MasukBima mencengkeram pinggul Ayu lebih erat, jari-jarinya meninggalkan bekas merah di kulit putih wanita itu. "Kamu mau yang lebih kasar, Ayu? Kamu mau yang lebih ekstrem?""Iya! Lakukan! Rangga tidak pernah punya nyali untuk ini! Dia terlalu pengecut!" teriak Ayu, suaranya bergema di area kolam renang.Daniel membungkuk, menciumi telinga Ayu yang memerah. "Ayu, bayangkan Rangga sedang berdiri di pintu vila itu. Dia baru saja sampai dari Australia, dan hal pertama yang dia lihat adalah istrinya yang sedang diikat di gazebo, melayani aku dan Bima sekaligus. Apa yang akan kamu katakan padanya?"Ayu memejamkan mata di balik kain penutupnya. Imajinasi itu terasa sangat nyata. "Aku akan bilang ... 'Lihat, Rangga! Lihat istrimu yang selama ini kamu abaikan! Dia sekarang jauh lebih bahagia di tangan laki-laki asing daripada di tangan suaminya yang berselingkuh dengan transgender!'""Bagus," bisik Bima. "Dan bayangkan Roselyn ada di sampingnya. Dia menertawakan Rangga karena suaminya tidak bisa
"Ya Tuhan! Rangga ... kamu benar-benar gila!" teriak Ayu, tubuhnya melengkung. "Aku bisa melihatnya! Aku bisa melihat wajah Rangga yang kesakitan namun nikmat saat Roselyn menusuk lubang belakangnya! Aku ingin ada di sana, aku ingin melihat keringat mereka bercampur, dan aku ingin mereka berdua tahu kalau aku sedang menonton dan merangsang diriku sendiri karena perbuatan mereka!""Itu puncaknya, Ayu," kata Daniel. "Rasa cemburu yang berubah menjadi energi seksual yang luar biasa. Kamu benci mereka, tapi kamu tidak bisa berhenti menonton."Ayu terus memacu jarinya sendiri, tidak lagi peduli pada rasa sakit di pergelangan tangannya yang terikat. "Aku ingin melihat Roselyn keluar di atas wajah Rangga! Aku ingin melihat Rangga meminum cairan itu seolah-olah itu adalah sesuatu yang paling dia inginkan di dunia ini! Dan aku ... aku akan berteriak karena aku merasa sangat puas bisa melihat penyimpangan seks suamiku!""Kamu liar sekali, Ayu," gumam Bima. Ia mendekat, memegang tangan Ayu yang
Ayu terdiam sejenak, membayangkan posisi itu. "Hilang kendali... itu terdengar menarik. Selama ini aku harus memegang kendali atas hidupku, rumah tanggaku, dan emosiku gara-gara Rangga. Bayangkan kalau aku tidak perlu melakukan itu semua.""Tapi Kenapa ada laki-laki yang justru menikmati melihat istrinya ditiduri orang lain? Itu masih tidak masuk akal bagiku", lanjut Ayu bertanya.Bima menyesap wine-nya, lalu meletakkan gelas itu kembali ke lantai. "Sederhana, Ayu. Ini soal fantasi dan rasa malu yang diubah menjadi gairah. Dalam dunia cuckold, si suami atau laki-laki itu disebut cuck. Dia merasa sangat bergairah saat melihat pasangannya, yang seharusnya miliknya secara eksklusif, justru dikuasai, digunakan, dan dipasrahkan sepenuhnya kepada laki-laki lain yang lebih dominan, yang biasa disebut Bull.""Jadi dia merasa tidak mampu?" tanya Ayu."Secara fisik dan psikologis, iya," jawab Bima tenang. "Dia melihat istrinya diberikan servis yang tidak bisa dia berikan. Dia melihat istrinya m
"Ahhhhhhh! Ya! Di situ! Terus! Jangan berhenti!"Rasa yang luar biasa itu membuatnya merasa benar-benar hidup. Semua rasa sakit hati, rasa tidak terima, dan amarah terhadap Rangga seolah-olah ikut terdorong keluar bersama setiap sentakan yang ia terima. Ayu benar-benar mengeluarkan sisi gelapnya, sisi yang selama ini ia tekan demi menjadi "istri yang baik"."Aku mau keluar... aku mau keluar!" teriak Ayu lagi.Tubuh Ayu bergetar hebat. Ia mencapai orgasme yang paling kuat dalam hidupnya. Sensasi di lubang belakangnya seolah-olah menarik seluruh kesadarannya. Sesaat kemudian, Bima dan Daniel pun mencapai puncaknya bersamaan dengan Ayu.Ruangan itu mendadak sunyi, hanya menyisakan suara AC dan deru napas tiga orang yang tergeletak lemas di atas kasur yang kini sudah sangat berantakan. Ayu terbaring di tengah, dadanya naik turun dengan cepat. Keringat membasahi seluruh tubuhnya, membuatnya terlihat berkilau di bawah lampu kamar yang temaram.Bima menghela napas panjang, ia berguling ke sa
"Kenapa? Kamu bilang ingin yang ekstrem, kan?" sahut Bima dari bawah, suaranya sedikit teredam."Iya... terus... jangan berhenti," Ayu menoleh ke arah Daniel. "Daniel, kenapa diam saja? Pakai tanganmu. Aku ingin kalian berdua bekerja sama."Daniel tersenyum, ia mulai membantu Bima, memainkan bagian sensitif Ayu yang lain. Ayu merasa seperti sedang dipuja oleh dua dewa sekaligus. Pikirannya tentang Rangga mulai memudar, tergantikan oleh sensasi fisik yang begitu kuat hingga ia merasa dunianya hanya sebatas ruangan ini."Niel , buka celanamu," perintah Ayu tiba-tiba. "Aku ingin kamu di mulutku, sementara Bima tetap di bawah."Daniel menurut dengan cepat. Ayu berlutut di sofa, dan mulai menghisap milik Daniel dengan penuh gairah. Ia melakukannya dengan ritme yang dalam dan konsisten, seolah-olah ingin menunjukkan bahwa ia memiliki keahlian yang selama ini ia sembunyikan dari suaminya. Daniel mengerang keras, tangannya mencengkeram sprei kasur dengan kuat."Gila... Ayu... kamu belajar dar
Daniel mengangguk. "Ya. Itu Bima.""Buka pintunya, Niel. Jangan biarkan dia menunggu," perintah Ayu dengan suara yang tenang namun penuh otoritas.Suara bel vila kembali berbunyi, kali ini sedikit lebih panjang. Daniel melirik Ayu sejenak, memastikan wanita itu benar-benar siap, lalu ia melangkah menuju pintu depan.Ayu tetap duduk di sofa besar berbahan kulit itu. Ia sengaja membiarkan ikatan bathrobe-nya sedikit longgar, memperlihatkan garis leher dan sebagian dadanya yang masih lembap. Ia mengambil gelas berisi wine merah yang tadi dituangkan Daniel, menyesapnya perlahan sambil menatap pintu.Pintu terbuka. Daniel bergumam rendah menyapa seseorang, lalu langkah kaki mendekat.Seorang laki-laki muncul di belakang Daniel. Namanya Bima. Ia bertubuh tegap, kulitnya terbakar matahari khas orang yang menghabiskan waktu di laut, dan ia mengenakan kaos hitam polos yang ketat menonjolkan otot lengannya. Wajahnya tenang, matanya tajam namun sopan."Ayu, ini Bima," kata Daniel pendek.Bima te
"Ya. Aku ingin merasakan kenikmatan yang lebih dari sekadar hubungan badan biasa. Aku ingin merasa benar-benar diinginkan oleh lebih dari satu orang pada saat yang sama. Aku ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku punya kendali penuh atas tubuhku, dan aku bisa mendapatkan apa pun yang aku m
Ayu perlahan mundur, menarik diri dari celah batu sebelum pasangan itu sadar. Daniel membimbingnya menjauh, kembali ke balik batu karang besar tempat mereka bersembunyi di awal.Ayu menyandarkan punggungnya ke dinding karang yang kasar dan hangat. Kakinya terasa lemas. Wajahnya merah padam, sementa
Matahari Bali bersinar terik tepat di atas kepala. Langit biru bersih tanpa awan membentang luas, menyatu dengan garis cakrawala laut yang berkilauan. Deburan ombak terdengar ritmis, memecah kesunyian di antara langkah kaki dua orang manusia yang sedang berjalan menyusuri pasir putih.Ayu berjalan
'Monster', batin Ayu, antara kagum dan ngeri. Orang ini terbuat dari apa?Pikirannya langsung membandingkan Daniel dengan Rangga. Suaminya itu, jika sudah keluar sekali, pasti langsung menarik selimut dan tidur memunggungi Ayu. Tapi Daniel? Pria ini seolah memiliki tangki bahan bakar yang tak ada h







