Compartilhar

Bab 74

Autor: Khai Tsan
last update Data de publicação: 2026-02-02 23:16:36

Gerakan Rangga terlihat sedikit gelagapan. Ia menyambar ponsel itu dengan cepat, jauh lebih cepat dari yang seharusnya. Ia melirik layar sekilas, lalu wajahnya berubah sedikit tegang.

"Sebentar ya, Sayang," ucap Rangga buru-buru sambil berdiri dari kursinya. "Penting. Orang kantor pusat."

Ayu hanya diam, menatap suaminya yang berjalan cepat menjauh dari ruang makan menuju teras samping, menutup pintu kaca di belakangnya agar suara percakapannya tidak terdengar.

Darah Ayu berdesir panas naik ke
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 137

    Deg!Seketika itu juga, jantung Ayu berdetak begitu kencang hingga serasa hendak meloncat keluar dari rongga dadanya. Darah di dalam tubuhnya mendadak berhenti mengalir, menyisakan rasa dingin merayap dari ujung kaki hingga ke tempurung kepalanya.“Pastikan dia tidak curiga?”Kata-kata itu menari-nari liar di dalam ingatan Ayu, membakar habis sisa-sisa ketenangan yang coba ia bangun sepanjang hari. Otaknya bekerja secara instan, membedah setiap suku kata dari pesan misterius tersebut dengan kepanikan yang luar biasa.“Dia? Siapa yang dimaksud 'dia' dalam pesan ini?” bisik Ayu di dalam batinnya yang kini berteriak histeris. “Apakah 'dia' itu aku?! Siapa yang mengirim pesan ini malam-malam begini? Apakah nomor ini milik Roselyn? Ataukah orang lain yang disuruh oleh Rangga? Persiapan apa yang sudah siap di Sydney? Ya Tuhan... persiapan apa?!”Ayu meremas selimut tebal yang melingkupi kakinya. Napasnya mulai tersengal-sengal, naik-turun dengan cepat. Keringat dingin menetes pelan dari pel

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 126

    Suasana area keberangkatan internasional Bandara Soekarno-Hatta malam itu terasa lengang. Lampu-lampu LED bercahaya kekuningan memantul dingin di atas lantai marmer yang mengilap, membiaskan bayangan Rangga dan Ayu yang berjalan berdampingan. Dua orang petugas porter berjas rapi mendorong tiga koper besar milik mereka di belakang.Ayu melangkah gontai. Tubuhnya terasa begitu lelah, bukan hanya karena keletihan fisik setelah seharian mengurus surat pengunduran diri di kantor, melainkan akibat badai emosi yang terus menguras jiwanya. Tangan kanannya berada dalam cengkeraman Rangga—genggaman yang terasa begitu hangat, protektif, tetapi sekaligus seperti borgol halus yang membelenggu pergelangan tangannya."Kamu tampak lelah, Ay?" tanya Rangga pelan saat mereka melintasi karpet tebal menuju pintu masuk Lounge First Class.Ayu menoleh tipis, memaksakan segaris senyum yang terasa kaku di bibirnya. "Sedikit, Mas. Kepalaku agak berat.""Nanti di pesawat kamu bisa langsung tidur. Aku sudah mem

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 135

    Kilau matahari perlahan terhalang oleh kaca mobil Alphard hitam yang melaju mulus melintasi Tol Sedyatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di dalam kabin yang senyap dan sejuk, keheningan terasa begitu pekat, seolah melapisi setiap sudut ruang dengan ketegangan yang tak kasatmata.Ayu menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin. Di luar, pepohonan dan papan reklame besar melesat cepat, berganti menjadi bayang-bayang kelabu. Jakarta, kota yang menyimpan seluruh cerita, rahasia, dan kehancurannya, perlahan-lahan tertinggal di belakang.Rangga duduk tepat di sampingnya. Pria itu tampil rapi dengan kemeja kasual premium berwarna abu-abu gelap yang lengannya tergulung rapi hingga ke siku. Jemari tangannya yang kokoh bertengger santai di paha, sementara pandangannya tertuju pada layar tablet bisnis di pangkuannya.“Begitu mudahnya dia membawaku pergi,” gumam Ayu dalam hatinya, merasakan denyut nyeri yang samar di dada bagian kirinya. “Seolah-olah semua perbuatannya selama ini tidak pe

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 134

    Pagi itu, suasana koridor kantor tampak ramai seperti biasa. Namun, begitu melangkah masuk melalui pintu kaca utama bersama Rangga, sosok Rina yang berdiri di dekat meja resepsionis langsung mengenali Ayu dari kejauhan."Ayuuuu!" jerit Rina histeris. Ia berlari kencang mendekati Ayu, lalu tanpa aba-aba langsung menjatuhkan tubuhnya, memeluk Ayu dengan sangat erat."Huuuhuuuhuuu... Tega kamu, Ayu! Udah lama enggak masuk kerja, sekalinya masuk malah bawa surat resign! Huuuuuhuuuhuuu!" Rina terisak kencang di bahu Ayu, meratapi kepindahan sahabatnya itu.Ayu menepuk-nepuk punggung Rina dengan lembut. "Iya, Rin, iya... maafin aku, ya."Ayu melepaskan sedikit dekapan hangat sahabatnya. "Bentar deh, aku antar surat resign ini dulu ke dalam. Kalau udah kelar semua urusannya, nanti kita ngobrol, ya?""Beneran, ya? Janji, ya?" tagih Rina sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi. "Awas kamu kalau tiba-tiba hilang lagi!""Iya, Rin, beneran janji," jawab Ayu meyakinkan.Rangga yang berdi

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 133

    Saat Rangga baru saja merebahkan tubuh Ayu secara perlahan di atas kasur kamar tidur mereka, tiba-tiba ponsel Ayu yang tergeletak di atas meja rias bergetar kencang.Drrt... drrt... drrt...Di layarnya yang menyala terang, tampak nama "Rina" memanggil. Ayu merapikan kain yang menutupi dadanya, lalu meraih ponsel itu dan menggeser ikon hijau untuk menekan tombol terima."Halo, Rin?" panggil Ayu dengan suara yang masih agak serak.Seketika terdengar suara tangisan yang cukup keras dari seberang telepon."Ayuuu! Kamu beneran mau resign?!" jerit Rina di balik telepon sambil sesenggukan. "Aku baru dengar dari HRD tadi pagi! Kamu bercanda, kan, Yu? Kamu tega banget sih ninggalin aku sendiri di kantor ini!"Ayu mendesah pelan, mencoba menenangkan sahabatnya. "Rin, pelan-pelan bicaranya. Jangan menangis begitu, malu kalau didengar orang kantor.""Gimana aku enggak menangis, Yu!" potong Rina dengan nada sangat sedih. "Kamu tahu, kan, kalau bagiku kamu itu lebih dari sekadar partner kerja. Masa

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 132

    Rangga membalikkan tubuh Ayu dengan lembut, lalu memintanya untuk membungkuk sedikit, bertumpu pada besi pembatas balkon. Posisi Ayu yang agak menungging membuat pemandangan kota Jakarta terhampar di depannya, sementara lekuk tubuh polosnya terekspos sempurna dari belakang.​Sebelum melakukan penetrasi, Rangga berlutut di belakang Ayu. Telapak tangannya meremas pelan kedua pinggul Ayu, menahannya agar tetap stabil. Rangga menundukkan kepala dan mulai melayangkan ciuman-ciuman kecil di area punggung bawah Ayu, lalu perlahan merayap turun.​"Sayang... apa yang mau kamu lakukan?" desah Ayu saat merasakan hembusan napas hangat Rangga.​Rangga hanya diam dan tidak menjawab. Ia menjulurkan lidahnya yang basah dan hangat, memberikan sapuan lembut yang menyusuri seluruh area sensitif Ayu di bawah sana yang sudah sangat basah oleh cairan gairah. Sentuhan lidah Rangga bergerak perlahan dari lipatan depan, memutar, hingga naik menyapu area lubang belakang tubuh Ayu.​Srrrph...​Ayu seketika meme

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 81

    Napas mereka berdua perlahan mulai teratur, meski keringat masih membasahi kulit yang saling bersentuhan. Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel, matanya terpejam dengan senyum tipis terukir di bibir. Rasanya seperti melayang. Beban berat di pundaknya seolah hilang sesaat, digantikan oleh

    last updateÚltima atualização : 2026-03-31
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 72

    "Bukan istri bodoh," koreksi Daniel. "Tapi mata-mata. Kamu masuk ke kandang musuh, kumpulin informasi, sambil nunggu aku kasih data lengkap soal Roselyn. Begitu kita punya bukti fisik siapa perempuan itu... boom. Kamu bisa hancurkan Rangga sehancur-hancurnya dengan elegan. Tanpa perlu teriak-teriak

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 73

    "Nggak usah jemput," tolak Ayu cepat. Ia belum siap melihat wajah itu sekarang. "Aku mau sendiri dulu, Ngga. Sebentar aja.""Lho? Kenapa?" Nada Rangga berubah waspada. "Kamu marah sama aku soal tadi malam? Yu, kan aku udah jelasin semuanya. Aku minta maaf banget. Aku janji nggak bakal—""Bukan soal

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 76

    "Apa? Apa pun. Kamu mau tas baru? Perhiasan?" tawar Rangga cepat.Ayu menggeleng. "Bukan. Aku nggak mau langsung balik ke Jakarta."Kening Rangga berkerut. "Terus?""Aku mau tetap di sini. Di Bali," ucap Ayu. "Aku butuh liburan ini, Ngga. Aku capek sama kerjaan di Jakarta, capek sama drama ini. Izi

    last updateÚltima atualização : 2026-03-30
Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status