuhnya yang terekspos. Pikirannya kembali melayang pada Rangga. Ia membayangkan Rangga sedang melakukan hal yang sama dengan Roselyn di Melbourne.Anehnya, bayangan itu justru memicu adrenalin Ayu.

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 81

    Napas mereka berdua perlahan mulai teratur, meski keringat masih membasahi kulit yang saling bersentuhan. Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel, matanya terpejam dengan senyum tipis terukir di bibir. Rasanya seperti melayang. Beban berat di pundaknya seolah hilang sesaat, digantikan oleh

    last updateHuling Na-update : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 74

    Gerakan Rangga terlihat sedikit gelagapan. Ia menyambar ponsel itu dengan cepat, jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Ia melirik layar sekilas, lalu wajahnya berubah sedikit tegang."Sebentar ya, Sayang," ucap Rangga buru-buru sambil berdiri dari kursinya. "Penting. Orang kantor pusat."Ayu hanya

    last updateHuling Na-update : 2026-03-30
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status