Share

Bab 6

Author: Allina
last update publish date: 2026-03-30 15:55:40

Tanpa menunggu balasan Arya, Sonya segera menarik kencang tangan pria yang masih menjilati sisa saus di jarinya itu. Mereka berdua bergegas lari kabur menuju mobil dan meninggalkan restoran sebelum polisi datang.

Sesampainya di area depan klab milik Sisca, suasana mendadak riuh menyambut kedatangan mereka.

Rumor tentang keperkasaan Arya melempar pengusaha dan staminanya di kamar VVIP sudah menyebar luas. Banyak LC elit dan tamu kaya raya sengaja berkumpul padat di depan pintu masuk.

"Wah, itu dia si Arya yang lagi viral diomongin! Katanya tenaganya brutal banget dan staminanya nggak ada matinya, ya?" goda seorang LC muda sambil mengedipkan matanya genit ke arah Arya.

"Minggir kalian semua, kalian ini LC murha, beda sama kita. Minggir, cepat, dasar pelayan klab! Arya, mending temenin tante malam ini di hotel paling mewah. Tante bakal langsung beliin kamu mobil sport baru asalkan kamu bisa bikin tante puas sampai pagi!" sahut wanita paruh baya berdandan menor dari barisan depan.

Mendapat serbuan godaan itu, Arya justru mengerutkan keningnya dengan sangat tajam. Hidungnya mengendus aroma parfum menyengat dari para wanita di depannya.

"Kalian semua betina lemah, buruan minggir dari jalanku sekarang juga! Badan kalian kurus kering dan tulang pinggul kalian kecil. Ahh, kurang menggairahkan. Kepala suku cuma mau kawin sama betina dominan yang punya pinggul besar buat ngelahirin banyak anak kuat!" tolak Arya mentah-mentah di depan wajah mereka semua.

Penolakan kasar itu sukses membuat para tamu kaya dan LC melongo tidak percaya.

Di sebelah Arya, Sonya hanya bisa menepuk jidatnya sendiri menahan rasa malu luar biasa. Anehnya, sikap sangat arogan Arya itu justru membuat namanya semakin ditakuti dan disegani di jalanan hiburan malam tersebut.

Belum sempat kerumunan itu bubar, suara deru mesin puluhan motor bising memecah suasana. Segerombolan pria berwajah garang datang berhamburan mengepung rapat pintu masuk klab. Mereka semua menggenggam erat parang panjang dan tongkat besi bergerigi di tangan.

"Mana gigolo yang namanya Arya? Bos Toni nyuruh kami hancurin klab ini dan potong kaki pria sialan itu sampai putus!" komando pria berkepala plontos dengan tato naga besar di lehernya.

"Serang semuanya dan hancurin tempat ini sampai rata sama aspal!"

Gerombolan preman suruhan itu langsung bergerak beringas memecahkan lampu hias dan kaca depan bangunan. Jeritan panik dari para tamu dan staf bersahut-sahutan memenuhi udara malam. Orang-orang berlarian pontang-panting mencari tempat sembunyi paling aman dari amukan senjata tajam.

Jantung Arya seketika berdegup kencang melihat kekacauan di depan matanya. "Sialan kalian semua! Ini pasti kelompok suku musuh yang mau rebut wilayah dan curi betina-betinaku!"

Dengan satu lompatan cepat, Arya meluncur ke arah tiang besi pembatas antrean di depan pintu masuk. Tangan raksasanya mencengkeram kuat batang besi seberat belasan kilogram, mencabutnya paksa, lalu memberi tantangan pada semua preman yang ingin menghancurkan klab.

"Maju kalian semua, para monyet botak kurang gizi! Bakal kutunjukin cara numbangin kawanan hewan raksasa di padang rumput! Kalian cuma cecunguk kalau dibanding sama hewan-hewan di zamanku dulu!"

Teriakan perang Arya menggelegar sangat keras bikin telinga ngilu.

Preman pertama yang nekat menebaskan parang ke depan langsung mendapat sambutan brutal. Arya mengayunkan tiang besi itu tepat ke dada preman tersebut dengan kecepatan gila.

Bunyi tulang patah terdengar sangat nyaring mengalahkan suara pecahan kaca. Tubuh preman itu terpental mundur belasan meter menabrak teman-temannya di belakang.

Tanpa ampun, Arya terus merangsek maju ke tengah kerumunan preman berparang itu.

Dari sudut mati, beberapa preman mencoba menyerang secara bersamaan.

Menggunakan insting berburu Mammoth, Arya merendahkan tubuhnya dan memutar tiang besi menyapu kaki lima preman sekaligus. Kelima pria beringas itu langsung jatuh tersungkur sambil memegangi lutut mereka yang remuk.

Hanya dalam waktu singkat, puluhan preman itu sudah bergelimpangan merintih di aspal.

Bos preman plontos tadi sampai bersujud ketakutan memohon ampun melihat kekuatan tidak masuk akal milik Arya.

Sisa preman yang masih bisa jalan langsung lari kocar-kacir kabur dari sana.

Tepat di balik pilar besar, seorang tamu pria berkacamata diam-diam mengarahkan kamera ponselnya. Pria itu merekam seluruh kejadian brutal barusan dari awal hingga akhir dengan tangan gemetaran. Video pertarungan gaya purba itu langsung diunggahnya detik itu juga ke akun gosip paling terkenal se-Indonesia.

Hanya dalam hitungan menit, sosok Arya sebagai monster jalanan yang gagah perkasa langsung viral di jagat maya!

***

Baru saja membereskan puluhan preman di jalan raya depan, otot-otot dada pria purba itu masih tegang maksimal. Sisca dan Sonya buru-buru menarik lengan raksasa itu masuk kembali ke dalam ruang VIP klab malam mereka.

Tentu saja dua betina cantik tersebut sangat paham tabiat buruk sang kepala suku. Insting tempur Arya yang masih membara harus cepat-cepat diredakan sebelum memakan korban salah sasaran.

"Duduk!" Sisca menekan kedua pundak Arya dengan paksa.

"Sabar dulu ya, Arya. Jangan mondar-mandir terus kayak setrikaan rusak begitu di dalam ruangan. Aku udah suruh koki dapur buat masakin sepuluh porsi iga sapi setengah matang khusus buat kamu. Tenangin diri kamu dulu sambil nunggu dagingnya matang sempurna."

Seketika urat-urat tegang di sekitar leher Arya mulai mengendur mendengar kata makanan lezat. Pria bertubuh kekar itu langsung menjatuhkan pantatnya ke atas bantalan sofa empuk.

"Bagus!" Arya menyilangkan kakinya dengan sangat angkuh menimpa meja kaca berukir di depannya.

"Betina memang sudah kodratnya tahu cara melayani pejantan yang baru pulang dari medan perang berdarah-darah. Awas saja kalau dagingnya kelamaan datang ke meja kelaparan ini! Aku bakal nekat balik keluar buat mukulin sisa monyet botak tadi sampai hancur tak bersisa sedikit pun."

"Iya, bawel banget sih jadi cowok berotot. Sabar dikit dong, sapinya masih dipotong di dapur belakang." Sonya menggelengkan kepalanya keheranan sembari menghela napas panjang.

Tidak lama berselang, tiga orang pelayan wanita bergegas masuk dengan langkah terburu-buru membawa nampan baja.

Tumpukan daging iga bakar berukuran raksasa yang masih berasap tebal tersaji sangat rapi di sana. Aroma rempah berpadu dengan wangi darah segar sapi langsung memenuhi seisi ruangan VVIP tersebut.

Seketika Arya menyambar potongan daging bertulang paling besar memakai telapak tangan kosongnya. Di sela-sela kunyahan rakusnya yang berbunyi nyaring, mata tajam pria itu melirik curiga ke arah dua betinanya. Sisca dan Sonya sejak tadi malah asyik menundukkan kepala menatap sebuah benda pipih berlayar terang.

Lantaran merasa eksistensinya diabaikan, pria purba itu melempar sisa tulang sapi sapi yang sudah bersih ke atas meja. Bunyi benturan keras langsung mengagetkan dua wanita elit di depannya.

"Heh! Kalian berdua ngapain dari tadi nunduk terus nyembah batu bercahaya aneh itu? Kepala suku lagi asyik makan di sini, bukannya dilayanin malah asyik mainan sihir nggak jelas! Simpan batu menyala itu sekarang juga atau aku hancurkan pakai tanganku sendiri!"

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Purba Sang Pemuas   Bab 8

    Dua bodyguard bule raksasa itu sontak maju selangkah memasang badan tegap menghalangi jalur jalannya."Minggir!" Arya mendesis tajam memberikan peringatan mematikan untuk kedua pria asing tersebut."Kalian berdua pejantan bule kelebihan lemak mending minggir dari hadapanku sekarang juga sebelum terlambat! Jangan sampai aku mematahkan leher besar kalian persis seperti matahin ranting kering di dalam hutan sana!"Tentu saja kedua bule sombong itu tidak paham bahasa Arya dan malah balik mendorong dada bidang sang kepala suku. Hanya bermodalkan satu sapuan punggung tangan kosongnya, Arya membalas dorongan pelan itu. Kedua bodyguard berbadan terlatih tersebut seketika terpental jauh mundur belasan langkah ke arah belakang.Punggung raksasa kedua bule itu menabrak tembok ruangan marmer sampai berbunyi retakan luar biasa kencang.Karina langsung membelalakkan matanya lebar-lebar saking shock berat melihat pemandangan ajaib barusan. Jarak antara sang ratu es dan sang kepala suku kini tersisa

  • Purba Sang Pemuas   Bab 7

    Sisca sontak mendongakkan kepalanya ke atas dan tertawa terbahak-bahak tanpa canggung. Wanita bergaun merah marun itu menggeser posisi duduknya menempel sangat rapat ke paha berotot Arya."Ya ampun, Arya! Kita ini lagi asyik baca komentar netijen-netijen di internet tentang kamu. Coba deh kamu lihat medsos sekarang juga, biar kamu liat sendiri. Video pas kamu berantem sama preman-preman tadi udah ditonton dua juta orang se-Indonesia, kamu viral banget loh!"Bola mata Arya terbelalak hingga nyaris keluar tepat ketika dia melihat layar ponsel tersebut. Jantung sang kepala suku berdegup super kencang berdebar-debar merasakan ketakutan luar biasa."Sihir!" Arya refleks melompat jauh ke belakang menabrak dinding marmer dengan bantingan keras."Gila, kalian semua, betina kota emang suka main ilmu hitam, ya! Benda sihir mematikan apa yang kalian pegang? Kenapa wajah dan seluruh tubuhku bisa ditarik masuk ke dalam kotak kecil bercahaya itu dengan gampang? Cepetan hancurin batunya! Keluarin ji

  • Purba Sang Pemuas   Bab 6

    Tanpa menunggu balasan Arya, Sonya segera menarik kencang tangan pria yang masih menjilati sisa saus di jarinya itu. Mereka berdua bergegas lari kabur menuju mobil dan meninggalkan restoran sebelum polisi datang.Sesampainya di area depan klab milik Sisca, suasana mendadak riuh menyambut kedatangan mereka.Rumor tentang keperkasaan Arya melempar pengusaha dan staminanya di kamar VVIP sudah menyebar luas. Banyak LC elit dan tamu kaya raya sengaja berkumpul padat di depan pintu masuk."Wah, itu dia si Arya yang lagi viral diomongin! Katanya tenaganya brutal banget dan staminanya nggak ada matinya, ya?" goda seorang LC muda sambil mengedipkan matanya genit ke arah Arya."Minggir kalian semua, kalian ini LC murha, beda sama kita. Minggir, cepat, dasar pelayan klab! Arya, mending temenin tante malam ini di hotel paling mewah. Tante bakal langsung beliin kamu mobil sport baru asalkan kamu bisa bikin tante puas sampai pagi!" sahut wanita paruh baya berdandan menor dari barisan depan.Mendapa

  • Purba Sang Pemuas   Bab 5

    Melihat kelakuan barbar itu, Sonya langsung menjerit histeris. Aktris itu buru-buru merentangkan kedua tangannya untuk menghalangi laju tubuh besar Arya."Berhenti, Arya! Ini tuh mobil buat jalan-jalan di kota, benda ini aman dan nggak bakal gigit kamu sama sekali!" omel Sonya sambil memelototi wajah Arya kesal. "Kalau kamu pukul mobil ini, kepalamu yang ganti aku pukul pakai hak sepatu!""Mobil itu fungsinya mirip kuda raksasa yang bisa lari cepat. Emang ya, dasar orang Purba! Kamu duduk tenang aja di kursi, nanti monster ini bakal bawa kita ke tempat makanan. Udah, jangan banyak tingkah, atau kamu ga jadi makan daging!"Setelah mendengar omelan panjang itu, perlahan Arya menurunkan kepalan tangannya dengan ragu-ragu. Pria itu masih menyempatkan diri mengendus-endus bagian pintu mobil untuk mencari tahu apakah ada bahaya."Kuda raksasa apaan ini? Badannya keras banget dan dingin pas aku pegang," ucap Arya sambil duduk pelan-pelan di kursi penumpang. "Oke, aku naik ke perut monster in

  • Purba Sang Pemuas   Bab 4

    Tanpa menunggu persetujuan, tangan kekar Arya langsung melingkar kuat di pinggang ramping Sisca. Wanita pemilik klab itu menjerit kaget saat tubuhnya ditarik paksa. Tubuh Sisca langsung menempel rapat pada dada bidang Arya yang penuh keringat."Lepaskan aku, Arya! Kamu benar-benar sudah kehilangan akal sehatmu ya! Berani-beraninya kamu menyentuh bosmu sendiri di depan semua orang!" ronta Sisca sambil berusaha memukul pundak raksasa pria itu sekuat tenaga."Lepaskan tangan kotor ini dari tubuhku sekarang juga! Aku janji akan memecatmu dan membuat hidupmu menderita selamanya!"Arya mengabaikan pukulan lemah Sisca sama sekali. Pria purba itu langsung membopong tubuh montok wanita itu di atas bahu kanannya dengan sangat mudah."Tunjukkan di mana sarangmu, Betina! Kita selesaikan urusan aroma gairah ini di ruang kerjamu saja. Sebagai kepala suku yang baik, aku harus memastikan betinaku mendapat kepuasan batin, bahkan kalau perlu, sampai kamu pingsan!!""Turunkan aku, dasar cowok gila! Kali

  • Purba Sang Pemuas   Bab 3

    Seketika suasana lorong VVIP itu berubah menjadi sangat kacau balau. Beberapa wanita berpakaian ketat langsung menjerit keras sambil menutup mata mereka rapat-rapat."Mau pamer kalau punya dia gede kali ya, mentang-mentang lorong VVIP isi cewek cakep semua!" teriak seorang wanita gemuk dengan riasan menor sambil menutup mulutnya, tak percaya.Tentu saja mereka kaget melihat Arya berjalan sangat percaya diri, tanpa pakaian, dengan cacing besar alaska miliknya yang menyapa para pengunjung.Meskipun begitu, ada juga wanita hidung belang yang justru sengaja membuka celah jarinya lebar-lebar. Mereka malah mengintip Arya sambil menelan ludah berkali-kali, melihat betapa bagusnya bentukan traktor Arya.Padahal, selama ini Arya dirumorkan traktornya ga bisa nyala. Atau ya, kalau nyala, palingan cepat lowbet karena dua menit saja sudah keluar.Berbeda dengan si pria Purba dalam diri Arya, dia sama sekali tidak peduli traktornya yang sangat besar dan menyita perhatian. Purba satu ini malah teru

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status