Share

Bab 63

Penulis: Khai Tsan
last update Tanggal publikasi: 2026-01-27 05:33:56

"Nggak! Demi Tuhan, nggak sampai sejauh itu!" potong Rangga cepat, matanya membelalak panik seolah Ayu baru saja menuduhnya membunuh. "Aku berhasil kabur pas dia ke toilet. Aku lari, Yu. Aku lari kayak pengecut ninggalin beach club itu. Aku takut... aku ngerasa dilecehkan, tapi aku juga ngerasa bersalah sama bisnis kita."

Rangga kembali memeluk Ayu, kali ini melingkarkan lengannya di pinggang Ayu erat-erat, menyandarkan kepalanya di dada Ayu. "Aku cuma mau pulang... aku cuma mau kamu. Maafin ak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 127

    "Kakak tiri?" suara Ayu bergetar, nyaris berbisik. "Rangga itu... kakak tirimu, Niel?"Daniel mengangguk perlahan. Ia duduk bersandar di sofa abu-abu, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. "Iya. Ia kakak tiriku, Yu.""Tunggu, ini enggak masuk akal," Ayu melangkah mundur, menggelengkan kepala. "Lalu kenapa kalian merahasiakan ini semua dari aku?""Karena Rangga yang minta, Yu," jawab Daniel, menoleh menatap Ayu. "Ia enggak mau orang lain tahu siapa aku sebenarnya. Statusku... keluarga besar kami enggak pernah menganggap aku ada. Cuma Rangga yang peduli.""Tapi kenapa harus berbohong sampai sejauh ini, Niel? Aku ini istrinya!" suara Ayu mulai meninggi, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa rahasia sebesar ini disembunyikan dari aku?""Rangga mau melindungi nama baik keluarga, dan di sisi lain, ia juga mau melindungi aku," Daniel menghela napas panjang, mencoba meraih tangan Ayu namun Ayu menepisnya. "Selama ini Rangga yang banyak membantu hidupku. Ia membiayai

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 126

    Berikut adalah hasil perbaikan tanda baca, huruf kapital, dan keselarasan dengan EYD (Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan) Edisi V:Ayu melirik dari balik bahunya, menatap Daniel dengan mata sayu yang penuh kabut gairah. Jemarinya yang ramping mencengkeram erat batang kejantanan Daniel, menempelkannya tepat di depan lubang belakangnya yang sudah berdenyut kencang."Yu... kamu serius?" tanya Daniel. Napasnya memburu hebat, dadanya naik turun dengan cepat. "Kamu mau di situ? Tapi ini belum pakai pelumas...""Aku sudah sangat basah di bawah sana, Niel. Pakai sisa cairan yang tadi," bisik Ayu dengan suara serak. Ia membasahi jarinya sendiri, lalu mengusapkannya ke lubang belakangnya untuk memberi sedikit jalan. "Masukkan sekarang, Niel. Jangan banyak tanya.""Ahhh, sialan. Kamu benar-benar bikin aku gila hari ini," geram Daniel."Masuk, Niel. Hantam aku dari belakang," tuntut Ayu, suaranya naik satu oktav karena tidak sabar.Daniel memegang pinggul Ayu dengan kedua tangannya yang be

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab125

    "Nieel, emmbh aaah..." rintih Ayu dengan suara yang tertahan di tenggorokan. Kedua matanya terpejam rapat saat merasakan kehangatan yang basah dan sangat intim mulai menyapu sensitivitas bagian bawahnya.Ayu meremas ujung sofa kulit abu-abu itu dengan sangat kencang hingga kuku-kukunya memutih. Untuk menikmati sensasi panas yang menjalar tersebut, Ayu mengangkat bokongnya lebih tinggi ke udara. Tangan kirinya bertumpu kuat menahan beban tubuhnya di atas sofa, sementara tangan kanannya bergerak ke belakang, memegang sebelah belahan bokongnya yang sintal dan menariknya lebar-lebar ke samping."Iya, Niel... ahh, kayak gitu... jilat terus, Niel, aaaah!" desah Ayu, tubuhnya gemetar menerima serangan lidah Daniel yang begitu lihai.Rasa rindu yang membakar membuat Ayu kehilangan seluruh urat malunya. Gairah liar yang dipicu dari permainan semalam bersama Rangga seolah menuntut kepuasan yang lebih ekstrem pagi ini."Sayang, uuuh... jilat sebelah sini juga," bisik Ayu dengan napas memburu. Ja

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 124

    Di atas sofa abu-abu itu, posisi mereka kini berubah. Ayu bergerak merangkak naik dan duduk di atas pangkuan Daniel. Ia memimpin permainan, menaik-turunkan pinggulnya dengan ritme yang semakin cepat, membiarkan kejantanan Daniel menghujam bagian depannya dengan telak. Ruang tamu vila kuno itu kembali riuh oleh suara kulit yang beradu dan deru napas yang memburu."Uuuh, Ayu... kamu semakin liar, aah," ucap Daniel. Suaranya serak, kedua tangannya mencengkeram pinggul Ayu untuk mengimbangi gerakan liar wanita itu.Ayu memejamkan mata, kepalanya mendongak dengan rambut yang basah oleh keringat. "Kamu suka, kan, Niel... ahh... kalau aku di atas seperti ini?" ucap Ayu sambil terus memutar dan menggerakkan pinggulnya di atas batang kejantanan Daniel."Suka banget, Yu... terus, Niel... ahh..." jawab Daniel dengan napas yang semakin pendek.Ayu membawa kedua tangannya ke depan, menuntun tangan Daniel untuk naik ke atas tubuhnya. "Remas dadaku, Niel... ahh, aku rindu banget sama sentuhanmu," la

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 123

    "Masuk dulu, Yu," ucap Daniel dengan nada gugup. Tangannya yang agak gemetar menarik lengan Ayu agar segera melangkah melewati ambang pintu.Ayu melangkah masuk ke dalam ruangan yang remang-remang. Sementara itu, Daniel sempat mengeluarkan kepalanya lagi ke luar, menengok ke kanan dan ke kiri halaman dengan waswas, memastikan tidak ada mobil lain yang membuntuti. Setelah merasa aman, ia menarik kepalanya kembali ke dalam.*Klik.*Seketika setelah pintu kayu besar itu tertutup rapat dan terkunci, pertahanan mental Ayu runtuh. Rasa rindu, takut, dan bingung yang ia tahan sepanjang jalan meledak begitu saja. Tanpa membuang waktu, Ayu langsung maju dan memeluk tubuh Daniel dengan erat dari belakang, menyandarkan wajahnya pada punggung pria itu.Bahunya mulai naik turun, sedikit terisak. "Kamu kenapa tiba-tiba pergi, Niel? Apa maksud pesan kamu kalau kita tidak bisa bersama lagi?"Daniel menghela napas panjang, tubuhnya menegang di dalam dekapan Ayu. "Rumit kalau diceritakan, Yu. Tapi sebe

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 122

    "Kayaknya aku kenal daerah ini," gumam Ayu sambil memicingkan matanya, memperhatikan rute di Google Maps yang terpasang di dekat kemudi mobilnya.Mobilnya terus melaju membelah jalanan Jakarta yang mulai padat. Ayu mengetuk-ngetuk setir dengan jari, mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali ia melewati rute jalanan yang dipenuhi pohon-pohon besar ini."Tunggu dulu... ini kan jalan ke arah Jagakarsa," ucap Ayu pada diri sendiri. Ia melirik sekilas ke arah secarik kertas dari Rangga yang diletakkannya di dasbor. "Alamat ini... astaga, kenapa aku bisa lupa?"Ayu mendadak teringat sesuatu yang membuat bulu kuduknya meremang. Lokasi yang dituju di peta digital itu bukan daerah asing."Ini kan salah satu aset milik keluarga Rangga," gumam Ayu dengan nada tidak percaya. "Iya, benar. Ini tanah milik almarhum ayahnya Rangga. Tapi... kenapa Daniel bisa ada di sana? Untuk apa Daniel sembunyi di properti keluarga suamiku?"Pertanyaan-pertanyaan itu langsung memicu perang batin di dalam kepala A

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 16

    “Daniel!, keluar kan di dalam please! Basahi rahimku dengan cairanmu Niel!, aku aman hari ini,” jawab Ayu sambil terengah-engah.Mendengar itu, Daniel makin semangat. Gerakan pinggulnya dipercepat. Kemudian, dibenamkan batangnya ke dalam lubang Ayu sepenuhnya.“Aaaah,” Daniel mengerang.Bersamaan d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 13

    Kakinya kehilangan kekuatan. Ayu merosot ke lantai yang terasa kotor, memeluk lututnya lagi seperti pagi tadi, tetapi kali ini dengan isakan yang keras dan memilukan. Ia menundukkan kepala, membiarkan rambutnya jatuh menutupi wajahnya, sementara bahunya bergetar hebat.Daniel berlutut di depannya,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 15

    Ayu sudah tak terkendali, badannya menggeliat tak karuan. Namun, Daniel tetap profesional, layaknya seorang terapis kepada pasiennya.Urutan tangan Daniel di payudara Ayu benar-benar pas, tidak terlalu kuat ataupun terlalu lembut. Payudara Ayu benar-benar dimanjakannya. Tanpa sadar Ayu membuka kaki

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 7

    Namun Ayu melihat pintunya tak ditutup rapat. Ia ingin beranjak namun mengurungkan niat. Sudahlah, supaya Daniel tidak berpikir macam-macam juga."Iya, Sayang…," bisik Ayu, suaranya serak. Ia memajukan wajahnya ke kamera, menunjukkan tatapan penuh kerinduan."Aku kangen banget sama kamu, Ay," kata

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status